Novel Potion-danomi de Ikinobimasu! Bahasa Indonesia chapter 25


Potion-danomi de Ikinobimasu! Chapter 25





*** Bengkel Maiyaru ***



Orang-orang yang bekerja di bengkel tidak merubah perlakuan mereka terhadap Kaoru.
Mereka menganggap Kaoru bukan sebagai malaikat dewi, tetapi sebagai 「Pembantu yang bisa memasak, membersihkan, dan melakukan pekerjaan lain-lain」.
Memiliki seorang teman atau malaikat dewi tidak membantu mereka dengan pekerjaan mereka.
Mereka sudah memperlakukan Kaoru seperti dia malaikat sejak dia membantu bengkel.

Dan hari ini, bengkel itu kedatangan pengunjung dari kuil lagi.

Karena mereka ingin berbicara dengan Kaoru, mereka terus mengganggunya dengan mengunjungi bengkel setiap hari untuk mengundang Kaoru ke kuil.
Dan Kaoru terus menjawab, "Maaf, aku tidak mau memasuki Kuil"

Kemudian suatu hari, Shera merubah area kuil jadi sebuah restoran.

Namun, saat Kaoru memeriksanya, ia mendapati bahwa restoran yang disebut shera adalah tempat di mana para bangsawan biasanya sering berkunjung.
Ada juga kamar pribadi yang sepenuhnya kedap suara di belakang.
Penolakan instan.

Dan kemudian, kali ini, aku mendapat pesan yang mengatakan 「Kita bisa bertemu dimanapun yang kamu inginkan」
Gigih sekalk, dia tidak akan menyerah sampai aku mau bertemu dengannya, jadi aku memutuskan untuk bertemu dengannya.
Aku sengaja memilih tempat dengan banyak orang.





*** Beberapa hari kemudian, di restoran kecil. ***





Aku punya waktu luang setelah aku selesai membersihkan dan menyiapkan makan siang untuk orang-orang di bengkel.
Nanti aku hanya perlu menyiapkan makan malam ketika aku kembali.
Kaoru dengan ragu-ragu menunggu miko memikirkan cara membuatnya menyerah pada Kaoru untuk selamanya.



"Maaf sudah membuatmu menunggu. 」(Shera)



Mengikuti Miko Shera, 3 laki-laki dan 2 perempuan muncul.
Mereka berusia sekitar 10 sampai 16 tahun.
Setiap dari mereka tampak imut dengan caranya sendiri.



"Haaaah ...." Kaoru menghela nafas.

「Anak-anak ini telah menerima ajaran kitab suci.
Dan saat mereka mendengar kalau aku akan mengadakan pertemuan dengan Kaoru, mereka bertanya apakah mereka bisa ikut denganku 」 Shera menjelaskan.

「Eh ..., begitu ya ... lalu, apa tujuanmu?」 (Kaoru)



Kaoru memberikan jawaban yang tidak menyenangkan.
Shera sedikit panik, dia melihat bahwa Kaoru sama sekali tidak tertarik pada anak-anak.
Dia hanya memiliki satu topik umum yang tersisa untuk dibicarakan.



「Nah, Kaoru, apakah kamu mendengar Celestine-sama mengatakan sesuatu tentang Dewa Laki-laki itu?」 (Shera)



Meskipun anak-anak tidak seharusnya mendengar tentang ini, ini adalah satu-satunya cara agar dia bisa berbicara dengan Kaoru.

Dia berharap Kaoru akan berubah pikiran karena dia juga mengenal Celestine.



「Oh, Celes ya?
Apakah dia membicarakan itu denganmu juga?
Yah, dia senang akhirnya bisa menghubungi dewa itu 」(Kaoru)

「Oh benarkah? Itu bagus! 」(Shera)

……

……

……

「………」 (Keduanya)



Namun, pembicaraan tidak berlanjut lagi.
Shera memikirkan apa yang diminta Kaoru tempo hari.



「Ngomong-ngomong, tentang pertanyaan yang kamu tanyakan tentang patung Celestine-sama.
Celestine-sama juga merupakan dewi kesuburan, tetapi tempat ini dulunya miskin.
Dan orang – orang percaya, untuk memperkaya tempat ini, patung dewi kesuburan harus dibuat berlimpah di daerah yang miskin.
Itulah yang mereka pikirkan dulu ... 」(Shera)

「…… Apa begitu?」 (Kaoru)



Jawaban yang dingin dari Kaoru.

Air mata menetes dari matanya. Kaoru kemudian melihat tubuhnya sendiri.



「Ahahaha .. negara yang miskin ..」, 「negara miskin ...」, 「negara miskin ...… 」 Kaoru terus menggumamkannya.

「Ah, Kaoru. Aku akan memperkenalkan anak-anak ini, dari kiri ... 」(Shera)

「Ohhh, tidak apa-apa.
Tidak apa-apa, aku mungkin tidak akan ingat nama mereka,
Aku tidak pandai mengingat orang ... 」(Kaoru)

「Eh ...」 (Shera)



Shera tertembak lagi.
Tidak mungkin, aku tidak bisa berhenti di sini!
Saat ini akhirnya kami bisa bertemu, aku harus menggunakan anak-anak untuk meningkatkan hubungan kita saat ini.

Masih terlalu dini untuk berbicara tentang kuil.
Aku harus menghangatkan pembicaraan dengan topik yang lebih biasa ... adalah apa yang dipikirkan Shera.
Dan kemudian, anak-anak mulai berbicara.

「Uhm, kami ah tidak .., aku ingin bertanya tentang dewi!」 (Anak A)

「Ah, aku juga!」 (Anak B)

「Aku juga ingin bertanya!」 (Anak C)



Seperti yang diharapkan dari anak-anak yang dipilih oleh uskup agung.
Tampaknya mereka bukan hanya dipilih karena penampilan saja.
Shera terkesan.
Dan kemudian Kaoru mulai berbicara kepada anak-anak.



「Kau tahu, bayangkan saja kamu punya teman yang sangat kaya ...」 (Kaoru)

「Eh?」 (5 anak)

「Dan kemudian seseorang yang kamu tidak kenal datang dan mendesakmu.
Mereka tidak bertanya apa pun tentangmu, mereka hanya ingin mendengarkan tentang teman kayamu seolah-olah ingin kamu mengenalkan mereka kepadanya.
Apakah kalian berpikir kalau kalian bisa berteman baik dengan orang-orang seperti itu?
Tidak…
Apa kau berpikir kalian ingin berteman dengan mereka sejak awal?
Apakah kalian bisa memercayai seseorang yang tidak kaukenal dan terus memberi mereka informasi penting soal temanmu? 」(Kaoru)

「………」 (5 anak)

「Yah, aku tidak punya apa-apa untuk dibicarakan, jadi aku minta maaf soal itu! (Kaoru)



Saat Kaoru berdiri, Shera dan anak-anak tetap diam dan tidak bergerak.
Kaoru mengingat sesuatu setelah meninggalkan restoran.



「Oh, pada akhirnya, aku tidak memesan apa pun ...」 (Kaoru)





***Beberapa hari kemudian***





Ksatria wanita Francette datang.



「Kaoru, Earl Adam sudah tiba di istana kerajaan」 (Francette)



Kaoru diberitahu oleh Francette kabar yang sudah dia tunggu,
kemudian dia mengkonfirmasi waktu pertemuan dengan Earl melalui Francette.

Ngomong-ngomong, Kaoru memberi tahu Francette dan semua orang untuk tidak memanggilnya 「dewi」, 「malaikat」, atau 「teman Dewi」

Keesokan harinya, di depan Earl Adam, Kaoru mengenakan 'pakaian Putri Baron' yang menyebabkan anak-anaknya dan para ksatria menganggapnya sebagai dewi.

Biasanya, saat kakan mengetuk pintu masuk dan dijemput pelayan.
Tidak, biasanya putri bangsawan tidak akan berjalan sendiri.
Aku dipandu oleh seorang kepala pelayan melalui ruang belakang.
Pergi ke rumah pribadi seperti ini adalah masalah.

Namun, Kaoru sudah menyiapkan rencananya.

Dia memerintahkan anak-anak, bahwa jika dia tidak keluar dari rumah Earl saat matahari terbenam, maka beri tahu Kuil, rumah Lyotal, bengkel, dan berteriak di alun-alun kota, 「teman dewi ditangkap oleh Earl Adam ! 」
Ketika yang terburuk terjadi, aku harus menggunakan nama teman 「dewi」

Setelah beberapa waktu, Kaoru menyadari bahwa kekhawatirannya tidak berdasar.
Sudah ada anggota lain di ruangan tempat Kaoru masuk.
Earl Adam, putranya Hector, putrinya Anice, si  pimpinan pengawal saat itu, ksatria wanita Francette dan kakak sang raja,Roland.

Mereka menyadari bahwa teman dewi Kaoru dan Dewi Kaoru berambut perak adalah orang yang sama.
Mereka sangat tidak mungkin mengkhianati Kaoru.

Kaoru menjelaskan kepada semua orang di ruangan itu tentang dirinya.



「Aku adalah teman Celes.
Aku datang untuk berkunjung ke sini dari dunia lain atas rekomendasi Celes.
Sekarang aku menikmati hidup sebagai manusia, dan merahasiakan identitasku.
Saat ini selain semua orang di ruangan ini, Semua orang percaya bahwa aku  adalah teman Dewi Celes dan aku hanyalah manusia yang diberi kemampuan untuk memberkati orang-orang ...
Perlu diingat tentang bagian 「hanya manusia」
Aku tidak bermaksud menyimpan kekuatan ini untuk diriku sendiri.
Aku memberi berkah kepada beberapa orang, tetapi karena banyak orang yang membutuhkan berkah, menjadi sulit untuk melakukannya.
Dengan demikian jika kalian mau bekerjasama denganku, Akan lebih mudah untuk memberi berkah kepada orang-orang 」(Kaoru)



Berdasarkan hal itu, berbagai hal mulai sekarang akan dibicarakan dan diputuskan.
Keluarga Baron Lyotal akan menangani istana kerajaan, bangsawan, kuil, dll.

Kaoru ingin mempertahankan status quo saat ini.
Di sisi lain, Earl Adam,Roland dan Francette akan mendukung mereka.
Dengan permintaan Roland, kami juga akan membagikan informasi ini kepada raja.

Dan terakhir, kami memutuskan untuk memberi nama grup ini.



「Cahaya Dewi」
(TN: Bagusan mana dengan (The light of the gooddess atau Megami no Hikari)



Meskipun Kaoru sangat menentangnya, itu disetujui oleh kebanyakan anggota lain. ...
Untuk saat ini, hal-hal yang perlu kita lakukan adalah.



「Jual potion penyembuh dengan harga murah.
Namun, efeknya lemah, dan jika tidak digunakan dalam 5 hari, efeknya akan hilang.
Jalur produksi dan distribusi adalah rahasia negara.
Agennya adalah istana kerajaan 」



Alasan mengapa aku membuat efeknya hilang dalam 5 hari adalah untuk mencegahnya digunakan dalam peperangan.
Tujuan utamanya adalah untuk menywmbuhkan luka yang dialami pemburu, dan untuk menyembuhkan penyakit yang diderita penduduk.
Efeknya lemah tetapi masih cukup untuk membantu orang.

Mukjizat yang sesungguhnya hanya dapat dilakukan dengan 「air mata dewi」 dibuat oleh kekuatan dewi.
Hanya mereka yang memenuhi syarat untuk diberkati yang akan menerimanya

Kaoru ingat dan memberi tahu semuanya tantang 2 hal.

Pertama, 「cahaya dewi」 memiliki organisasi pendukung yang disebut 「mata dewi」
Mereka saat ini bekerja tanpa bayaran, tetapi di masa depan, aku berencana untuk membayar para anggota secara teratur.

Kedua, kita akan menggunakan perusahaan dagang abiri sebagai rute penjualan.
Dan begitulah, Kaoru akhirnya melakukan debutnya sebagai「Penjual Potion」.



Selanjutnya             Daftar Isi            Selanjutnya


Post a Comment