Novel Potion-danomi de Ikinobimasu! Bahasa Indonesia chapter 4

Potion-danomi de Ikinobimasu! Bahasa Indonesia chapter 4






Permisi, apakah Anda ingin membeli potion penyembuh?
Potion biru bisa menyembuhkan luka seharga satu koin perak
atau potion kuning yang dapat menyembuhkan kerusakan organ atau patah tulang seharga lima koin perak! (Kaoru)




Bahkan para pemburu juga ingin membantu Kaoru, tetapi mereka semua memiliki senyum pahit di wajah mereka.
Dengan koin perak, mereka dapat minum 3 hingga 4 cangkir Ale.
Selain itu, mereka dapat membeli makanan dan minuman dalam jumlah yang cukup.

Tidak peduli seberapa besar motivasi mereka, mereka tidak dapat menghabiskan koin perak untuk obat yang dibuat dengan ramuan obat rumput liar yang dibawa oleh seorang loli.
Tetapi tidak ada tanda-tanda penjualan sama sekali meskipun Kaoru berpikir harganya sudah murah.

Mengapa aku tidak bisa menjualnya?
Rupanya, beberapa pemburu terluka.
Apakah mereka berencana menghemat uang dengan menggunakan sihir pemulihan nanti?

Nah, jika aku memikirkannya, ketika anggota partymu terluka dan tidak ada Healer di partymu, kau harus mengandalkan potion penyembuh.
Jika kamu memiliki Healer, akan lebih mudah karna dapat diandalkan untuk mengelola kesehatan partymu.

Jika kamu berada di kota, biaya penyembuhan akan lebih murah karena ada penyembuh profesional yang tinggal di toko mereka dan di kota mereka tidak perlu khawatir tentang MP.

Mungkin lukanya bisa disembuhkan dengan harga secangkir alkohol di kota atau apalah.
Lalu, apakah harga yang aku tetapkan terlalu tinggi?
Tidak, tapi pemburu yang berburu akan membutuhkan potio saat pergi keluar kota.
Jika aku menjualnya terlalu murah, aku akan mengalami masalah dengan berbagai hal.

Apa yang harus kulakukan…

Seorang pemburu setengah baya memanggil Kaoru yang sedang bertanya-tanya.



Hei, Nona Muda.
Apakah kamu mau kaki kananku?
Aku terluka beberapa waktu lalu, dan kaki kananku sakit ketika cuaca berubah.
Aku minta maaf karna nafasku berbau alkohol.
Tapi aku akan memberimu hadiah,
uhm ... Bagaimana dengan dua sosis? (Pemburu A)

aku akan melakukannya! (Kaoru)



Kaoru segera bersiap-siap.
Dia memiliki kepercayaan diri sejak dia memijat ayah dan ibunya dari waktu ke waktu.
Karena pemburu itu beusia kira-kira seusia ayahnya, Kaoru sama sekali tidak merasa jijik.
Sama seperti melakukan itu pada ayahnya.

Aku tidak tahu apakah pemburu ini hanya mencoba membuat alasan dan memberiku makanan atau tidak.
Bagaimanapun, aku akan berterima kasih padanya dengan memberinya pijatan yang tepat untuk kaki kanannya.
Untuk beberapa alasan, dia merasa sangat nyaman.
Melihatnya seperti itu, pemburu lain gelisah, mereka mulai bertanya juga.



"Aku selanjutnya! Tolong pijat bahuku, aku akan memberimu  dua sate burung.(Pemburu B)

Tolong pijat punggungku, aku akan memberiku steak daging babi! (Pemburu C)

Hei kalian, semua upahmu hanya makanan!
Aku akan memberimu  jus anggur!
Apa yang kamu pikirkan?
Itu jauh lebih berharga daripada hidangan yang mereka tawarkan! (Pemburu D)

Sialan, disini ada buah!
Kamu dapat memilih manapun yang kamu suka!
Ah, tapi buah persiknya tidak boleh, itu terlalu banyak untukmu! (Pemburu E)

Ku ~, sial! Jangan terburu-buru, aku akan memberi buah persik! (Pemburu F)

U ... (Kaoru)



Sudut makanan dan minuman tiba-tiba menjadi agak berisik dan wanita resepsionis dengan lembut mengangkat alisnya.
Sepertinya mulutnya terangkat sedikit.
Setelah beberapa saat, para Pemburu mencapai kesepakatan bahwa tidak boleh membayar Kaoru dengan makanan atau minuman lagi.
Jadi pembayaran sekarang bukan makanan atau minuman tetapi koin tembaga.

Ketika Kaoru senang dengan hadiah yang berubah menjadi koin, ia dengan senang hati membantu para pemburu untuk sementara waktu
Dan kemudian pintu guild tiba-tiba dibuka secara paksa.



Seseorang, bawa aku ke dokter, dia terluka parah!
Tolong minta klinik untuk segera buka! (Pemburu Wanita)



Seorang pemburu wanita berusia paruh kedua puluh atau akhir bergegas masuk dan berteriak keras.

Setelahnya, seorang pria paruh baya yang tampan sekitar 30 tahunan membawa seorang pria berlumuran darah sekitar 20 tahunan, mereka semua dilengkapi dengan pedang dan baju besi jadi mereka seharusnya adalah Guardian.



Dia terluka oleh Beruang abu-abu! Cepat, tolong bawa aku dokter! (Pemburu Pria)



Pemburu Pria yang membawa pria yang terluka itu berteriak.

Ini adalah situasi darurat, wanita Resepsionis juga meninggalkan meja dengan ekspresi serius di wajahnya. Tapi apa yang dia katakan ...



"Maaf, dokter sedang bepergian ke desa lain dan dia tidak akan kembali untuk sementara waktu.
Apoteker juga berada di kota tetangga dan tidak tahu kapan ia akan kembali.
Semua pemburu yang memiliki pengetahuan tentang pertolongan pertama atau ramuan obat, tolong bantu kami.
Setidaknya kita harus membantunya, (Resepsionis)



Para pemburu di party itu terlihat putus asa mendengar kata-kata itu.
Bahkan jika melihatnya saja, jelas bahwa itu bukan cedera yang dapat diobati beberapa amatir.
Mereka hanya membaringkan orang yang terluka di atas meja dengan selimut dan menonjol dengan perlahan.



"Apa yang sedang kalian lakukan?
Mengapa kalian tidak cepat-cepat melakukan penyembuhan!
Kenapa tidak ada Healer yang mau membantunya.
Selain itu, jika kalian tidak memiliki mantra penyembuhan, berikanlah Potion penyembuh karena hidupnya dalam bahaya!
Kalian bisa membicarakan tentang pembayarannya setelah itu.
Kenapa kamu hanya berdiri di sana?
Hei, hei! (Kaoru)



Kepada Kaoru yang mulai berteriak tiba-tiba, orang tidak bisa mengerti apa yang dia katakan dan terus hanya berdiri di sana.



E ~ ei, aku yang akan melakukannya kalau begitu! (Kaoru)



Sambil mendorong para pemburu lain yang menghalangi jalan, Kaoru datang ke sebelah meja tempat lelaki yang terluka itu berbaring.
Karena armornya sudah dilepas.
Dia mengeluarkan pisau dari pinggang pria paruh baya di partynya yang berdiri di dekatnya tanpa izin, dan mulai memotong pakaiannya.(TN:Pakaian pemburu yang terluka yah)
Darah terus mengalir dari luka yang terbuka.



Hei, ... Hei ... (Laki-Laki)



Abaikan saja suara pria yang bingung itu. Tidak ada waktu untuk menjelaskannya sekarang.



Seseorang, bawakan aku anggur paling kuat di sini! Cepatlah! (Kaoru)



Beberapa orang berlari ke konter makanan dan segera membawa sebotol anggur.
Ketika Kaoru mengambilnya, dia meminumnya di mulutnya dan menyemburkannya ke luka pria itu.
Pria terluka yang kehilangan kesadarannya tadi  itu meraup dan menjerit.
Itu pasti sakit.
Tapi itu lebih baik daripada mati!

Tidak ada orang lain di sekitarnya yang mau bertindak sehingga dia harus berusaha yang terbaik.
Kemudian Kaoru mengeluarkan satu potion dari sakunya.
Ini Potion Kuning.
Lalu dia memberinya kepada pemburu perempuan.



Biarkan dia meminumnya. Hanya ada satu potion kuning, tolong jangan sampai tumpah! (Kaoru)


Dia ingin mengatakan sesuatu tetapi ketika dia melihat ekspresi Kaoru saat mendekat, pemburu wanita itu mengangguk dan mengambil potionkuningnya.

Dan kemudian dia menggerakkan kepala orang yang terluka dan membantunya bangun, setelah itu dia menaruh potion kuning di mulutnya.
Dia meraih dagunya, membuka mulutnya dan menuangkan ramuan ke dalam mulut orang yang terluka.
Dia hanya bisa menuangkan sedikit ke dalam mulutnya.
(TN:Silahkan berimajinasi)
Kemudian dia mengulangi untuk dua kali dan tiga kalinya, akhirnya semua potion kuning itu dituangkan ke tenggorokan pria yang terluka itu.

Pada saat yang sama, Kaoru menuangkan potion biru ke lukanya.
Dia sudah menyemprotkan anggur sebelumnya untuk mencegah infeksi .
Sekarang dia menggunakan Potion biru langsung ke luka itu.

Setelah menuangkan potion biru pertama dan berpikir itu tidak cukup, Kaoru menuangkan yang kedua ke daerah luka.
potionnya segera berefek.

Potion biru perlahan menutup lukanya dan menghentikan pendarahan.
Potion kuning akan menyembuhkan semua organ internal jika ada yang rusak.
Juga akan mengembalikan darah yang hilang.
Wajah lelaki yang terluka itu perlahan pulih dari pucat menjadi normal.
Napasnya yang cepat juga menjadi stabil.

Karena dia terluka parah dan sudah berlangsung beberapa waktu sehingga dia kehilangan banyak darah.
Itu adalah situasi yang mengancam jiwanya.
Jika Kaoru menyiapkan potion merah sebelumnya, dia akan menggunakannya.

Tapi dia entah bagaimana bisa menyelamatkan nyawanya dengan potion Kuning.

Potion biru yang langsung dioleskan ke luka juga efektif.

Setelah itu, semua orang yang melihat kondisi orang yang terluka itu, mereka mengerti bahwa dia sudah diselamatkan.
Pemburu perempuan itu memeluk lelaki yang terluka itu, yang dia pikir akan kehilangannya selamanya.
Dan pria paruh baya itu tertegun dan jatuh ke lantai.

Aku berfokus oleh pria yang terluka dan tidak menyadarinya, tetapi pria paruh baya itu juga mengalami cedera yang cukup dalam di lengan kirinya.
Darahnya masih mengalir keluar.
Apakah dia membawa pria yang terluka dengan lengan ini,
Kaoru mengagumi ketangguhan dan kekuatan mental pria paruh baya ini.

Namun, dia masih berdarah.
Selain itu, jika ini adalah luka yang dalam, akan membutuhkan banyak waktu untuk pemulihan total.

Dalam kasus terburuk, itu tidak akan sepenuhnya sembuh dan meninggalkan beberapa efek setelahnya.
Untuk pria paruh baya yang keren menjadi seperti itu.
Kaoru tidak bisa menerimanya.
Dia adalah harta karun umat manusia.
Kaoru diam-diam memberikan potion biru terakhirnya kepada pria itu.



Oi, nona muda!
Kamu tidak perlu menggunakan obat berharga ini.
Cedera tingkat ini tidak ada artinya ... (Pemburu Pria)

Diam, minumlah sekarang! (Kaoru)

... O ~ ou! (Pemburu Pria)



Dia menatap Kaoru dengan intens, dan pria paruh baya itu menerima potionnya dengan patuh dan meminumnya.
Luka yang dalam di bahunya segera sembuh.
Seorang pemburu di guild bergumam saat semua orang diam.



Ini sebuah keajaiban… (Pemburu G)



Seketika, aula meledak dengan sorak-sorai.



Ooooooooooooooooo !!! (semua pemburu)

Nona muda, nona muda, nona muda !!! (semua pemburu)

Tidak kusangka aku memintamu untuk memijat kakiku! Apa yang sudah kulakukan ... (Pemburu A)

Tidak,kamu membantuku saat lapar, aku berterima kasih. Tidak ada masalah! (Kaoru)

Betapa bodohnya aku, mengapa aku tidak membeli obat itu dengan koin perak? (salah seorang pemburu)



Para pemburu terus bersorak dan mengelilingi Kaoru.Terlihat seperti sebuah gambaran neraka.

Meskipun jika ada malaikat di sini.


Sebelumnya           Daftar Isi           Selanjutnya

Post a Comment