Novel Potion-danomi de Ikinobimasu! Bahasa Indonesia chapter 7

Potion-danomi de Ikinobimasu! Bahasa Indonesia chapter 7






Kaoru sudah berhasil melarikan diri dari rumah baron dan kota tanpa gagal, dan dia terus melanjutkan perjalanan.



Dia berjalan tanpa henti dari semalam. Akan menjadi masalah besar jika Baron mengerahkan pasukannya. Jadi dia harus waspada terhadap para pengejar saat dia bergerak.

Setelah meninggalkan kota, dia merubah warna rambutnya sekali lagi dari pirang menjadi perak. Dia juga mengganti pakaian pelayan menjadi pakaian lain.

Dia sudah menyimpan sejumlah makanan jadi tidak perlu khawatir tentang makanan untuk sementara waktu, dan dia bisa membuat minuman kapan saja dia mau.

Sekarang satu-satunya kekhawatiran yang tersisa adalah apakah dia bisa sampai tujuan tanpa diserang oleh bandit atau binatang buas.

Jika memungkinkan, dia ingin mengisi kembali persediaan makanan dan mengamankan kendaraan, tetapi tidak semudah itu ferguso.

Saat berjalan, dia mendengar suara berisik dan melihat ke belakang, ada debu pasir di kejauhan. Dari suara berisik, itu pasti suara kuda berlari.

Demi keamanan, dia menyingkir dan bersembunyi di balik pepohonan.

Yah, aku tidak keberatan jika beristirahat sekarang. Aku  tidak sedang terburu-buru.

Jika saya sering memeriksa ke belakang, aku dapat dengan mudah melihat pengendara dan menghindari mereka.



Tempat yang Kaoru tuju adalah ibu kota.

Ibukota adalah tempat berkumpul dan tinggal banyak orang, lebih mudah untuk bersembunyi di tempat yang ramai.

Ada banyak bangsawan juga di sana, tetapi sebaliknya, itu juga mencegah bangsawan melakukan apa pun yang mereka suka. Dan juga Kaoru bisa mengumpulkan informasi di Ibukota dengan lebih mudah.

Setelah mengumpulkan informasi di Ibukota, ia akan mempertimbangkan apakah akan tinggal di sana

Dan perpustakaan adalah yang paling menarik bagi Kaoru.

Sampai sekarang, dia belum berpikir untuk pergi ke negara lain. Dia harus mendapatkan informasi yang diperlukan terlebih dahulu sebelum pergi ke suatu negara.

Dia tiba di kota berikutnya sekitar sore hari. Tentu saja, dia tidak akan tinggal di sini.

Kota ini masih termasuk dekat, besar kemungkinan bahwa para pengejar baron yang datang ke sini. Kaoru tidak cukup bodoh untuk tinggal di sini

Bahkan jika dia sudah mengubah warna rambutnya, masih berbahaya jika ada orang yang mengenal Kaoru.

Tapi Kaoru masih menjual dan membeli barang.

Sedangkan untuk malam ini, Kaoru meninggalkan kota dan tidur di hutan. Dia meletakkan tempat tidur dan menyebarkan 「Baygon」 yang dia buat.

Setelah 3 hari berjalan, Kaoru tiba di kota berikutnya.

Sudah empat hari setelah melarikan diri. Banyak hari telah berlalu.


Aku bertanya-tanya apakah baron belum menyerah.

Jika ia mencoba menangkap seorang gadis yang bukan warga negaranya, di tempat yang jauh dari wilayahnya sendiri, itu akan menjadi kejahatan dan bahkan seorang baron tidak bisa lolos.

Baron tidak dapat mengklaim hak apa pun tentang Kaoru.

Jika pengejar muncul, Kaoru bisa membuat keributan besar dan meminta bantuan orang lain.

Oh, ngomong-ngomong.

Mengenai pelarianku, apa yang dipikirkan baron tentang situasi di ruangan itu?

Aku bertanya-tanya apakah dia akan mengira itu hal ghoib.

Atau dia mungkin berencana untuk melakukan sesuatu yang berbahaya.

Atau dia hanya menyerah dan melupakan segalanya.

Yah, kupikir dia tidak akan melupakanku dengan mudah, aku  pasti dianggap ikan besar baginya.

Bagaimanapun, itu lagipula itu tidak ada hubungannya denganku. Sekarang aku pergi ke tempat aman.

Bagaimanapun, tampaknya akan baik-baik saja untuk mampir di kota berikutnya.

Dan dalam empat hari terakhir, hanya ada kereta kuda pedagang selain pemburu yang berkendara. Dan aku juga bersembunyi dari mereka semua. Aku sudah berjalan tanpa henti, karena aku memiliki porion untuk memulihkan stamina, jarak yang kutempuh lebih jauh dari jarak yang bisa ditempuh rata-rata gadis normal.

Dengan kata lain, aku seharusnya sudah berada diluar zona pencarian.

Aku juga mengubah warna rambutku menjadi perak. Jadi aku tidak terlalu khawatir tentang itu. Di tempat pertama, makananku sudah habis.

Kaoru memutuskan untuk singgah di kota ini.

Uang yang Kaoru dapatkan di guild hanya empat koin perak kecil. Ini setara dengan 400 yen.

Hanya cukup untuk membeli dua tusuk sate besar di sebuah warung. Dan dua tusuk sate besar dengan kuat dipegang di tangan Kaoru.

「Ah ...」 (Kaoru)

Dan Kaoru tidak memiliki uang lagi. Dia sudah berganti pakaian di tempat tertutup sebelum memasuki kota. Saat ini Kaoru mengenakan pakaian pelayan.

Saat menjual barang-barang dari rumah baron, itu akan terlalu mencurigakan bagi gadis biasa.

Ada kemungkinan besar penjaga toko akan berpikir barang-barang itu adalah barang curian.

Bagaimana kalau ganti dengan pakaian putri baron?

Tidak, para bangsawan tidak mungkin menjual barang sendiri, itu mencurigakan.

Setelah beberapa saat mempertimbangkan, Kaoru memilih pakaian pelayan.



Sebuah Toko barang antik.

Seorang pelayan muda memasuki toko dan dengan pelan mendekati penjaga toko.

「Oh, maaf, tuanku menyuruhku untuk menjual ini dan membeli bahan-bahan hari ini ...」 (Kaoru)

Seorang gadis mengenakan pakaian pelayan menatap penjaga toko dengan mata sedih sambil memegang Gagang lilin di tangannya. (TN : Candlestick yg dicuri dr rumah baron)

Penjaga toko membuka lebar matanya menatap Kaoru.

「... Aku berhasil!」 (Kaoru)

Kaoru mendapatkan 6 koin perak.

Jika aku menginap di penginapan dengan makan malam dan sarapan, akan dikenakan biaya 4 keping koin perak.

4 buah koin perak kecil untuk air panas atau handuk dll,

Aku masih punya 1 koin perak dan 6 koin perak kecil untuk membeli makanan sebelum berangkat besok.

Baiklah kalau begitu, ayo pergi ke penginapan.

「Dua kali makan dan satu malam menginap, harganya lima koin perak」 (penjaga penginapan)

... Penginapan kota besar memiliki harga lebih mahal dibanding kota pedesaan. Sial.



Butuh waktu Beberapa hari lagi untuk mencapai Ibukota.

Ketika aku memikirkannya, ada tempat terbuka di sebelah jalan raya. Dan ada air segar mengalir dari sisi gunung di sebelahnya.

「Ah, itu bagus!」 (Kaoru)

Kaoru mengambil air dengan tangan untuk mencuci wajahnya.

Dia bisa membuat potion untuk menggantikan air, tetapi mencuci muka dengan air segar pegunungan itu lebih baik. Dia juga bisa mencuci tubuhnya atau mandi.

Dan dia memutuskan untuk tinggal di sini malam ini!

Tetap saja, aku tidak akan tidur di tempat terbuka yang bisa dilihat dari jalan raya.

Aku masuk ke hutan sedikit dan menempatkan tempat tidur di tempat yang tak terlihat oleh orang yang lewat.

Setelah menikmati air segar, Kaoru meletakkan tempat tidur di bawah pohon dan tidur.

「Masih belum sampai juga nano?」 (Seorang Loli)

「Tolong tunggu sebentar sampai kami menemukan tempat untuk kereta berhenti yang jauh dari jalan raya」 (Ksatria Wanita)

Seorang kesatria wanita yang berusia akhir dua puluhan mencoba menenangkan loli kecil yang gelisah yang berusia sekitar 10 tahun.

「Lihat kan, sudah kubilang untuk melakukannya sebelum berangkat ...」 ( budjank)

Seorang shota berusia sekitar 12 hingga 13 tahun menegur gadis kecil itu.

「Tapi ..., Onii-sama ...」 (Loli)

Itu adalah kereta kuda bangsawan dan 6 prajurit kavaleri yang melindunginya.

Di kereta, ada 4 orang di dalam: satu shota dan, seorang loli, para ksatria wanita dan satu pelayan pembantu.

2 bersaudara bangsawan sedang dalam perjalanan untuk mengunjungi neneknya yang jauh dan sedang sakit dengan dikawal oleh mereka.
Sekarang, loli itu  ingin pergi memetik bunga.
(TN: Bagi yang masih polos itu maksudnya pipis)

Loli itu hampir ngompol dan meminta supir kereta untuk memarkirkan kereta secepatnya. Tetapi jika mereka menghentikan kereta di jalan raya, itu akan menghalangi kereta lainnya. Jadi si supir mencari tempat yang cocok untuk berhenti.

「Ada tempat yang bagus di sana!」 (Ksatria Wanita)

Ksatria wanita memberitahu kapten untuk berhenti di tempat terbuka.

Memastikannya lagi, ini tentu tempat yang bagus. Air segar mengalir dari gunung.

Si loli  itu bisa mencuci tangannya setelah selesai.Seperti semacam tempat istirahat.

Setelah kereta itu diparkir, gadis kecil itu turun dengan tergesa-gesa dan anak laki-laki itu mengikutinya sambil berkata 「Aku akan menemanimu」

Dan si gadis kecil berlari ke hutan, ksatria wanita, pemimpin ksatria dan si budjank mengikutinya.

Tentu saja hanya ksatria wanita yang menemaninya.

Ksatria yang tersisa menjaga kereta. Bocah itu dan kapten menunggu di tempat terbuka.

Kemungkinan kamu akan bertemu bandit di jalan lebih besar daripada di hutan rimba.

Dan setelah si loli itu selesai memetik bunga, dia kembali dengan kapten ksatria wanita ke tempat di mana semua orang menunggu.

Dan mereka melihat kapten dan bocah itu terus menatap bagian belakang hutan.

Ksatria wanita dan gadis kecil itu mendekat dan melihat ke arah itu.
... Ada seorang dewi di sana.

Sebuah tempat kecil di antara pepohonan.

Ada tempat tidur besar yang terbentang di sana.

Itu adalah tempat tidur ukuran besar yang tidak bisa dibawa ke sana dengan banyaknya pohon di sekitarnya.

Tidak ada jejak seperti bekas menyeret atau goresan  pohon di sekitar sana.

Dan di atasnya, seorang dewi loli dengan rambut perak sehalus sutra, dibungkus dengan pakaian yang putih bersih sedang tidur.

Mereka berempat terdiam tanpa kata untuk sementara waktu. Lalu gadis kecil itu dengan  seluruh keberaniannya, melangkah maju.

「Yu, Yunis!」 (Bocah)

Gadis kecil itu mengabaikan lakanya dan terus melangkah.

Dan akhirnya dia pergi ke sisi dewi, dia memanggil dewi yang tertidur.

「Dewi, Dewi!」 (Yunis)

Mendengar panggilan gadis kecil itu, sang dewi membuka matanya perlahan, mengalihkan wajahnya ke gadis itu.

「Ah ~ h! Diam! 」(Kaoru)

「Hii ~ !!」 (Yunis)

Sang dewi bangun dari tidurnya, dan tatapannya sangat menusuk. Gadis itu tekejoad.

Tapi setelah memperbaiki rambut dan pakaiannya, dia jadi terlihat sangat cantik.

「Jadi, Dewi terkadang tidur di dunia fana ...」 (Yunis)

「Yah, Tidur di hutan alam dapat memulihkan kekuatan dewiku ...」 (Kaoru)



Jika aku mengatakan hal-hal yang tepat, mereka akan segera pergi.

Aku mengambil tempat tidur baron untuk tidur kemarin.

Dan aku mengenakan  gaun putih yang terlihat paling nyaman sebagai pakaian tidur dan tidur nyenyak semalam. Sepertinya aku sedikit kesiangan, matahari sudah terbit beberapa waktu yang lalu.

「Jadi, apakah Anda dewi Celestine ...」 (Yunis)

「Ah, aku bukan Celes」 (Kaoru)

「Ee !!」 (ketiga orang itu)

Apa maksud sang dewi ketika dia berkata bahwa dia bukan Celestine-sama yang merupakan satu-satunya dewa dunia ini?

「Aku datang dari dunia lain, Celes adalah temanku, Celes memintaku untuk bertamasya ke dunianya」 (Kaoru)

Aku tidak mengatakan kebohongan.

「Jadi, Anda adalah dewi dari dunia lain! Teman Celestine ... 」

Ah, bagian itu salah, Oh well.

Dan aku mendengarkan cerita mereka.

Tampaknya nenek 2 bersaudara inj dalam situasi yang serius.

Dan mereka berdua pergi menemui nenek mereka yang sakit.

Bahkan orang tua mereka berusaha menghentikan mereka, mereka tidak menyerah, jadi orang tua mereka mengatur kereta dan 6 ksatria pengawal untuk bepergian bersama mereka.

Keluarga bangsawan cenderung memiliki pernikahan dini. Bukan hal yang aneh untuk menikah pada usia 15 dan melahirkan pada usia 16 tahun.

Jadi normal untuk menjadi nenek diusia  sekitar tiga puluh hingga empat puluh.

Namun, jika cucunya sudah berusia segini, nenek mereka seharusnya berusia lebih dari empat puluh tahun.

Bagaimanapun, dia belum setua itu. Dia pasti menderita penyakit bukan karena faktor usia.

「Dewi, saya ingin membantu nenek saya, maukah Anda memberinya hidayah...」 (bocah)

Si bocah memohon pada Kaoru.

Baik. Untuk saat ini, aku hanya seorang dewi berambut perak yang tidak dikenal.

Aku bisa membantu mereka tetapi aku ingin membuat beberapa persyaratan untuk membuatnya lebih beraroma.

「Baiklah,  tetapi kalian harus menceritakan beberapa kisah sedih」 (Kaoru)

「Hah?」 (Keempat orang) (TN: tadi perasaan 3 orang yah)

「Syaratnya, ceritakan padaku beberapa kisah sedih jika kalian menginginkan hidayahku」 (Kaoru)

Aku akan menyebut obat rahasiaku sebagai『air mata dewi』

Setiap orang tampaknya sudah memiliki sesuatu untuk diceritakan. Setelah berpikir sebentar, Kapten tiba-tiba memulai 『kisah sedihnya, kisah yang sulit diucapkan』

「... Itu sebabnya aku digantung oleh wanita itu ...」 (Kapten)
(TN: digantung maksudnya dipermainkan)

Oke selanjutnya

「... Ayahku sangat menakutkan ketika dia marah dan sedang menegur ...」 (Bocah)

Oke selanjutnya

「... Felissy-chan benar-benar jahat, kau tahu!」 (Fenis)

Ya selanjutnya ... Apakah aku milih syarat yang salah?

「Yah, kurasa ini tidak lucu maupun sedih, tapi izinkan aku untuk memceritakan sesuatu ...」 (Ksatria Wanita)

Yang terakhir adalah ksatria wanita.

「Saya mendapat beberapa proposal pernikahan ketika aku  berusia sekitar 16 hingga 17 tahun

Tetapi saya menghabiskan setiap hari hanya untuk berlatih, dengan tujuan menjadi seorang ksatria.

Jadi saya menolak semuanya karena tidak ada waktu untuk hal seperti itu. Dan saya selalu latihan.

Baru-baru ini, saya akhirnya menyadari bahwa teman-teman, kolega, junior dan saudara perempuan saya semua menikah dan memiliki anak.

Umur saya sudah 27 tahun. Tanganku juga kasar karena terlalu banyak mengayunkan pedang. Tubuhku berotot tanpa kelembutan yang feminin ...

Saya bertanya-tanya apakah saya akan jomblo selama sisa hidup saya.

Jika saya memiliki kesempatan kedua untuk memulai lagi dari 15 tahun, saya pikir saya harus menikah saat itu ...

Tidak, ini bukan masalah besar sama sekali, cerita seperti itu tidaklah menyedihkan 」(Ksatria Wanita)

Sang Dewi menangis kencang! Wajahnya basah oleh air mata.

Dia tiba-tiba mengeluarkan 3 potion yang berbeda.

「Aku terlalu sedih, jadi aku bisa membuat 3 potion ...」 (Kaoru)

「Wa, ha ~ a ...」 (Ksatria Wanita)

Ksatria wanita langsung berwajah terkejut, bertanya-tanya apakah yang dia bicarakan adalah cerita yang menyedihkan.

「Yang biru ini untuk nenekmu」 (Kaoru)

Aku memberi potion biru pada anak itu.

「Kamu harus minum yang merah ini.

Tetapi jika kamu tidak meminumnya di depan orang-orang tepercaya, atasan, majikan, dll., kau mungkin akan kesulitan 」(Kaoru)

「Wa, ha ~ a ...」 (Ksatria Wanita)

「Dan ramuan kuning ini dapat menyembuhkan segala jenis cedera atau penyakit」 (Kaoru)

Lalu aku memberikan ramuan merah dan kuning kepada ksatria wanita.

Ramuan merah, biru, kuning ini kali ini hanyalah diferensiasi warna untuk pembeda, bukan menunjukkan tingkatnya seperti potion penyembuh..

「Kalian harus pergi sekarang ...

Aku juga akan segera pergi dari sini. Gelombang kekuatan ilahi ketika menghilangkan tempat tidurku akan memiliki pengaruh buruk pada manusia. 」(Kaoru)

Ketika sang dewi mengatakan itu, keempat orang itu pergi dan mereka tidak lupa mengucapkan terima kasih berkali-kali sebelum pergi

Ketika aku mengancamnya dengan kekuatan Dewi, kupikir mereka tidak akan tinggal dan melihatnya. Tapi untuk amannya, aku mengawasi kereta kuda dan pengawal yang menunggang kuda menjauh dari celah pepohonan.

Kemudian Kaoru menyimpan tempat tidur dan meninggalkan tempat itu dengan tergesa-gesa. Tidak, aku bisa membuang-buang waktu.

Sebentar lagi sampai Ibukota Kerajaan Brancott.

Aku membuat potion  itu tanpa berpikir dulu

Tapi itu dari dewi yang kebetulan turun ke tempat ini.

Dan bahkan jika keajaiban terjadi, itu tidak ada hubungannya denganku. Mereka tidak akan bertemu denganku lagi.

Jadi aku  tidak perlu khawatir. Lagi pula ini adalah pekerjaan 「dewi」

Aku ingin tahu apakah yang merah itu bekerja dengan baik.

Aku tidak tahu apakah itu memiliki efek sempurna seperti yang ku inginkan,

tetapi yah, walaupun ramuan itu hanya memberikan efek yang ku inginkan, itu sudah cukup baik.

Kisah itu terlalu menyedihkan. Saya benar-benar menangis.Aku harus berhati-hati untuk tidak melakukannya lagi setelah ini.

Layanan besar saat ini hanyalah untuk sebagai「Sebuah Pelajaran」 ...
(TN: tertulis ”tuition fee” ane ga tau apa artinya)



Sebelumnya           Daftar Isi           Selanjutnya

Post a Comment