Novel Potion-danomi de Ikinobimasu! Bahasa Indonesia chapter 23


Potion-danomi de Ikinobimasu! Chapter 23






「Apakah Malaikat Suci ada di sini !?」 (Uskup)



Tiba-tiba, suara nyaring terdengar di pintu masuk bengkel.
Kaoru bukan pengunjung toko tetapi hanya pembantu, dan dia tidak secara resmi menyebut dirinya dengan nama tersebut.
Dengan demikian dia tidak peduli dengan teriakan itu dan menyiapkan makanan di dapur.

Ashil juga mendengarnya tetapi mengabaikannya.
Ayahnya memberitahunya, ingat untuk mengabaikan apa pun selain kontak dari istana kerajaan melalui Baron Lyotal.
Dan pada akhirnya, orang yang harus menghadapinya adalah Bard, pemilik bengkel.



"Ini…! Apa yang dilakukan uskup di sini? Apa yang bisa saya bantu? 」(Bard)

「Oh, apakah Malaikat ada di sini!?」 (Uskup)

「Seorang malaikat?」 (Bard)



Bard tidak tahu situasinya sama sekali.



「Uhm, itu adalah malaikat dewi Celestine!」 (Uskup)

「Yah, tidak, mana mungkin orang sehebat itu ada di tempat kerja kami?」 (Bard)



Dia memikirkan bagaimana harus membalas ucapannya.

Uskup Perrier, seorang utusan dari Uskup Agung Sornie, akhirnya ingat bahwa orang itu bernama 「Kaoru」 dan menyebutkan nama itu.



「Oh, jika Anda mencari Kaoru, dia ada di belakang, Uskup-sama ...」 (Bard)



Dan ketika Uskup akan bertemu Kaoru dan Ashil yang ada di belakang bengkel.



「Ashil, apakah kamu di sini?」 (Lyotal)



Baron Lyotal yang menaiki kereta kuda dari istana kerajaan tiba.



「Datanglah ke rumah keluarga Lyotal bersama kaoru, kita akan mengadakan pertemuan dengan raja」 (Lyotal)

「Tidak, aku akan membawanya ke Kuil Besar dan bertemu dengan Uskup Agung」 (Perrier)

「Apakah kau bilang kalau kau ingin menunda pertemuan raja!?」 (Lyotal)

「Siapa yang selalu berbicara tentang membiarkan gereja menangani agama dan keluarga kerajaan menangani politik tanpa saling bentrok!」 (Perrier)

「Gununu ...」 (Lyotal)

「Gunununu ...」 (Perrier)



Itu sangat mengerikan.

Kedua pihak itu tidak boleh didekatkan satu sama lain.



「Ah ... berisik sekali」 (Kaoru)



Tidak tahan lagi, Kaoru menunjukkan dirinya.



「Oh, Kaoru-dono!」 (Lyotal)

「Malaikat-sama !!」 (Perrier)

「Kalau begitu, Aku akan bertemu Raja dan Uskup Agung bersamaan.

Kalian tidak masalah dengan itu, bukan?

Juga, aku tidak suka bertemu di tempat pribadi yang tidak diketahui orang lain. Karena aku tidak tahu tipuan apa yang kalian persiapkan untukku.

Tempat itu harus area publik dengan banyak penduduk dan tidak berada di bawah kendali kekuatan atau faksi apa pun.

Jika kalian bisa memenuhi persyaratan tersebut, aku setuju untuk mengikuti pertemuan! 」(Kaoru)

*** Alun-alun kota gurua, Kerajaan Balmor  ***



Tempat ini berada di tengah kota, jika kamu mengikuti jalan utama ke arah kanan maka akan sampai ke istana kerajaan.

Di sisi yang berlawanan terdapat Kuil Agung, dan kamu bisa melihat patung dewi Celestine di depan pintu masuknya.

Alun – alun kota, yang biasanya dipenuhi oleh turis, pejalan kaki, kios-kios toko, dll, sekarang terbungkus dalam keheningan.
Bukan berarti saat ini sedang sepi
Faktanya, ada lebih banyak warga yang berkumpul seperti merayakan acara besar tahunan.
Di antara mereka, bahkan ada bangsawan dengan pengawalnya.

Namun, semua orang tidak mengeluarkan suara dan menunggu dengan tenang.
Keheningannya seperti di upacara pemakaman.
Ada panggung setinggi beberapa meter, yang kemarin didirikan agar semua orang di panggung terlihat dari seluruh alun-alun.
Dan di atas panggung, ada meja dan kursi yang sejajar membentuk segitiga.

Ya, untuk tiga faksi paling kuat di negeri ini.

Setelah beberapa saat, puluhan pendeta muncul dari arah Kuil Agung.
Dan ketika mereka mendekati panggung, hanya tiga dari mereka yang naik ke atas panggung dan duduk kursi.
Sisanya menunggu di bawah panggung.

Dan setelah beberapa saat, kereta indah yang dilindungi oleh ksatria kerajaan muncul dari arah istana kerajaan.
Ketika kereta tiba di depan panggung, orang-orang di dalamnya keluar dan naik ke atas panggung.
Sama seperti sebelumnya, hanya tiga orang yang duduk kursi di atas panggung, dan para penjaga menunggu di bawah panggung.

Tiga dari faksi kuil agung adalah: Uskup Agung Sornier, Uskup Perrier, dan miko Shera.
Dia masih seorang miko, walaupun usianya sudah 60 tahun.

Tiga orang perwakilan pihak kerajaan adalah: Raja Serge, saudaranya Roland, dan Perdana Menteri Cornor.

Dua sisi meja segitiga terisi, hanya sisi yang terakhir.

Dan yang itu membuat Raja dan Uskup Agung menunggu.

Suasana alun-alun itu menjadi tegang.



「Oh, maafkan aku, aku datang terlambat!」 (Kaoru)



Suasana tegang itu pun dihancurkan oleh suara gadis biasa yang muncul dari antara kerumunan.


***************************************





Kaoru meminta syarat kondisi pertemuan sebagai berikut.

Pertama: lakukan pertemuan dengan pihak kerajaan dan pihak kuil bersamaan.

Kedua: tempat pertemuan tidak boleh berada di bawah pengaruh kekuatan apa pun.

Ketiga: pertemuan akan diadakan di depan semua penduduk.

Dan tempat dan kondisi yang sesuai dengan persyaratan Kaoru adalah tempat terbuka di alun-alun kota.

Baik sisi istana dan kuil memiliki tiga perwakilan, sisi Kaoru hanya ada kaoru saja.



「Oke, Mari kita mulai sesi tanya jawabnya sekarang」 (Kaoru)



Diskusi dimulai dari sisi Kaoru.



「Pertama-tama, apa yang ingin kamu tanyakan padaku, aku hanya warga negara kau tahu?」 (Kaoru)

"Tidak ada. Itu wajar untuk mengundangmu, malaikat Dewi ke Istana Kerajaan ... 」(Cornor)



Perdana Menteri Cornor menjawab sesuai pemikirannya.



"Yah, tapi aku bukan malaikat, bahkan jika kamu mengundang aku ke istana kerajaan, aku tidak punya apapun untuk diberitahukan atau lakukan untukmu ..." (Kaoru)

「Huh ...?」 (Cornor)



Perdana menteri, Cornor tercengang.



「Ah, tetapi apakah kamu tidak memiliki berkah dari dewi ...」 (Raja)

"Hah? Aku tidak memilikinya ... 」(Kaoru)

"………"(Raja)



Raja kehilangan ketenangannya.



「Tetapi menurut penyelidikan, ada orang-orang yang diselamatkan oleh berkah dewi di antara warga kerajaan ...」 (Roland)



Saudara Raja Roland bertanya.



「Ah, itu hanya terjadi jika orang yang dimaksud adalah orang-orang dengan hati yang baik, dan telah mengalami penderitaan yang tidak masuk akal.
Walaupun kerajaan dan bangsawan dengan serius memerintah negara dan wilayahnya.
Itu tidak mengherankan karena itu sudah menjadi kewajiban mereka.
Mereka benar-benar memiliki hati yang baik yang rela berkorban untuk orang lain.
Dalam kasus ksatria dan tentara, bahkan jika mereka terluka selama berperang.
Itu hanya hasil dari kewajibannya sebagai ksatria atau tentara, bukan sesuatu yang「tidak masuk akal」
Jadi mereka masih bukan orang yang diinginkan dewi untuk memberkatinya.
Tidak ada gunanya memberkati pejabat dan bangsawan, dan lagipula aku tidak bisa memasuki istana kerajaan.
Karena aku dimintai uang atau menyerahkan tubuhku untuk bisa masuk oleh penjaga gerbangnya.
Aku sudah bersumpah pada dewi bahwa aku tidak akan pernah memasuki istana lagi 」(Kaoru)



Suara serak menyebar di antara semua orang yang mendengar kata-kata dasyat Kaoru.



 (Kamu beraninya meminta malaikat untuk menyerahkan tubuhnya!) (Warga)

(Itu jelas sebuah aib! Apa yang para bangsawan pikirkan!) (Warga)



Sekarang, pihak kerajaan tidak bisa menyembunyikan informasi ini lagi karena warga sudah mendengarnya langsung.



「Juga soal Celes, dia tidak terlalu peduli tentang nasib setiap manusia.
Kecuali untuk seseorang yang ia minati atau jika akan ada bencana yang mengakibatkan sebagian umat manusia kehilangan nyawanya.
... Sang dewi tidak mau repot mengurus kalian satu per satu 」(Kaoru)



Mendengar kata-kata Kaoru, Roland menjadi terdiam.

Kaoru berbicara tentang kehendak dewi dan tidak ada yang bisa mengatakan apa-apa tentang itu.

Sementara itu, pihak kuil senang mendengar pernyataan Kaoru soal「tidak akan pernah memasuki istana kerajaan lagi」



「Kalau begitu, sebagai seorang malaikat, kamu harus, dengan segala cara, ikut denganku!
Kuil yang merupakan tempat pemujaan dewi. Tempat paling cocok untuk dikunjungi malaikat! 」(Sornie)



Pinta uskup agung yang terlihat putus asa itu.

「Tidak, aku juga tidak akan memihak pada kuil...… (Kaoru)



Uskup Agung Sornier terbengong.

Uskup Perrier berbicara dengan putus asa.



「Tidak peduli berapa banyak perbedaan ajaran kami dengan negara lainnya,
Bukankah kita memuja dewi yang sama, Celestine-sama?
Sama seperti malaikat, jadi  ikutlah dengan kami ... 」(Perrier)

「Baiklah kalau begitu, tapi aku bukanlah pemuja Celestine」 (Kaoru)

「HAAAAAAAHHHHHHHHH…」 (Semua Orang)



Jeritan keras keluar dari alun-alun dengan ucapan kaoru yang seperti bom nuklir.



「Di negaraku, dewa ada dimana-mana.
Di hutan, di sungai, di laut,…
Kami menghormati semua dewa yang ada.
Dewi Celestine, dia memikul tanggung jawab banyak dewa.
Dia adalah dewi baik hati yang memberikan oracle langsung dengan penampilan manusia 」(Kaoru)

「Lalu, hubungan antara malaikat dan dewi Celestine ...」 (Perrier)

「Oh, dia hanyalah temanku」 (Kaoru)



 Menyaksikan hal yang tidak dapat dipercayai, uskup agung dan lainnya membeku dengan mulut menganga.

Hanya gadis kuil yang terlihat agak canggung.



「Ah, benar juga, semuanya.
Orang-orang memanggilku 'malaikat suci', tetapi aku bukanlah malaikat Celestine.
Karena kami adalah teman yang setara 」(Kaoru)



Sebagian besar penduduk mengeluarkan rohnya, baik di panggung dan di luar panggung.
(TN: kaya adegan komedi di anime ketika orang shock terhadap.sesuatu)

Sebagai tindakan pencegahan, Kaoru memberitahukan hal itu kepada para para perwakilan di panggung dan semua orang yang mendengarkan di luar panggung.



「Ngomong-ngomong, jika kalian memaksaku untuk melakukan hal-hal di luar kehendakku, Celes tidak akan bisa membiarkan hal itu.
Dia akan marah dan menghukummu sebagai gantinya.
Tidak hanya kau, tetapi semua anggota, termasuk semua faksi yang terkait, kerajaan, semua wilayah, semua kuil di seluruh negeri, dsb ...
Celes itu sangat menakutkan kalau marah 」(Kaoru)



Para bangsawan menjadi pucat, begitu pula dengan para pendeta kuil.



「Jika kalian datang dan meminta sesuatu dariku, keinginan itu tidak pernah dapat terpenuhi.
Terlepas dari alasan “Kehendak Dewi” harus dihormati dan jangan mempertanyakannya ”
Dewi akan menghormati orang dengan hati yang tulus」(Kaoru)



Di atas panggung, semua orang kecuali gadis kuil merasa seolah-olah jiwa mereka telah keluar dari mulut mereka.



Tampaknya tidak ada pertanyaan lagi, Kaoru berpikir dia harus segera kembali ..., gadis kuil yang telah diam sampai sekarang mulai mengajukan pertanyaan.



「Soal Celestine-sama, bagaimana kabarnya?」 (Shera)



Yah, aku bertanya-tanya apakah dia benar-benar berusaha berteman dengan Celes?

Dari perspektif usia, ada kemungkinan bahwa dia adalah seorang gadis kuil yang pernah menerima oracle dari celes.



「Dia melakukan yang terbaik」 (Kaoru)

「Fufu ~, begitukah ...」 (Shera)



Ya, apakah dia juga berbicara dengan Celes?

Aku ingin tahu apa aku sudah bisa pulang sekarang.

Oh, satu hal terakhir yang kupikirkan.



「Ah, miko-san, bisakah aku bertanya satu hal padamu?」 (Kaoru)

「Ya, tolong tanyakan ku apa saja」 (Shera)

「Um ... patung Celes itu, mengapa area dadanyamenjadi jauh lebih berlimpah?」 (Kaoru)



Dan 1 orang yang masih hidup akhirnya mati juga.

Tidak, dia tertawa sambil menangis.



Sebelumnya             Daftar Isi             Selanjutnya



Post a Comment