Novel Potion-danomi de Ikinobimasu! Bahasa Indonesia chapter 6

Potion-danomi de Ikinobimasu! Bahasa Indonesia chapter 6






Setelah dipanggil oleh Baron, pria bernama Rish dibawa masuk. Tentu saja, dia adalah pemimpin prajurit sebelumnya.




Tuan Baron, untuk apa anda memanggilku ...? (Prajurit)

"Diam! Kembalikan apa yang kamu colong dari gadis ini, sekarang! (Baron)



Penghasilan tambahannya hilang. dia memelototi Kaoru tetapi karena Baron sudah memberi perintah, dia tidak bisa berbuat apa-apa selain mengembalikannya. Dia mengeluarkan barang yang dicolongnya dari Kaoru dari sakunya dan menyerahkannya ke Baron.



Ini dia, kan? (Baron)



Kaoru mengambil arloji dari baron dan setelah menatapnya dengan hati-hati ...



Ah, Ini benar barangnya, tapi ... itu sudah rusak (Kaoru)

Tidak, tidak ~ o ... (Baron)



Wajah Baron yang memerah karena marah, sekarang berubah menjadi biru.
Rish tidak yakin tentang keadaannya sehingga dia tetap berdiri diam.
Sebenarnya, perhiasan itu tidak pecah atau dibongkar.

Dan Kaoru menjatuhkan bomnya.



Pasti ada orang yang tidak ingin tuan Baron mendapat obat itu.
Setelah pemimpin itu mengambilnya, dia juga menghancurkannya untuk memastikan itu.
Jadi ketika tuan Baron terluka, akan sulit untuk menyembuhkannya.
Orang yang mengerikan. Bagaimana dia bisa melakukan hal seperti itu.
Seseorang akan dapat keuntungan jika tua Baron terluka ... (Kaoru)



Saat Kaoru mengatakan itu, dia menatap Rodolf, putra tertua.

Rodolf yang dipelototi oleh Kaoru, berkedip sebentar. Tapi dia segera menyadari arti kata-katanya dan kulitnya berubah warna.
(TN: Terkejoed pas Tercyduck)


Apa yang coba kau katakan... (Rodolf)



Dan ketika Baron menatap Rodolf dan satu-satunya hal yang terlihat di pupilnya adalah penampilan putra sulungnya yang gemetaran dengan wajah biru.
Rodolf bergetar seperti ditandai sebagai sasaran oleh Kaoru.
Ya, jika Baron meninggal, putra sulungnya Rodolf akan mewarisi keluarga dan menjadi Baron berikutnya.
Rodolf, putra sulungnya mungkin memiliki perasaan dengki karena Baron tampaknya lebih menyukai putra keduanya.
Rodolf juga akan mengajak adik laki-lakinya pergi berburu untuk pertama kalinya minggu depan ...
Ruangan itu terbungkus dalam kesunyian.
Itu tidak nyaman.

Dan Kaoru memecah kesunyian.



Permisi, apakah saya sudah bisa pulang? (Kaoru)



Tidak mungkin mereka  akan membiarkan Kaoru pergi. Dia diajak untuk menginap di kamar tamu.
Sekarang, Kaoru akan memperbaiki artefaknya dan tentu saja, dia tidak lupa untuk mendapatkan izin dari Baron untuk minta disiapkan barang-barang yang diperlukan dari pelayan.
Setelah masuk ke kamar, Kaoru meletakkan kain ke gagang pintu untuk mencegah ada yang mengintip dari lubang kunci. Dan dia mulai bersantai di dalam.
Dia membiarkan tirai jendela terbuka.

Kamar tamu berada di lantai 2, bahkan jika dia membiarkan tirai terbuka, dia masih tidak bisa dilihat kecuali orang memanjat jendelanya.
Untuk saat ini, aku meminta pelayan untuk membawa beberapa alat, seperti gunting dan kertas.
Bahkan aku harus mendapatkan itu saat aku melarikan diri, tetapi aku tidak punya uang, jadi aku harus melakukan hal seperti ini.
Aku memesan beberapa makanan, seperti permen dan sosis.
Sudah hampir waktunya untuk makan siang. Aku tidak banyak makan  saat makan siang dengan Baron, jadi aku meminta pelayan untuk membawakannya kepadaku.
Tentu saja, bukan untuk dimakan tetapi untuk disimpan ke dalam Item Box. Sekarang, persiapan untuk melarikan diri sudah berjalan lancar.

Oh, tidak ada masalah dengan air karena Skill Pembuat Potionku dapat membuat jenis cairan apa pun untuk diminum.

Saat makan siang, suasananya buruk.
Nah, jika Baron mempertimbangkannya dengan tenang, dia tidak akan mencurigai putranya yang berumur dua puluh tahun.
Sepertinya dia benar-benar membiarkan putranya pergi tanpa mempertanyakan apa pun. Sangat buruk.
Namun, aku tidak melihat pemimpin tentara si Rish. Apakah dia dipecat?
Ketika bertanya, mereka seperti



Apakah lengan terkilirmu sakit?

Kamu tidak perlu khawatir tentang dia akan menggunakan kekerasan dan mengambil barang-barang berhargamu

Kamu bisa tenang saat memperbaiki artefakmu



Apakah Mayaku berhasil? Atau dia hanya akan dikirim ke tempat lain.

Yang benar saja, Mayoru akan bertindak seperti Maya Kitajima dalam Komik Topeng Kacauntuk menipu orang. (TN: Ga tahu referensinya darimana,ga nemu pas go*gling)

Pembicaraan saat makan terasa hambar. Karena bangsawan dan rakyat jelata tidak memiliki topik yang sama.
Baron bertanya kepadaku bagaimana proses perbaikannya, aku katakan padanya tolong tunggu beberapa hari.
Jika dia berpikir bahwa aku memang ingin memperbaikinya, dia mungkin berpikir bahwa aku tidak akan kabur.
Aku  tinggal di kamar tamu selama beberapa waktu.
Dan akhirnya waktu makan malam.
Setelah selesai makan malam dengan tenang, aku bertanya kepada baron lagi.



Saya menginginkan seorang anak dengan panjang gelombang yang mirip denganku untuk membantu, apa tidak apa-apa? (Kaoru)

apa itu panjang gelombang? (Baron)

Oh, itu berarti kecocokan panjang gelombang kekuatan sihir (Kaoru)

Baron dengan mudah menyetujuinya. Gadis itu akan menjadi orang yang mengawasi Kaoru dan melaporkan semuanya nanti kepadanya. Dia pikir itu bagus.
Setelah melihat para pelayan dengan seksama, aku memilih seorang gadis pembantu magang dengan mata hijau dan rambut pirang panjang sebahu, dia berusia sekitar 12 hingga 13 tahunan.
Baron tidak tahu atau mengira kalau umurku sekitar 15 hingga 16 tahun.
Setelah itu aku mengatakan kepadanya bahwa aku ingin kembali ke kamar dan melanjutkan perbaikan.
Di malam harinya, ketika semua orang di mansion pergi tidur kecuali untuk pekerja shift malam.
Ketika Kaoru membuka pintu ruang tamu, seorang prajurit penjaga berdiri di sana.
Tentu saja, penjaga itu bukan pengawal tetapi penjaga untuk menjaga Kaoru agar tidak melarikan diri.



Tolong panggil gadis itu! (Kaoru)



Penjaga itu mengangguk dan memanggil gadis pelayan magang yang sedang menunggu di kamar sebelah.
Setelah beberapa saat, pelayan masuk. Kaoru mengatakan kepada pelayan bahwa dia telah bekerja sejak tadi.
Dan sekarang dia tidak bisa terus bekerja dengan perut kosong.
Gadis itu segera pergi dan setelah sekitar 20 menit, dia kembali sambil mendorong meja sajian dengan camilan, teko teh, piring, dll.
Cukup cepat. Yah, karena rumor mengatakan bahwa Kaoru adalah orang yang rakus.
Apakah ini awalnya dimaksudkan untuk jadi makan malam?
Pelayan memasuki ruangan, menutup pintu dan mendorong meja sajian ke dekat meja.
Kaoru dengan ringan menarik tangan gadis itu dan menariknya ke dekat tempat tidur.
Dia menempelkan sapu tangan ke wajah gadis kecil yang tidak mengerti situasinya itu.

Dan gadis pelayan magang itu langsung tertidur.
Kaoru dengan cepat menyimpan semua yang ada di ruangan dalam Item Box.
Pertama, pakaian dalam. Ada beberapa gaun, sepertinya punya putri tertua baron.
Aku penasaran apa baron yang menyiapkannya. Tapi aku tidak seukuran putrinya.
Selanjutnya, Kaoru menyimpan tempat lilin, lukisan di dinding, meja, kursi, rak buku, karpet, kertas pengganti di dalam lemari, dan kertas-kertas lainnya,dan  lemari itu sendiri juga disimpan.
(TN: Tertulis Replacement Sheet dan Sheets,masih bingung maksudnya kertas apa bukan)
Tentu saja, Kaoru juga menyimpan hidangan di atas meja sajian yang dibawa oleh pelayan. Namun dia tidak menyimpan meja sajiannya.

Setelah menyimpan sebagian besar barang-barang, Kaoru melepas pakaian pelayan gadis itu.
Dan dia berganti ke  pakaian pelayan sambil menyimpan pakaiannya.
Kaoru menutupi tubuh gadis itu dengan selembar kain, lalu dengan lembut memindahkan gadis itu dari tempat tidur dan menyimpan tempat tidurnya.
(TN: Ke lantai maksudnya,apa tega loli disuruh tidur di lantai,telanjang lagi)
Kemudian Kaoru meletakkan Handuk yang dibawa pelayan di bahunya.
Selanjutnya, Kaoru menggunakan gunting untuk memotong rambutnya yang semula mencapai bahu hampir sama dengan gadis yang berbaring di lantai.
Setelah itu, dia menggulung handuk dengan rambut yang dipotong tadi dan disimpan dalam Item Box.
Dia juga mengenakan bandana putih yang dilepasnya dari gadis itu.
(TN: Ituloh, topi yang dipake oleh pelayan di maid café)
Dan sentuhan terakhir, sebuah Potion.
Kaoru meminum Potion dengan efek mengubah warna rambut dan mata.

Setelah mengeceknya, Kaoru mendorong meja sajian. membuka pintu dan pergi dengan lembut.
Pembantu magang berambut pirang itu membungkuk pada penjaga yang berdiri di luar ruangan.
Lalu dia berjalan sambil mendorong meja sajian perlahan ke dapur.
Prajurit penjaga itu tidak tertarik pada loli sehingga ia tidak mau repot-repot memeriksa atau bertanya kepada pelayan.
(TN: DiaTeam Milf)


Kriteria pemilihan untuk gadis dengan panjang gelombang yang sama dengan Kaoru adalah sebagai berikut:

Warna rambut berbeda jauh dari Kaoru, panjang rambut yang lebih pendek darinya, sedangkan tinggi badannya mirip dengannya.

Seorang gadis sial yang memenuhi kondisi itu sedang tidur terkapar di lantai yang bahkan karpet diambil.

Dia telah menghirup obat Kau akan tidur seketika kamu menarik napas meski hanya sedikit tanpa efek samping yang tersisa
(TN: Sebut aja obat tidur,nyusahin Translator aja,wkwk)

Karena sekarang sudah larut malam, hampir tidak ada orang selain penjaga shift malam.
Ketika tidak ada orang lain yang melihat, Kaoru menyimpan meja sajian di Item Box dan diam-diam kabur dari  kediaman baron.
Bahkan jika dia bertemu seseorang, dia akan berpura-pura  sebagai pelayan magang dan memberi tahu mereka bahwa ada tamu perempuan yang memintanya untuk mencari sesuatu.
Tapi dia tidak bertemu siapa pun di jalan dan Kaoru berhasil menyelinap keluar.
Setelah itu, Kaoru melarikan diri dari kota.



      Esok harinya.



Baron itu membuat keributan besar.

Ketika dia pergi ke ruang tamu untuk mendengar laporan dan bertanya pada Kaoru tentang kemajuan perbaikannya. Dia melihat pintu terbuka dan ketika dia masuk.Hanya ada kamar kosong yang tidak memiliki perabotan, bahkan karpetnya ludes.

Pelayan magang itu tertidur di lantai. Tidak ada sosok Kaoru.
Baron marah dan memukuli penjaga, dan bersiap untuk menangkap Kaoru.
Namun, jumlah prajurit yang dimilikinya hanya sedikit.
Dan Rish, pemimpin prajurit sudah diusir kemarin.
Dengan terpaksa, baron menuju ke Hunter Guild.



... Anda ingin kami membuat Party untuk mencari dan menangkap seorang gadis? (Zilda)

"Tepat! Jangan khawatir tentang uang, siapkan banyak pemburu sekarang! (Baron)



Mengabaikan teriakan Baron, sang Resepsionis menjawab dengan tenang.

Anda seharusnya tahu, kan?
Permintaannya harus dibayar di muka, tidak ada perlakuan khusus di Guild Pemburu, meskipun Anda seorang bangsawan atau keluarga kerajaan.
Selain itu, kami tidak dapat menerima permintaan yang tidak memberi hadiah kepada pemburu mana pun selain mereka yang menemukan gadis itu.
Harap siapkan biaya permintaan untuk semua orang yang mau anda sewa.
Periode pencarian akan tergantung pada biaya permintaan.
Dan tolong siapkan biaya terpisah untuk hadiah pemburu yang menyelesaikan permintaan juga (Zilda)

Baiklah, siapkan para pemburu, sekarang! (Baron)

Seperti yang saya katakan, Dibayar di muka. Setelah Anda membayar, maka mereka akan siap (Zilda)

"Kampret! Aku akan segera kembali, tunggu saja kau! (Baron)



Baron bergegas kembali ke rumah dengan terburu-buru untuk menyiapkan uang.

Suara resepsionis terdengar di aula utama guild.



Oh, malaikatku berhasil melarikan diri! (Zilda)

Gahahahahahahahahaha !! (semua pemburu)



Tawa para pemburu terdengar di guild.



Siapa yang akan menerima permintaan seperti itu! (Pemburu X)



Seorang pemburu berteriak, tetapi Resepsionis menyelanya.



Chi chi chi…!, kamu sangat bodoh.
Kau dan semua orang hanya perlu menerima permintaannya dan akan mendapatkan banyak uang.
Dan laporkan saja bahwa kau menemukan jejaknya dari beberapa lokasi. Seperti:

Kamu melihatnya di hutan, tetapi dia kabur.
Atau kau hanya menemukan sobekan pakaiannya di tengah tebing.
Dan bahkan jika Baron menanyaimu,Kamu hanya perlu memberitahunya.
Terkadang, mungkin ada beberapa kesalahan teknis dan kesalahan informasi,Itu tidak bisa dihindari. (Zilda)

Seperti yang diharapkan dari Resepsionis  dari Neraka, Zilda , seperti dedemit! (pemburu X)



Seketika Tumpukan dokumen tebal terbang dan mengenai pemburu itu. Dan tawa guild berlanjut.



Sebelumnya           Daftar Isi           Selanjutnya

Post a Comment