Novel Potion-danomi de Ikinobimasu! Bahasa Indonesia Chapter 9

Potion-danomi de Ikinobimasu! Chapter 9




Kaoru akhirnya tiba di ibu kota Kerajaan Brancott.



Untungnya, ada seorang pedagang yang lewat di pagi hari dan Kaoru menumpang naik kereta.

Pedagang itu sedang dalam perjalanan pulang setelah dia menjual semua barangnya, jumlah yang dia beli kembali di kota itu kurang dari jumlah yang dia bawa. Ada banyak ruang kosong di kereta, jadi dia memberi tumpangan pada Kaoru.

Itu tidak jauh lebih cepat dibandingkan dengan berjalan, karena keretanya  tidak sedang terburu-buru. Kecepatan perjalanannya mungkin sekitar 20% lebih cepat.

Namun, itu hanya 20% lebih cepat 「Jika dibandingkan dengan pria dewasa di dunia ini」.

Dibandingkan dengan kecepatan perjalanan Kaoru, ini 50% lebih cepat.

Meskipun bepergian dengan kereta lebih cepat dan dia dapat mencapai tujuan tanpa kelelahan ... 「Tapi ... pantatku sakit」

Dan kereta itu tiba di kerajaan lebih awal dari yang diperkirakan Kaoru.

Pedagang itu tampaknya mengira Kaoru adalah anak kecil.
(TN: tergantung situasinya ane bisa pake kata ‘loli’ atau ‘anak kecil’)

Dia khawatir membiarkan anak kecil seperti itu berjalan sendirian. Selain itu, putranya tampaknya bosan sendiri di dalam kereta.

Jadi dia memutuskan untuk membantu Kaoru dan memintanya untuk menemani putranya  mengobrol selama  perjalanan.

Bocah itu masih berusia 10 tahun dan sedang berlatih, jadi dia tidak berguna untuk mengumpulkan informasi.

Dia hanyalah seorang anak laki-laki yang ingin menjadi pedagang dengan mengikuti jejak ayahnya seperti cara menangani trik dan pelanggan, bisnis,dll ...

Ya, Kaoru mencoba bertanya tetapi bocah itu tidak punya informasi yang berguna.

Jadi Kaoru bertanya pada pedagang itu sendiri.

Dia mengeluarkan 3 contoh 「item dari rumah baron」.

Tentu saja, dia berpura-pura menariknya keluar dari tas yang dia siapkan.

Pedagang itu memberi tahunya kalau harganya akan sedikit lebih murah dibanding menjualnya ke tempat yang tepat, tetapi dia bersedia untuk menjualnya.

(Dengan uang ini, aku akan baik-baik saja selama beberapa hari jika menginap di penginapan) (Kaoru)

Kaoru turun sebelum kereta mencapai gerbang kota. Dia mengucapkan terima kasih dan mengucapkan selamat tinggal.

Berbeda dengan pedagang yang memiliki izin tinggal dan izin pendaftaran pedagang. Kaoru tidak memiliki apa pun, dari apa yang dia dengar ada prosedur untuk itu.

Seperti yang diharapkan, Ibu Kota dikelilingi oleh tembok dan dia harus melewati gerbang di mana banyak penjaga memeriksa semua orang yang masuk dan keluar.

Karena Kaoru adalah pendatang baru dan tidak memiliki izin, dia dimintauntuk berbaris ke barisan lain.

Dan di sana, dia akan menerima pertanyaan lebih lanjut di 「Apakah Anda ingin berbicara sedikit」 sudut?

(Apakah penjaga mencurigai saya?) (Kaoru)

「Jadi, mengapa kamu bepergian sendirian, di mana keluargamu?」 (Penjaga)

Serangan Penjaga.

「Yah, orang tua saya sudah meninggal ...

Dan karena itu paman saya mengambil rumah yang ditinggalkan ayah saya, dia bahkan berencana untuk menjual saya, jadi saya melarikan diri sendiri ...

Saya pikir jika saya bisa bekerja di kota, saya bisa bertahan hidup sendiri ... 」(Kaoru)

Serangan balasan dari  Kaoru. Penjaga itu menerima Critical Damage!
(TN: biar lebih mudah dipahami, disini dibayangkan seperti sedang main game turn base)

Kaoru segera diperbolehkan masuk karna penjaganya merasa kasihan, Tapi Kaoru masih harus membayar 3 koin perak, karena itu adalah peraturannya.

Kaoru menerima izin sementara, tetapi tampaknya ia harus cepat mendapatkan pekerjaan.

Tentu saja, Kaoru memang dari awal berencana melakukannya. Tujuannya sekarang adalah bekerja dan mengumpulkan informasi selama ada waktu luang.

Dia tidak bisa menjual ramuan pemulih dan ramuan penyembuh lagi. Dia hanya bisa menggunakannya untuk dirinya sendiri.

Kemudian dia mempertimbangkan membuat sesuatu yang bukan obat yang berharga tetapi memungkinkan untuk menjualnya sementara waktu.


(Ya, misalnya natrium klorida ... Tidak tidak, tidak bisa garam tidak boleh. Berbahaya untuk menjualnya tanpa mengetahui distribusi garam, harga, monopoli atau sejenisnya. Aku bahkan tidak tahu apakah yang dijual di pasaran itu garam laut atau garam batu. Ya, aku tidak mau mengulangi kesalahan yang sama)

Kaoru adalah seorang gadis yang bisa belajar dari kesalahannya.

Ketika dia melewati gerbang, Kaoru pergi ke Pusat Pekerjaan yang diceritakan pedagang itu kepadanya.

Dia harus pergi ke sana dan mencari tahu apakah ada pekerjaan langsung. Jika dia tidak dapat menemukannya, dia harus menginap di penginapan malam ini dan uang yang dia miliki akan berkurang.
(TN:Englishnya “Working Center”,maaf klo salah translate,ane ga tau arti lainnya)
Pusat Pekerjaan, Tidak seperti guild pemburu yang menangani hal-hal kasar seperti pengawalan, tentara bayaran, penaklukan dan pemanenan berbahaya.

Ini adalah Pusat Lowongan Kerja yang memperkenalkan pekerjaan seperti karyawan, pegawai, pekerja, bagian yang mudah dan aman.



Seseorang melakukan permintaan perekrutan, dan membayar sejumlah biaya pendaftaran permintaan.

Setelah mendapatkan pekerja yang diminta, Pusat Pekerjaan akan menerima biaya komisi yang telah dijanjikan. Begitu juga dari pihak pengaju. Para pencari kerja biasanya memiliki sedikit uang di tangan mereka.
(TN: entah kenapa saya pusing pas translate kalimat ini,kaya ga nyambung gitu kata2nya)

Tentu saja, bahkan jika orang yang direkrut berhenti segera setelah diterima kerja, biaya itu tidak akan dikembalikan. Majikanlah yang akan memutuskan untuk mempekerjakan atau tidak setelah melihat calon pekerjanya.

Setelah Kaoru tiba di Pusat Lowongan Kerja, dia dengan cepat melihat ke daftar lowongan kerja di papan lowongan.

Ada berbagai pekerjaan tetapi tempat, jenis pekerjaan, persyaratan kerja dll, tidak cocok dengannya.

Seperti bekerja di pegunungan terdekat, kerja berat, hanya pria, orang berpengalaman dll ...

Juga tidak bagus jika Kaoru tidak punya cukup waktu luang. Karena itu akan menghambat pengumpulan informasinya.

Dia dapat menghemat uang jika dia memiliki pekerjaan langsung. Tentu saja bukan pekerjaan tanpa waktu luang seperti hidup sebagai pelayan di rumah bangsawan ... dan lain-lainnya.

Dia mencoba melamar sebagai gadis pekerja harian, tetapi karna masih di bawah umur, dia ditolak karena dia tidak bisa menjadi resepsionis.
(TN: Englishnya ditulis “Salary Girl Only” entah apa maksudnya,ane kekurangan ilmu)

Bahkan jika Kaoru mengatakan dia berusia 15 tahun. Orang lain hanya akan berpikir bahwa dia berbohong untuk bekerja, jika mereka sudah berpikir dia pembohong, tentu saja mereka tidak dapat memilihnya.

Pada akhirnya, dia memilih untuk menjadi pelayan di sebuah warteg.

Di luar jam kerja, dia bebas melakukan apa pun seperti mengumpulkan informasi.

Dia juga bersyukur bahwa disana mendapat jatah makan juga.

◊ ♦ ◊ ♦ ◊ ♦ ◊ ♦ ◊ ♦ ◊ ♦ ◊

(TN: disini dari susut pandang pihak ketiga,untuk pengaturan waktunya mungkin sekitar beberapa hari atau minggu atau bulan setelah kaoru mulai bekerja di rumah makan/warteg)

「Oh, sudah selarut ini. Ayo  kita istirahat hari ini 」(Fabio)

Mendenger kata-kata Fabio, Fernand Brancott, pangeran pertama Kerajaan Brancott menghentikan pekerjaannya dengan mendesah.

Fabio adalah anak dari  perdana menteri negara ini.

Alan, putra menteri lainnya.

Keduanya adalah teman masa kecil Fernand.

Tentu saja, mereka tidak menjadi teman secara kebetulan.

Seperti Yang disebut 「Teman sekolah 」 yang diputuskan antara orang tua mereka.

Tiga orang itu berteman dengan keinginan orang tua mereka, tetapi karena kepribadian mereka cocok satu sama lainnya, jadi  mereka sudah menjadi teman sejati.

Si Fabio, dia bersifat seperti putra pemimpin.

Dan Alan seperti seorang pemburu yang tinggal di pusat kota, seorang pria yang hidup dengan pedang.

Ketika memilihnya sebagai teman sekolah, orang tuanya tidak akan pernah berpikir bahwa Alan akan menjadi seperti ini.

Namun, Fernand dan Fabio juga menyukai bagian dari Alan itu.

Semuanya sudah berusia 18 tahun, mereka sudah siap untuk menikah.

Terutama Fernand, pangeran Kerajaan ini. Namun, mereka bertiga masih ingin menikmati waktu bermain mereka.

「Akhirnya ... Sudah waktunya untuk makan siang, bisakah kita makan di sini?」 (Fabio)

「Tidak, kita harus makan di luar dengan Alan hari ini」 (Fernand)

Karena makanan di istana terkadang tidak sesuai dengan seleranya. Dia harus membawa Fabio untuk makan di luar, karena Alan selalu pergi makan di luar istana. Fernand berpikir begitu.

「Baiklah kalau begitu, biarkan aku memanjakanmu hari ini!」 (Alan)

「Yah, itu agak ...」 (Fabio)

Alan mendorong Fabio yang malu keluar sementara Fernand segera menyiapkan pakaian untuk pergi keluar.

♦ ◊ ♦

「Ini, Ini hanya warteg kecil, tapi ini tempat yang menyenangkan」 (Alan)

Ini adalah warteg tempat Alan makan baru-baru ini.

Dan sebagai teman, dia ingin membawa Fabio dengan segala cara. Dia tidak pernah berpikir bahwa Fernand akan mengikuti mereka.

Fernand dan Fabio ragu-ragu sejenak di depan ruang makan karna semuanya disini adalah orang biasa. Mereka merasa tidak pada tempatnya, terutama Fernand. Tapi Alan mengundang mereka hari ini, mereka memutuskan untuk masuk.

Saat memasuki ruang makan, hanya ada beberapa pelanggan karena mereka sudah lewat waktu makan siang.

Alan meletakkan barangnya di atas meja, mengambil tempat duduk yang  pas dan menunjukkannya kepada mereka.

「Di sini ada nama menu masakannya, ini sangat menarik」 (Alan)

Fernand dan Fabio mengalihkan pandangan mereka, dan melihat ada beberapa nama masakan yang tertulis di sana.

「Mari kita lihat,『 Sup Pasta Lunak』, 『Nasi dengan sup dan  Plum atau Nasi dengan Sup dan Ikan Salmon 』, 『Nasi Ayam dibungkus Telur dan Saos Tomat』, apa ini? 」(Fabio)
(TN: Sup Pasta Lunak = Udon/Ramen, Nasi ayam Dibungkus Telor dan saus Tomat = Omurice)

Itu adalah hidangan yang belum pernah dia dengar sebelumnya, Fabio berekspresi bodoh saat mengatakan itu.

「Baiklah, serahkan padaku. Hei, aku pesan 『Nasi Ayam dibungkus Telur dan Saos Tomat』 tiga porsi! 」(Alan)

「Hei, kamu dengan egois memesan untuk kami juga ...」 (Fabio + Fernand)

Karena Alan memutuskan semuanya sendiri dan memesan tiga porsi. Dua yang lainnya cukup tidak puas dengan itu.

Alan bertanya kepada pelayan ketika dia membawa piring ke meja mereka.

「Eme-chan, apakah Kalian masih menerima konsultasi hari ini?」 (Alan)

「Nah, untuk saat ini, hanya beberapa orang tua dan anak-anak yang tersisa. Aku pikir tidak apa-apa, jadi kamu mau? 」(Eme)

"Iya!5 koin perak kan?」(Alan)

「U wa, baiklah! Terima kasih ~! 」(Eme)

Ketika Alan mengatakan itu, Pelayan Eme meninggalkan meja dengan gembira.

「Tentang apa semua ini ... Alan, apa yang kau rencanakan ...」 (Fabio)

「Yah, itu akan menyenangkan nanti! Omong-omong, jika kau tidak memakannya lebih cepat, itu akan jadi dingin dan kehilangan rasanya! 」(Alan)

Alan memberi tahu mereka, mereka juga berpikir itu aneh tapi mereka mulai makan hidangan di piring.

「Hah?」 (Fabio + Fernand)

Mereka tampak terkejut dan berhenti memegang sendok sesaat, tetapi segera menggerakkan tangan dan kembali makan. Mereka makan sangat cepat.

「Kenapa rasanya begitu enak, aku seharusnya tidak sedang ditipu orang awam」 (Fabio)

"Ya tentu. Itu sesuatu yang layak untuk dimakan 」(Fernand)

Alan menunjukkan wajah sombong ketika mendengarnya dan Fabio tidak membantah kali ini. Dan segera setelah itu Alan menunjukkan wajah nakal dan berkata.

"Apa yang kamu katakan? Meskipun madakannya juga enak, saya tidak akan repot-repot membawa Fabio yang sibuk keluar dari kastil hanya untuk ini 」(Alan)

Fernand bertanya-tanya apa ada sesuatu yang begitu menarik, jadi dia dengan tenang mendengarkan Alan.


「Sepertinya sudah saatnya mereka berhenti menerima Pesanan」 (Alan)

Setelah Alan mengatakan itu, seorang gadis muncul dari dapur, menuju ke meja di sebelah Alan. Ada seseorang yang terlihat seperti pedagang.

Usianya sekitar 10-12 tahun, ia memiliki rambut hitam langka dengan mata hitam, pose wajah yang agak eksotis

Itu lucu ... dia benar-benar imut, tapi bagaimana kita mengatakan tentang dia, tatapannya agak menusuk ... atau, untuk lebih jelas, penampilannya lucu tapi matanya Tajam.

「Gadis itu adalah Kaoru, aku ingin menunjukkannya kepada Fabio hari ini」 (Alan)

「Gadis itu?」 (Fabio)

Alan terkikik oleh Fabio yang terkejut.

「Itu benar, segera setelah mereka menghentikan pesanan dan menunggu sebentar. Dia akan membuka konsultasi dengan izin dari pemilik warteg. Dia juga akan berbagi keuntungan dengan pelayan lain. Semua orang menyetujuinya dan melakukan pekerjaan yang tersisa. 」(Alan)

Seperti yang dikatakan Alan, gadis itu tiba di meja sebelah.

Ketiga orang itu mencoba mendengarkan.

「Terima kasih banyak, Boman-san, konsultasi seperti apa yang Anda lakukan hari ini?」 (Kaoru)

「Oh, klien hari ini adalah putraku, Charles. Sepertinya dia ingin meminta saran darimu 」(Boman)

「Begitu ya,biayanya sebesar 5 koin perak kecil. Kalau begitu, Charles-kun, tolong tanya saya apa saja 」

Gadis manis itu tersenyum kepadanya, dan bocah lelaki berusia sekitar 10 tahun itu bertanya padanya sambil memerah.

「Uhm, saya pernah mendengar tentang Anda sebelumnya, yang ingin saya tanyakan adalah: Ada『 pelanggan yang terus mengeluh 』... Ini hanya beberapa dari banyak pelanggan. Jadi saya ingin mengurangi pelanggan yang merepotkan. Akan lebih mudah bagi saya untuk mengurus sejumlah besar pelanggan. Saya tidak ingin direpotkan  dengan pelanggan seperti itu ... bahkan jika saya menuruti  mereka, kita hanya bisa mendapat sedikit keuntungan. Apakah baik-baik saja melakukan itu? 」(Charles)

Dengan pertanyaan dari pemuda itu, Kaoru tersenyum ramah dan menjawab.

Ketika bocah itu melihat wajahnya yang tersenyum, bocah itu merasa gugup.

「Tidak, pada kenyataannya, banyak orang tidak mengeluh tetapi itu tidak berarti bahwa tidak ada yang perlu dikeluhkan. Mereka tidak perlu melakukan hal yang merepotkan. Mereka hanya perlu pergi ke tempat lain.

Tidak seperti orang-orang itu tidak mengeluh sama sekali karena mereka puas. Dan bahkan jika mereka tidak mengatakannya kepadamu, mereka akan mengeluh kepada orang lain.
Kemudian, jumlah pelanggan akan berkurang secara bertahap sebelum Anda menyadarinya. Tetapi jika ada beberapa orang yang repot-repot mengeluh dan memberi tahu Anda apa yang salah dari tokomu. Bukankah Charles-kun berpikir bahwa kamu dapat meningkatkan usahamu dan memuaskan lebih banyak orang ketika kamu sudah tahu di mana harus memperbaiki kesalahan itu? Bukankah aeharusnya kamu berpikir untuk mengucapkan terima kasih kepada pelanggan itu? 」(Kaoru)

「Ya」 (Charles)

「Dan kadang-kadang, ada orang yang menuntut uang dengan mengancam tokomu. Untuk orang seperti itu, Kau  benar-benar tidak boleh mengeluarkan uang. Kamu mungkin berpikir 『Masalah seperti itu dapat diatasi hanya dengan kehilangan sedikit keuntungan』. Tetapi jika berita bahwa tokomu akan memberikan uang jika diancam menyebar. Para preman di seluruh negeri akan menargetkan tokomu.Untuk alasan itu, orang seperti itu harus dimusnahkan. Bahkan jika kita kehilangan beberapa keuntungan untuk itu 」(Kaoru)

「Ya」 (Charles)

「Juga, tokomu berkembang ketika pelanggan memberikan saran, bukankah kamu  pikir pelanggan akan senang dan terus kembali?」 (Kaoru)

「Ya, memang ...」 (Charles)

「Charles-kun, pelanggan bukanlah bebek bagi pedagang untuk menyedot uang. Mereka adalah mitra dagang yang setara, teman, dan guru yang akan mengajarkan banyak hal 」(Kaoru)

「Saya mengerti ...」 (Charles)

Penjelasan gadis itu berlanjut, dan orang tua juga terkesan.

[Hei, ada apa dengan gadis itu! Siapa dia!] (Fabio)

[Dia adalah gadis yang menarik, bukan?] (Alan)

[Itu benar!] (Fernand)

[Bukankah dia mengatakan bahwa biayanya adalah 5 koin perak kecil? Tapi Alan, kamu bilang kamu mengeluarkan 5 koin perak?] (Fabio)

[Fabio, aku akan menyerahkan pertanyaannya padamu, pikirkanlah sekarang] (Alan)

[Jangan tiba-tiba melimpahkannya padaku....] (Fabio)

Oh, dia datang.

「Alan-san, tentu saja 5 koin perak, benar? Eme-chan sedang menari 『Goyang Bagi-bagi』 di sana 」
(TN: “Goyang bagi2”,hhha Ide darimana itu,englisnya “Share dancing”)

(Tarian macam apa itu !!) (Alan + Fabio + Fernand)

「Oh, well, seperti yang kau lihat, aku membawa teman-temanku hari ini, Fa dan Fer. Ada sesuatu yang ingin kami mintai saran darimu! 」

Dan Alan menyinggul Fabio.

「E, eeeee…」 (Fabio)

Fabio sedang memikirkan pertanyaannya dengan panik.


Sebelumnya           Daftar Isi          Selanjutnya

Post a Comment