Novel Maou-sama, Retry! Bahasa Indonesia chapter 8




Chapter 8    Gadis Suci


"Aku datang untuk mengalahkan raja iblis, tapi sepertinya ada beberapa bandit kotor di sini."

Gadis suci - Luna berkata sambil tersenyum.
Dia punya wajah yang sangat imut, tetapi perilakunya benar-benar ampas.
Cahaya keemasan yang dia lepaskan telah menghancurkan tubuh lima bandit dalam sekejap.


"Sialan- ... kalian semua, kita mundur!"

"Apakah kalian bodoh? Kalian tidak mungkin bisa lolos dariku. "

Luna mengangkat tongkat dengan sayap kecil di atasnya dan mulai mengucapkan mantra.
Saat dia melakukannya, cahaya keemasan mulai berkumpul di sekelilingnya.

Itu adalah salah satu elemen di dunia ini -
Dan yang dia gunakan itu adalah elemen yang  sangat langka.

"Cahaya emas yang bermekaran - << Gold Slash >>"

Pada saat itu, pedang emas yang tak terhitung jumlahnya ditembakkan dari tongkat sihir Luna, mengenai 6 orang lainnya dan mokad.

(Gadis ini, kau pasti bercanda ...)

Kunai Terkesima oleh sihir yang  pertama kali dilihatnya di dunia ini.
Dia memang terkejut melihat kekuatan itu.
Tapi yang paling mengejutkannya adalah — seorang gadis muda bisa membunuh manusia tanpa ragu.

(Haruskah aku lari ...?)

Untuk sesaat, pikiran itu terlintas di benaknya, tetapi dia segera membuangnya.
Gadis itu tidak datang sendirian dan ditemani oleh banyak tentara.
Begitu dia melihatnya, keraguan itu menghilang. Dia segera mengeluarkan Markas dari inventory dan melemparkan AKU ke dalamnya.

"Ap-, Tung ... !?"

"Bersembunyilah di dalam Markas. Paham?"

Seperti yang diharapkan, gadis yang menggunakan sihir itu menatap ke arah mereka.
Itu reaksi yang alami ketika melihat bangunan tiba-tiba keluar entah darimana.

"Apa itu ... Apakah kau seorang penyihir? Atau apakah ini semacam alat sihir? "

Tanpa menjawab, ia menarik sebatang rokok dari saku dan menyalakannya.
Jujur, dia tidak bisa tenang jika tidak melakukan itu.
Apakah dia akan baik-baik saja jika terkena setangan itu? Bagaimanapun, dia tidak bisa menunjukkan kelemahannya pada gadis itu — itu akan menguntungkannya.
Dia memang terlihat seperti anak kecil, tapi dia membunuh orang tanpa ragu sama sekali.

Gadis itu tampak tertarik dengan markas, dia menyentuh dan mengintip ke dalamnya.
Penampilannya saat ia dipenuhi dengan rasa ingin tahu, tampak lucu dan sesuai untuk usianya, tapi ...
Sekarang penampilan "polos" miliknya berubah menjadi menakutkan.

"Aku belum pernah melihat benda  ini sebelumnya ... Kau, berikan ini padaku. Jika kau melakukannya, aku tidak keberatan membiarkanmu pergi. "

“Apakah itu sejenis perdagangan, gadis kecil? Apa ada jaminan kalau kau  akan menepati janji? "

“Haaaaah? Kau pikir dengan siapa berbicara? "

"Sayangnya, aku masih belum mendengar namamu."

Dia menjawab dengan santai sambil meniupkan asap rokoknya.
Berlawanan dengan penampilan luar itu, jantungnya berdegup kencang. Jika dia berkonsentrasi untuk melarikan diri, dia yakin bisa bertahan, tetapi dia masih belum tahu soal kemampuan lawannya.
Jika ada kasus yang bisa diselesaikan secara kekeluargaan, haruskah dia melakukannya kali ini—?

"Dasar pak tua kurang ajar ... Tidak, kurasa itu bisa dimakhlumi mengingat kamu hanyalah seorang bandit kotor."

Dia sedikit kesal karena disamakan dengan bandit itu.
Mengapa dia harus dianggap sebagai salah satu anggotanya Own Goal?
Dengan nama seperti itu, tidak akan mengejutkan jika dia ditikam dari belakang.

"Nona gadis suci ... orang ini bukan salah satu dari kelompok kami."
Goal menyeringai sambil mengatakan itu.

Itu benar, katakan padanya. Sebaliknya, mengapa kalian tidak bertarung saja sampai mati!
Mengapa aku harus terseret padahal sama sekali tidak ada hubungannya? 

(Hm, gadis suci ...?)

Kunai ingat kalau mereka kalo gak salah adalah salah satu petinggi di negara ini. Sepertinya AKU mengatakan sesuatu tentang tiga gadis suci.

"Nona gadis suci ... Pak tua itu adalah 'raja iblis'! Ha ha ha!"

"Apa katamu!?"

Orang tua itu, mengatakan hal-hal yang tidak perlu!
Jangan macam-macam denganku, orang tua!
Apakah kau mau mati, orang tua!
Aku akan mengalahkanmu, pak tua! 

“Goal Sendiri, sepertinya kau benar-benar ingin meledakkan dirimu sendiri bersama rekan timmu? Lalu bagaimana kalau kamu mencetak gol bunuh diri, makanlah beberapa telur jabaƱero yang dilemparkan kepadamu di bandara dan mati! ”

"Apa yang kau bicarakan ... Dan aku sudah bilang namaku Oh NGhol! Ucapkan dengan benar, kau bajingan bodoh! ”

-Diam diam!

Gadis muda itu berteriak seolah sedang mengamuk dan dari tongkatnya muncul cahaya keemasan—!
Karena Kunai sudah menunggu "itu," ia segera menyembunyikan dirinya di bawah bayangan markas.
Pedang-pedang emas pun mengenai markas, dan mengurangi jumlahnya . Tetapi masih ada yang berhasil lolos, kemudian mengenai dirinya.

"Ow ... o ..."

Ini ajaib — ia melindungi wajahnya dengan tangan, tetapi kedua tangannya sangat kesakitan.
Namun dengan rasa sakit itu, ia bisa mempelajari beberapa hal.
Selama dia memiliki Markas, Damage sihir bisa ditahan tanpa masalah. Tetapi di sisi lain, Assault Barrier yang melindungi dirinya, tidak mampu menahan itu.

(Sepertinya anak ini juga berlevel lebih dari 30.)

Pemain level Max memiliki aura yang unik. Dia sama sekali tidak merasakan aura itu dari gadis ini.
Meski begitu, mungkin saja ada sihir yang lebih kuat.

—Sihir itu sepertinya berbahaya.

Melihat ke samping, Goal Sendiri dan beberapa orang di sekitarnya jatuh ke tanah. Mungkin dia harus mengatakan "seperti yang diharapkan" —Own Goal telah menggunakan bawahannya sebagai perisai.
Dia dipenuhi luka, tetapi masih hidup.
Mungkin para bandit di sekitar mereka telah melarikan diri, karena tidak ada lagi orang di sana.

"Kau masih hidup ... Kamu, apakah kau benar-benar raja iblis?"

"Siapa tahu. Lebih penting lagi, mana permintaan maafmu atas serangan mendadak itu? ”

"Permintaan maaf? Bukankah wajar bagi seorang gadis suci untuk membasmi makhluk jahat? "

"Aku mengerti, aku akan mengingat 'pidatomu' Itu.


■ □ ■ □


"Pidatoku?"

Mendengar kata-kata itu, Luna tidak bisa menahan tawanya.
Dia tidak tahu kesalahpahaman apa yang dilakukannya, tapi sikapnya itu tidak sopan. Dia tidak menunjukkan sedikitpun rasa hormat terhadap seorang gadis suci.

Itu bisa dimakhlumi kalau dia bandit, tapi pakaiannya cukup elegan.
Meskipun pakaiannya tidak biasa, semua yang dia pakai terlihat mewah tidak seperti seorang bandit.

Dan gerakannya juga elegan.
Gerakan kasual itu seperti sudah dipoles hingga sempurna, pada awalnya, gadis itu mengira dia adalah bangsawan yang sudah bangkrut.
Tapi jika dia tidak tahu apapun mengenai gadis suci, itu tidak mungkin. Artinya, dia berasal dari negara lain.

—Berbicara tentang itu, dia belum memperkenalkan dirinya.

"Aku salah satu dari para gadis suci — Luna Elegant yang bagaikan Emas."

Dia tidak tahu orang macam apa pria itu.
Dia tidak berpikir seseorang yang memiliki penampilan manusia akan menjadi raja iblis, tetapi dia jelas seseorang yang berbahaya.
Fakta bahwa dia bisa menahan sihirnya, dan tiba-tiba dia menciptakan sebuah bangunan—
Bagaimanapun, dia sangat mencurigakan.

Gadis itu sudah memperkenalkan dirinya, namun pria itu membuat ekspresi seolah dia menggigit sesuatu yang pahit. Sebaliknya, gadis itu merasakan perasaan marah dibalik sikap tenang pria itu.
Pria ini mungkin seorang teroris yang dikirim dari negara lain.

“Apa anak nakal yang tiba-tiba meluncurkan sihir pada seseorang itu bisa disebut Elegant? Kesampingkan orang tua kotor itu ... Kamu, apa yang akan kau lakukan jika itu melukaiku? "

"Hah?? Apa yang dikatakan makhluk jahat ini? "

Mungkin karna aura yang dilepaskan pria itu, para pengawal pun langsung mengelilinginya. Biasanya, dia akan bilang kalau mereka menghalangi, tetapi kali ini tidak sama.
Sepertinya akan lebih baik jika mengelilingi dan menghabisinya dengan sihir ketika dia lengah.

"Kalian semua, tangkap orang bodoh ini!"

Salah satu prajurit yang menunggangi kuda, mengacungkan tombak dan menusukkannya pada lelaki itu.
Tetapi tombak itu tidak bisa mengenainya.
Seolah terhalang oleh dinding yang tak terlihat, tombak itu terhenti. Semua mata mereka melongo melihat fenomena misterius ini.

"Sayang, sepertinya kalian semua tidak punya  'hak' untuk berdiri di hadapanku."

Pria itu meraih tombak itu dan dengan mudah mengangkatnya beserta ksatria yang memegangnya.
Untuk sesaat, pemandangan itu tampak seperti lelucon jika dilihat mata telanjang. Kemudian, pria itu dengan santai mengayunkan tombaknya, dan ksatria itu terlempar jauh seolah-olah dia hanyalah sebuah kerikil.

Pria itu mulai melempar ksatria itu satu per satu. Sebelum gadis itu sadar, 25 pengawalnya sudah tak terlihat.

(Apa ini…)

Selama itu, dia tidak bisa melakukan apa-apa selain menatapnya dengan kosong—
Tidak, dalam situasi seperti itu, apa yang bisa dia lakukan?

"Y, Kamu ... apakah kau berasal dari ras titan colosal atau semacamnya?"

Dia mendengar bahwa jauh dalam pegunungan di daerah timur, ada ras yang memiliki tubuh sangat besar.
Dikatakan bahwa mereka bisa melumatkan besi dengan tangan kosong.
Orang ini adalah salah satu dari ...

“H, Hei! Apa yang sedang kamu lakukan!"

Sebelum dia menyadarinya, pria itu menentengnya.
Mungkinkah lelaki ini ... berencana menculikku lalu melakukan ini dan itu ...!

"Aku ingin tahu berapa meter kau bisa terbang."

"Hah?"

“Pertama,‘ kenakalan ’mu harus di displinkan.”

"Ap ... Tunggu, tidak, tidak! Apa yang kau rencanakan!?"

"Aku tidak akan mengampuni siapa pun yang menyerangku — bahkan jika itu seorang wanita!"

Apa yang terjadi sesudahnya — berubah menjadi sejarah kelam yang takkan bisa dilupakan Luna selama sisa hidupnya.

Wajah raja iblis menjadi serius, lalu dia mengangkat tangannya.
Dan ketika tangan itu terayun ke bawah mengenai pantat Luna—
Suara yang menusuk bergema ke seluruh penjuru langit.

"Ooooooooooooooowwwwwwww!"

Jeritan Luna bergema di udara, tetapi tangan raja iblis tidak berhenti.
Wajahnya serius, seperti konduktor di orkestra.

Tabok!
Paack!
Paaack!
Paaaaaack!

Melodi ritme, yang bahkan bisa menyentuh hati para musisi  di seluruh daerah.
Itu adalah instrumen perkusi kelas satu yang tercipta oleh tabrakan telapak tangan dan bokong.

“OooowwwwwwwW! P, Pantatku, Pantatku, Tulunggggg! ”

“Ini untuk tangan kananku! Ini untuk tangan kiriku! Ini untuk kedua tanganku! Sekali lagi untuk tangan kananku! Dan karna ini semakin menyenangkan! "

Dan tamparan kuat raja iblis berlanjut sampai dia bosan.


■ □ ■ □


—Jalan menuju Ibukota Kerajaan Cahaya Suci

"Fiuh ... aku berkeringat."

"Aku, sudah kelar ...? Pantat gadis suci ... "

Setelah memberikan hukuman, raja iblis itu berjalan santai sambil mengangkat AKU ke pundaknya.
Meskipun mungkin ada bala bantuan, dia menunjukkan sikap yang kurang ajar.
Sebaliknya, ia mungkin sedang  "menunggu"  mereka.

"Itu memang sudah ada dari sononya, jadi aku yakin itu baik-baik saja."
(TN: Maaf kalo salah TL bagian ini, saya kurang tahu apa artinya)

"Kupikir bukan itu masalahnya."

Jika dia mengambil keputusan yang salah — Tidak, tidak peduli bagaimana kau memikirkannya, itu jelas pelecehan seksual.
Menghina otoritas tertinggi di negara ini — pada titik ini, bahkan dibakar di tiang pun masih belum cukup Meskipun mereka berada dalam situasi semacam itu, ekspresi raja iblis terlihat puas.
Karena, dalam pertarungan yang tidak bisa dianggap pertarungan, ia bisa mendapatkan SP.

“Setelah aku bisa menggunakan semua fungsi admin, Kita akan Berkuasa. Hah hah hah ... "

"M, Maou-sama ... kamu sedikit menakutkan."

"Sekarang, kita sudah mendapat uang. Hari ini, mari kita bermalam di suatu kota. "

Raja iblis menyatakan bahwa uang yang dimiliki gadis suci itu adalah " Ganti Rugi" dan mengambilnya.
Dia melakukan sesuatu yang lancang, dan sebelum AKU bisa mengatakan sepatah kata pun, tas kulit penuh uang itu sudah ditelan ke dalam saku raja iblis.
Melakukan Pukulan Pantat, kemudian merampok uangnya — dia memang raja iblis sungguhan.
Tidak, mungkin hanya bandit biasa.


■ □ ■ □


“Akan kubunuh kau! Pria itu, tunggu saja! ”

Di dalam kereta, Luna mengerang sambil mengutuk raja iblis.
Sambil menundukan kepalanya mendengar  suara itu, si kusir terus memacu kudanya.
Mungkin dia akan botak karna perjalanan kali ini. 

"Pria itu ... Tidak, raja iblis itu! Aku pasti akan mengalahkannya! "

Mendengar kata-katanya, wajah para penjaga yang mengikuti gadis itu menjadi pucat.
Ini bukan lelucon. Bagaimana mereka bisa bertarung melawan monster yang mampu menahan sihir gadis suci dan melemparkan manusia dengan begitu mudah.

Gerakan lawan mereka sangat cepat sehingga mereka bahkan tidak bisa melihatnya dengan jelas.
Mereka semua bersumpah dengan tegas pada diri mereka sendiri, "Aku tidak mau lagi ikut dalam misi penaklukan ini."

“Dasar kusir bodoh! Melajulah lebih pelan! Bokongku sakit! ”

"M, maafkan hamba!"

Setelah ini, perselisihan yang disebabkan oleh orang yang tidak sadar kalau dirinya dijuluki raja iblis itu akan semakin menyebar.

Sisa SP - 100+ Point


□ □ ■ ■ □ ■ ■ □ □


Database telah diupdate.



Luna Elegant

Ras: Manusia
Umur: 16 tahun

Senjata: Staff of Lambda
Tongkat kuno yang telah diberkati oleh kherub.
Memiliki efek mengurangi jumlah penggunaan vitality, sangat langka di dunia ini.
Di sisi lain, memiliki kemampuan untuk meningkatkan kekuatan sihir secara drastis sesuai jumlah vitality yang digunakan.

Armor: Habit of Lambda
Pakaian kuil kuno, telah diberkati oleh  kherub.
Meningkatkan pertahanan sihir secara drastis.
Butuh sihir yang cukup besar untuk bisa membuat 1 goresan padanya.

Level: 17
HP:?
VIT:?
ATK:?
DEF: ?
AGI:?
Magic Power: 30 (+25)
Magic Defense: 25 (+25)

Anak termuda dari tiga gadis suci.
Dia punya dua kakak perempuan, tetapi mereka tidak memiliki hubungan darah.
Mereka adalah orang berbakat dipilih dari Gereja Suci dan menjadi saudari.
Dia memiliki bakat luar biasa untuk sihir bahkan di antara para gadis suci; cukup mengerikan memikirkan sejauh apa  sihirnya akan berkembang di masa depan.
Sayangnya, ia hanya memiliki sedikit pengalaman bertarung, dan kurang pengalaman untuk  membuat keputusan cepat.

Karena bakat alaminya yang luar biasa, ia dibesarkan seperti putri kecil dan menjadi sangat manja.
Dia bersikap kalem di depan kakak perempuannya, tetapi berencana untuk mengalahkan mereka suatu hari nanti.

Nama gadis kedua adalah Killer Queen.
Sedangkan nama gadis tertua adalah Angel White.





Sebelumnya            Daftar Isi           Selanjutnya

Post a Comment