Novel Maou-sama, Retry! Bahasa Indonesia Chapter 10




Chapter 10   Si loli Iblis


—Toko Pakaian Terkenal “Fashion Check”

Penjaga toko menatap tajam dua orang yang memasuki tokonya, menilai penampilan mereka dalam sekejap.



Rambut hitam dan pakaian asing - pasti seseorang dari negara lain.

Meski begitu, kota ini sangat menerima orang asing. Itu normal mengingat kota ini dibangun sebagai pusat perdagangan dimana semua pedagang berkumpul.

Tapi penjaga toko mengerutkan alisnya saat melihat anak di belakang pria itu.

Anak itu berpakaian seperti gembel. Penampilan mereka berdua bagaikan langit dan bumi.

(Seorang budak…?)

Bahkan jika dia orang asing, membawa budak itu dilarang.

Biasanya, mereka ditinggalkan  luar kota atau dititipkan ke seseorang; hanya sedikit orang yang mengetahui itu.

Pakaian tamu ini terlihat mewah, apa mungkin dia tidak tahu aturan yang berlaku kota ini?

"Selamat datang, apa yang anda cari hari ini?"

Dia berbicara kepada pria itu sambil menunjukkan senyum bisnisnya.

Penjaga toko harus memahami situasinya dulu melalui percakapan. Dia tidak ingin tokonya mendapatkan reputasi yang buruk.

"Maaf, tapi bisakah kamu menyiapkan pakaian yang cocok untuk anak ini?"

"Untuk Bud...Nona muda ini ...?"
(TN: Pendaga toko hampir keceplosan menyebutkan “Budak”)

"Ya, Benar."

Menyiapkan pakaian untuk budak?

Mungkin pria itu adalah tipe orang yang menikmati hal semacam itu. Memberikan pakaian bagus dan kemudian merobeknya saat dikenakan ... Tidak, mungkin aku terlalu berprasangka buruk.

Pekerjaan adalah pekerjaan, selama orang itu membayar, dia tidak perlu ikut campur dan hanya perlu memastikan kalau anak itu bukan budak.

"Aku tidak ahli memilih pakaian untuk orang lain, jadi kuserahkan pada yang profesional."

Mengatakan itu, si pria mengeluarkan kantong kulit dari sakunya.

Kelihatan cukup berat. Penjaga toko secara refleks meneguk ludahnya.

Mungkin pelanggan ini akan menggunakan koin emas? Pikiran mata duitan terlintas di benaknya.

“Yang ini ... paling besar. Pakai ini saja. "

Dia terkejut melihat apa yang dikeluarkan pria itu.

Seperti seisi toko bersinar akan kilauannya — koin emas "besar".

"T, tuan ... anda yakin dengan itu ...?"

"Ya….? Apakah masih kurang? "

“Itu sudah sangat cukup! Kami akan mempersiapkan semuanya! ”

Dia memanggil semua karyawan untuk memandu "Ojou-Sama" untuk melihat seisi toko. Untuk berjaga-jaga, dia mengirim pesan kepada karyawan yang sedang libur untuk kembali bekerja sambil menyiapkan minuman.

Mungkin ini adalah saat paling mendebarkan dalam hidupnya.

"Aku ingin merokok, siapkan asbak."

"Gunakan tanganku! Tolong gunakanlah tanganku untuk membuang abumya! ”

"Itu menjijikan-! Aku tidak mau, siapkan asbak biasa dan kursi saja. "

"Gunakan punggungku! Silakan duduk di atas punggungku! ”

"Mengerikan-! Apa-apaan toko ini !? ”

Sementara keduanya berdebat, AKU dikawal oleh karyawan untuk melihat dan memilih pakaian.


■ □ ■ □


Toko itu dipenuhi kesibukan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Bahkan mereka yang libur pun dipanggil sementara lima karyawannya terlihat sangat sibuk.

Mereka bergantian mendatangi AKU, membawa berbagai pakaian, aksesoris, dan topi. Sangat sibuk.

Wajar saja, itu karena  "koin emas besar" yang diberikan Raja Iblis.

Dengan pengecualian "Koin Kuno Lambda" yang ditinggalkan oleh Kherub, koin emas adalah mata uang tertinggi. Koin emas jarang terlihat kecuali dalam Perdagangan besar yang melibatkan suatu negara.

Karena itu penjaga toko mengeluarkan semua pakaian terbaiknya  dan memberi tahu para karyawan kalau pakaian yang mereka pilih disukai AKU, ia akan menerima komisi satu koin perak, Para karyawan pun dipenuhi tatapan yang berapi-api.

Karena tidak menyadari apa yang sedang terjadi, raja iblis itu memandang ke luar jendela dengan santai melihat jalanan yang ramai.

Sepertinya dia tidak membenci keramaian.

Kelihatannya dia sudah menerima kenyataan bahwa dirinya terdampar ke dunia lain. Beberapa saat kemudian, tirai di belakangnya terbuka, dan AKU menampakkan dirinya.

"U, Um ... Apakah ini cocok untukku ...?"

"Y, Ya ..."

Melihat AKU mengenakan pakaian yang serba putih, raja iblis dengan tenang menarik napas.

Raja iblis, yang biasanya masa bodoh, telah memasuki toko pakaian tanpa mempedulikan  jenis kelamin AKU.

Yang terlihat di hadapannya adalah ... seorang Ojou-chan.

“Bagaimana menurutmu,Tuan? ... Jika Anda tidak suka, kami bisa memilih pakaian lain. "

"I, itu bagus ... Kami akan membeli semua pakaian yang cocok untuknya."

Raja iblis yang gugup menjatuhkan abu rokoknya ke lantai, namun penjaga toko itu bahkan lebih terkejut lagi.

“ 'Se, semuanya ’, anda serius ...? Tuan…"

AKU sepertinya ingin mengatakan sesuatu, tetapi keduluan si penjaga toko.

"Semuanya! Cepat! Ambilkan pakaian terbaik untuk Ojou-sama! "

"Siap!" mereka menjawab bersamaan.

Semua pakaian, pakaian dalam, sepatu, dll dibelinya. Itu karena saat AKU mengenakannya, raja iblis mengatakan itu "terlihat bagus."

Memang benar, bagaimanapun juga, apa pun yang AKU kenakan akan terlihat pantas.

Bukan hanya pakaian cantik, yang  imut pun sangat cocok untuknya, dia terlihat sangat menawan saat mengenakan itu semua.

Barang-barang yang dibeli kemudia dikirim ke penginapan, dan si Penjaga toko terkejut saat sampai disana.

Yah, pria itu adalah “Sultan”  yang tinggal di kamar terbaik. Dia berpikir kalau itu masuk akal, lalu membuat pose kemenangan.

Setelah itu, muncul gosip yang mengatakan kalau raja iblis dan AKU adalah "bangsawan asing" atau "Sultan dari utara," di sekitar tempat itu.

Jika raja iblis telah mendengarnya, dia mungkin tertawa terbahak-bahak sementara AKU akan pingsan.


■ □ ■ □


Setelah belanja, mereka pergi ke restoran yang terhubung dengan penginapan Gugure.

Raja iblis mengganti pakaiannya dengan kemeja putih yang diselimuti tuksedo hitam.

Dengan saputangan di saku membuatnya terlihat bergaya. AKU mengenakan gaun putih yang pertama kali dicobanya - seorang gadis muda cantik yang membuat semua mata tertuju padanya.

Semua tamu menatap mereka, bukan tatapan curiga, mereka berdua menjadi topik pembicaraan.

“Pakaiannya tidak biasa. Apakah itu fashion dari utara? "

"Aku pernah melihat yang seperti itu di pasukan kenegaraan"

"Apa mereka berdua adalah orang tua dan anak?"

"Tidak, kurasa tidak. Mereka tidak terlihat seperti itu. "

"Rumornya adalah mereka bangsawan dari suatu negara kecil."

"Kudengar mereka adalah orang yang sangat kaya. Mungkin mereka sedang melakukan perjalanan bisnis? "

"Sepertinya mereka sangat akur..."

Sementara mereka mengatakan apa pun yang mereka suka, kedua orang itu menuju ke meja kemudian duduk dan melihat menu.

Raja iblis memanggil  pelayan dan menyuruhnya membawakan anggur terbaik. Dia bersikap seperti Raja.

Sikap itu memperdalam kesalahpahaman mereka yang melihatnya, meskipun dia tidak menyadari itu – selama ini dia menjalani hidupnya dengan bebas.

"Dia memesan anggur terbaik sebagai pembuka."

"Dia lebih terlihat seperti bos tambang daripada pedagang."

Raja iblis menyalakan sebatang rokok sambil melihat sekilas ke arah para penggosip itu.

Dunia ini juga memiliki sesuatu yang mirip dengan cerutu, namun lumayan susah didapatkan dan harganya cukup mahal.

Rokok putih ditangannya itu belum pernah mereka lihat sebelumnya dan menarik perhatian mereka.

Sementara mereka semua memperhatikan, dia meminum anggur yang dibawakan pelayan lalu dalam hati berkata "tidak cocok untukku". Apa dia tidak biasa meminumnya?

Setelah itu, ia memesan lagi Bir murah, dan begitu ia meminum itu, Senyum lebar terlihat di wajahnya.

“Yup, untuk pegawai berkemeja putih ini memang yang terbaik. "

Para tamu tidak mengerti istilah itu dan menganggapnya sebagai nama suatu daerah.

Lagi pula, di utara, ada 10 negara yang saling berselisih belum termasuk negara di timur laut.

Dibandingkan Kerajaan Cahaya Suci, negara-negara lain masih labil dan sering terlibat pertikaian.


■ □ ■ □


(Kurasa tidak ada gunanya memikirkan itu ...)

Raja iblis berkumur dengan bir, memotong daging yang disajikan pelayan, lalu memakannya. Dagingnya cukup enak. Sangat berbeda dibanding yang mereka makan tadi sore.

Jujur, dia lebih menyukai  Item Makanan dari Kekaisaran Agung, tetapi dia harus menghindari penggunaan SP yang berlebihan.

"Sungguh, ini seperti mimpi ..."

"…Yah?"

Kulihat AKU belum menyentuh makanannya di atas meja.

Mengenakan gaun putih dan mahkota mutiara, dia bagaikan seorang putri dari suatu kerajaan.

"Terima kasih banyak. Kamu melakukan sejauh ini ... untuk orang sepertiku ... "

"Jangan khawatirkan itu. Makanlah sebelum dingin. "

"Tapi aku tidak mengerti ..."

Dihadapkan oleh tatapan tajam AKU, raja iblis menghentikan tangannya.

Dia terpaku oleh cahaya merah dan biru dari masing-masing mata AKU. Ia merasakan sesuatu yang misterius hanya dengan menatap mereka, lalu dia mengalihkan pandangannya.

"Kenapa kamu begitu baik padaku?"

"... Aku tidak sebaik itu."

Pada kenyataannya, dia tidak merasa memperlakukan AKU dengan baik.

Yang dilakukannya hanya membunuh monster yang menyerang, melakukan pembakaran kecil-kecilan, memukuli gadis suci dan mencuri uangnya - itu saja.

Kalau diingat-ingat, dia cukup mengerikan.

Dia hampir saja memuntahkan bir ketika mengingat kembali kelakuannya. Meskipun itu bisa dianggap sebagai bela diri, dia akhirnya mengerti kenapa dirinya dipanggil Raja Iblis.

"Aku tidak tahu bagaimana cara membalas semua ini."

"Kau tidak perlu membalasnya. Selain itu, aku tidak ingat memberimu bantuan apa pun. "

Sambil mengatakan itu, dia memasukkan beberapa potong daging ke mulutnya.

Daging dan bir hangat adalah hal yang paling dibencinya di dunia ini.

Bir hangat adalah yang terburuk. Alkohol yang biasanya dia sukai berubah menjadi sesuatu yang berbeda, dia dapat merasakan pahitnya hidup ini.

"Maou-sama, Aku akan melakukan apapun yang kamu mau, selama aku sanggup melakukannya. "

"Hm? Apa kau baru saja bilang akan melakukan sesuatu? "

Di saat yang sama ketika dia mengucapkan itu, suara keras bergema dari pintu masuk restoran.

Sebenarnya, pintu itu ditendang.

"-Aku menemukanmu! Raja Iblis!"

Gadis suci yang bokongnya dipukul beberapa hari yang lalu, Berdiri di sana dengan wajah memerah.

Napasnya agak berat, dan dia tampak gelisah.

Namun Raja iblis hanya punya satu hal untuk dikatakan padanya.

"Kau lagi? Aku tidak ingat memesan seorang penguntit— "

Ronde Kedua melawan Gadis Suci pun dimulai—



Sebelumnya            Daftar Isi          Selanjutnya

Post a Comment