Novel Maou-sama, Retry! Bahasa Indonesia chapter 12




Chapter 12   Malam Ketiga



Luna dan AKU sedang duduk di atas kasur sambil mengobrol dengan riang.

AKU mengenakan piyama yang dibeli tadi siang, tetapi yang aneh justru Luna  memakai piyama juga.

Gadis ini sejak awal sudah berniat untuk tinggal di sini.


"Admin: [Item File]." (Maou)

Aku menyimpan semua pakaian yang kami beli. Daripada menyimpannya di lemari pakaian, lebih praktis jika disimpan dalam file item.

Dalam GAME, kamu hanya bisa menyimpan maksimal 10 item, tetapi karena File Item adalah salah satu Hak Admin, dia bisa menyimpan semua item tanpa batas .

<< Gaun Putih >>

<< Mahkota Perak >>

Item yang disimpan tersusun secara abjad. Aku mencoba mengujinya beberapa kali, dan sepertinya bisa menyimpan dan mengambil item kapan saja.

Menyimpan dan mengambil item membuatku terasa seperti karakter anime si musang dari abad ke-22.

"Dengar, AKU. Panggil aku Luna nee-sama. "(Luna)

"Apa aku boleh memanggil Gadis Suci-sama dengan panggilan itu?"

"Aku bilang boleh, lagipula aku adalah Hukum itu sendiri. "(Luna)

Luna meletakkan tangannya di dada dan ngoceh sesuka hati.

'Aku adalah hukum', katanya ...

Kebanggaannya yang tinggi berada pada level yang membuatku bertanya-tanya apakah itu sebenarnya bukan penyakit. Atau lebih tepatnya, dia hanya di sini karena kesepian dan tidak punya teman, kan?

"Meskipun aku yang paling muda, tetapi faktanya, aku adalah Gadis Suci yang terkuat!" (Luna)

"Benarkah ?!" (AKU)

Pembohong. Jika kamu yang paling kuat, negara ini sudah lama hancur.

Mungkin dia lagi puber dan bersikap  seperti seorang kakak. Bacotannya yang berisik itu akan membuat perutku mual.

Kakak perempuan biasanya lebih toleran dan anggun.

Jika aku diam saja, AKU mungkin akan percaya pada kebohongannya yang setengah-setengah. Sudah saatnya aku turun tangan.

"Jadi, gadis serigala, apakah kamu juga akan pergi ke Ibukota Suci ?" (Raja iblis)

"Serigala ... apa itu? Kedengarannya lumayan keren. "(Luna)

Luna memandangiku dengan ceria.

Menyedihkan, tidak ada pujian dalam julukan itu.

"Artinya kamu gadis pembohong. —Cocok untukmu kan? ” (Raja Iblis)

"Aku tidak ingin mendengar itu darimu! Dasar raja iblis tukang fitnah! Potong rambutmu itu, Bakaa! "(Luna)

Apa hubungannya dengan rambut ...?

Gadis ini pasti dipilih karena Bacotnya. Itulah satu-satunya kemungkinan yang bisa kupikirkan.

"lagipula Istana Ibukota Suci adalah rumahku, kau tahu?" (Luna)

"Fumu, kalau begitu kita punya tujuan yang berbeda."

"K-Kenapa ?!" (Luna)

“Kupikir bepergian denganmu akan membuat kepalaku sakit. Itu adalah siksaan. ”(Raja iblis)

"T-Tidak perlu mengatakan sejauh itu ..." (Luna)

Haah ...

Kenapa dia depresi ...? Perubahan suasana hatimu terlalu parah. Apakah kau seperti jet coaster atau semacamnya?

"Maou-sama sudah kelewatan, kasihan Gadis Suci-sama ... Ayo kita pergi, oke?"

“AKU benar-benar gadis yang baik. Sangat berbeda dari pak tua mesum ini! "(Luna)

Luna memeluk AKU dengan bahagia lalu menggosokkan pipi mereka.
(TN: Iri gua coeg!)

Gadis ini pasti kekurangan teman. Melihatnya seperti ini, aku juga mulai mengasihaninya.

"Gadis Suci-sama, Maou-sama itu orang baik lho ...!"

“Bagian mana darinya yang baik? Rambutnya panjang dan dia melihat pantatku sepanjang waktu! Tidak ada keraguan bahwa sekarangpun dia masih mengincar pantatku yang seperti buah persik ini dan memukulnya !! ”(Luna)

Ku tarik kembali ucapanku. Tidak ada belas kasihan untuknya.

Nikmat apa yang bisa kudapatkan jika memukul bokongmu? Bahkan dadamu juga seperti papan cucian yang bisa dijadikan landasan pesawat terbang. Bahkan jika terjadi topan, kau bisa mendarat dengan selamat di landasan itu tanpa menabrak apapun.

(Bagaimanapun, Ibukota Suci, ya ...) (Raja Iblis)

Jika mau menyelidiki tentang para malaikat, aku harus pergi ke tempat yang dinamai ibukota itu.

Aku ingin mendapatkan informasi itu sambil memulihakn hak Admin.

"Persik, apa aku bisa menyelidiki tentang Seraph di Ibukota Suci?" (Raja Iblis)

“A-A-Seperti yang kupikirkan, kamu benar-benar mengincar pantatku! Dasar Raja Iblis! "(Luna)

"Kaulah yang mengatakannya ..." (Raja Iblis)

Luna berdiri dari tempat tidur sambil memegang pantatnya. Wajahnya merah padam ... Apakah gadis ini seorang masokis? Tidak, saat ini pantatnya tidak penting.

Dari apa yang kulihat, sepertinya patung itu adalah Throne.

Kalau dipikir, tidak mungkin untuk pindah ke isekai tanpa campur tangan oleh dewa. Dan keberadaan setingkat dewa itu ... telah berubah menjadi pasir dan lenyap.

Satu-satunya petunjuk untuk kembali ke dunia asalku adalah lelaki bernama Seraph itu.

"Kamu, apa yang kamu rencanakan dengan menyelidiki Seraph-sama ...? Jika kau berpikir untuk melakukan kejahatan di Ibukota Suci, aku tidak akan memaafkanmu. "(Luna)

"Apa tiba-tiba menembakkan sihir kepada seseorang  itu bukan kejahatan?" (Raja Iblis)

"Seorang Gadis Suci punya hak untuk menghukum penjahat!" (Luna)

Aku hampir tertawa terbahak-bahak ketika mendengar apa yang dia katakan.

Hampir saja, huh.

Sekarang aku memikirkannya, mumpung ada kesempatan, aku harus bertanya tentang sihir juga.

"Luna, bisakah kau memberitahuku tentang sihir?"

"A-Apa? Jangan tiba-tiba memanggilku dengan nama ... bakaa! "(Luna)

Kuuuh! Gadis ini ingin bokongnya bengkak.

Tolong berhenti bersikap tsundere!

Tidak bagus, jika aku terus berurusan dengan gadis ini, mungkin aku akan cepat mati ... kau tahu, di masa lalu, aku juga tipe pria yang suka dengan Tsundere.

Tetapi seiring bertambahnya usia, aku mulai berpikir bahwa itu hanyalah aib!

SIAL!


■■ □□ ■■ □□


"Gadis Suci-sama, benda pembersih yang dikasih Maou-sama ini luar biasa!" (AKU)

"Pembersih, katamu ... AKU, istilah itu terlalu kekanak-kanakan. Gadis yang baik menyebutnya sabun. "(Luna)

Aku terdiam mendengar suara-suara dari kamar mandi. Bisa dibilang itu berkat dindingnya yang tipis jadi aku bisa mendengarnya.

Aku mencoba bertanya soal sihir padanya, tetapi sulit untuk berbicara dengan Luna.

Dia menambahkan sikap tsundere di sana-sini, dan setiap kali dia melakukannya, jiwaku bagaikan terkikis. Itu jelas sebuah siksaan.

Keduanya saat ini sedang menikmati mandi air dingin .

Negara ini suhunya cukup panas, sehingga berendam di air adalah sebuah kemewahan.

Tidak mungkin bagiku bisa berendam di air dingin. Bahkan jika itu musim panas, aku tidak bisa membayangkan kehidupan di mana tidak bisa mandi air panas.

(Bagaimanapun, ada banyak hal untuk dipikirkan ...) (Raja Iblis)

Soal keuangan dan sihir.

"Lihat! Muncul gelembung-gelembung kecil yang luar biasa, dan kulitku jadi halus. ”(AKU)

"AKU, tidak mungkin ini sabun biasa! Benda apa ini ?! "(Luna)

BERISIK! Aku bahkan tidak bisa berpikir.

Mari kita pergi ke teras dan merenung di sana.

"Ini membersihkan kotoran dengan sangat baik, dan sangat wangi."

"Kuh, Raja Iblis mesum itu ... Aku tidak akan kalah dengan ini!" (Luna)

Dengan siapa gadis itu berdebat ...

Aku melihat pemandangan malam dengan obrolan mereka sebagai soundtracknya. Ada sesuatu mirip obor yang dipasang pada sisi jalan, ada juga yang terlihat seperti lampu jalan.

Rupanya itu semacam sihir yang menggunakan apa yang disebut 'Light Silk'.
(TN: Light Silk = Benang berpendar, mungkin!)

Sihir tidak hanya dipakai langsung, tetapi juga bisa disimpan ke dalam item yang disebut Magic Crystal.

(Infrastruktur masyarakat, kah ...) (Raja Iblis)

Tadi Luna mengatakan kalau orang-orang yang bisa menggunakan sihir tidak akan memiliki kesulitan makan sepanjang hidup mereka, dan setelah melihat ini, aku bisa mengerti yang dikatakannya.

Di era yang mana tidak ada ilmu pengetahuan, hal-hal seperti api dan air memiliki banyak kegunaan.

Di Jepang, hanya dengan memencet tombol kamu bisa mendapatkan api, dan jika kamu memutar keran, kau bisa mendapatkan air.

Di sini, Magic Crystal yang sudah diisi bisa berfungsi sebagai pengganti sihir. Ciri khas Dunia fantasi.

(Aku juga harus mendapatkan uang.) (Raja Iblis)

Jujur saja, aku tidak terlalu khawatir soal itu. Jika menjual item dari game, aku bisa mendapatkan banyak uang.

Jika mengatakannya secara sederhana, itu bagaikan 'Air' .

Air lumayan berharga di negara ini, tapi ... masalahnya adalah air yang digunakan dalam game adalah item yang << memulihkan 20 HP >>.

(Jika aku menjualnya, aku merasa itu akan berubah menjadi masalah ... Apakah ada pilihan lain?) (Maou)

DI negara yang terbilang panas ini, ada juga item << Fortune Popsicle>>. Setelah kamu memakannya, akan muncul mantra yang menrubah statusmu. Jika kamu mendapatkan beruntung, HPmu akan pulih kembali. Cukup dengan itemnya.

... Itu tidak bagus, oi. Itu pasti akan membuat keributan, oi.

(jadi memang harus sabun kah ...) (Raja Iblis)

Paket Alkohol barat, kue import, manjuu, keju, daging asin, makanan kaleng yang digunakan sebagai ransum darurat, manga; berbagai item muncul di pikiranku, tetapi semuanya punya efek memulihkan HP atau memulihkan Vitality.

Tentu saja, senjata dan armor tidak perlu dipertanyakan.

(Bagaimana dengan mangkuk dan cangkir teh? ... Aku juga punya item seperti patung buddha.) (Raja Iblis)

Itu mungkin bisa.

Aku sepenuhnya diperlakukan sebagai orang asing dari negara yang jauh. Mungkin aku harus menyamar menjadi pengrajin dari pedesaan jauh? Jika tidak berhasil, aku bisa jadi penjual sabun saja.

Juga, tidak perlu dikatakan lagi, tapi mangkuk nasi dan cangkir teh adalah barang-barang sampah yang punya ATK +1. Tetapi patung buddha cukup kuat sebagai benda tumpul dengan ATK +18 . Tidak mungkin seseorang akan menggunakan patung buddha sebagai senjata ... kan? Bagaimanapun itu adalah objek religius.

(baiklah, mari kita coba menjual  <<Cangkir TEh>> ...) (Raja Iblis)

Dengan begitu, malam yang berisik pun berlalu.

Tetapi pada saat yang sama, sebuah 'Bendana' sedang bergerak mendekati kota Yahoo.

■■ □□ ■■ □□


Keributan besar terjadi di sepanjang jalan .

Penyebabnya adalah kursi raksasa yang ditarik oleh sekitar sepuluh kuda. Di bawah kursi terpasang roda-roda raksasa, dan ia mendekati kota Yahoo dengan kecepatan luar biasa sambil menghancurkan kerikil di jalan.

Di sekitarnya ada orang yang dikirim oleh Ordo Ksatria Suci; 108 elit berkemampuan tinggi yang bergerak seolah-olah sedang menuju perang.

Para ksatria mengenakan armor beratribut suci, tapi kebanyakan memiliki potongan rambut mohawk, tidak terlihat seperti kelompok yang memuja malaikat.

Kekuatan militer itu dipimpin oleh Killer Queen.

Bagi yang tidak mengenalnya, mereka hanya akan terlihat seperti penjahat dari era perang. Namun, kekuatan militer yang dipimpinnya adalah yang terkuat di negeri ini, mereka sangat dicintai dan dihormati oleh rakyat.

Alasannya cukup sederhana: mereka memiliki misi menghancurkan kejahatan saat melihatnya.

Tidak peduli sejahat apapun, tidak peduli apakah mereka memiliki pengaruh politik, mereka semua dibersihkan dari tempat yang dilaluinya.

Sangat mudah dimengerti, keadilan ... dan kekerasan.

Pada saat negara-negara lain menyerbu, mereka menunjukkan kekerasan mereka tanpa ampun. Mereka muncul di medan perang saja sudah cukup untuk mengacaukan musuh, bahkan ada kasus di mana mereka akan melarikan diri.

“Anego, kita akan tiba di kota sebentar lagi. ”

Seorang pria besar yang sebanding dengan batu gunung berbicara dengan tuannya. Nama pria itu adalah Fuji-san. Mereka awalnya adalah bandit yang dianggap sampah masyarakat, tetapi saat ini, mereka tidak akan ragu untuk melompat ke api jika itu demi tuannya.

Mereka yang dikalahkan menjadi tunduk dan akhirnya direformasi, saat ini mereka adalah ksatria hebat yang bekerja sebagai Ordo Kesatria Suci.

Ibu dari lelaki besar itu menangis bahagia ketika dia mengetahui hal itu dan berterima kasih kepada Gadis Suci.

Dia punya banyak kisah mengesankan seperti ini, dan dia adalah bencana dimana kekerasan tanpa ampunnya dipandang sebagai kebenaran.

"Sialan itu ... menambah pekerjaanku saja." (Queen)

Menyilangkan kaki di atas kursi besar itu, Killer Queen meneguk anggurnya.

Meskipun mereka saat sedang bergerak, kursi itu bahkan tidak bergetar. Kursi Itu menggunakan sejumlah magic crystal angin dan bumi yang dibuat sedemikian rupa sehingga membuat dirinya nyaman.

"Berusaha menaklukkan Raja Iblis, bukankah itu adalah tindakan yang hebat? Seperti yang diharapkan dari adik Anego, kami sangat terkesan. ”

"Kau kepala balok, itu hanya omong kosong.. Mana ada yang namanya Raja Iblis, Dasar Blo-on. "(Queen)

Kedua saudara itu sama saja banyak bacot.

Sampai-sampai sulit untuk memahami apa dia benar-benar Gadis Suci, tetapi kata-kata itu membakar semangat para ksatria.

Dia mungkin banyak bacot, tetapi dia punya kecantikan yang berbeda dari adiknya.

Rambut pirang lurus panjangnya, tubuh yang terlatih dari pertempuran itu terlihat langsing dan kekar, dan sela pakaian biarawan itu menunjukkan kaki yang sangat menawan. Matanya berwarna pink sama seperti si adik, tetapi ketajaman tatapan itu bahkan tidak bisa dibandingkan. Tidak peduli siapa penjahatnya, bahkan ada yang sampai ngompol memohon ampunan nyawa ketika berhadapan dengan mereka.

Kerudung pakaian biarawan yang tertiup angin, penampilan yang bagaikan dewa kehancuran, dan dibalut oleh kecantikannya itu.

Astaga, semua yang dilakukan oleh seorang wanita cantik ini dianggap benar.

"Tapi ada pembicaraan soal Raja Iblis yang terbunuh."

Kata-kata pria besar itu membuat wajah Queen.

Informasi mengenai kebangkitan Raja Iblis itu tidak sampai padanya. Ada yang secara diam-diam mencegah informasi itu sampai padanya.

(Apa yang direncanakan Nee-sama?) (Queen)

Berpikir ada orang yang membuat informasi itu tidak sampai ke telinganya, dia mendecakkan lidah.

Karena dia tidak bisa menebak apa yang dipikirkan orang itu.

(Apakah dia pikir aku tidak tahu? Sialan.) (Queen)

Dan pada kenyataannya, dia tidak akan bisa menang.

Tidak peduli seberapa lemahnya dia, ada sejumlah orang yang putus asa menangani kerusakan akibat monster itu.

(Raja Iblis, ya ...) (Queen)

Hal yang samar-samar itu muncul di kepalanya.

Keberadaan yang diceritakan dalam legenda dan cerita rakyat. Bahkan jika kau melihat kembali sejarah, tidak ada seorang pun pernah melihatnya. Kalau dipikir dengan logika, keberadaan seperti itu sepenuhnya hanya karangan dan fantasi saja.

"Fuji, apakah kamu percaya  dengan apa yang disebut Raja Iblis itu? "(Queen)

Suara Ratu itu membuat Fuji membuka matanya karena terkejut.

Ketika dia berbicara dengan seseorang, dia akan memanggil dengan kata kasar seperti kepala balok, lelet, atau bloon; dia jarang memanggil mereka dengan nama.

Itu menunjukkan kalau pertanyaannya serius.

"Aku tidak tahu. Apa yang diyakini Anego adalah apa yang kuyakini juga. ”(Fuji)

“Dasar kepala balok, apakah otakmu itu dipenuhi dengan otot? Kau belatung. "(Queen)

Fuji dihina, namun dia malah tertawa senang. Melihat ini, para ksatria di sekitarnya menunjukkan ekspresi cemburu.

Bagi mereka, hinaan Queen adalah salah satu hadiah terbaik yang bisa mereka terima.

Daripada tuan dan pelayan, akan pas jika menyebut hubungan mereka sebagai Ratu dan budak.


■■ □□ ■■ □□


Di sisi lain, Raja Iblis yang mereka bicarakan itu ...

"Jadi ini adalah artikel yang berasal dari Negara di seberang lautan, ya ..."

"Ya, sejarah dari <<Cangkir Teh>>. Di negaraku, pada saat melakukan hal-hal seperti negosiasi diplomatik, mereka tidak hanya menawarkan tanah dan uang, tetapi juga alat-alat ngeteh. ”(Raja Iblis)

Dia telah menipu seorang pedagang.

Nama pedagang itu adalah Eternal History. Pedagang kerajinan dari perusahaan besar yang sudah berurusan dengan barang-barang artistik sejak lama di kota ini.

"Kamu bilang tidak hanya tanah dan uang, tetapi benda ini juga digunakan sebagai hadiah?"

“Orang-orang  berkelas akan mencari teh yang unggul dari pucuk pilihan. Emas dan perak tidak bisa mengisi perut, dan apa menurutmu mimun dengan peralatan yang sebanding dengan wilayah besarmu itu bukanlah sebuah kemewahan? "(Raja Iblis)

Raja Iblis merentangkan kedua tangannya dan berbicara dengan lantang.

Pria ini, daripada disebut Raja Iblis, dia lebih layak disebut penipu yang masuk isekai. tapi, dia tidak berbohong.

Memang benar bahwa di era perang, teh lebih dicari daripada uang dan tanah.

Bukan berarti semua yang dikatakan itu bohong. Tapi karena ada kebenaran yang tercampur di dalam kalimat itulah yang membuat pria ini bisa dibilang jujur saat mengatakannya.

"A-Aku mengerti ..." (History)

Kenyataannya, sikap dan gaya bicara, serta popularitas sebagai orang kaya, menciptakan bobot dalam kata-kata itu. Selain itu, ia memiliki nilai plus dengan bersama seorang Gadis Suci.

Dengan banyaknya dukungan, tidak ada orang yang akan berpikir kalau yang dikatakannya itu hanyalah omong kosong.

"Karena ini transaksi pertama, jadi aku akan menjualnya seharga satu emas besar." (Raja Iblis)

"B-Emas besar, katamu ?!" (History)

Dia tanpa ampun meminta emas besar.

Sebenarnya dia bukan hanya tidak tahu nilai sebuah koin emas itu, tetapi juga nilai mata uang negara ini. Dia hanya asal menyebutkan koin terbesar yang dimiliki gadis suci. Perpaduan ketidaktahuan dan keberaniannya telah menciptakan harmoni yang ajaib.

“Barang yang bagus akan sesuai dengan harganya. Bukankah itu sesuatu yang harusnya kau ketahui? "(Raja Iblis)

"Itu benar. Tepat sekali. "(History)

Kata-kata Raja Iblis telah meyakinkan History.

Dia juga memiliki toko di kota dagang dan memiliki banyak artikel artistik. Dia pasti menemukan sesuatu yang membuatnya setuju dengan kata-kata itu.

Namun kenyataannya, dia belum pernah melihat atau mendengar apa yang disebut <<Cangkir Teh>> ini.

Barang dari seseorang yang dekat dengan Gadis Suci, dan dibawa dari sebrang lautan; pasti banyak yang menginginkannya.

“Saat menjualnya kepada orang lain, aku ingin kamu menjual itu seharga 5 koin emas besar. Jika tidak bisa, lupakan saja pembicaraan ini. "(Raja Iblis)

"5 koin emas besar ...?" (History)

Kata-kata itu penuh dengan keyakinan yang luar biasa . Dia bilang tidak akan membiarkan harganya lebih rendah dari yang diminta.

Kata-kata yang diucapkannya membuat History semakin yakin.

"Baiklah. Aku akan melakukan sesuai yang kamu minta. "(History)

“Aku senang kamu cepat mengerti. Sebagai bonus, aku juga membawa ini. ”(Raja Iblis)

Apa yang ditempatkan ke atas meja adalah item dari game, yaitu <<Madu>>

Ini adalah item hebat yang bisa memulihkan 60 HP dan Vitality dengan menghabiskan 20 SP untuk membuatnya. Mungkin dia mengeluarkan ini tanpa memikirkan akibatnya.

Dalam game itu adalah item sekali pakai yang akan hilang setelah digunakan, tetapi di dunia ini item itu bisa memulihkan HP dan vitality; efek ini akan jadi inovasi yang sulit untuk dijelaskan dengan kata-kata.

Secara teori, itu akan mirip dengan  Elixir yang dijuluki air mata dewa. Para petualang dan bangsawan di seluruh dunia akan memperebutkan item sihir ini sampai mati.

"Ini ... Madu?" (History)

“Di kekaisaran Ag — maksudku, di negaraku itu item yang spesial yang digunakan oleh orang-orang yang memiliki tubuh lemah. "(Raja Iblis)

"Kebetulan sekali. Istriku sudah lama sakit. ”(History)

"Begitu yah. Kalau gitu berikan ini kepada istrimu. "(Raja Iblis)

Raja Iblis dan History berjabat tangan dan negosiasi berhasil dengan baik.

Raja Iblis mendapat untung besar dari transaksi ini, tetapi barang itu merupakan item langka yang belum pernah dilihat orang sebelumnya dan mereka akan memburunya lalu membuat keuntungan besar.

Dia hanyalah perantara dari satu tangan ke tangan lainnya, namun dia mendapat untung besar dengan 4 koin emas besar itu. Di atas semua itu, istrinya meminum madu itu segera pulih dan kulitnya juga terasa seperti diremajakan.

Dengan ini, History jadi sepenuhnya percaya dengan item yang dibawa Raja Iblis.

■■ □□ ■■ □□

"Ahahaha! Aku bisa melakukannya jika aku mencoba! ”(Raja Iblis)

Dia tertawa keras di pinggir jalan kosong.

Dia bertindak sangat berani sambil menyembunyikan rasa takutnya dan saat ini ia merasa sangat lega.

"Kita sudah punya uang, jadi apa yang harus dilakukan selanjutnya?" (Raja Iblis)

Maou tersenyum menatap langit.

Awan yang bergerak menyatu dengan perlahan, itu pemandangan yang cukup damai.

"Tidak akan turun hujan, kan?" (Raja Iblis)

Pria ini benci hujan.

Kondisi negara ini sangat cocok untuknya. Namun, bagi orang-orang yang tinggal di sini cuaca panan menyebabkan beberapa masalah.

Ada kalanya dimana matahari bahkan bisa mengeringkan hati manusia.

"Luna, Tunujkkan dirimu !!"

Momen damai pun pecah oleh suara itu.

Di negara ini jarang hujan, namun hari ini akan ada hujan darah di kota ini ...



Sebelumnya            Daftar Isi           Selanjutnya

Post a Comment