Novel Maou-sama, Retry! Bahasa Indonesia chapter 16



Chapter 16  Menuju Ibukota Suci


"Kau sudah siap, Yukikaze ?"

Si wanita mengatakan itu sambil memegang pedang di punggungnya. Pedang panjang yang sulit diangkat oleh manusia biasa.

Dalam pedang itu tertanam banyak kristal sihir, tetapi bukan membuat ringan, semua kristal itu malah menambah berat pedangnya demi meningkatkan kekuatan serangan.



Tubuhnya diselimuti jubah cokelat tebal, kulitnya yang kecokelatan juga pas untuk negara panas ini. Mungkin dia memendekkan rambutnya agar lebih leluasa bergerak, dan dari penampilannya dia memberi kesan bertenaga.

Rambut dan matanya berwarna merah menyala.

Namanya adalah Mikan.

Meski memiliki mata yang tajam, tetapi dia lumayan cantique.

Dia adalah petualang yang sangat terkenal sampai  tak seorang pun di Kerajaan Cahaya Suci yang tidak mengenalnya.

“... Aku siap kapanpun. Atau lebih tepatnya, aku terlalu siap. ”(Yukikaze)

Penyihir menawan bernama Yukikaze itu menjawab dengan candaan.

Rambut dan matanya putih sesuai namanya.

Dia mengenakan jubah hitam dan topi segitiga yang biasa digunakan penyihir, tapi matanya tampak mengantuk.

"Kau ... tolong lakukan dengan serius." (Mikan)

“... Aku selalu serius.” (Yukikaze)

"Gaya bicaramu itu aneh." (Mikan)

"Itu salah. Semua tergantung si pendengarnya. ”(Yukikaze)

Suara Yukikaze sangat lembut bagai orang ngantuk, namun berirama lucu seperti lonceng.

Dia sangat terkenal di Kerajaan Cahaya Suci, sudah seperti idol.

Anak berusia 15 tahun yang menawan itu tak bisa berhenti memikat hati para lelaki——— meski dia sendiri lelaki.



"Katanya ada serigala pasir di sekitar sini, tapi ..." (Mikan)

"... Panas, dadaku terasa pengap." (Yukikaze)

"Tapi kau tidak punya dada ... Agh, percakapan macam apa ini!" (Mikan)

“Mikan, apa matamu itu rabun? Melonku ini hanya bisa dilihat dengan hati yang bersih. ”(Yukikaze)

Mikan menggaruk kepala dan mengabaikan perkataannya itu.

Mereka berdua memang biasanya seperti ini.

Ngomong-ngomong, Serigala Pasir adalah monster yang cukup kuat bahkan jika sendirian, saat jumlah mereka meningkat drastis dan sangat berbahaya.

Saat kekurangan makanan, mereka akan menjadi ganas sampai bahkan menyerang desa yang dipagari tanpa ampun. Jika tidak mempersiapkan diri, mereka akan tamat kurang dari sehari.

Itu sebabnya mereka harus dibasmi saat ‘ Jumlahnya Sedikit'.

Saat tiba di lokasi misinya, mereka terdiam membeku.

Apa yang tercermin di mata mereka bukanlah sekelompok, melainkan pasukan Serigala Pasir.



■■ □□ ■■ □□


Tidak mungkin, tidak mungkin! Mustahil kita bisa mengatasinya! "(Mikan)

"... Aku tidak bisa menerima sebanyak itu. Aku hanya punya satu tubuh, dan satu lubang. ”(Yukikaze)

"Apa yang kamu katakan di saat seperti ini ?!" (Mikan)

Aku tertawa melihat mereka berdebat.

Tetapi begitu melihat jumlah serigala yang mengejar keduanya, wajahku jadi semakin pucat.

(Apa itu ?! Bukankah mereka terlalu banyak ?!) (Raja Iblis)

Keringat dingin mengalir di wajah yang masih tertawa beberapa saat tadi.

Bahkan rokok di mulutnya jatuh ke tanah, dan tubuhnya  gemetaran.

Tidak peduli seberapa kuat penghalang yang dibuat, aku tidak bisa menahan musuh sebanyak itu.

(Berapa ratus jumlahnya? ... Atau lebih tepatnya, jumlah mereka jauh di atas kami!) (Maou)

Ini adalah sesuatu yang kadang terjadi dalam event MMORPG.

Situasi tragis di mana kamu melarikan diri ari banyaknya musuh yang mengejar, dan bahkan menyeret orang lain ke dalamnya. Tak ada hubungannya dengan dendam maupun kebencian, nasibnya apes sekali.

" Om yang disana, Larilah!"

"... Pria tua keren di sana, kuserahkan sisanya padamu. Aku tidak akan memungut tulangmu. "

(Jangan bercanda kalian berdua! Tanggung jawab dan dimakanlah sana!) (Raja Iblis)

Aku hampir keceplosan berteriak, tapi berhasil menahan diri.

Jika aku melarikan diri, AKU akan kena bahaya. Luna ... yah, masa bodoh dengannya.

(Tenang saja ... Aku bisa melakukannya. Aku bisa melakukannya kalau mencoba!) (Raja Iblis)

Dia menegakkan kepalan dan berusaha menyemangati dirinya sendiri.

Aku punya barrier, jadi semua akan baik-baik saja. Baik, baik ... baik, benarkah?

Tetapi dalam game itu hanya efektif melawan sesama player ...

Tidak, aku benar-benar mengandalkanmu lho?!

Aku menarik napas dalam-dalam menenangkan diri. Mengikuti karakter Kunai Hakuto dalam ingatan ini, aku mencoba memberikan kesan sempurna dan kemudian berbicara.

"Bodoh. Kenapa aku harus melarikan diri dari binatang liar  itu? ”(Raja Iblis)

Aku menatap dua orang yang melarikan diri itu, dan mengatakannya seolah-olah berbicara pada diri sendiri.

Bahkan jika hanya bualan, meneriakkannya dengan lantang membuat keberanian muncul dalam diriku. Manusia memang makhluk yang sangat misterius.

"Aku, Luna, tetap di dalam kereta." (Raja Iblis)

Aku berdiri menghadap pasukan yang mendekat, dan saat yang terdepan melompat kemari, aku tak sengaja menutup mata dan mengepalkan gigiku ... tapi sebelum taring itu mencapaiku, suara statik listrik terdengar, dan serigala itu tersambar di depan mataku.

Kebahagiaan berangsur-angsur mengalir ke seluruh tubuhku ...

(Aku menang ... Sudah berakhir!) (Raja Iblis)

Rasanya ingin teriak, tetapi aku tidak melakukan itu dan menyalakan rokok dengan sikap masa bodoh.

Mereka berdua mungkin melihat dari balik kereta, jadi aku  ingin bertingkah sekeren mungkin. Bersikap seperti Pria sejati.

“Kau sudah menunjukkan taringmu padaku. Bahkan jika itu binatang buas, aku takkan menunjukkan belas kasihan. "(Raja Iblis)

Kesempatan bagus. Mari kita gunakan untuk berlatih skill.

Lagipula jarang punya kesempatan untuk bertarung seperti ini..

"Sekarang, nafas terakhirmu ada di tanganku, [Skill Pertama: Assault]." (Raja Iblis)

Beberapa pisau melesat dengan kecepatan tinggi menusuk beberapa serigala diikuti kecepatan pergerakan tubuhku.

(Luar biasa ...!) (Raja Iblis)

Waktu terasa melambat dan seolah hanya aku satu-satunya yang bergerak di dunia yang terhenti ini.

Aku menyukai sensasi membahagiakan ini.

Mata itu tidak layak mencerminkan sosokku ini! [Skill Kedua: Blind]! ”(Raja Iblis)

Tangan kananku bergerak bagai elang yang menyambar mangsa.

Mata serigala teriris satu per satu sambil tangan kiriku menyebarkan partikel.

Partikel itu adalah pasir tipe ‘blind vision’  dari kekaisaran agung yang bertahan selama puluhan detik. Para serigala pun panik dan akhirnya berbalik kemudian lari.

—Tahukah kalian?

"Kalian tidak bisa melarikan diri dari Raja Iblis. [Skill Ketiga: Thunderclap]. "(Raja Iblis)

Pisau yang kupegang di tangan kanan mengeluarkan percikan listrik, membelah serigala yang tak terhitung jumlahnya saat kulewati. Aku mengumpulkan listrik pada pisau lalu melemparkannya. Pisau yang tertancap di pusat gerombolan musuh menciptakan gelombang kejut, membuat ledakan api raksasa.

Serigala yang tak terhitung jumlahnya terperangkap dalam api dan berubah jadi abu dalam sekejap.

Kuhitung sekitar 300 ratus serigala sudah binasa, 5 serigala lainnya mencoba menyembunyikan ketakutan mereka dan lari sambil menjerit.

“Pada akhirnya kalian hanyalah binatang buas. Tidak cukup menbuatku berkeringat. "(Raja Iblis)

Aku mengucapkan kata-kata sombong sambil mengipas asap rokok.

Rasanya seperti bermain jadi Raja Iblis, tapi aku bisa menghilangkan stress dari kejadian kemarin. Rasanya menyegarkan.

“Sadari betapa kecilnya keberadaanmu dan pergilah! ”(Raja Iblis)

Serigala yang tersisa kabur terbirit-birit mendengar ucapannya.

Suasana hatiku sudah membaik, jadi tak perlu mengejar mereka.

Aku tidak mau disebut sebagai Animal Slayer karena terlalu banyak membunuh mereka.



■■ □□ ■■ □□


"Itukah Raja Iblis yang dirumorkan ?!" (Mikan)

Seluruh tubuh Mikan gemetar melihat pembantaian sepihak yang terjadi di depannya.

Itu bukanlah pertarungan melainkan pembantaian.

Dia tidak tahu kenapa, tapi untuk beberapa alasan bahkan taring serigala tak bisa mencapai Raja Iblis  yang seolah-olah diblokir oleh sebuah tembok. Semua itu terlalu abnormal.

Selain itu, ia menyebut dirinya 'Raja Iblis'!

"Si Om gagah sekali ... Pantatku rasanya memanas." (Yukikaze)

Yukikaze juga menyaksikan pembantaian yang berlangsung dan pantatnya memanas karna itu.

Benar, baginya itu bukan pertempuran, melainkan Yaoi.

Taring Serigala Pasir tidak bisa mengenai si om seolah-olah terblokir oleh dinding, tapi akan kutunjukkan bahwa dinding apa pun bisa ditembus.

Bahkan jika itu adalah Dinding Gender.

"Dia sosok yang berbahaya!" (Mikan)

"Benar. Dia sangat berbahaya. Rasanya kesucianku akan tertusuk. ”(Yukikaze)

"Kita harus pergi ke Ibukota Suci dan memberi tahukan ini!" (Mikan)

“Aku harus pergi ke Ibukota Suci dan membersihkan tubuhku.” (Yukikaze)

Perkataan mereka berlawanan seperti biasanya.

Di sisi lain, AKU bersorak gembira saat dia melihat pertarunganku.

“Maou-sama luar biasa! Membuatku doki-doki. ”(AKU)

Dia meletakkan tangan di dada dan perlahan menutup matanya.

AKU akan mati jika terus hidup seperti sebelumnya. Raja Iblislah yang menyelamatkan hidupnya.

Orang yang selalu melindunginya.

Bahkan jika orang itu adalah eksistensi yang jahat, AKU takkan pernah meninggalkan dirinya..

Bahkan jika seluruh dunia ini memusuhi mereka.

“Kalian berdua baik-baik saja? Terutama kamu, Luna. ”(Raja Iblis)

Maou kembali ke kereta dan duduk dengan nyaman.

Luna sudah memakai blazer dan kelihatan cantique. Terlihat bagai wanita terhormat walau hanya penampilannya saja.

Luna yang tersipu memegang Roknya , wajahnya memerah dan dia berbicara seperti tsundere.

"K-Kau melakukannya cukup baik ... Tetap lindungi aku seperti itu." (Luna)

"Aku tidak berniat melindungimu ..." (Raja Iblis)

"Yang terpenting, kamu harus mengatakan sesuatu di saat seperti ini kan ?!" (Luna)

Raja Iblis mendesah dalam pikirannya mendengar kata-kata itu.

Dia sudah dewasa.

Setidaknya ia tahu apa yang harus dikatakan kepada seorang wanita saat dia mengenakan pakaian baru.

“Yah, kupikir itu terlihat bagus untukmu. Tidak, jujur saja, terlihat cantik. "(Raja Iblis)

"T-Tentu saja ... Seorang wanita sepertiku ini pasti cantik mengenakan apapun!" (Luna)

Luna mengatakan itu dengan gembira sambil membusungkan dadanya yang ‘Flat’.

Tapi 'ehehe ... aku berhasil melakukannya' yang dia gumamkan terdengar oleh Raja Iblis. Indera pendengarannya sangat kuat, jadi mustahil dia tidak mendengarnya.

Dia adalah pria yang tidak bisa melakukan peran protagonis tidak peka.
(TN: Macam MC harem kebanyakan)


■■ □□ ■■ □□


"Aah, anjing-anjing yang kukumpulkan sekarang sudah lenyap."

Melihat kereta yang perlahan bergerak, seorang gadis bergumam pelan.

Dia punya telinga hewan, dan tangannya memiliki cakar harimau yang lucu.

Seorang Beastkin, dan berlevel cukup tinggi.

"Tapi aku menemukan sesuatu yang lebih luar biasa daripada anjing."

Wajah gadis itu lucu seperti harimau, walau kekuatannya benar-benar seperti monster.

Kalau diperhatikan, di belakangnya ada monster bernama Shield Liger yang bahkan tidak bisa dibandingkan dengan Serigala Pasir. Monster mematuhi perintah si gadis.

Situasinya mulai kacau, Kerajaan Cahaya Suci akan dipaksa mengeluarkan regu ksatria.

"Apa dia itu benar-benar Raja Iblis? Jika itu masalahnya, apa dia itu penguasa ras iblis? Kenapa dia bersama manusia? Kenapa dia bersama dengan Gadis Suci? ”

Pikirannya yang bocor itu pas dengan penampilan mudanya.

Tapi untuknya ... tidak, untuk para beastkin, ini sangat penting. Wilayah Beastkin berbatasan dengan wilayah Iblis, jadi mereka telah lama berperang.

"Tak peduli situasinya, akan sangat buruk jika dia sampai di wilayah iblis."

Dia terus berpikir.

Dia ahli dalam bertarung namun tidak pandai berpikir.

"Tapi manusia itu mungkin bisa menang melawan mereka ..."

Gadis itu bergumam, dan kemudian naik ke punggung monster itu. Si Monster berjalan tanpa perintah, dan dalam sekejap sosok mereka tinggal kenangan.

--

Setelah beberapa waktu berlalu, kelompok itu akhirnya mencapai Ibukota Suci.

Pertemuan dan masalah baru sudah menunggu mereka di sana.

Raja Iblis, AKU, Gadis Suci, Dragonewt silver yang rumornya terus menyebar, dan juga para Pemuja Iblis.

Kekacauan yang dimana membuat dirinya akan mengguncang seluruh negara.




Sebelumnya          Daftar Isi          Selanjutnya


Post a Comment