Novel Potion-danomi de Ikinobimasu! Bahasa Indonesia Chapter 31




Chapter 31 Sumur


Ketika party Kaoru kembali ke desa, evakuasi penduduk desa telah selesai dan mereka disambut oleh empat Pengawal Kerajaan. Untungnya belum ada tentara musuh yang datang..



「Saatnya kita beraksi, ambil air sebanyak-banyaknya untuk persediaan. Setelah itu, jangan pernah sentuh sumurnya lagi」 (Kaoru)

Mereka kemudian memasuki setiap rumah di desa dan mulai memeriksa apakah air dan makanan tersisa. Air yang tersisa di botol dan pot dibuang atau dicampur dengan obat. Jarang ada makanan yang tersisa, tetapi Kaoru memastikan untuk menuangkannya dengan obat mencurigakan itu..

Setelah memeriksa air dan makanan yang tersisa di setiap rumah, Kaoru pergi ke ladang dan memasukkan berbagai barang ke Item Box.

Setelah memastikan bahwa persediaan air sudah cukup, Kaoru menuangkan obat itu ke semua sumur.

「Oke, ayo pergi!」 (Kaoru)

Party Kaoru kembali ke rute asal mereka, dan melakukan hal yang sama juga di desa berikutnya yang sudah dievakuasi.

Bahkan saat membawa air, makanan, pakan, dan muatan lainnya, kereta dengan 8 anak termasuk Kaoru dapat bergerak lebih cepat dari pasukan tentara.

Tidak perlu takut akan terkejar Pasukan Kekaisaran.

Dan Kaoru meminta salah satu Pengawal Kerajaan kembali ke Ibukota dengan memnawa sebuah laporan yang mengatakan 「Strategi berjalan dengan baik, semuanya sesuai dengan rencana」



***

Komandan Angkatan Darat Invasi Utara Kekaisaran terkejut mendengar laporan itu.

「Persediaannya hampir tak tersisa ...!?」 (Komandan)

「Ya, kami mencoba mengumpulkan barang-barang yang berserakan, membakar barang-barang, dll, tetapi hampir semua senjata cadangan, peralatan berkemah dll ludes, persediaan air hanya akan bertahan dua hari, makanannya tinggal sekitar satu hari lagi ...」 (Kapten A)

「Senjata untuk pengepungan juga!」 (Kapten B)

「...」 (Komandan)

Mereka harus menyerang benteng ibu kota dan kemudian merebut Istana. Dan mereka perlu melakukan itu sebelum kekuatan utama Balmoa yang bertempur dengan pasukan invasi Barat kembali.

Bahkan jika Kerajaan Balmoa telah mengirim sebagian besar pasukan mereka ke barat, tanpa berbagai alat untuk pengepungan istana seperti tangga, tali pengikat, palu ledeng, dll, sulit untuk bertarung melawan musuh yang bertahan di dalam istana. Yang berarti satu-satunya pilihan mereka adalah mengelilingi Ibukota sampai Balmoa menyerah.

Dan sekarang mereka hampir tidak punya makanan, air tersisa untuk diri mereka sendiri apalagi melakukan sesuatu seperti itu. Dan tentu saja strategi itu didasarkan pada asumsi bahwa pasukan yang tersisa di ibukota kurang dari 10.000.

「Apakah ada kota di depan?」 (Komandan)

「Ada 6 desa dan terakhir satu kota berukuran sedang sebelum Ibukota 」 (Kapten)

「Ya, pertama-tama, kirim pesan ke Negara Suci Rueda untuk meminta makanan dan persediaan lain yang diperlukan.

Kami akan mencoba untuk mendapatkan apa pun yang kami bisa di desa-desa dalam perjalanan ke ibukota, stok makanan, hasil kebun, ternak, semuanya.
Untuk saat ini, perlu diingat bahwa tidak ada pasokan makanan sampai kita tiba di desa. kita harus menghemat sepertiga persediaan air, jika itu sehari atau lebih kita bisa bertahan 」(Komandan)

Tidak ada opsi untuk mundur dari awal. Ini adalah rencana invasi yang menentukan nasib Kekaisaran, dan di barat pasukan pengecoh mempertaruhkan nyawa mereka untuk menahan kekuatan utama tentara kerajaan. Mereka tidak bisa kembali karena kehabisan air dan makanan, sehingga mereka tidak punya pilihan lain selain terus maju.

Tentara Kekaisaran Invasi Utara pun melanjutkan perjalanan ke Ibukota Gurua.



***



「Apa kau bilang ... !?」 (Komandan)

Pada hari berikutnya, pasukan kekaisaran akhirnya tiba di desa sambil menderita haus dan lapar yang tak tertahankan.

Ada laporan dari komandan pasukan yang telah sampai lebih dulu ke desa, ia mengatakan 「Ketika tentara tiba di desa dan minum air sumur, mereka menderita muntah dan diare yang luar biasa dan sekarang mereka tidak bisa bergerak lagi 」;「 Ada gejala yang sama dengan mereka yang minum air yang tertinggal di rumah atau makan makanan yang mereka temukan 」

「Kampretl, apakah mereka menuangkan racun ke dalam sumur! Bagaimana dengan penduduk desa? (Komandan)

「Soal  itu, tidak ada penduduk desa yang tersisa」 (Kapten)

「Apakah mereka mengungsi ... cari makanan tersembunyi dan hasil kebun!」 (Komandan)

Para prajurit yang diperintahkan pun mulai menyebar di sekitar desa.

[Sumur Beracun, itu gila. Bahkan jika kita memenangkan perang, kita tidak bisa  menggunakan sumur lagi sebelum memurnikan semua airnya berulang kali. Jika kita mencemari satu sumur saja, itu akan berdampak pada sumur lain dengan mata air yang sama. Tidak ada yang berpikir kalau warga desa akan setuju dengan itu.]

Setelah beberapa saat, seorang tentara yang datang kembali untuk melaporkan kalau tidak ada lagi makanan dan hasil kebun yang tersisa.

「Kami tidak akan mendapatkan apapun bahkan jika kami tinggal di sini, tanpa air atau makanan. Segera lanjutkan perjalanan dan menuju ke desa berikutnya! 」(Komandan)

Komandan memerintahkan prajurit tetapi dia tidak bisa berharap hal yang sama tidak akan terjadi di desa berikutnya.

Bahkan mereka meminta pasokan dari Negara Suci Rueda, mereka tidak tahu kapan persediaan akan tiba atau apakah jumlahnya dapat membantu pasukan sebesar ini. Belum lagi Persiapan barang dan kereta, waktu yang diperlukan untuk pengiriman, dsb.

Namun, jika mereka berhasil sampai ke kota sebelum mencapai ibukota.

Tidak seperti desa kecil, mereka  tidak akan bisa mengevakuasi para penduduk sepenuhnya. Tidak ada tempat untuk menampung jumlah orang sebanyak itu dan juga pasti ada orang yang bersikeras untuk tetap tinggal dan mengabaikan perintah tentara, orang tua dan orang sakit juga tidak bisa bergerak. Mereka juga tidak bisa membawa semua makanan atau meuangkan racun ke sumur di kota.

Karena tentara Balmoa berjaga di ibu kota, mereka bisa menduduki kota dan mendapatkan pasokan dari kota atau desa-desa di sekitarnya, sambil menunggu pasokan dari negara Suci. Bahkan jika persediaan tidak tiba setelah menunggu sampai batas waktu tertentu, mereka akan mengelilingi Ibukota dengan persediaan seadanya. Sementara mereka masih bisa mengambil persediaan dari sekitarnya, pasukan Balmoa yang bertahan di ibukota tidak akan mendapatkan pasokan apa pun. Dengan kondisi ibukota Balmoa yang menampung banyak orang, persediaan mereka akan habis dengan cepat.

Bahkan jika kekuatan utama Kerajaan Balmoa kembali, Tentara Kekaisaran dapat mencegat mereka dengan pasukan invasi barat kekaisaran.

Komandan Pasukan Invasi Utara, meskipun sepenuhnya sadar kemungkinannya berhasilnya kecil, bertaruh pada kemungkinan itu. Selain itu, tidak ada pilihan.

Tentara kekaisaran sekarang hanya bisa berharap untuk mengamankan sumur sebelum Balmoa memasukkan racun ke dalamnya, komandan memerintahkan semua unit pasukan depan untuk terus maju sementara seluruh pasukan utama akan mengikuti setelahnya.

Saat tiba di desa berikutnya, semua air sumur tercemar, tidak ada makanan atau hasil kebun. Tentara Kekaisaran telah persediaan air dan makanan menjadi seperempat dan menuju ke desa berikutnya lagi.



***



Setelah menyelesaikan tugasnya di desa ke-4, party kaoru berangkat menuju ke desa berikutnya. Mereka akan tiba di desa ke-5 dalam waktu dekat.

「Apakah ini akan berhasil ...?」 (Kaoru)

「Saat perjalanan, mereka tidak akan bisa bertahan tanpa air」 (Roland)

Roland menanggapi gumaman Kaoru.

「Dengan pasukan besar seperti ini jika mereka tidak menyediakan air yang cukup, para prajurit akan mengalami kelelahan dan kondisi fisik akan buruk, mereka pingsan di tengah perjalanan. Dan lebih buruk lagi mereka bahkan tidak akan memiliki cukup makanan 」(Roland)

「Seharusnya begitu ...」 (Kaoru)

Bahkan jika prajurit Kekaisaran tahu air itu tercemar racun, ketika mereka tidak bisa lagi menahan haus, mereka akan tetap meminumnya juga.

Itu sebenarnya bukan racun tetapi 'Obat Muntah dan Diare' .

Jika mereka minum air itu, mereka bisa menghilangkan haus sebentar. Namun, saat mereka mengalami muntah dan Diare, mereka akan kehilangan lebih banyak air daripada yang mereka minum. Jadi daripada pulih, kondisi fisik mereka akan terus memburuk. Dan dengan tubuh itu mereka bahkan tidak bisa berdiri apalagi berjalan dengan armor mereka.

Mereka akan ditinggalkan atau ada tentara lain yang akan memikul mereka. Bagi militer, orang yang terluka dan sakit jauh lebih merepotkan daripada korban tewas.

***

Ketika party Kaoru hampir sampai di desa ke-5, Kaoru melihat seorang anak lelaki berusia sekitar 10 tahun berlari ke arahnya.

Kaoru punya firasat buruk, menghentikan karavan dan berbicara kepada bocah itu.

「Ada apa, bukankah seharusnya kau mengungsi dengan semua orang?」 (Kaoru)

Bocah itu berbicara dengan Kaoru yang turun dari kereta dengan tatapan putus asa.

「Malaikat, ini gawat! Ada sumur yang tersembunyi akan direbut oleh musuh ... 」(Bocah)

Bahkan saat terkejut, Kaoru menanyakan rincian cerita sambil memasang wajah poker facenya.

Tampaknya ada sumur tersembunyi di desa ke-4, yang kami lewati pagi ini.

Sumur tersembunyi itu berasal dari mata air yang terpisah.

Meskipun sumur-sumur lain kehabisan air karena kekeringan, sumur ini masih memiliki cukup air. Sumur ini dirahasiakan dari negara dan desa-desa lain untuk persiapan musim kemarau yang terjadi setiap beberapa dekade sekali. Penduduk desa tidak memberitahukan lokasi sumur ke party Kaoru. Beberapa penduduk desa mungkin takut Kaoru akan melakukan sesuatu pada sumur itu. Juga, mereka berpikir bahwa itu tidak akan ditemukan oleh Tentara Kekaisaran.
Tetapi bocah itu mendengarnya saat 3 orang desa itu sedang berbicara.

Mereka berencana untuk diam-diam kembali ke desa, menjual informasi sumur yang tersembunyi ke Kekaisaran dan mendapatkan uang. Dan setelah pasukan Kekaisaran pergi, mencuri harta yang disembunyikan jauh di dalam hutan oleh semua penduduk desa, menumpuk semuanya di kereta dan melarikan diri ke negara suci.
Ketiga orang itu pergi terburu-buru dari desa, mungkin mereka pergi untuk menemui Tentara Kekaisaran.


Kemudian bocah itu diam-diam meninggalkan kelompok penduduk desa dan kembali ke desa untuk memberi tahu Kaoru tentang ini.

「Mengapa kamu tidak ikut mengungsi dan repot-repot melewati semua kesulitan untuk memberitahuku?」 (Kaoru)

Bocah itu menjawab Kaoru.

「Ginie telah disembuhkan dengan obat dari dewi」 (bocah)

Aku tidak tahu apakah Genie adalah salah satu anggota keluarga atau temannya. Namun, kaoru sudah pernah melihat tatapan mata yang sama berulang kali. Kaoru tahu bahwa dia bisa mempercayai bocah ini. Selain itu, waktu sangat penting saat ini.

「Bisakah kau mengantarku?」 (Kaoru)

「Ya!」 (Bocah)

Untuk mengantisipasi jika terjadi sesuatu pada party Kaoru, dia memberikan obat untuk sumur-sumur di dua desa yang tersisa kepada empat Pengawal Kerajaan yang mengevakuasi penduduk desa.

Dan kemudian pesta Kaoru kembali ke desa ke-4.

Kita seharusnya berjarak sekitar 2 hari dari Tentara Kekaisaran. Bahkan jika kita kembali saat ini ke desa ke-4, mereka belum bisa menyusul.

Karena kita sudah selesai dengan desa ke-4 sebelumnya, kita hanya perlu meletakkan obat di sumur tersembunyi itu, kita bisa melakukannya dengan mudah karena ada yang memandu.

Namun, seperti apa yang dipikirkan komandan pasukan musuh saat ini, itu masih belum bisa dipastikan.
(TN: saya bingung apa maksudnya kalimat terakhir ini :v)



Sebelumnya          Daftar Isi          Selanjutnya

Post a Comment