Novel Potion-danomi de Ikinobimasu! Bahasa Indonesia chapter 35



Chapter 35  Medan Perang

Sambil berbicara dengan Ed, Kaoru bertanya-tanya.
...Dia cukup cerdas.

Mengapa Ed tidak bisa berbicara dengan normal?

Apakah kuda ini emang dari awal sudah cerdas, hanya saja tidak bisa berbicara bahasa manusia?



Tidak, itu tidak mungkin.

Bahkan jika ED memiliki kecerdasan yang tinggi sebagai kuda, ia seharusnya hanya setara seorang bayi manusia.

Apakah kemampuan “Penerjemah” yang membuat kata-katanya mudah dipahami Kaoru?

Atau Skill itu meningkatkan kemampuan kuda untuk bisa berkomunikasi dengan Kaoru. Untuk memenuhi kondisi 「Kemampuan membaca, menulis, dan berkomunikasi dalam semua bahasa di dunia ini」

Tidak mungkin …

Namun, kuda memiliki kecerdasan yang lebih rendah daripada anjing yang dikatakan sepintar anak berusia 3 tahun. Di Jepang, hampir semua penunggang kuda mengatakan bahwa semua kuda itu lemoti. Tetapi aku tidak bisa menjelaskan apa yang terjadi di sini.

Yah, mungkinkah ini apa yang biasa disebut bahasa kuda?

Tidak, bahkan hewan kecil seperti tupai itu pun bisa berdiri dan memberi tahu jalan saat aku baru datang ke dunia ini.

Tidak ada gunanya terus memikirkan itu. Jadi aku harus berhenti berpikir.

Sebenarnya bagus kalau aku bisa berbicara dengannya. Lebih baik daripada tidak.



*** ***



Roland kecewa pada dirinya sendiri melihat Kaoru yang terus melaju dengan nyaman.

Saat malam hari, mereka bisa pergi ke kota-kota dan desa-desa yang berada di dekat lokasi kemah untuk membeli air dan makanan meskipun itu tidak bisa benar-benar disebut berkemah.

Meskipun dia adalah keluarga kerajaan, Roland juga dilatih untuk bertahan hidup di alam liar.

Dia memiliki pengalaman berkemah.

Tapi faktanya bahwa tentara memiliki kereta yang membawa persediaan untuk membuat kemah, peralatan, makanan, air, dan cukup banyak selimut untuk membuat tempat tidur yang layak.

Dia belum pernah tidur di rumput seperti prajurit rendah dan tentara bayaran sebelumnya.



Jarak perbatasan Barat adalah sekitar 7-8 hari dengan kecepatan militer jika disesuaikan dengan kecepatan prajurit berkuda, kereta, dll.

Tetapi untuk kaoru yang menunggangi kuda perang dan tanpa bawaan,  dia hanya perlu waktu 3-4 hari.

Ketika Roland berpikir begitu, dia menyadari bahwa kecepatan invasi kekaisaran Barat terlalu lambat. Medan perang itu jauh di barat daripada yang dia kira. Sementara semua orang berpikir jaraknya sekitar 6 hari perjalanan dari Kerajaan.

*** ***



「Oh, sepertinya kita sudah sampai. Ayo pergi ke tempat yang terlihat seperti kamp itu」(Kaoru)

「Oke, nona muda」 (Ed)

Kaoru dan Ed menuju ke kamp utama pasukan Balmoa.

Itu dibangun di tempat tinggi dimana medan perang akan terlihat jelas.



Dan, tentu saja, dia segera dihentikan oleh tentara.

「Siapa kamu!」 (Tentara)

Kaoru dikelilingi oleh beberapa tentara tetapi dia dengan tenang menjawab.



「Oh, namaku Kaoru. Apakah pasukan Balmoa membutuhkan potion penyembuh? 」(Kaoru)

「「 「Hah ……!?」 」」 (Tentara)

Tidak ada tentara yang pernah melihatnya dari dekat. Beberapa orang yang bahkan tidak mengenal seorang gadis kecil dengan nama 「Kaoru」 tetapi hanya panggilan seperti「  Teman Dewi 」atau「 Malaikat 」

Para prajurit juga sepertinya pernah mendengar tentang potion penyembuh.

Itu tidak mahal namun agak langka, mereka belum pernah menggunakannya, tetapi mereka mendengar cerita tentang efek dari mereka yang menggunakannya.

Jika mereka memilikinya sekarang, berapa banyak pasukan Balmoa akan mendapatkan keuntungan di medan perang?

Tetapi mereka tidak tahu apakah gadis di depan mereka benar-benar Kaoru yang terkenal itu.

Dan ketika mereka bertanya-tanya tentang apa yang harus dilakukan ... Party Roland mendekat dengan tergesa-gesa.

「Namaku Roland, tolong panggilkan jendral!」 (Roland)

Seperti yang diharapkan, tidak ada tentara Kerajaan Balmoa yang tidak kenal dengan Roland.

Dengan tergesa-gesa dan memberi hormat, para prajurit membawa kami semua ke markas.

Ngomong-ngomong, bahkan jika sekarang sudah sore, 4 penjaga Kerajaan tidak beristirahat siang tadi dan tetap bergabung dengan party Roland karena mereka sudah dekat dengan kamp utama.

「Roland-sama! Mengapa Anda datang ke sini ...? 」(Jendral)

Jenderal Menes, yang bertanggung jawab atas pasukan pertahanan Balmoa, menyambut mereka dengan sangat terkejut.

「Maaf karena tiba-tiba berkunjung, ada beberapa situasi...

Jadi, bagaimana situasi saat ini? 」(Roland)

Menanggapi pertanyaan Roland, jendral menjawab dengan sopan.

「Tentang pasukan musuh, gelombang kedua sudah melintasi pegunungan, jumlahnya hampir 20.000 tentara.

Jumlah total pasukan mereka sekitar 40.000, jumlahnya hampir sama dengan pasukan kita.

Tetapi saat mereka menghadapi pasukan kami, mereka tiba-tiba berhenti dan bertahan, dan mereka hanya mengamati kami.

Setelah itu, ada beberapa pertempuran tetapi mereka juga dengan cepat mundur ke tempat yang aman.

Aki tahu kita harus menyelesaikan masalah ini dengan cepat dan kembali ke kerajaan untuk memberikan bantuan.

Tetapi jika kita maju, mereka akan mundur.

Dan saat kita mundur, mereka akan mengejar kita dari belakang.

Kami tahu kalau mereka hanya berusaha mengulur waktu sebanyak mungkin.

Namun, jika kita terburu-buru di sini, kita hanya akan mendapatkan kerugian di pihak kita.

Jika ini terus berlanjut, kami tidak bisa kembali untuk menyelamatkan ibukota 」(Jenderal Menes)

Jenderal itu tampak kesal. Tapi kemudian Roland membawa kabar baik.

「Oh soal itu, Tenang saja.

Semua 20.000 pasukan musuh yang melalui Negara Suci Rueda sudah diatasi dan tidak ada goresan pada tentara kami.

Saat ini, kami punya 15.000 tentara yang siaga melindungi ibukota.

Jangan khawatirkan apa pun dan fokus saja dengan musuh di depanmu」 (Roland)

「「 「「 OOOOOOHHHH !! 」」 」」 (Para anggota pasukan)

Di dalam markas utama itu,, semua orang bersemangat dan bersorak.

「Apakah itu benar?」 (Jenderal Menes)

「Apa gunanya berbohong di sini?」 (Roland)

「Oh! Dengan ini, Kami tidak perlu khawatir lagi, kami bisa mengatur strategi dengan bebas! 」

Jenderal Menes gemetar karena bahagia.

Kaoru yang tetap diam sampai sekarang mengajukan pertanyaannya.

「Nah, apa yang akan terjadi jika musuh-musuh di sini tahu bahwa pasukan mereka yang melewati negara Suci sudah menyerah?」

Setelah mendengar pertanyaan Kaoru, Jenderal Menes bertanya kepada Roland dengan wajah ragu.

「Roland-sama, siapa gadis itu?」 (Jenderal Menes)

Roland menjawab dengan senyum masam.

「Namanya Kaoru

Mungkin kalian lebih mengenalnya dengan panggilan “Teman dewi” 」...」 (Roland)

「Hah ...!?」 (Jenderal Menes)

Jenderal membuka matanya lebar karena takjub.

「Jadi, apa jawaban untuk pertanyaanku?  (Kaoru)

Mendengar Kaoru bertanya lagi, sang jenderal menjawab dengan panik.

「Ya, jika mereka mengetahuinya.

Taktik mereka untuk mengulur waktu sudah tidak ada gunanya.

Mereka akan mundur atau mencoba mengalahkan pasukan kita dan pergi ke ibukota.

Tetapi kemungkinan mereka tidak akan mundur. 」(General Menes)

「Mengapa mereka tidak mundur?」

「Jika Kekaisaran mundur, mereka tidak akan memiliki apa pun yang tersisa.

Kekaisaran sudah terdesak, melihat mereka harus mempersiapkan militer dan menyerang negara lain.

Jadi jika mereka mundur setelah kehilangan banyak prajurit selama invasi ini, akan butuh bertahun-tahun bagi mereka untuk mempersiapkan invasi berikutnya.

Dan pada saat itu, negara-negara lain sudah memperkuat militer dan mewaspadai mereka.

Taktik yang mereka gunakan saat ini, serangan mendadak dari depan melalui gunung dan belakang melalui Negara Suci tidak dapat digunakan lagi.

Itu sebabnya mereka akan bertaruh segalanya untuk menghancurkan kita. Jika mereka bisa menghancurkan pasukan kita, itu normal bagi mereka untuk berpikir bahwa mereka bisa menguasai ibukota yang hanya dilindungi beberapa ribuan pasukan.

Tampaknya kekaisaran tidak tahu kalau pasukan bangsawan dari wilayah timur sudah tiba di ibukota.

Dan tampaknya mereka percaya bahwa pasukan kerajaan tidak akan tiba tepat waktu untuk mempertahankan ibukota kita.

Kaisar sepertinya terlalu meremehkan kekuatan militer kita.(Jenderal Menes)

Jika mereka menerapkan taktik Keroyokan, pihak penyerang membutuhkan 30.000 pasukan untuk mengalahkan10.000 pasukan pertahanan musuh.

Jika mereka menganggap pasukan di ibukota kurang dari 10.000 maka mereka akan membutuhkan lebih dari 30.000 pasukan.

Apakah mereka benar-benar berpikir 40.000 pasukan kerajaan bisa menang melawan 40.000 tentara Balmoa dengan kurang dari 10.000 korban.

Dalam pertempuran biasanya,
ketika 30% pasukan dikalahkan, itu akan disebut 『pemusnahan』
ketika 50% pasukan dimusnahkan, itu akan disebut 『penghancuran』

Mungkin mereka berpikir mereka bisa menghancurkan 20.000 pasukan kita dan memiliki lebih dari 30.000 tentara tersisa.

Setelah itu, mereka dapat melaksanakan taktik pengepungan atau mengelilingi ibukota dan menunggu persediaan musuh habis. Pasukan mereka bisa mengumpulkan makanan dari kota-kota sekitarnya atau membawa perbekalan melalui Negara Suci.

Itu artinya jika mereka bisa mengepung Ibukota Balmoa, sama saja mereka sudah menang.

Jika Kekaisaran benar-benar percaya diri dalam penyempurnaan prajurit mereka sebagai negara militer. Mereka mungkin percaya bahwa mereka dapat menang bahkan jika bertarung dengan tentara musuh yang jumlahnya sama.

「Tapi akan butuh waktu sebelum tentara Kekaisaran tahu tentang kekalahan pasukan mereka yang menyerbu dari arah Negara Suci.

Karena beritanya harus dikirim ke Kekaisaran melalui Negara Suci lalu Kekaisaran akan mengirim pesan melintasi pegunungan ke pasukan mereka di sini.

Aku tidak tahu perlu berapa hari untuk itu? 」(General Menes)

Kaoru bertanya lagi ke jenderal

「Kalau begitu, mengapa kita tidak memberi tahu mereka dari sini?」 (Kaoru)

「Tidak, aku ingin tahu apakah mereka akan benar-benar percaya apa yang dikatakan musuh mereka」 (Jenderal Menes)

Jenderal tersenyum masam menjawab pertanyaan Kaoru.

Setelah berpikir sebentar, Kaoru tersenyum dan berkata.

「Baiklah, mari kita memasang umpan yang lezat!」 (Kaoru)

[Oh, dia memikirkan sesuatu yang licik lagi ...]

Roland merasa lelah saat dia melihat wajah puas Kaoru.



***Keesokan Harinya ***



Sebuah Pengumuman keras dibuat oleh Pasukan kerajaan Balmoa kepada musuh.

「Semuanya, dengarkan baik-baik! Yang Mulia kakak Sang Raja, Roland-sama telah tiba di kamp kami dari Ibukota kemarin!

Tentara musuh yang melewati Negara Suci telah dihancurkan, Yang Mulia juga membawa sejumlah Potion Penyembuh!

Kami tidak perlu takut cedera lagi dan semua prajurit yang sudah terluka akan disembuhkan! 」(Jendral)

Kalimat itu diteriakkan berkali-kali. Teriakan itu terdengar oleh tentara musuh dan disampaikan kepada atasan mereka.




Sebelumnya          Daftar Isi          Selanjutnya

Post a Comment