Novel Watashi, Nouryoku wa Heikinchi de tte Itta yo ne! Bahasa Indonesia chapter 1





Chapter  1     Reinkarnasi


"Dimana ini…?"
Gadis itu terbangun di sebuah ruangan yang tidak ia kenal.
Dikelilingi dinding putih, jendela yang tertutup tirai pink pucat, meja dan lemari antik, boneka binatang dari jahitan tangan ...
Tempat itu tidak diragukan lagi adalah kamar seorang gadis. Yang terbaring disana adalah Kurihara Misato, gadis berusia 18 tahun — tidak, itu salah. Dia adalah Adele von Ascham yang berusia 10 tahun.
Tunggu. Apa? Aku ... Kurihara Misato, gadis berusia 10 tahun, putri tertua dari keluarga Ascham ... T-tidak, tunggu! Itu salah. Apa yang terjadi? Sakit ... kepalaku sakit sekali ...
Gadis itu pingsan dan saat membuka matanya kembali, sakit kepala hebat itu sudah lenyap, dan dia mengingat semuanya.
"Ah ... Jadi itu yang terjadi."
Dia sudah meninggal 10 tahun yang lalu.


***

Kurihara Misato lahir dari keluarga biasa. Kedua orang tuanya adalah orang yang jujur ​​dan baik,  dia adalah anak sulung dari kedua putri mereka. Adiknya lebih muda 2 tahun, meski tak sempurna, tetapi dia menjalani hidupnya dengan ceria. Berbeda dengan misato yang memiliki bakat melebihi anak-anak lain seusianya.
Bakat itu sudah terlihat sejak ia lahir.
Dia sudah bisa bicara sejak bayi, berdiri dan berjalan lebih cepat dari anak seusianya.
Berbakat dalam Olahraga dan Shogi.
Di TK dan SD dia menunjukkan tanda-tanda kecerdasan yang tidak wajar. Beberapa tahun berlalu, semua orang memiliki harapan besar pada Misato. Terlalu Besar.
Kakek, nenek, dan kerabat lain terus memuji dirinya. "Gadis ini jenius," mereka juga mengatakan. "Dia akan jadi terkenal suatu hari nanti!"
Salah satu pihak keluarga Misato dulu terkenal di negaranya, sementara pihak lainnya adalah keturunan bangsawan. Namun sekarang, kedua keluarga orang tuanya sudah menjadi rakyat biasa yang menyombongkan kekayaan mereka. Pertikaian antara kedua belah pihak pun terjadi, masing-masing ingin menguasai kecerdasan Misato dan menjadikannya ahli waris. Kakek-nenek Misato yang bersaing mendapatkannya pun mengadu domba ia dengan sepupu bahkan adiknya sendiri tanpa memikirkan apa yang dirasakan Misato.
Perselisihan menyebar ke seluruh keluarga, satu-satunya penyelamat Misato adalah fakta kalau orang tuanya tidak peduli dengan itu semua dan membesarkan anak-anak mereka sepenuh hati. Adiknya cemburu karena mereka lebih menyayangi Misato, meski demikian ia tumbuh dengan baik dan hidup bahagia.
Sementara Misato diperlakukan begitu di rumahnya, bisa ditebak ia sangat menonjol di sekolah. Dirinya tidak pernah dibully, meski tak seorang pun bisa disebut teman dekat. Semuanya memperlakukan seolah dia itu istimewa.
Bisa dibilang "Kejeniusan" itu tak menjamin hidup yang bahagia.
Dalam kesendirian itu, bakat itu sama sekali tak bisa membantunya. Jika dia jenius, ide atau inovasinya akan lebih berharga daripada persahabatan maupun dukungan keluarga, dan hidupnya akan sedikit lebih mudah. Namun Misato bukanlah orang seperti itu.
Masato hanyalah gadis biasa yang cerdas dan gesit. Karena suka membaca, dia tahu tentang banyak hal. Namun lebih dari itu, ia hanyalah gadis biasa dengan IQ tinggi dan nilai ujian yang bagus.
Bagi Misato hidup dipenuhi harapan dan dianggap luar biasa itu  menyakitkan. Yang dia inginkan hanyalah bisa bergosip sepulang sekolah dan jatuh cinta pada seorang pria seperti teman sekelasnya.
Dia dikelilingi oleh banyak orang, tapi pada saat yang sama dia sendirian.

***

Saat masa SMA,  Misato yang tidak punya teman menghabiskan waktu luangnya bermain game, belajar, dan membaca. Berkat itu ia diterima di universitas paling bergengsi di Jepang seperti yang diharapkan semua orang.
Lalu tibalah hari kelulusan. Setelah menyampaikan pidato perpisahan tanpa kesalahan, Misato meninggalkan SMA. Ia berpikir untuk bisa hidup lebih bebas di universitas dan akhirnya bisa berteman, tapi saat memikirkan itu ...
Kebanyakan orang di jalanan adalah siswa yang sudah lulus karena murid lainnya belum dipulangkan.
Murid-murid ini — bukan, para mantan murid sedang menikmati kebebasan, ngobrol dan main sepanjang jalan. Di antara mereka ada seorang gadis yang ngobrol dengan temannya sambil mengayunkan tas. Seorang gadis kecil berumur 10 tahunan bersepeda di pinggir jalan itu. Tasnya mengenai si gadis kecil dan terjatuh dari sepedanya di tengah jalan.
Truck-san pun datang. Mungkin pengemudinya sedang meleng atau terkejut, apa pun alasannya dia tidak akan bisa mengerem tepat waktu.
Tanpa sadar tubuh Misato bergerak sendiri melesat ke jalan menuju gadis kecil itu.
Kenapa aku melakukan ini…? Pikirnya. Mereka yang lebih dekat seharusnya punya cukup waktu untuk menyelamatkan gadis itu. Kenapa tidak ada yang bergerak? Aku tidak akan berhasil tepat waktu ...
Tidak ada siapapun yang bergerak, mereka hanya berdiri menatap Misato.
"Gadis itu sangat berani!"
"Dia akan menyelamatkannya kan?"
Tepat ketika Misato menjangkau tubuh si gadis dan melemparkannya ke trotoar, terdengar decitan keras dari rem Truck-san yang menabrak tubuh Misato. Tubuhnya terlempar ke jalanan.

***

"Jadi, kamu sudah bangun, Nona Kurihara Misato."
Ketika sadar, Misato terbaring di lantai. Seorang pemuda 20 tahunan berdiri di sana menatap dirinya.
"B-bukannya aku ditabrak mobil ...?" Gumam Misato.
 Pria yang kelihatan gelisah itu pun membalas. "benar sekali, dan kamu pun mati. "
"Ap ..."
Apa kau bilang? Itu yang ingin dia katakan, tetapi jika dipikir lagi itu masuk akal. Tidak mungkin ia bisa selamat dari kecelakaan itu. lagipula saat disadari semua yang ada di ruangan itu berwarna putih. Lantai, langit-langit, bahkan jubah yang dikenakan pemuda itu. Apa yang sedang terjadi?
Sementara Misato duduk kebingungan, si pemuda menjelaskan situasinya dengan ramah.
“Tempat ini adalah apa yang dikenal sebagai 'Surga.' Dan sepertinya aku disebut 'Kami-sama.' Meskipun aku tidak yakin itu adalah penjelasan yang tepat. ... "

***

Menurut penjelasannya;
Dunia ini memiliki sistem Entropi.
Entropi didefinisikan sebagai termodinamika, mekanika statistik, teori informasi, dan di sisi lain sebagai teori acak.
Dalam sistem yang tertutup tanpa adanya gangguan eksternal, Entropi akan selalu cenderung meningkat.
Jika kita mengambil secangkir air panas dan secangkir air dingin lalu menempelkan keduanya, suhu keduanya akan jadi sama. Sebaliknya jika seseorang menempelkan dua cangkir air hangat,keduanya tidak akan berubah jadi  panas maupun dingin. Sebenarnya teori itu belumlah terbukti, tapi tetap saja itu asumsi yang masuk akal.
Sebagian besar fenomena alam dan unsur-unsur kehidupan tercipta karna adanya ketidakseimbangan materi dan energi. Jika semuanya tercampur merata maka akan menciptakan dunia tanpa variasi energi. Dengan kata lain menjadi dunia di mana tidak ada yang berubah, baik itu alam mimpi maupun alam kematian.
Segala sesuatu di dunia pasti akan mengalami kematian.
Bukan karna Iblis melainkan aturan dari Tuhan Sang Pencipta yang dikenal sebagai Hukum Fisika.
Namun ada satu hal yang menentang semua itu, yaitu kehidupan.
Dengan memisahkan apa yang telah tercampur, seseorang bisa menghasilkan item yang memiliki keteraturan seperti air dingin dan panas. Perbuatan ini akan mengurangi Entropi. Sebenarnya jika dilihat lebih luas itu bisa dikatakan sebaliknya. Energi harus dikonsumsi untuk memisahkan materi dan menciptakan hal baru, mengakibatkan terjadinya peningkatan Entropi.
Jadi tidak mengherankan jika saat aktivitas kehidupan berevolusi menjadi peradaban, akan terjadi berbagai permasalahan yang berujung pada kiamat. Pengetahuan yang berlebihan akan menjadi malapetaka.
Meskipun ada keindahan tersendiri dari semua itu yang membuatnya terlihat seolah-olah Hukum Dunia  memiliki kehendaknya sendiri.
Ketika sebuah peradaban mengalami situasi darurat, Hukum Dunia pun menginterupsi Hukum Fisika, memberikan hukuman yang disebut sebagai bencana. Hukum kebijaksanaan yang hanya memberikan petunjuk dan saran yang ditanamkan kedalam mimpi atau penerawangan seseorang. Tetapi selalu ada bayaran untuk itu, si penerima kebanyakan mokad setelahnya. Bahkan Hukum itu sendiri tidak tahu alasan untuk itu. Tidak peduli seberapa banyak dipelajari, tidak ada penjelasan yang masuk akal.
Yang tersisa hanyalah pertanyaan  apakah keseimbangan kehidupan ini akan hancur dalam sekejap? Atau mungkin  adakah sesuatu di dunia ini yang bisa menyelamatkan umat manusia?

***

"Hah?" Kepala Misato pusing. "Kamu bilang kalau penderitaan, kematianku, itu semua ulahmu ...?"
"Itu tidak benar."
"Lalu apa?!"
“Orang yang kucari adalah gadis kecil yang kau selamatkan, kau tidak terlibat dalam semua itu. Penderitaan itu sepenuhnya salahmu sendiri. ”
"Aku sendiri ...?" Misato jatuh berlutut dengan tangannya yang menggenggam lantai.
Jadi ini semua adalah takdirku.
"Sejujurnya, alasan aku memanggilmu ke tempat ini adalah untuk mengucapkan terima kasih."
"Hah…?"
“Meskipun bertindak cepat, gadis kecil itu seharusnya mati di sana. Aku terus mencari berbagai kecelakaan dan penyakit, tetapi entah bagaimana itu terjadi — Entah kenapa ada mobil yang sopirnya lengah saat melihat ponsel. Persepsiku tidak memberitahukan apapun! Aku masih tidak mengerti bagaimana itu bisa terjadi.
“Saat itu aku mencari sesuatu untuk melindungi si gadis, tetapi tidak ada yang cocok. Orang terdekat tidak bereaksi sedikit pun. kenapa? Seolah-olah kematian gadis itu sudah ditentukan sejak awal oleh takdir dunia ini.
"Saat hampir menyerah dan berpikir bahwa semua kesulitan yang kuhadapi untuk menyelamatkan gadis ini tidak membuahkan hasil ... kau pun muncul dari kajauhan. Aku yakin itu tidak akan berhasil tepat waktu. Ada orang lain yang jauh lebih dekat — kau seharusnya tidak punya alasan untuk melakukan itu. Kamu melakukan hal yang diluar akal sehat dan persepsiku.
“Kamu hanyalah manusia biasa, namun kau melesat menghadapi takdir itu, lolos dari persepsiku lalu menyelamatkan si gadis kecil dengan mengorbankan nyawamu.
"Tahukah kamu bahwa suatu hari, gadis kecil itu akan membentuk fondasi teori-teori yang memungkinkan manusia bepergian menjelajahi alam semesta ... "
Semuanya jadi jelas. Meskipun dirinya tidak pernah mencapai apa pun, Masato masih bisa membuat sebuah perbedaan. Hidupku, keberadaan ini masih memiliki makna. Mengetahui hidupnya tidaklah sia-sia, Misato merasakan sebuah kepuasan.
“Sebagai ungkapan terima kasih , aku akan memberimu kesempatan menjalani kehidupan kedua. Kamu akan dilahirkan kembali dengan ingatan yang utuh. "
"H-hah ?!" Misato terkejut. Ini seperti game yang biasa dimainkannya saat istirahat belajar. Meskipun jika ini hanya game, Misato berpikir akan ada kesempatan kedua baginya ...
“Agar kamu bisa hidup tanpa halangan di dunia yang masih terbelakang, aku akan memberikan beberapa skill yang kamu perlukan nantinya,  kemampuan apa yang kau inginkan? ”
Ini dia.
Misato langsung menjawab. "berikan aku Ability yang rata-rata!"
"Eehh?" Mendengar jawaban Misato, pemuda yang dikenal sebagai Kami-sama itu tercengang. "Sepertinya kamu tidak paham maksudku, dunia di mana kamu akan reinkarnasi jauh tertinggal dari dunia ini. Dunia pedang dan sihir  tanpa hokum yang dipenuhi bandit dan monster. Apa kau paham? Tanpa skill yang ditingkatkan, kemungkinanmu menjalani kehidupan yang damai itu ... "
Terlepas dari keprihatinan sang dewa, Misato menjawab.
"Aku tidak peduli. Reinkarnasi berarti aku akan hidup sebagai manusia kan? Saat terlahir kembali, aku ingin kemampuan dan penampilanku jadi rata-rata sesuai standar dunia itu.Aku ingin mencapai kebahagiaan dengan usahaku sendiri. Selama mempertahankan pengetahuan ini, kurasa itu sudah cukup menguntungkan. ”
Melihat keputusan Misato tidak dapat digoyahkan, Sang Dewa mengangguk. "Aku mengerti. Sekarang  mengenai dunia itu, kami telah ikut campur dalam skala besar untuk menguji dunia ini, yang menjadikannya dunia di mana sihir dapat digunakan. Kami telah menyebar sejumlah molekul nano yang berkembang biak otomatis hingga mencapai kepadatan tetap dan bereaksi terhadap kehendak makhluk hidup, menyebabkan berbagai fenomena terjadi. Perubahan kimia, perubahan fisik, dll ... Ya, kamu bisa menganggapnya sebagai 'sihir.'
“Sebenarnya, dunia ini sudah kiamat beberapa kali dan hanya sedikit korban selamat dengan skill yang melemah. Untuk menawarkan bantuan dan melakukan percobaan, kami memutuskan untuk ikut campur dalam skala yang lebih dari biasanya. Namun sihir yang muncul dari Molekul Nano ini berkembang biak jauh lebih dari yang kami perkirakan, menyebabkan terhentinya perkembangan peradaban.
“Karena alasan itulah dunia ini dinilai sebagai kegagalan besar lalu ditinggalkan tanpa pengawasan. Meskipun kami merasa bersalah, makhluk di dunia itu sudah puas dan terus menjalani kehidupan tanpa mempedulikannya. Kamu mungkin menganggap itu bukanlah tempat yang buruk walaupun teknologinya sangat rendah, keamanannya lemah, dan banyak bahaya dimana-mana. Kematian bisa terjadi dengan sangat cepat ... "
“Tunggu sebentar, ini yang dia sebut "bukan tempat yang buruk"?
Itulah yang pertama terlintas di pikiran Misato, tetapi kemudian dia merenungkan masalah ini lebih dalam dan mempertimbangkannya kembali. Mungkin bahaya yang disebutkan dewa bisa dihindari jika seseorang dilahirkan sebagai wanita yang tinggal dalam rumah dan menghindari perjalanan?
Karena tidak akan kembali ke wujud sebelumnya melainkan dilahirkan kembali sebagai bayi di dunia itu, Misato tidak perlu mendengar semua detail tentang kehidupan di dunia lain. Akan lebih baik untuk meluangkan waktu dan belajar seperti anak normal. Jadi dia tidak  mengajukan pertanyaan saat mendengarkan sekilas penjelasan dewa soal dasar-dasar dunia barunya dan bagaimana cara dia kesana. "Mari kita mulai proses reinkarnasinya. Pasangan yang akan menjadi ayah dan ibumu  ditakdirkan untuk tidak bisa punya anak, jadi tidak perlu takut tertukar dengan jiwa anak lain. Telur yang baru dibuahi telah disiapkan khusus untukmu. Aku akan berdoa untuk kebahagiaanmu disana. Bahkan jika itu aneh melihat 'dewa' sepertiku ini berdoa.
“Selain itu, aku sungguh berterima kasih dari lubuk hatiku. Berkatmu, aku dapat meyakini bahwa akan tiba saatnya ketika orang-orang dari duniamu bangkit dan mencapai tingkat keberadaan yang lebih tinggi. Jalanilah kehidupan dengan baik disana ... "

***

Setelah itu pun Misato menjelma menjadi anak berusia 10 tahun bernama Adele von Ascham, satu-satunya anak keluarga bangsawan Ascham — atau setidaknya begitu.
Ada yang salah.
Ingatannya kembali saat berusia 10 tahun — bisa dimakhlumi. Meskipun agak terlambat, tetapi menerima ingatan anak 18 tahun akan jadi beban besar bagi seorang bayi. Sulit bertingkah seperti bayi jika dirinya bisa berbicara. Mungkin sudah diatur agar tidak bisa megingat kehidupan sebelumnya sampai dia sedikit dewasa.
Saat mencoba lagi, semua ingatan itu masuk ke dalam pikirannya.

***

2 tahun berlalu sejak saat itu.
Orang tua Adele dijadwalkan untuk menghadiri pesta di wilayah kerajaan tetangga, tetapi hari itu ayahnya tiba-tiba jatuh sakit dan digantikan oleh kakeknya, namun saat perjalanan pulang mereka diserang perampok yang mengakibatkan kakek dan ibu Adele terbunuh.
Di wilayah yang relatif aman dan tidak ada bandit selama beberapa tahun, namun entah bagaimana mereka muncul saat itu.
Sehari setelah pemakaman, sang Viscount membawa pulang seorang wanita bersama gadis seusia Adele. Sejak saat itu, ayahnya selalu menghadiri pesta bersama wanita itu dan memperkenalkan gadis yang bernama Prissy itu sebagai putri mereka. Adele pun dikucilkan.
Sebagian besar anggota staf kediaman diganti kecuali para koki.
Sebuah kisah yang familiar namun ironis karena dalam kehidupan sebelumnya hanya orang tua dan adiknya yang benar-benar ia cintai. Di dunia ini, ketiga orang yang memerankan itu adalah musuh terbesarnya. Orang tua dan saudara tiri barunya, kemungkinan besar dia adalah anak ayahnya yang lahir dari perselingkuhan ... Ketiganya telah menghabiskan dua tahun terakhir dengan menbully, menindas, dan menganggap Adele tidak ada .

***

Namun itu semua akan berakhir dalam 3 hari.
Membuang dirinya, Viscount dan istri barunya memutuskan untuk mengirim Adele pergi ke sekolah asrama di ibukota, dia dijadwalkan berangkat dalam 3 hari. Untuk Misato — atau lebih tepatnya, untuk Adele — itu sangat melegakan.
Tiga hari berlalu, tanpa sepatah katapun dari keluarganya, Adele naik kereta menuju ibukota.
 Viscount bahkan tidak menyiapkan sebuah kereta khusus. Karena itu, Adele hanya membawa sedikit barang yaitu beberapa pakaian ganti, peralatan mandi, dan barang pribadi lainnya.
Dia melakukan perjalanan ke akademi Eckland, sekolah yang diperuntukkan bagi anak-anak dari bangsawan kelas bawah dan pedagang kelas menengah meskipun kadang ada orang biasa yang sangat berbakat dan mendapatkan beasiswa. Ada akademi lain di ibukota, tetapi sekolah itu hanya diperuntukkan bagi elit seperti bangsawan, pejabat, anak pedagang kaya, dll.
Tentu saja adik tiri — atau adik kandungnya akan menghadiri akademi elit itu. Prissy akan tiba di sana minggu depan menaiki kereta Viscount yang megah dan ditemani oleh orang tuanya. Adele tahu Prissy akan sering pulang meskipun ia sekolah disana.
Karena tak ada yang bisa dilakukannya, Adele menikmati kereta sambil memikirkan situasinya, semangat keluarga itu untuk menyapunya ke bawah karpet. Tampaknya sekarang dia bukanlah apa-apa selain pengganggu, pengingat akan ibunya, takkan ada tempat dalam kehidupan baru ayahnya.
Itu masuk akal, jika adele ada disana orang akan bilang kalau dia lahir di luar nikah. Tetapi dengan kepergiannya, mereka bisa menyebut Prissy sebagai anak kandung tanpa masalah. Dengan begitu Viscount bisa menjadikan Prissy sebagai pewaris tanpa skandal apapun.
Bagi mereka caranya sederhana. Mereka hanya perlu menyingkirkanku lalu menggantinya dengan Prissy. Bahkan saat mendaftar di akademi, mereka melarang penggunaan nama Ascham.
 Mungkin saja mereka akan memiliki seorang putra nanti dan menjadi pewaris. Yah bagaimanapun juga, Adele tidak akan ambil bagian di dalamnya.
Dia bisa saja mengalami hal yang lebih buruk, setidaknya ia tidak dibunuh. Mungkin suatu hari nanti dia akan dipanggil kembali saat hari hujan lalu sang ayah menikahkannya demi uang atau kekuasaan, atau mungkin mereka hanya berpikir kalau membunuhku akan menarik terlalu banyak perhatian.
Adele sudah punya rencana sendiri. Dia akan menghabiskan 3 tahun ke depan di akademi, belajar tentang dunia ini, lalu saat lulus dia akan menghilang di kegelapan malam. Sudah jelas dia tidak punya masa depan dalam keluarga Viscount, di mana hal terbaik yang mungkin terjadi adalah perkawinan politik atau perdagangan manusia berkedok perjodohan.
Jadi dia membuat keputusan untuk mengumpulkan pengetahuan dan uang lalu melarikan diri. Itulah tujuan utamanya selama 3 tahun ke depan, melepaskan diri dari genggaman ayahnya.
Kenapa? Adele bertanya pada dirinya sendiri. Kenaapa aku harus dilahirkan dalam keluarga bangsawan? Aku meminta Ability dan penampilan yang rata-rata, jadi Kenapa ... Kenapa semua ini terjadi?
Itulah pertanyaan yang terus Adele pikirkan selama 3 hari terakhir sejak ingatannya kembali. Dan akhirnya di kereta itu, jawaban datang kepadanya.
Keluarga Kerajaan, Duke, Marquis, Count, Viscount.
Budak, Petani, Ksatria, Baron, Viscount.
Diurutkan dari bawah maupun atas, Keluarganya persis berada di tengah.
Tetapi anehnya itu tidak memperhitungkan jumlah — faktanya ada lebih banyak petani daripada Duke.
Bukan hanya tidak rata-rata, bahkan itu bukanlah sebuah median. Median dihitung dengan mengambil titik tengah dari jumlah keseluruhan, bukan hanya bilangan utama.
Bahkan jika bukan median, seharusnya Mode adalah yang paling umum digunakan.
Meskipun menggunakan mean, median, ataupun mode Misato seharusnya hanya orang biasa! Tidak ada alasan dirinya ada di posisi ini.
Dia mulai bosan memikirkan semua itu, saat hari kedua perjalanannya, Adele menemukan cara lain untuk menyibukkan diri seperti memahat boneka dari kayu. Dalam kehidupan sebelumnya, dia cukup ahli dalam menjalani hobi itu.
Dia menggunakan pisau kecil yang biasa disimpan oleh putri bangsawan. Pisau yang bisa digunakan untuk mengakhiri hidupnya saat diserang perampok, musuh, dan saat menghadapi sebuah ancaman.
Konyol, pikirnya dalam hati sambil terus mengukir. Daripada bunuh diri, bukankah akan lebih baik menggunakan pisau untuk bela diri?
Anehnya lagi pisau itu memotong kayunya semudah memotong mentega. Apakah pisau ini kualitasnya bagus? Atau kayunya yang lunak?
Yang paling aneh, boneka yang dia ukir kualitasnya luar biasa. daripada mainan pedesaan itu lebih mirip seperti patung kuil.
Penumpang lain di kereta gelisah melihat gadis kecil yang memegang pisau itu, khawatir kalau dia akan memotong jarinya sendiri.

***

Malam kedua perjalanan ke ibukota.
Perjalanan dengan kereta bukanlah cara yang mewah untuk bepergian. Mereka yang naik satu kereta bersamaan bukanlah tipe yang mampu membayar uang hanya untuk tempat tidur, jadi Adele dan yang lainnya beristirahat di padang rumput di sisi jalan.
Para penumpang pria yang sopan itu meminta para wanita tidur di dalam kereta, sementara mereka sendiri tidur di rumput. Mereka meminta Adele tidur di dalam kereta, tetapi setelah menjalani hari dengan terjepit seperti sarden kaleng dia turun bergabung dengan mereka di padang rumput. Dia tahu kalau ada wanita yang tidurnya bandel atau mendengkur, tempat sempit seperti itu akan mengerikan.
Saat berbaring di padang rumput, Adele tiba-tiba teringat sesuatu yang dikatakan ayahnya soal ujian.
Rakyat jelata yang mendaftar di akademi harus lulus ujian masuk. Para bangsawan tidak diharuskan melakukan ini, namun Adele tidak boleh memakai nama keluarganya dan harus ikut ujian sebagai orang biasa. Untuk menghemat uang atau menghindari gangguan saat perjalanan ke ibukota, ayahnya telah membuat rencana lain. Dia menulis surat kepada pejabat ibukota untuk menjamin posisinya dengan ketentuan :
“Fakta bahwa dia adalah seorang bangsawan serta nama keluarganya harus dirahasiakan. Dia harus diperlakukan sama dengan anak-anak rakyat jelata. ”
Rencana ayahnya adalah memastikan Adele tidak bisa menggunakan alasan ‘ tidak lulus ujian ’ untuk kembali ke rumah.
Para murid bangsawan juga mengikuti ujian untuk menilai kemampuan mereka. Jadi meskipun akademi tidak setuju memperlakukannya sebagai rakyat biasa, Adele tetap harus menjalani tes masuk di sekolah.
Adele khawatir jika dia mengikuti tes bersama bangsawan lain, teman-teman sekolahnya akan tahu statusnya. Namun para orang dewasa tampaknya tidak peduli.
Tidak ada gunanya memikirkan itu semua. Lalu Adele memutuskan untuk melatih sihirnya.
Sihir.
Kata itu sendiri sangat menarik.
Bagi Misato yang tidak punya teman, sihir adalah sesuatu yang hanya muncul dalam anime atau game yang akan dimainkannya saat istirahat belajar. Di dunianya sekarang berada sihir itu nyata dan ia bisa menggunakannya.

Sihir!

Hanya kata itu yang membuatnya berdebar!

Tapi tentu saja dia sudah tahu itu.
Di dunia ini banyak yang bisa menggunakan sihir seperti yang dilihatnya dalam anime dulu. Ada Pengadilan Sihir, Perkumpulan Sihir, dan penyihir yang bergabung dengan Guild Penyihir atau Guild Pemburu ...
Namun dia hanyalah seorang anak berusia sepuluh tahun.
Berdasarkan ingatan Adele sebelum mengingat kehidupan masa lalunya, kemampuan sihirnya itu rata-rata, atau setidaknya ia punya bakat “rata-rata” untuk seorang gadis berusia sepuluh tahun. Yang berarti bakatnya cukup mengecewakan.
Saat ini dia hanya bisa membuat percikan api untuk menyalakan api unggun dan menghasilkan air satu baskom saja.
Sebenarnya cukup berguna. Dia tidak perlu khawatir soal air saat bepergian dan bisa membawa barang lebih sedikit daripada orang lain. Mengeluhkan itu pada mereka yang tidak bisa menggunakan sihir adalah dosa.
Sebenarnya dia bisa dianggap sedikit di atas rata-rata dalam kemampuan sihir, tetapi Adele tidak akan mengeluhkan itu pada dewa.
Lagipula bisa menggunakan sedikit sihir itu adalah rata-rata antara "orang yang bisa " dan "orang yang tidak bisa " menggunakan sihir.

***

Sihir di dunia ini terbagi menjadi beberapa kategori seperti "Sihir Air" dan "Sihir Api,"Namun kategori penyihir itu sendiri tidaklah sama. Tidak ada yang memanggil para penyihir dengan "Penyihir Api" atau " Penyihir Air. "
Itu karena sihir tidak berasal dari "roh api" atau "roh air." Semua sihir tercipta melalui Molekul Nano. Tergantung apakah seseorang bisa memusatkan keinginannya dalam membentuk Molekul Nano dan menciptakan fenomena sihir.
Bakat ini bergantung pada berbagai faktor, apakah kehendak itu bisa terkonsentrasi dalam denyut nadinya, apakah denyut nadi itu dapat diterima dan diinterpretasikan oleh Molekul nano atau tidak, apakah energi itu bisa mewujudkan keinginan menjadi kenyataan, dan  gambaran dari apa yang diharapkan harus jelas dalam imajinasinya. Faktor lainnya adalah sesuatu yang akan diklasifikasikan sebagai "gangguan terlarang".
Akibatnya mustahil untuk mengkategorikan para penyihir yang memiliki kelebihan dan kelemahan masing-masing. Masalah terbesarnya ada pada bagian "Gambaran" perwujudan sihir. Orang yang tinggal di padang pasir akan kesulitan untuk memvisualisasikan gambaran air atau danau.
Secara umum, ada penyihir yang ahli dalam setiap jenis sihir maupun Penyihir yang kemampuannya lemah. Yah, bakat juga menentukan hasilnya.
Karena cara menggunakan sihirnya hanya ada dalam ingatan Adele, Misato — Adele yang sekarang — tidak pernah menggunakan sihir sekali pun sejak ingatan kehidupan masa lalunya kembali. Untuk menghindari kecelakaan, dia dilarang menggunakan sihir di rumah. Jadi ia berpikir untuk berlatih setidaknya sekali sebelum sampai ibukota.
Adele mencoba membuat  air. Dia tidak bisa membuat api saat malam karna akan menarik perhatian dan akan gawat jika terjadi kesalahan. Air bisa digunakan untuk mencuci, jadi cukup berguna. Rute perjalanan mereka jauh dari sungai dan air yang dibawa kereta hanya digunakan untuk minum bukan buat mandi.
Akan lebih baik jika memberikan air pada mereka, namun Adele atau Misato adalah seorang penyendiri jadi dia tidak akan melakukan itu.
Adele mengambil handuk dari tas yang dibawanya dari kereta dan masuk ke barisan pohon tinggi di bukit kecil tak jauh dari sana.
Itu adalah pertama kalinya dia menggunakan sihir sejak ingatan sebagai Misato kembali, jadi Adele mencoba membayangkan Molekul Nano yang didengarnya dari Dewa, mengingat kembali sensasi saat menggunakan sihir sebelum ingatannya kembali, lalu mengulurkan telapak tangan dan melafalkan mantra.
"Oh air…Berkumpul dan datanglah padaku! Aqua Ball Generation! ”
Jangan kecewakan aku, Molekul Nano!
... AHSHIAP.
"Hah? Aku bersumpah mendengar sesuatu ... ”
Splash!(SFX)
"Gaaaahh !!"
Air mengalir deras dari langit menghanyutkan Adele ke bawah bukit.

"Ugh! Ubb-glugg! Grk ugh blugg ... Aku tenggelam! "
Adele hanyut tertelan oleh arus, mencoba bertahan hidup saat air masuk ke paru-parunya.
Tak lama setelahnya dia ditemukan terbaring di bawah bukit oleh beberapa penumpang yang bergegas melihat apa yang terjadi.
Aku tidak mengerti. Darimana semua air itu ...?
Saat situasinya kembali tenang, Adele duduk merenungkan perbuatannya. Penumpang lain membantu mengganti baju dan merapikan pakaiannya; seorang wanita tua bahkan meminjamkannya pakaian longgar untuk dikenakan sampai pakaiannya kering.
Adele yakin mengucapkan mantranya dengan benar. Tapi jelas ada yang salah. Bukan masalah kan? Lagi pula dia bisa membuat banyak air dari mantra gagal itu. Atau jangan-jangan dia tidak sengaja menciptakan sihir baru yang lebih kuat?
Apa kemampuan sihirku meningkat? Apa kembalinya ingatanku juga berdampak pada sihirnya?
Sepertinya memang begitu, namun tidak mengubah fakta bahwa kemampuan sihir Adele seharusnya hanya "rata-rata." Hingga saat ini Adele jarang meninggalkan rumah walaupun dia telah mempelajari banyak hal dari buku. Dari apa yang dia ketahui, musahil anak sepuluh tahun memiliki kekuatan sihir yang bisa menghasilkan air sebanyak itu, bahkan jika itu kesalahan terminologi lainnya antara "median" dan "mode" ...
Ini buruk.
Besok dia akan tiba di ibukota dan menuju akademi. Tidak ada waktu lagi untuk latihan, dan kalaupun ada dia tidak boleh merepotkan penumpang lain lagi.
Untuk sekarang, dia hanya harus behati-hati sampai menemukan penyebab semua ini.





             Daftar Isi             Selanjutnya

3 Comments

  1. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  2. Terimakasih banyak min atas update adelenya dan semangat lanjutkan, sejauh ini TLnya sdh bagus

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih banyak kak atas penilaian dan dukungannya, tetap setia yah sama Pico-tan...

      Delete

Post a Comment