Novel Isekai Saikyou wa Yuusha? Maou? Ie, Yousei Desu!! Bahasa Indonesia chapter 3





Chapter 3   Menuju Petualangan baru


Malam pun berlalu dan hari pun berganti,  berkat kebanyakan minum madu olahan dari getah pohon dunia, kami semua pucat karna mabuk dan bergeletakan di sepanjang jalan.

Aa, aa, tes, nn, suaraku sudah kembali.




Setelah bernyanyi dengan sepenuh hati,  tenggorokanku sangat kering. Itu bisa menghilangkan stres yang menumpuk. Aku biasanya pergi ke bukit dan bernyanyi sekuat tenaga. Aku melakukannya karna tidak punya uang untuk pergi karaoke saat itu. Karena banyak tanaman liar di sekitar bukit, jadi tak ada masalah soal makanan. Tak ada masalah dengan itu.



Sekarang aku memikirkannya, untuk apa perayaan ini?

Itu upacara penamaan konyol」(Norn)

Ah benar! ... Oh, Norn-san, selamat pagi?

Ah, selamat pagi, Lihatlah bencana ini. Biasanya aku tidak banyak minum dan kalaupun melakukannya, aku selalu menunggu sampai semua orang mabuk, begitu pula Sang Ratu .」(Norn)



Aku melihat ke arah yang ditunjuk Norn-san yang terlihat agak pucat. Disana Ratu yang pucat seperti peri lain berdiri sambil memegang kepalanya. Sejak tadi ia sepertinya melakukan ritual yang mencurigakan. Ah, aku kebablasan kemarin. Ini adalah perayaan pertamaku sejak kehidupan sebelumnya.



Tampaknya tidak mungkin upacara penamaan dilanjutkan ...

Awawa ... Sebelah sini! Eh Arena?



Aku hanya membuat alasan, lalu Arena yang tidur di sampingku bangun dan memberikan selembar kertas. Tulisannya ... tidak bisa kubaca.



Arena, apa yang tertulis di sini ... Bisakah kau membacanya?

Nnnto ...Di sini tertulis… Aidle 』」(Arena)



Hou, kedengarannya bagus」(Norn)

Norn-san mengatakan demikian, aku tidak tahu artinya. Aku belum pernah melihat tulisan itu.



Apa artinya?(Aidle)

Artinya," Ia yang bernyanyi " , paham? Aku menyaksikan aksimu kemarin dan menulisnya secara tak sadar, apa yang kau lakukan saat itu memiliki dampak begitu kuat hingga diriku tidak bisa memikirkan hal lain saat itu 」(Arena)

Begitu, Arena menurutmu nama itu cocok untukku?(Aidle)

Unn!(Arena)



Jika Arena-san ku tersayang bilang itu bagus maka aku akan menerimanya.



Baiklah, kalau begitu aku memutuskan memilih nama itu.(Aidle)



Begitu. Setelah memilih nama, cobalah memeriksa statusmu, seharusnya namau sudah tercantum di bagian paling atas. (Arena)



Oke, oke, eto ... nn?



Seperti yang dibilang, tentunya namaku sudah muncul, namun tampaknya banyak status tambahan yang belum ku ketahui dan hanya bisa memiringkan kepalaku.



Aidle (0) Lv.1

Ras Unik : Dimension Fairy (Awaken)

HP 30/30

MP 200/200

ATK 3

DEF 3

M.ATK  10

M.DEF 10

INT  7000

SPD 20



Inherent SkillFairy Magic, Fairy’s Eyes, Space Magic, Manifestation Dependency



Skill : Singing (A +)



Berkat "Konser" yang kacau kemarin, Skill itu telah ditambahkan dan bukankah langsung ke rank A itu terlalu berlebihan? Tapi yang kukhawatirkan adalah sesuatu yang lain, apa yang menempel di sebelah Rasku ini? "(Awaken)" ya. Dengan fairy Eye, aku mencari tahu apa artinya.



Awaken: "Ras yang terbangkitkan". Semua stat akan ditingkatkan, dan kekuatan dari Inherent skill akan meningkat signifikan.



Mereka tidak bilang kalau Awaken bisa terjadi hanya dengan mendapatkan nama, kan? Haruskah aku menanyakan Norn-san soal itu? Atau Testania-san mungkin tahu tentang itu. Nama itu sangat penting, aku yakin itu.


Apakah kau baik-baik saja? (Testania)

Ya, Aku sedah mendapat nama.(Aidle)

Baguslah kalau gitu, Aidle, selamat bergabung dengan kami (Testania)

Salam hangat Aidle (Arena)

Un, selamat (Norn)



Kami menyegarkan diri di pemandian pohon dunia, lalu aku berbaring di tempat tidur.



Beberapa jam kemudian…



Apa yang kita lakukan saat waktu senggangku? Kau mengerti bukan? Jika tidak ada yang ingin kau lakukan. Aku akan menangis, tahu? apa kau mengerti? (Testania)

Itu merepotkan jadi tolong hentikan, Testania-san. Kau tahu, saat ini aku ingin menjadi cukup kuat untuk melindungi diri sendiri, tidak bisakah kau membantuku? (Aidle)

Alasanmu menyeretku ke belakang pohon dunia bukan hanya karna kamu mencoba menjadi nakal kan?(Testania)

Maaf soal itu ... aku berjanji tidak akan macam-macam(Aidle)



Aku menemui Testania-san memintanya ikut ke tempat di mana kami bisa sendirian. Dia masih sedikit mabuk dan sempoyongan, tapi sungguh maaf aku harus tetap mengajaknya.



Seperti yang kalian ketahui, sebelumnya diriku adalah manusia. Itulah sebabnya aku tertarik pada manusia di dunia ini dan tahu tidak akan bisa sembunyi dari mereka selamanya. Namun aku tidak tahu di mana mereka berada, juga diriku yang baru terlahir ini masih lemah. Dan aku memutuskan untuk minta dilatih.



Boleh saja, tapi kau ingin jadi seberapa kuat?(Testania)

Cukup kuat sampai mampu menjelajahi dunia sendirian tanpa kesulitan dan bertemu manusia setelah meninggalkan Kota fairy, itulah tujuanku.(Aidle)

Jadi kau ingin bertemu manusia ...(Testania)

Yah. Aku memang ingin hidup dengan tenang di tempat yang damai ini, tapi jiwa petualangku saat ini sedang membara, jadi aku tidak bisa menetap selamanya di satu tempat saja, maaf.



Monster di sekitar tidak begitu kuat, kebanyakan hanya goblin, serigala bertanduk, atau kawanan Coblin. Jadi apabila kamu ingin mempelajari dasar-dasarnya, kupikir takkan ada masalah di sini. Jika sesuatu yang kuat muncul maka aku akan membereskannya (Testania)

BTW, apa itu Coblin?(Aidle)

Coblin adalah fairy pedagang yang bertugas mengirimkan barang ke kawasan fairy dan datang ke kota sebulan sekali.(Testania)



Jadi para fairy juga bersosialisasi. Kukira mereka itu kumpulan penyendiri.



Apa bedanya mereka dengan goblin?(Aidle)

Goblin itu jelek, bau, dan kotor tidak seperti Coblin. Mereka memiliki nama yang mirip namun perbedaannya antara bumi dan langit. Secara, Coblin itu sangat imut dan lembut tanpa memandang usia ataupun jenis kelaminnya. Saat masih muda, aku biasa ngarungin para Coblin dan tidak akan melepaskannya sampai mantan ratu mengomeliku. (Testania)

Sebegitunya kah perbedaan mereka? Aku bisa membayangkan seperti apa goblin itu, tapi tidak bisa membayangkan mengenai Coblin. Aku menantikan saat bertemu dengan mereka.

Kalau gitu, mari kita bersiap untuk leveling, khususnya melatih " fairy Magic "(Testania)

Yosh! Gaskeun! (Aidle)

Akan kujelaskan, Fairy Magic adalah sihir yang hanya bisa kita gunakan oleh ras Fairy dan akan kekuatannya berbeda tergantung tipe Fairy itu, jika ia dilahirkan dengan elemen api, mereka  akan mampu menggunakan sihir api, dan apabila terlahir dengan elemen air maka sihirnya juga tipe air, dll. Mudah dipahami kan? (Testania)

Itu dikarenakan mereka adalah perwujudan dari elemen itu, benar?(Aidle)

Begitulah, Seperti dengan saya dan Norn, pada dasarnya Anda tidak akan bisa mengendalikannya jika INT Anda tidak cukup tinggi. INT juga mengubah kekuatan serangan Anda, anak-anak biasa hanya bisa menggunakan qmagic lemah mereka tidak benar-benar memiliki kekuatan sebanyak itu, sebaliknya, jika seseorang seperti saya menggunakan sihir ... Hora !! (Testania)



Saat Testania-san mengarahkan tangannya ke arah pohon berbentuk aneh, muncul sihir dari tangannya dan menembakkan air bertekanan tinggi  secepat pisau pemotong air yang dengan mudah membelah pohon itu.



Jadi, saat menggunakan [Fairy Magic] elemen air, aku menggabungkannya dengan elemen angin dan menghasilkan kekuatan ini. (Testania)

Uwee ... Ini pertama kalinya aku melihat sihir(Aidle)

Kamu menggunakannya kemarin, tahu ...(Testania)



Apa maksudnya itu soal Pakaian Idol, Light Stik, atau mikrofon? Semua benda itu terwujud begitu saja dan aku benar-benar tidak tahu bagaimana melakukannya.



Itu mengingatkanku, kenapa Norn-san dan Testania-san memiliki skill sihir yang sama?(Aidle)

Ah soal itu ... Etto, gimana bilangnya, kami hanya mempelajarinya secara kebetulan, Penting bagi manusia untuk mengucapkan mantra agar bisa menggunakan sihir. Mantra itu sudah tertanam dalam diri kami dan bisa menggunakannya dengan mudah. Fairy Magic sangat tergantung pada INT, tetapi sihir manusia bergantung pada M.ATK untuk menggunakannya. Jadi itulah perbedaannya. (Testania)



Kata Testania-san Fairy Magic itu lebih mudah dipelajari. Lagipula kamu bisa menggunakannya tanpa melantunkan mantra. Tidak ada batasannya selain dari MP.



Yah, kamu bisa coba-coba terlebih dahulu. Untuk sekarang coba bayangkan api kecil di telapak tanganmu (Testania)



Oke, mari kita coba. Pertama aku menutup mata  lalu membayangkan "Api" menyala di telapak tanganku.



Ya itu bagus, wujudkan perlahan, perlahan, tunggu ... berhenti! berhentiiiiiii !!! (Testania)

Eh? Apa? (Aidle)



Booooowooooshhh



Membuka mataku merespon teriakan panik Testania-san, terlihat api menyembur dari tanganku mengeluarkan panas yang kuat, bukan sekedar api kecil. Suara bara apinya mengerikan.



Ahhh ... Testania-san, bagaimana caranya menghentikan ini !?(Aidle)

Eto, eto ... ei !!!!(Testania)

Katakan padaku bagaimana cara menghentikannya ...…(Aidle)

Splashhh

... Maaf, aku kaget! (Testania)


Melihat ke arah gadis yang meniupkan angin mengeringkan tubuhku, aku menunduk dan meminta maaf. Lihat kemari Ratu, aku di sini. Kemudian aku meminta informasi mengenai ras Awaken dan dia yang mengetahui itu pun memaafkanku.



Itu adalah cerita yang pernah kudengar dari Ratu sebelumnya, bahwa pendiri bangsa Fairy adalah ras Awaken(Testania)

Lalu ?(Aidle)

Aku belum pernah melihat ada yang mengalaminya di desa ini, namun dari penjelasannya pati  itu yang menjadi penyebab semua ini, bukan hal mustahil untuk mengeluarkan kekuatan sebesar itu hanya dengan membayangkan api kecil. Dan bukan hanya itu saja. (Testania)



Untuk saat ini aku harus melatih pengendalian kekuatanku. Aku tidak mau secara tidak sengaja membumihanguskan hutan ini. Untuk saat ini aku harus mengutamakan latihan elemen air atau tanah daripada api.



Seperti yang diharapkan, kekuatannya benar-benar berbeda apabila INTnya tinggi. Oh ya, kamu mau melakukan perjalanan ke desa manusia, kan? (Testania)

Benar ... Aku ingin menyaksikan berbagai hal.(Aidle)

Kalau gitu kamu harus belajar skill Humanization(Testania)

Humanization?(Aidle)

Makhluk seperti Fairy dan lainnya yang memiliki kecerdasan tinggi mampu mewujudkan diri menjadi manusia dengan sihir ilusi. Di antara mereka, ras Fairylah yang paling dekat dengan manusia sehingga kami akan lebih mudah dalam mempelajari skill Humanization. Di masa lalu para fairy juga sering berhubungan dengan manusia.



Selain itu, Norn-san dan Testania-san, Tidak ada seorang pun di kota yang pernah keluar, bukan?(Aidle)

Kami tidak niat keluar dari desa. Saat ini kebanyakan manusia takut pada ras fairy, tapi di sisi lain kami tidak takut terhadap mereka karna kita pernah mengenal mereka sebelumnya. Apa kau ingin mengunjungi mereka saat dirimu telah menjadi lebih kuat? (Norn/ Arena)

Yah! Aku sangat menantikannya!! (Aidle)



Dan setelah itu, hari-hari latihan bersama Testania-san pun dimulai.



Aku juga ingin belajar ilmu pedang!(Aidle)

Apa yang terjadi dengan latihanmu bersama Ratu ??(Norn)



Aku menanyakan itu sambil menundukkan kepala, lalu Norn-san menatapku dengan ekspresi kagum.

Tempat itu tentunya di belakang Pohon Dunia lagi.

Lagipula ... sejak awal akutidak hanya ingin berlatih bersama Testania-san saja, itu karna aku diberitahu bahwa diriku bisa mempelajari banyak hal dengan sangat cepat, jadi aku juga ingin bisa melakukan pertarungan jarak dekat.



Tapi ilmu pedang itu hanyalah hobiku lho?(Norn)

Apa kau benar-benar meningkatkan skillmu sejauh itu hanya karna hobi belaka ?(Aidle)



Berpikir dia akan menjadi sekuat itu hanya karna keisengan, Tapi apakah melakukan sesuatu yang menarik bagi mereka adalah suatu kewajiban bagi para Fairy ... atau itu hanya perasaanku saja?



Terlebih, apa menurutmu itu akan berguna bagi fairy saat perjalanan ? Bukannya kamu malah akan dirugikan jika menyerang monster dengan tubuh kecilmu itu? Beda halnya dengan Fairy Magic yang memberikan banyak keuntungan. (Norn)

Soal itu, Testania-san mengajariku  skill " Humanization ", jadi aku mau pakai pedang saat berwujud manusia.(Aidle)

Oh aku vaham. Tapia pa kamu punya cara untuk mengecilkan atau membesarkan pedangnya? (Norn)

Aku bisa menyimpan banyak item menggunakan" Space Magic ", jadi takkan masalah dengan senjatanya(Aidle)



Juga takkan ada masalah soal konsumsi MP karna aku tidak membutuhkan itu saat menggunakan skill ini. Skill ini memiliki kapasitas penyimpanan lebih besar dari gudang sekalipun dan bahkan aku yang pemiliknya saja tidak tahu batasnya. Walau saat ini tidak ada apa-apa di dalamnya.



Norn-san menatapku dengan tegas, setuju untuk mengajari diriku ilmu pedang.



Kalau gitu ayo ke alun-alun, lebih baik kita melakukannya di sana.(Norn)

Memang kenapa?(Aidle)

Para Fairy biasanya berlatih saat santuy dan karna tidak ada yang mengajarinya, mereka biasa latihan sendiri dengan cara masing-masing.(Aidle)



Oh begitu ... Mungkin aku harus membuat beberapa game untuk mereka ... dan memainkannya bersama semua orang ... mungkin seperti papan permainan.



Begitu memasuki alun-alun, aku melihat sekeliling dan menemukan banyak orang yang sedang bertanding.



Ah, jadi ini alasannya(Aidle)



Aku menyimak situasi dan mempelajarinya. Fairy itu bisa terbang tidak seperti manusia, jadi mereka juga bisa bertarung di udara. Ada dua dari mereka yang melakukan akrobat di udara sambil mengadu pedang. Begitulah kelihatannya.



Norn-san pun menemui kedua orang itu.



Suiren, En Dol, bisakah kalian kemari sebentar?(Norn)

Oh! Norn-chan, tumben sekali!

Norn-ane. Tidak biasanya!
(TN: Ga tau yg mana dialog Suiren yang mana En Dol)


Yang satunya adalah gadis ceria dengan rambut berwarna biru laut. Satunya lagi anak lelaki yang tampak tenang berambut panjang kemerahan. Karna kami berbincang dengan normal satu sama lain, mereka semua jadi lebih bersemangat.



Oh, bukankah kamu anak yang kemarin! Siapa namamu?

Aku dipanggil Aidle, Senang bertemu denganmu?

Senang bertemu denganmu! Akulah Fairy penguasa elemen air, Suiren!  Dan dia Si penguasa elemen api, En Dol !! (Suiren)

Salam kenal, Aidle, aku sangat menikmati perayaan kemarin.(En Dol)



Mereka memperkenalkan diri dan berjabatan tangan denganku. Para Fairy sangat ramah, bahkan orang sepertiku saja merasa senang saat ngobrol dengan mereka.



Jadi, aku ingin kalian membantuku mengajari Aidle ilmu pedang, apa kalian keberatan?(Norn)

Tentu saja, kami malah senang punya lebih banyak waktu bermain!(Suiren)

Tidak masalah.(En Dol)

Aku mengerti apa yang direncanakan oleh Norn-san. Begitulah para Fairy.

Yosh, mari kita mulai latihannya! Mulailah dari gerakan dasar dulu! (Norn)

「「 Ouoo !! 」」(Aidle, Suiren, & En Dol)



Keh, hai, yo! ... Ko hai yu! ... Oueee ...



Eh, apa ini? Aku tidak bisa merasakan tanganku. Keringatnya tidak berhenti menetes dari tubuhku. Aku berjuang setengah mati hanya untuk bernafas dan tetap berdiri. Mungkinkah kekuatan fisikku ini terlalu lemah !?

Ah ... Aidle, sebelum belajar pedang ada hal yang harus kamu atasi. Dan itu adalah kekuatan fisikmu yang lemah bahkan jika dibandingkan dengan Ratu sekalipun. Meskipun anehnya kamu bisa bernyanyi sangat lama saat perayaan kemarin. (Norn)



Muncul ekspresi sedih di wajahnya, Norn-san sepertinya agak khawatir. Iya, itu bukan salahku. Aku melakukan latihan bersama para Pro dengan stat yang masih Nub. Tentu saja hasilnya akan terlihat jelas.


Bisa lanjut ...?(Norn)

Sepertinya tidak ...(Aidle)

Latihan pedang kemudian berganti menjadi olahraga.



Petangnya.



Baiklah, bisa kumulai pelajarannya?(Testania)

Siap! (Aidle)



Aku dan Testania-san berada di sebuah ruangan dalam pohon dunia yang terlihat seperti ruang kelas. Ada papan tulis dan kapurnya juga. Testania-san tersenyum manis sambil mengenakan kacamata. Tampaknya ia bersenang-senang.



Sangat aneh, manusia memiliki tulisan yang berbeda dengan Fairy meskipun bahasa yang mereka gunakan itu sama.(Aidle)

Ini adalah huruf yang diturunkan oleh leluhur kita. Sangat merepotkan apabila bangsa kita tidak bisa berkomunikasi saat keadaan darurat jika saat itu bahasanya berbeda dengan manusia, namun kami berhasil melakukannya. Kalau begitu mulai hari ini aku akan menjelaskan tentang bagaimana Ras Fairy tercipta dan dasar-dasar tulisan manusia. (Testania)

Woke!(Aidle)



Jadi jadwalku adalah pelajaran sihir dengan Testania-san di pagi hari, latihan fisik bersama Norn-san sore hari, serta dan Pelajaran bahasa dan ilmu pengetahuan di malam harinya.


Tentunya dengan istirahat di “Bantal Paha Arena”. Iya kan? Kan?!




Sebelumnya             Daftar Isi            Selanjutnya

Post a Comment