Novel Maou-sama, Retry Bahasa Indonesia chapter 19





Chapter 19   God Hand


Menyelesaikan perkenalan diri di dalam markas, kami memutuskan untuk memulai penyembuhan AKU.

Aku percaya akan kemampuan Yuu, tetapi ini adalah sesuatu yang kami takkan tahu sampai mencobanya.

Tidak ... jangan goyah.

Percayalah pada karakter yang kau buat.


"Nah, AKU-chan ... relaks." (Yuu)

"Y-Ya ..." (AKU)

Tangan kanan Yuu berubah bentuk,  jari-jarinya berubah menjadi alat seperti jarum suntik, tang medis, dan pinset.

Tangan Dewa

Skill spesialnya, God Hand.

Aku sudah terbiasa melihatnya dalam Game, tapi saat melihatnya pada daging itu, rasanya sangat aneh. Atau lebih tepatnya, menakutkan.

Skill ini 'Bisa menyingkirkan semua jenis penyakit dan menyembuhkan luka apapun', tidak ada penjelasan lain selain sebuah cheat.



"U-Uhm ... Ta-tanganmu ..." (AKU)

Seperti yang diharapkan, AKU juga takut melihat penampilan aneh itu.

Tapi mungkin itu membuktikan kemampuannya sebagai seorang dokter jenius, Yuu menunjukkan senyum lembut dan berbicara untuk menenangkan pasiennya.

Aku senang sudah menulis settingan itu pada dirinya.

"Tidak apa-apa, AKU-chan ... hanya seperti digigit semut, semut kecil." (Yuu)

"Woi, napasmu jadi kasar dan menakutkan!"

Ugh! Apa yang wanita ini katakan ?!

Memang AKU terlihat seperti Trap, tapi dia itu perempuan lho! Dia bukanlah shota yang kamu sukai!

“AKU-chan, saat perawatannya selesai, kamu ingin cosplay? Atau nongkrong dengan Onee-san. "(Yuu)

"A-Aku menolak tawaran itu ...!" (AKU atau Raja Iblis??)

“Yuu, berhentil main-main dan cepatlah.” (Raja Iblis)

"Maafkan aku." (Yuu)

Tidak ada yang tahu apa yang akan dia katakan jika aku meninggalkan mereka sendirian.

Tapi AKU adalah orang yang memberikannya tembakan panah asmara ... Kurasa AKUlah yang bersalah di sini.

"Baiklah, Ketua. Aku mulai. "(Yuu)

“Oke, aku mengandalkanmu.” (Raja Iblis)

Tangan kanan Yuu yang telah berubah menjadi banyak alat menyentuh kaki AKU.

Tangan kanan itu seolah-olah bergetar lalu cairan mulai mengisi jarum suntik, dan itu disuntikkan ke kaki AKU.

Yuu mampu menciptakan berbagai obat di dalam tubuhnya dan menyuntikkan itu ke tubuh seseorang. Tentu saja berlaku untuk racun juga.

"T-Tunggu ... Raja Iblis! Apa ini akan baik-baik saja ?! "(Luna)

"Jangan khawatir. Percayalah padaku dan bawahanku. "(Raja Iblis)

"Aku-aku belum bisa mempercayaimu ...!" (Luna)

Aku menanggapi ucapan Luna dengan sikap percaya diri, tetapi dalam hati diriku berdoa.

Mungkin itu semacam metode pengobatan; Jari-jari Yuu yang berubah satu per satu dan menyentuh kaki AKU. Setiap kali ia melakukannya, semakin terlihat kemerahan pada kaki AKU seolah-olah bagian yang sebelumnya tak dialiri darah lagi kembali hidup.

(Aku mengandalkanmu, Yuu ...) (Raja Iblis)

“Sekarang, dengan ini sudah selesai. Aku akan membersihkan lukanya yah! Lagipula ini adalah kaki seorang gadis. "(Yuu)

... Eh? Sudah selesai ?! (AKU)

Jari Yuu berubah menjadi sesuatu seperti kuas dan setiap kali dia menyentuh permukaan kulitnya, luka itu perlahan lenyap. Bahkan jika dipikir secara luar logika, itu adalah pemandangan yang menakjubkan.

Aku menenangkan batin yang gelisah ini dan bertindak seolah itu wajar.

"Fumu, sudah, yah." (Raja Iblis)

"Ya, Ketua. Tidak ada masalah. "(Yuu)

“AKU, cobalah berdiri? Meski sudah sembuh, kau harus berjalan sedikit untuk membiasakan dirimu. ”(Raja Iblis)

"Y-Ya!" (AKU)

AKU berdiri dan berjalan beberapa langkah.

Belum seimbang, tapi ia sudah tidak menyeret kakinya lagi.

“A-Aku bisa berjalan ...! Kakiku sudah ...! ”(AKU)

"Senang melihatnya. Nah, cobalah berjalan sebentar lagi. ”(Raja Iblis)

"U-Uhm ...! Yuu-sama, terima kasih banyak! Aku-aku tidak tahu harus berkata apa, uhm ... "(AKU)

"Tidak apa-apa, berterima kasihlah kepada Ketua." (Yuu)

Yuu mengatakan itu dan tertawa. Aku tidak melakukan apa-apa lho.

Bagaimanapun, kita harus membuatnya berjalan sebentar agar terbiasa. Aku tidak punya pengetahuan tentang rehabilitasi, tetapi setidaknya kubisa memegang tangan AKU dan berjalan bersamanya.

“Kami mau keluar sebentar. Tetaplah di dalam. "(Raja Iblis)

Aku memegang tangan AKU dan kami keluar dari Markas.

Terik matahari menyambut kami saat keluar. Di hari yang layak dirayakan seperti ini, langit yang cerah adalah yang terbaik.

“M-Maou-sama! Aku  benar-benar bisa jalan ... Ini sangat menakjubkan! ”(AKU)

"Sudah kubilang kan AKU, tak ada yang mustahil bagi Kekaisaran Agung." (Raja Iblis)

Tanpa mengatakan bagaimana tadinya diriku berdoa dalam hati, aku menjawabnya dengan sombong. Atau lebih tepatnya, lelah karna terus berakting. Aku harus melakukannya lagi dan lagi. Aku tidak boleh salah sikap dihadapan pelayan dekatku, tapi saat bersama dengan AKU saja aku bisa istirahat sejenak dari akting itu.

"Ini benar-benar seperti mimpi ... Untuk berpikir aku akan bisa berjalan normal lagi." (AKU)

“Ini bukanlah mimpi. Mulai sekarang kamu bisa berjalan seperti orang lain dan menjalani hidup dengan normal. ”(Raja Iblis)

"M-Maou-sama ... bisakah kamu mencubit pipiku?" (AKU)

"Lagi-lagi dengan reaksi klise itu—" (Raja Iblis)

Aku hampir menertawakan responnya, tapi bisa menahannya.

Karena ada ... air mata yang mengalir di wajahnya.



Melihat sosoknya itu, aku tidak bisa tetap tenang dan mengalihkan pandanganku. Ini tidak bagus. aku tidak pandai berurusan dengan suasana seperti ini ...

"Yah, kau tahu ... bukankah itu hebat?" (Raja Iblis)

Ada apa dengan ucapan itu ?!

Tidak bisakah aku mengatakan sesuatu yang sedikit lebih perhatian ?!

Meskipun biasa ngebacot sepanjang waktu, di saat-saat penting seperti ini mulutku bertindak dengan cara yang membuat diriku ingin mencubitnya.

"... Maou-sama, bolehkah aku berjalan sedikit lebih lama lagi?" (AKU)

Dia mengatakan itu dan menggenggam tanganku. Ini bukanlah pemandangan yang bisa disebut jalan-jalan, tapi untuk beberapa alasan aku tidak benci berjalan di Isekai ini.

Tanah yang kering dan pecah-pecah terlihat dimana-mana, dan terik matahari tanpa ampun menembakkan panasnya.

Tapi kenapa ... aku merasa hidup ini sekarang lebih berwarna dibandingkan saat di dunia asalku?

(Mungkin karna ia ada di sini.) (Raja Iblis)

Awalnya diriku merasa hampa saat datang ke dunia ini, tapi hanya dengan menyembuhkan kaki AKU saja membuat diriku merasa kedatanganku ke dunia ini menjadi berarti.

Jika menganggapnya sebagai alasan dibawa ke sini, aku mungkin bisa menerima keabnormalan realita ini.

"Aku tidak akan digendong Maou-sama lagi, yah ..." (AKU)

“Aku bisa menggendongmu kapanpun disaat kamu cape, tahu.” (Raja Iblis)

Aku merasa ekspresi AKU sudah cukup dewasa dan tanpa sadar menyalakan rokok lagi.

Mereka mengatakan bahwa para gadis tumbuh dewasa dengan cepat, mungkin memang begitulah adanya.
(TN: Saya sepenuhnya menentang pernyataan itu, Oi… Maou-sama!)

Sayangnya aku masih jomblo, jadi tidak memiliki banyak pengalama dalam hal itu. Sementara aku memikirkan itu, AKU menguatkan cengkeraman tangannya yang menggenggam erat tanganku.

"Maou-sama, tolong tetaplah bersamaku selamanya yah?" (AKU)

"... Katakan hal semacam itu ke pria yang kamu cintai di masa depan nanti." (Raja Iblis)

Selamanya.

Itu berarti sampai maut memisahkan.

Membuang segalanya tentang dunia asalku.

Aku mencoba untuk menyelidiki tentang Seraph saat ini, jadi aku tidak bisa melakukan sesuatu yang tidak bertanggung jawab seperti berjanji padanya.

"Aku sudah memilikinya ..." (AKU)

"Hei, kau ..." (Raja Iblis)

Apa yang diucapkan anak 13 tahun ini ...

Sekarang aku berpikir kembali, saat SMP ada saat dimana diriku jatuh cinta pada seorang guru. Apakah semacam itu?

"Nah, ayo kita kembali." (Raja Iblis)

Pada akhirnya, ia tidak melepaskan tanganku sampai kami kembali ke markas.


■■ □□ ■■ □□


"Ketua, kamu sangat perhatian pada gadis itu." (Yuu)

Secara tidak sadar aku mengatakan itu padanya.

Sejak dulu, Ketua hanya menunjukkan perhatiannya pada mereka yang telah memenuhi persyaratan tertentu sampai-sampai dia seperti orang yang sama sekali berbeda.

Hanya pada 'Pemenang Game'.

Bagi para pejuang yang telah melewati banyak kesengsaraan dan keputus-asaan, ia akan memberikan kekayaan dan ketenaran yang berlimpah dan menjanjikan mereka masa depan yang cerah — itulah salah satu konsep dalam Game.

Dalam hal itu, aku juga menghormati para pemenang dengan wajar.

Tapi gadis itu bukanlah seorang  'Pemenang'.

(Apa dia memiliki semacam kekuatan spesial?) (Yuu)

Ketua punya kemampuan luar biasa dalam menemukan bakat. Kedelapan pelayan dekat yang melindungi Kastil tanpa Malam adalah mereka yang terpilih olehnya.

Di antaranya tidak sedikit yang usianya masih bisa disebut anak-anak.

(Aku ingin mengetahui ... tentang 'manusia' dunia ini.) (Yuu)

Kenyataannya, aku ingin menyelidiki gadis ini lebih jauh, tapi saya tidak mau menyakiti tamu yang dikenalkan Ketua.

Lagipula begitu rumah sakit dibuat ... Aku akan mendapat kesempatan sebanyak yang kuinginkan.

"Tidak kusangka kau bisa menyembuhkan luka itu ... Tidak hanya Raja Iblis, bahkan juga bawahannya, yah." (Luna)

Luna bergumam seolah kagum.

Di mataku, orang yang dapat menggunakan sesuatu seperti sihir adalah ia yang 'Mampu Berjalan'.

Ada pepatah yang mengatakan bahwa manusia mencari apa yang tidak mereka miliki. Apa ini perasaan yang mirip dengan itu?

“Namun, aku juga berterima kasih. Aku tidak bisa mengatakan ini padanya, jadi aku berterima kasih kepadamu. "(Luna)

Kata-kata itu membuat senyum muncul di wajahku.

Kepolosan gadis ini, bagian dari dirinya yang tak kenal rasa takut sedikit mirip dengan Akane.

"Aku mengerti. Tidak heran jika kamu tidak mau menggangu ketua . "(Yuu)

“H-HUH ?! I-Itu malah mengganggu bagiku! Sejak aku merasakan sakit luar biasa di pantatku ini! "(Luna)

Lihatkan? Bahkan bagian tsunderenya juga sama.

Bagaimanapun, gadis ini memiliki wajah yang cukup imut. Bukankah dia juga bisa mengenakan pakaian anak laki-laki?

Aku penasaran bagaimana penampilannya dengan rambut dan celana pendek?

"K-Kami kembali!"

"AKU, bagaimana kakimu? Apakah Raja Iblis sesat ini melakukan sesuatu padamu? "(Luna)

"Kau benar-benar tetap menjaga karaktermu ... Dalam artian tertentu, itu membuatku terkesan." (Raja Iblis)

Ketua mendekat sambil mengatakan itu.

Kemudian dia meletakkan tangannya di bahuku dan menepuknya.

“Yuu, tadi itu sangat luar biasa. Aku senang telah memanggilmu. ”(Raja Iblis)

(Uuuh!) (Yuu)

Kata-kata itu, tangannya, membuat hentakan di tubuhku. Selain itu, itu adalah jenis hentakan yang mengalir dari kepala hingga ke ujung kaki seolah-olah menusukku. Sensasi mati rasa dan kegembiraan yang aneh.



Perasaan bahagia yang memuncak, jika aku membiarkan pertahananku turun, air mata pasti akan mengalir.

Tubuhku, hatiku, sel-selku, setiap helai rambutku; semua bagian tubuhku bergetar dalam kebahagiaan.

Kenapa ... Seolah-olah 'Sang Pencipta Segalanya yang Mahatahu' telah mengakui keberadaanku. Perasaan bahagia yang luar biasa itu menyelimuti diriku.

"T-Tidak ... aku senang bisa membantumu." (Yuu)

Napasku menjadi kasar.

Meskipun ini adalah tubuhku sendiri, aku tidak bisa mengendakikannya.

Aku sering dipuji oleh Ketua dulu, tapi tidak pernah merasa seperti ini sebelumnya. Namun ... kenapa sekarang?

"Tolong tetaplah membantuku mulai sekarang. Aku mengandalkanmu, lho? ”(Raja Iblis)

"Y-Ya ...!" (Yuu)

(Uuh ... aku tidak bisa bicara dengan benar ...) (Yuu)

Jantungku berdetak  menggila.

Aneh. Ini aneh!

Kenapa pujiannya… dan saat dia bilang mengandalkanku ... membuatku merasa sebahagia ini ...? Tak bisa dipercaya, air mata memenuhi korneaku, dan penglihatanku menjadi kabur.

Jika ini yang namanya kebahagiaan, perasaan bahagia yang kurasakan sampai sekarang ... hanyalah perasaan palsu yang sesaat.

(Sesuatu yang berbeda ... dia bukan ketua yang biasanya ...?) (Yuu)

"Nah, kaki AKU sudah sembuh, jadi mari kita rayakan dengan megah begitu sampai ke Ibukota Suci." (Raja Iblis)

"Setuju! Tapi kali ini kau yang traktir! ”(Luna)

"A-aku baik-baik saja dengan roti ..." (AKU)

"Ditolak. Luna, begitu kita tiba nanti, tunjukkan restoran terbaik di sana. ”(Raja Iblis)

"Aku baik-baik saja dengan itu, tapi ... kau benar-benar punya uang, kan ...?" (Luna)

Sambil mendengarkan percakapan mereka bertiga, aku mengesampingkan pikiran itu untuk saat ini.

Bahu yang disentuhnya masih terasa hangat sampai sekarang.

Aku tidak bisa berpikir dengan jernih saat ini.

(Selanjutnya adalah rumah sakit. Aku ingin tahu apa Ketua akan memujiku lagi nanti...) (Yuu)

□ □ □□

AKU telah memperoleh Skill Survival :  [Heroine]

Skill Survival: Heroine
Sebuah Skill langka dalam Game.
Peluang aktivasinya hanya 3% , tapi saat aktif Si pemilik skill memberikan efek yang memungkinkan Kunai membatalkan semua jenis serangan musuh.
Dalam game, itu bisa membatalkan semua Finishing Attack dan ada kasus di mana pemilik skill Heroine mampu membuat perubahan besar. Orang yang memiliki skill ini akan memandang Kunai seperti Dewa penyelamat, dan bagi musuh akan bagaikan berada di neraka jahanam.




Sebelumnya          Daftar Isi          Selanjutnya

Post a Comment