Novel Maou-sama, Retry! Bahasa Indonesia chapter 21




Chapter 21  Invasi Tanpa Ampun

(Sepertinya kita sudah dekat dengan kota ...) (Raja Iblis)

Aku memikirkan itu sembari melihat pemandangan sekitar.


Semakin dekat dengan Ibukota Suci, semakin sedikit tanah yang kering dan semakin banyak tanaman hijau terlihat dalam jarak pandangku.

Jalannya juga semakin lebar dan terkadang ada kereta yang lewat. Jumlah orang di jalanan meningkat, dan tersebar lumayan banyak desa di sepanjang jalan.

... Tapi hanya desa itu yang berbeda.

Sebuah pagar besar mengelilingi seluruh desa dan tak terlihat seorangpun, terasa aura yang tidak biasa muncul dari sana.

Apakah ini yang namanya desa berhantu?

Desa lumayan luas, sehingga membuatnya mencolok.

"Luna, ada apa dengan desa itu? Kelihatan suram. ”(Raja Iblis)

"...... Itu desaku." (Luna)

"Hah?" (Raja Iblis)

"Seperti yang kubilang! Ini adalah wilayahku! "(Luna)

Oi oi, bukankah Gadis Suci seharusnya orang yang berkedudukan tinggi di negara ini? Desa hantu sunyi ini adalah wilayahmu, kau bilang ...?

“Tapi kelihatannya cukup kacau. Apa semuanya baik-baik saja? "(Raja Iblis)

“Aku tidak tertarik dengan pengelolaan wilayah. Juga, gereja sudah mengirim seseorang dari pihak mereka untuk mengelolanya, jadi tidak ada yang bisa kulakukan. "(Luna)

Yah, kupikir Luna tidak bisa melakukan sesuatu seperti mengelola wilayah.

Dia hanya akan mengenakan pajak tinggi yang gila pada mereka dan akhirnya memicu pemberontakan. Aku bisa dengan mudah membayangkan dia diikat ke tiang lalu pantatnya dicambuk.

Dari apa yang kulihat ia memang memiliki sihir yang kuat, tapi kukira dia hanya seperti hiasan belaka.

Mereka memamerkannya dengan baik, namun menjauhkannya dari yang manis dan wilayah yang memiliki prospek bagus.
(TN: Sweet Interest artinya apa yah?)

Dia sendiri tampaknya tidak tertarik pada hal semacam itu, jadi bisa dibilang ia adalah boneka yang sempurna.

Berpikir harus membicarakan apa yang kupikirkan, aku mengirimkan [Whisper] ke Yuu.

<< Begitulah menurutku. Bagaimana pendapatmu? >> (Raja Iblis)

<< Kupikir juga begitu. Kemungkinan besar ia dimanfaatkan oleh para bangsawan dan petinggi gereja. Mungkin saja dia diberikan wilayah yang merugikan. >> (Yuu)

<< Fumu. Kalau gitu seharusnya tidak ada masalah apabila kita mengambil wilayah terlantar ini. >> (Raja Iblis)

<< Apa ketua mau menggunakan desa ini? >> (Yuu)

<< Wilayah itu milik si Gadis Suci, takkan banyak gangguan jadi seharusnya cukup nyaman. >> (Raja Iblis)

Aku memberikan alasan yang masuk akal, tapi alasan utamanya adalah lagi kere.

Sepertinya emas besar memiliki nilai cukup mahal, tapi aku tidak berpikir sampai bisa membeli tanah dengannya. Ibukota Suci tampaknya dijadikan kota pusat, jadi kemungkinan besar  harga barang disini lebih tinggi.

Aku bisa mengeluarkan Markas dalam sekejap dan apabila ini tidak berhasil, kami hanya perlu kerja di tempat lain.

"Luna, aku ingin kamu meminjamkanku sebagian wilayah desa ini." (Raja Iblis)

"Eh?" (Luna)

■■ □□ ■■ □□

Begitu memasuki desa, aku melihat orang-orang dengan penampilan yang menarik.

Orang yang memiliki telinga kelinci di kepalanya. Awalnya aku berpikir mereka hanya mengenakan kostum, tetapi Luna bilang kalau mereka adalah ras yang disebut 'Bunny'.

"Jadi mereka itu manusia kelinci ..." (Raja Iblis)

“Sepertinya mereka adalah ras yang disukai oleh Cherubim-sama di masa lalu. Sebab itu bahkan jika jumlahnya sedikit, mereka berkumpul dan tinggal di sini. "(Luna)

"Disukai, ya ... Sepertinya mereka terisolasi di sini?" (Raja Iblis)

"Pemerintah di Kerajaan Cahaya Suci ... membenci ras lain selain dari manusia." (Luna)

Tercampur sedikit ekspresi kesedihan di wajah Luna, namun ini bukan saatnya untuk membahas hal itu.

Kami akan membangun rumah sakit di desa Gadis suci ini, dan semakin banyak keramahan yang kami berikan, reputasinya juga akan menjadi lebih baik.

Kami akan menjalankan semuanya menggunakan nama Luna.

"Maou-sama, apa yang akan kita lakukan di sini?" (AKU)

AKU berjalan perlahan mendekatiku. begitu melihat tatapannya, muncul perasaan bahagia yang sulit dijelaskan di dalam diri ini.
(TN: Jiwa loliconnya mulai bangkit sodara-sodara :V)

AKU sudah bisa berjalan sendiri.

Aku merasa seperti Daddy-Long-Legs di sini.
<Sebuah novel yang menceritakan seorang gadis di panti asuhan dibantu oleh seorang dermawan tidak dikenal.>

“Aku hanya berpikir untuk menjadi dokter di sini.” (Raja Iblis)

“Ah, Yuu-sama, kan ?! Jika Yuu-sama menjadi dokter, kupikir semua orang dari penjuru negeri akan datang ke sini! "(AKU)

Orang berkumpul juga berarti mereka akan 'menghabiskan uang'. Haruskah aku melihat ke depan dan membuat penginapan onsen juga didekat rumah sakit?

Sebagian besar pasien di rumah sakit adalah orang tua, jadi kemungkinan besar mereka juga menyukai onsen.

Melihat tindakan AKU selama ini, air dan mandi itu tampaknya terbilang mewah.

"Ketua, bagaimana kalau di sini?" (Yuu)

“Agak sempit. Aku berpikir untuk membuat penginapan sumber air panas juga di sebelahnya. ”(Raja Iblis)

“Pemandian air panas, ya. Kedengarannya luar biasa. ”(Yuu)

Itu benar, kebanyakan wanita juga menyukai onsen.

Akan lebih baik jika membuka rumah sakit dan sumber air panas bersamaan. Jika membuat paket menginap di mana kami juga menjual sabun, bukankah seharusnya akan berjalan lancar?

Reputasiku dan Luna juga cukup baik,mereka akan datang dengan senang hati. Ini adalah rencana yang sempurna tanpa kerugian sepeserpun.

"L-Luna-sama ... senang rasanya anda berkunjung. Apa yang membawa anda kemari har -? !!! I-Orang itu, yang dari poster ...! ”




"Itu benar, ia Raja Iblis. Saat ini dia adalah pengawalku. "(Luna)

Luna membusungkan dadanya yang “Tidak ada” dan mengatakan itu dengan angkuh. Menjadi pengawalnya adalah suatu penistaan.

Sepertinya sosokku sudah terkenal sampai ke Ibukota Suci. Lebih tepatnya, 'Pria yang menyebut dirinya Raja Iblis' ...

(Entah bagaimana aku harus mengalihkan rumor itu ...) (Raja Iblis)

Dengan gosip seperti: 'Dia memiliki kekuatan seperti Raja Iblis, namun kenyataannya ia adalah orang yang baik hati', atau 'Dia adalah Raja Iblis, tapi baik hati'.

Dan pada akhirnya, aku akan dijuluki sebagai sultan pemilik Onsen dan Rumah Sakit.

(Kupikir itu agak terlalu berlebihan ...) (Raja Iblis)

Tapi kami punya item untuk membuat Rumah Sakit dan Onsennya.

Jika kita menimpa suatu fakta dengan fakta lainnya, suatu saat kesalahpahaman orang-orang akan sirna, dan aku akan menjadi Raja Iblis yang akan dihormati ribuan orang ... Tunggu, aku bukan Raja Iblis.

BTW, <<Hospital>> adalah markas yang bisa meningkatkan kecepatan pemulihan HP dengan hanya berada di sana saja, dan << Hot Spring Inn >> dapat meningkatkan kecepatan pemulihan vitality.
(TN : Hospital dan Hot Spring Inn disini sengaja ga diTL karna penyebutannya sebagai nama Skill/ Item)
Tanpa diragukan keduanya akan menjadi tempat yang tak tertandingi di dunia ini.

Aku akan bernegosiasi dengan orang kiriman gereja untuk mengamankan tempat ini. Jika memungkinkan, aku ingin mengusir orang-orang gereja dari sini. Mengesampingkan Luna, tidak terpikirkan gereja akan menjadi sekutuku.

Akan sangat merepotkan jika mereka memintaku memberikan sebagian keuntungan penjualan nanti.

“Apakah kamu orang yang dikirim dari gereja? Mulai sekarang, Luna dan aku akan mengelola desa ini. Kembalilah ke gereja dan beri tahu mereka pesanku ini. ”(Raja Iblis)

Diawali dengan berbicara seolah-olah dalam posisi yang lebih unggul ...

"Tapi ... aku harus mendiskusikan hal ini ... dengan atasan ..." (Utusan Gereja)

"Para atasan, ya. Itu tidak masuk akal. Penguasa wilayah ini, Luna mengatakan kalau dia sendiri yang akan mengambil kendali. Apa kau mau mengatakan bahwa dirimu dan para petinggi gereja mau mengeluh pada penguasa sebenarnya dari desa ini? "(Raja Iblis)

Dan begitulah, Hajar dia.

“T-Tidak! Bukan itu masalahnya ... Desa ini adalah milik Luna-sama ... " (Utusan Gereja)

“Fumu, jawaban yang bagus. Lalu, bertindaklah sesuai ucapanmu itu. ”(Raja Iblis)

Pria itu bergegas masuk ke sebuah rumah, naik kuda, dan pergi. Atau lebih tepatnya, dia kabur.

Sialan ... apakah wajahku seram itu ...?

Rintangan itu sekarang sudah lenyap. Dengan ini aku bisa melanjutkan keinginanku rencana.

Luna, yang menyaksikan negosiasinya dari awal sampai akhir, bergumam dengan ekspresi kagum.

"Pada saat-saat seperti ini, bacotanmu sungguh sangat berfaedah." (Luna)

"Jangan khawatir. Jika kamu menyerahkannya padaku, bisa dipastikan desa ini akan berkembang. ”(Raja Iblis)

"... Apa itu artinya uang jajanku juga bertambah?" (Luna)

"Tentu saja, aku berjanji." (Raja Iblis)

Aku akan menggunakan hasil penjualan wortel untuk menaikkan uang jajan Luna.

Jika aku melakukan ini tanpa adanya dukungan, akan banyak rintangan yang menghalangi, tapi mereka tidak bisa berbuat macam-macam selama adanya Gadis Suci di sini.

"Nah, aku ingin bicara dengan semua orang di desa ini ... Para Bunny, mengenai banyak hal." (Raja Iblis)

"Tidak apa-apa, tapi ... jangan melakukan yang aneh-aneh, oke?" (Luna)

Aku tidak membalas dan hanya memukul pantat Luna dengan pelan.

Suara indahnya bergema ke langit.

"Hoi! A-A-Apa yang kau lakukan ?! ”(Luna)

“Fumu, tidak ada maksud apa-apa. Hanya semacam penghargaan saja . ”(Raja Iblis)

"Dasar Om Pedo !!!! Selama ini kamu hanya ingin menyentuh pantatku, kan ?! Benar kan ?! Katakan saja! ”(Luna)

“Teruslah bermimpi — aduh! Jangan menarik rambutku, bodoh! "(Raja iblis)

—-

Desa tempat para Bunny miskin tinggal berdampingan, Rabi.

Dengan datangnya Raja Iblis ... desa ini akan mengalami perubahan nasib yang drastis.




Sebelumnya          Daftar Isi          Selanjutnya

Post a Comment