Novel Potion-danomi de Ikinobimasu! Bahasa Indonesia chapter 69




Chapter 69   Kembali seperti semula



Seperti yang diharapkan, Earl Oram tidak mencoba bertindak bodoh lagi. Rupanya ia sudah menyerah.
Mengetahui bahwa Earl diam-diam undur diri, para pengawal terlihat lega.
Ya, tadinya mereka merasa mual.
Aku bertanya-tanya apa mereka bisa mengatakan itu pada atasannya.



Sialan, naifnya diriku berpikir kamu hanya gadis biasa!
Ini benar-benar  seperti “ Check Mate"

Tidak ada gunanya melanjutkan ini dan menghancurkan namaku ... (Oram)



Earl tampaknya tahu kapan harus berhenti.
Jauh lebih penting dan lebih sulit untuk mengakhiri daripada memulainya.
Seseorang biasanya ga akan mau melepaskan sumber pendapatannya, percaya adanya kemungkinan bisa melawan balik, tidak mengakui kegagalan mereka sendiri, dan semakin memperparah situasinya.
Namun, Earl tampaknya bertindak tepat kali ini.



Aku akan menjual kembali toko itu.
Memiliki toko yang hanya menjual Bekal makan siang itu sangat merugikan.
Ini akan lebih menyakitkan lagi jika gosip jelek menyebar ...
Jika kamu bisa pindah ke sini dalam semalam, aku ingin tahu apa kau juga bisa kembali dalam semalam.
Aku tidak tahu berapa banyak orang yang terlibat, tapi ...
Aku tidak akan melakukan ini lagi, tolong kembalilah secepatnya, ...
Dengan itu kau bisa bebas dari tuduhan dan gosip buruk ... (Oram)

Oh, Menyerah sepenuhnya, mau minta maaf, kibarkan bendera putih?

Aku mengerti. ...
... dan anda akan menjualnya kembali dengan harga lebih tinggi,
takkan seperti itu kan?
Biasanya pada situasi ini anda harus mengeluarkan biaya lagi, jadi harus menjualnya dengan cukup murah, bukan begitu?
Anda sudah menimbulkan ketidaknyamanan untuk ketiga pihak karena permintaan egois yang mustahil itu.(Kaoru)

Ya ... tentu, ... tentu saja.
Tentu saja begitu ... (Oram)



Earl tampaknya sedikit kesal tetapi dia masih mencoba menjawab dengan kepala dingin.

Yah, aku tidak berpikir dia akan menuntut harga yang tinggi, tapi aku harus menekan sedikit demi pasangan tua pemilik sebelumnya dan si agen sewa yang terlihat begitu cemas.

Setelah itu pun Earl Oram kembali.

Untuk sementara aku meminta Emil kembali toko lama.
Meskipun Bell tetap di sana , dia seharusnya sangat khawatir.
Akan terlalu kejam untuk membiarkannya menunggu terlalu lama.

Kemudian aku meminta si agen sewa untuk datang kesini sore nanti.
Karena Earl bilang akan pergi ke agen sewa setelah ini, aku perlu membicarakan semuanya dan membuat kesepakatan.

Aku tidak bisa pindah seenaknya dan juga ingin tahu pembicaraan mereka.
Mustahil si Earl berbuat konyol lagi, tapi ada kemungkinan si agen sewa akan mencoba memanfaatkan "Sasaran empuk" itu.

Dalam hal ini si agen sewa juga merupakan korban yang telah direpotkan oleh Earl, yang paling beruntung hanyalah pasangan tua pemilik tempat itu.

Aku harus mengurusnya. Tidak juga.

Aku tidak perlu bersusah payah turun tangan.
Ya, dia sudah datang.

Aku telah menyebabkan banyak masalah untukmu ... (Agen Sewa)



Sebenarnya si agen sewa tidak terlalu masalah, lagipula tidak mungkin menolak permintaan dari bangsawan Earl saat itu.
Juga, harga yang ditawarkan Earl sangat menggiurkan.

Jika pasangan tua itu menyetujui dan memutuskan untuk menjualnya, si agen sewa yang hanya bertindak sebagai perantara tidaklah dirugikan.
Aku tahu. Aku tahu itu tapi ...


Jika tidak keberatan, bisakah kamu" ikut "sebentar ...? (Kaoru)



Ya, kupikir begitu.



Nah, si agen sewa harus tahu kalau aku tidak akan menngambil keuntungan dari Earl.
Namun apabila dia menolak Earl di sana, itu akan memberiku lebih banyak waktu untuk mempersiapkan rencana berikutnya.

Lagipula dia harus menyerah karna aku tak mau mengikuti kemauannya.

Bagaimanapun, terlepas dari semua itu,
Dia seharusnya menolak kondisi yang mustahil itu sejak awal
Terus terang dia menuai apa yang ia tabur .
Salah sendiri karna tidak menyadari  sedalam apa makna kontrak denganku itu.

Mungkin jika lebih teliti lagi, dia bisa menyadari bagian terakhir dari kontrak itu dan mungkin situasinya akan lebih baik.

Tapi semua telah terjadi.
Pada saat itu dia bisa saja menunjukkan sedikit sikap untuk melindungi pelanggan, seperti memberi tahuku terlebih dahulu atau memperlambat Earl.
Namun dia tidak berusaha mencegahnya, juga tidak memberiku waktu untuk memikirkan solusi.

Kunjungan Earl seharusnya dilakukan setelah memberikan peringatan kepada toko kami terlebih dahulu.
Seharusnya ada banyak cara baginya.
Bahkan saat tidak melakukan apa pun sama sekali, dia masih berpikir ia tidak bersalah.

Dan kemudian, di Tempai si agen sewa yang sedang kesal itu, aku memastikan apa yang telah dilakukan oleh Earl.


Jadi, apa yang dikatakan Earl? (Kaoru)



Atas pertanyaanku, si agen sewa menjawab lancar.

Ya, aku membeli kembali tempat itu.
Awalnya, kupikir harganya sama dengan saat dia membelinya.
Tapi dia mengatakan untuk menjualnya lebih murah dan memberiku ganti rugi atas masalah ini.
Namun, pasangan pemilik sebelumnya sudah bersiap untuk pergi ke kota tempat putra dan cucu mereka tinggal dengan uang yang mereka dapatkan.
Mereka tidak mau membelinya lagi ...
Meskipun harganya cukup bagus.
Jadi setelah memberitahukan itu pada Earl, aku memutuskan untuk membelinya.
Dengan kata lain, tempat itu sudah menjadi milik kami ... (Agen Sewa)

Oh, entah bagaimana dia terlihat sangat bahagia.



Jadi, berapa kau membelinya? (Kaoru)

Huh ……!? (Agen Sewa)


Agen sewa terkejut.
Apa mungkin dia tidak tahu?

Earl mengira Atelier Riette adalah “Bidak catur” yang bagus untuk mendapatkan koneksi dan seharusnya dia menghabiskan banyak uang untuk itu.
Yah, Earl seharusnya tidak membutuhkan uang lagi, ia berpakaian mewah dan memiliki pengawal sendiri.
Dia juga terlihat baik-baik saja saat meninggalkan toko kami, jadi mungkin dia takkan bermasalah dengan uang.

Dan dalam kasus ini dimana rencananya berakhir dengan kegagalan, ia lebih mengkhawatirkan tentang rumor yang akan menyebar dan menodai namanya daripada uang.

... Jadi dia pasti akan membayarnya dengan baik.
Dan yang paling penting, si agen sewa yang kemarin mengalami banyak masalah itu dalam suasana hati yang baik sekarang. Pasti dikarenakan dia mendapat banyak keuntungan.



... biaya sewanya, apa kau akan menurunkannya? (Kaoru)

Hah? (Agen Sewa)

Sewanya akan diturunkan, bukan? (Kaoru)

Yah, tidak, itu ... (Agen Sewa)

B-I-A-Y-A-S-E-W-A-N-Y-A !! KAU AKAN MENURUNKANNYA, KAN? (Kaoru)

………………, Ya (Agen Sewa)



Yosh, aku menang!



Lalu aku bilang hanya akan menyewa tempat yang dibeli itu, jadi kontrak sewa toko kedua dibatalkan hari ini dan biaya sewanya juga dibatalkan.
Tidak, dalam kontrak seharusnya gratis selama seminggu.

Setelah agen sewanya pulang kami segera menutup pintu dan tirai.
Setelah itu aku menyimpan semua barang bersamaan dengan raknya ke dalam Item Box.
Kursi, meja, dllnya Juga disimpan.
Sejak awal ini hanya tempat sementara, jadi aku tidak membawa banyak barang.
Tetap saja, kupikir mungkin akan butuh 3 hingga 4 hari tergantung keadaan, tapi untungnya selesai lebih cepat.

Terakhir memasang pemberitahuan di pintu.

Toko sementara ini telah ditutup.
Kami akan menjual obat di toko lama lagi (Kertas Pemberitahuan)


Meski hanya satu hari, tapi ada beberapa pelanggan datang ke toko lama dan diberitahu kalau kami pindah ke sini.
Walau mengatakan kalau hanya sementara, tapi aku masih harus memasang pemberitahuan.
Dan kemudian, dengan Emil, Francette, Roland sebagai pendamping, kami kembali ke kantor pusat.

Aku tidak akan pindah ke tempat ini, bukan, bekas toko kedua ini lagi.
Kecuali jika muncul bangsawan konyol lainnya.



Kita kembali ke rumah. (Kaoru)



Karena sudah jam tutup, tentu saja seharusnya toko lama juga sudah tutup.
Pintu dan jendela kayunya ditutup namun tidak dikunci.
Bell tidak bisa mengunci pintunya saat kami masih di luar.
Dan Bell yang seharusnya menunggu kami kembali di sana ..., tidak ada.


Oh, Kaoru-sa ~ ... -chan, kamu terlambat!
Tolong kemarilah dan bantu aku! (Bell)


 Begitu mendengar suaraku, Bell keluar dari belakang.
Entah bagaimana, tapi ia mengenakan celemek.
Dia pasti terburu-buru dan lupa dengan aturan Kaoru-chan karna terbiasa dengan Kaoru-sama】.


Ap ... apa yang membuatmu terburu-buru? (Kaoru)



Bell meneriakiku namun aku tidak tahu situasinya, jadi bertanya kembali.



Ini soal bekal makan siang!
Jika tidak menyiapkan bekal makan siang secepatnya, kami tidak akan bisa menjualnya tepat waktu besok pagi! (Bell)



Tidak, well, jelas kami menjual bekal makan siang hari ini,
Sup kaldunya harus direbus saat malam, aku sudah melakukan banyak hal tadi , tapi ...

Oh, aku sudah selesai berurusan dengan Earl.
Kami sudah mengembalikan toko kedua ke agen sewa dan aku akan menjual obat di sini lagi mulai besok.
Jadi, tidak apa-apa (Kaoru)



Aku mencoba untuk meyakinkan bel, tapi dia menggelengkan kepalanya.



Tidak, tidak boleh.
Orang-orang yang telat membeli bekal makan siang hari ini sudah memesan duluan untuk besok ...
Bahkan pelanggan yang kebagian bekal makan siang juga memesan untuk besok.
Kami butuh  tambahan 50 bekal makan siang atau lebih.
Setidaknya harus ada 80 bekal makan siang yang dibuat ... (Bell)

Eeeeeeehh ~! (Kaoru)



Kami menjual 30 Bekal makan siang hari ini.
Yang pagi ini saja sudah sulit. Dan sekarang, kita harus membuat 80 Bekal?



Jadi hari ini terjual ... (Kaoru)

Tentu saja terjual habis.
Dan itu tanpa dipromosikan.
Awalnya tidak ada yang membeli namun begitu tahu kami menjual bekal makan siang , semuanya terjual seperti kue panas.
(TN: Hot cake, harusnya kue kering tapi pada jaman ini belum ada yang namanya kue kering)

Sepertinya kita bahkan bisa menjual 100 bekal besok ... (Bell)

Ap ... apa? (Kaoru)



Toko makanan itu sulit dikelola.
Belanja, mempersiapkan, memasak, dan melayani.
Bagaimanapun itu pekerjaan sibuk yang butuh waktu lama dan dilakukan tiap hari.

Dan jika keliru memperkirakan penjualan, kau akan dipenuhi sejumlah sisa makanan.
... Nah, dalam kasusku ini dengan adanya Item Box, tidak ada kerugian apabila ada yang tersisa.
Lagi pula aku tidak punya niat membuka toko makanan!


Nah,kenapa kau memilih menjual bekal makan siang? (Roland)



Roland mendengarku lalu bertanya.



Obat-obatan, keramik, barang lain bisa dijadikan uang sehingga bangsawan mungkin tertarik padanya.
Jadi aku memilih sesuatu yang tidak diinginkan bangsawan namun bisa dijual dan membuat pelanggan senang.
Dan kesimpulannya hanyalah makanan ...
Kupikir itu hanya berlangsung beberapa hari saja.
Jadi bukan masalah jika hanya sekitar 30 bekal saja seharinya ...
Tapi kenapa Bell menerima pesanan untuk besok? (Kaoru)



Bell terlihat menyesal saat melihat "Tanda Marah” di jidatku.

Tadi pagi dia tidak mengira aku akan menyelesaikan masalah itu dalam sehari.

Jika pelanggan mau membeli, tentu saja Bell akan menjualnya dan menerima reservasi.
Dia pikir itu akan membuatku senang.
Tentunya lebih baik dijual daripada dibiarkan begitu saja.

Dalam beberapa alasan ini bukanlah soal keuntungan, tetapi bekal makan siang yang kubuat susah payah takkan terbuang sia-sia dan pelanggan pun senang.

Dan itu juga berlaku bagi Bell karena kami membuatnya bersama.


Maaf (Bell)



Bell meminta maaf padaku dengan patuh.



Jadi, lakukanlah yang terbaik ... (Francette)



Aku menangkap bahu Francette yang mau keluar.



Kau pikir aku akan membiarkan Anda melarikan diri? (Kaoru)



Yo, nona muda, kau harus membantuku.

Soal Laki-lakinya?
Tidak, tak banyak orang yang mau memakan makan siang buatan laki-laki.
(TN: Kecuali dia kawaii)

Selain itu sepertinya Emil dan Roland tidak berguna dalam membuat makan siang.


Baiklah, mari kita lakukan yang terbaik! Gitu kan? (Kaoru)



Dengan pepatah itu, aku menyeret Francette dan menuju ke dapur.

Oh, sebelum itu aku harus mengeluarkan rak obatnya dari Item Box.
Dan biarkan yang lain merapikannya ...




Sebelumnya          Daftar Isi         Selanjutnya

Post a Comment