Novel Isekai Saikyou wa Yuusha? Maou? Ie, Yousei Desu!! Bahasa Indonesia chapter 5






Chapter 5   Sembunyi, Cari, dan Bayangkan



「Sekali ~~ Lagi ~~?」

「「 「Semua ~~ Siap ~~ Mulai !!!」 」」




Dan sekarang dimulailah Turnamen besar Hide and Seek dengan lebih dari 150 fairy bersama dengan Testania-san sebagai pencarinya dan lebih dari 300 fairy termasuk Norn-san yang bersembunyi dari ONI. Kita bisa melakukannya dengan banyak peserta karna fairy itu punya tubuh kecil, sehingga mereka semua bisa bersembunyi di pohon dunia.



Kemudian peran di Hide and seek adalah mereka yang mencari『Goblin』 dan yang berusaha sembunyi atau kabur『Petualang』, sungguh menarik.



Kalian pasti berpikir kenapa kami melakukan ini? Jawabannya untuk melatih skill 『Concealment』.



「Bagaimana caranya mempelajari skill『 Concealment』?」(Aidle)

「Hmmm ... Bagaimana kalau kita mencari fairy yang memiliki skill itu?」(Norn)



Norn-san kemudian mencari peri yang bersembunyi menggunakan 『Fairy Eyes』 dan menyusun rencana, seperti sekelompok pemain petak umpet. Memahami situasinya, kedua orang sepakat bahwa bermain petak umpet adalah metode yang paling efektif untuk mempelajari skill itu.



Kemudian Norn-san berkonsultasi dengan Testania-san untuk mengadakan game skala besar. Testania-san dengan cepat memberikan persetujuannya.



Semua fairy juga menerima itu bergabung, dan begitulah event ini dimulai.



(Hanya sembunyi saja itu mudah, mungkin aku juga harus melakukannya sambil berlatih.)



Aku belajar trik bersembunyi dari fairy lainnya, yang terpenting adalah mengetahui cara menyembunyikan 「Kehadiran」mu. Namun bagaimana  menyembunyikannya? Seperti yang mereka ajarkan, aku harus merasakan sekitar lalu mencoba memadukan elemenku di dalamnya. Dikarenakan memadukan api dan air itu sulit, beberapa fairy kesulitan bersembunyi  dan mereka akan mudah ditemukan.



(Dalam kasusku, dikarenakan elemen dalam diriku adalah ruang itu sendiri. Jadi seharusnya lebih mudah untuk berbaur dengan ...…)



Sambil mencoba menyelaraskan diri dengan area sekitar seolah-olah menjadi ruang itu sendiri, aku mencoba beresonansi juga.



(.... ... oh?)



Saat ini, [aku mulai merasakan kehadiranku mulai menjadi redup meskipun baru saja memulai. Aku menyatukan diri ke dalam ruang ini dengan kecepatan konstan.



Di kejauhan, aku bisa mendengar Testania-san menemukan para fairy satu per satu. Arena juga cepat tertangkap. Testania-san sungguh pandai menemukan pengumpet.



「Sekarang tinggal Norn dan Aidle yang tersisa」(Testania)



Seperti yang dikatakan Testania-san. Apa kamu menyiapkan sesuatu di alun-alun? Disana ada sesuatu seperti Sangkar Besi besar. Disana juga ada fairy yang berperan sebagai ONI. Para fairy yang di dalam sangkar berteriak seperti「Tolong Aku!「 Kami punya makanan lezat 」「 Mati aku, berakhir sudah」 dan mereka semua tampaknya bersenang-senang.



「Fufufu, satu-satunya tempat yang belum kuperiksa adalah ruang tahta (Testania)



Testania-san berjalan menuju ruang tahta dan masuk ke dalamnya, lalu memeriksa semua sudut ruangan. Sekilas tidak ada tempat untuk bersembunyi di sana. Mungkinkah ada tempat persembunyian rahasia di sana?



「Sekarang, mari kita lihat ...」(Testania)



Testania-san sepertinya mendengarkan sesuatu, Hanya dalam hitungan beberapa menit, ia mulai bergerak dengan wajah puas. Tempat ia berhenti di depanku ini adalah singgasana yang selalu dia duduki. Kemudian dia perlahan-lahan mengulurkan tangannya ke singgasana di mana tidak ada siapapun yang duduk, dan ruang di tempat itu mulai berubah.

「Fufufu ... Norn, aku menangkapmu (Testania)

「Yare, yare ... Sepertinya aku tidak bisa mengalahkanmu」(Norn)



Oh, distorsi ruangnya menghilang, Norn-san yang sedang berpose meditasi zen mulai terlihat di kursi tahta!



「Kamu memang jago dalam menggunakan sihir untuk membelokkan cahaya, tapi sepertinya kamu tidak pandai menghapus kehadiranmu.」(Testania)

「Aku akan berusaha memperbaikinya mulai saat ini. Satu-satunya yang tersisa adalah Aidle kan? 」(Norn)

「Tampaknya begitu, sepertinya hanya ada Norn di sini, aku sudah mencari semua tempat , tapi sama sekali tidak bisa menemukannya.」(Testania)



Meskipun sangat sulit melarikan diri dari Testania-san,  tapi ia sudah mencari ke mana-mana dan batas waktu pun habis.



「Sungguh luar biasa gadis itu, aku tidak bisa menemukannya sama sekali.  Aidle, kamu menang, kamu bisa menunjukkan dirimu pada kami sekarang !! 」

「Hai !!」(Aidle)

「Hai, ehh !!?」(Testania/Norn)



Segera setelah dipanggil, aku nongol di depan Testania-san. Dia sangat terkejut dan membeku. Norn-san tidak sejauh Testania-san tapi juga sangat terkejut dan bahkan gemetaran.



「Luar biasa!! Aku sama sekali tidak merasakan kehadiranmu. 」(Testania)

「Mou, aku takkan heran lagi !!」(Norn)

「Maaf, maaf, tapi kau tahu, seperti yang kalian lihat. Karna bisa mengendalikan ruang, aku mampu membuat keberadaanku ini setipis mungkin, Itulah kenapa kupikir kalau Testania-san yang berada di samping Testania-san bukanlah ide yang buruk, kan? 」

「Serius? Aku tak menyadarinya sama sekali, jadi apa akhirnya kamu sudah menguasai skill 『Concealment』? 」(Testania)



Aku memeriksa status dan melihat kalau skillnya sudah ada. Testania-san juga mengeceknya dan terlihat frustrasi.



「Baiklah, game sudah berakhir. Semuanya mari kita makan-makan!? 」(Testania)


「「 「Yahhhooooooo !!!」 」」



Makan siang hari ini ternyata Es Krim dari madu yang diberikan oleh semuanya.



「Satu-satunya skill yang kamu butuhkan sekarang tinggal『 Adjustment 』」(Testania)



Sambil menjilati Es Krim, Testania-san memberi tahukan itu. Melihat semua orang yang juga menjilati Es Krim, bisa saja ada yang keliru yang menjilati es krim yang lain. Menciptakan keindahan pada level yang berbeda.
(TN: Mungkin memang itu maksudnya)



「Status itu hanya berpengaruh dalam pertarungan, jadi kamu bisa tenang karna takkan memengaruhi kehidupan sehari-harimu. Namun apabila kamu bertarung melawan seseorang untuk pertama kalinya tanpa belajar menahan diri, lawanmu bisa saja menjadi daging cincang. Meskipun aku sudah mengatakan ini sebelumnya, Latihan Pedang akan ditunda sampai kamu bisa menyesuaikan kekuatan , kalau tidak semuanya akan terpotong seperti slime. 」(Testania)

「Aku mengerti…」(Aidle)

「Siapa orang yang sebelumnya merusak pohon dunia karna  tidak bisa menahan kekuatannya? hmm...? 」(Testania)

「Itu aku, aku tahu itu, aku benar-benar minta maaf soal itu ... 」(Aidle)



Aku ingin tahu berapa banyak kekuatanku meningkat saat naik level. Begitu aku mencoba mengayunkan pedang di belakang pohon dunia, tebasan itu melesat seolah-olah bertindak sendiri. Serangan itu langsung mengenai pohon dunia, meninggalkan kawah kecil di pohon besar itu.



Testania-san juga, apabila ia melepaskan sihir maka semua akan berubah jadi malapetaka. Dia itu sangat kuat, serius.



「Oleh karna itu, kamu hanya boleh berlatih menggunakan ini」(Testania)


Sesuatu diserahkan padaku, sebuah cabang pohon.



「Ini hanya cabang pohon biasa yang jatuh ke tanah kan?」(Aidle)

「Ya, itu bukan dari pohon dunia, kenapa tidak coba mengayunkannya sebentar?」(Testania)

「baiklah! Ini dia, ah 」(Aidle)



Selain titik di mana aku memegangnya, semuanya hilang. Lalu bagian yang hilang itu kemudian jatuh dari tempat yang sangat tinggi. Sepertinya patahannya terbang ke tempat yang sangat tinggi dengan kecepatan luar biasa. Arena kemudian menangkapnya. dari tempat itu ia lalu terbang membawakannya padaku. Ah, dia bagaikan sinar mentari yang menyilaukan.



「Sementara waktu cobalah mengayunkan itu minimal seratus kali tanpa mematahkannya, kupikir dengan melakukan itu kamu mungkin bisa mempelajari skill『 Adjustment 』! 」(Testania)

「Akan sedikit lebih sulit tapi lakukan yang terbaik, Aidle!」(Arena)

「En!」(Aidle)



Baguslah, kurasa dengan begini aku takkan mudah lelah dan tidak akan merepotkan fairy lain. Di samping itu Arena juga ikut membantu, dia mengumpulkan banyak cabang dan membawanya ke alun-alun untukku berlatih.



「Arena, Berapa banyak itu?」(Aidle)

「999 kali ayunan !!」(Arena)

「Yay, satu lagi akan menjadikannya empat digit!」(Aidle)

「Yay!」(Arena)



Beberapa jam telah berlalu dan masih belum berhasil. Aku tidak begitu mengerti apanya yang salah, Ini adalah keadaan dimana aku tidak bisa menemukan penyebabnya. Bahkan disaat mencoba melemahkan kekuatan, hasilnya masih sama saja. Rasanya seperti bom yang akan meledak hanya dengan menusuknya dengan tusuk gigi saja.


「Mungkin aku ceroboh ketika mengayunkannya, tapi kupikir takkan semengerikan itu jika saat berlatih pedang ...」(Aidle)

「Akan terjadi … Booom!」(Arena)

「…Hah? 」(Aidle)

「Jika kamu salah mengeluarkan kekuatanmu, maka seperti yang dikatakan Arena」(Testania)

Itu yang dikatakan Testania-san yang menghampiri kami karna penasaran,



「Pengendalian pedangmu memang bagus, tapi kamu terlalu banyak menggunakan kekuatan.」(Testania)

「???」

「Bahkan jika INT mu sangat tinggi, kau takkan bisa mengendalikan itu dengan baik. Dengan kata lain, kamu hanya melihatnya sebagai status saja. Sebagai Fairy kamu hanya bisa memikirkan hal-hal sederhana saja bukan? Contohnya dalam menggunakan Fairy Magic, iya kan? 」(Testania)

「... Ah, sekarang aku mulai mengerti !!」(Aidle)
(TN: Dan saya malah bingung)


Aku ambil cabang lain lalu berkonsentrasi, fokuskan ke ayunan ... Jangan sampai patah.



「Sudah mengerti? 」(Testania)

「Un, Terima kasih Testania-san, mungkin sekarang aku bisa melakukannya ...」(Aidle)

Yang kubutuhkan adalah gambaran yang jelas. Fairy Magic  juga menggunakan imajinasi, namun dalam hal ini gambarannya harus jelas dan detail.

「Akhirnya aku mulai memahami cara kerja dunia ini! 」(Aidle)

「Sekarang kau sudah mengerti bahwa semuanya berpusat pada Fairy Magic!」(Testania)



Tidak peduli berapa banyak pengurangan status dilakukan, itu percuma. Jika pedang saja tidak cukup untuk menampungnya, maka kau bisa mengabaikan hukum alam dan fisika itu dengan memanfaatkan Fairy Magic. Itulah sebabnya bisa memegang pedang saja tidaklah cukup.



「Kamu setidaknya harus punya Skill pedang Rank S untuk menahan ayunan pedangmu tanpa Fairy Magic, jadi sampai saat itu kau harus menggabungkannya dengan Fairy Magic. Meski terkadang kamu bisa saja mengira kalau itu beneran Skill pedang sungguhan, tapi tidak seburuk itu. 」(Testania)

「Akhirnya aku menemukan cara mempelajari『 Adjustment 』, hanya tinggal menguasainya saja」(Aidle)

「Selamat !!」(Arena)

「Terima kasih, Arena! 」(Aidle)

「Rubby, Rubby ~

Arena mendekat lalu menggosok pipinya ke wajahku. Ah Arena, Arena memang terbaik.



「Jadi tujuanmu sudah tercapai, kapan kamu ingin memulai perjalanannya?」(Testania)

「Aku harus menyiapkan berbagai keperluan sebelum berangkat ...」(Aidle)

「Ah, coba kulihat ...… 」

「Aku akan berangkat  kira-kira seminggu lagi」(Aidle)

Dari samping Arena menarik lengan bajuku.



「Aidle, apakah kamu pergi ke suatu tempat?」(Arena)

「Eh?」

「Eh?」



Eh, mungkinkah selama ini dia membantuku tanpa mengetahui maksud dari apa yang telah kulakukan sejauh ini? Aku punya firasat buruk tentang ini.

「Kau tahu Arena, aku akan melakukan perjalanan seminggu dari sekarang!」(Aidle)

「Un, aku juga sering pergi keluar lho? seperti ke hutan atau padang rumput. 」(Arena)

「Tempat yang akan aku kunjungi ~~ itu sangatlah jauh…!」(Aidle)

「...?」



Dia hanya memiringkan lehernya, aku menarik testania-san dan meninggalkan Arena.

「Kamu lihat Arena kan, mungkinkah..?」(Aidle)

「Seperti yang kau tebak, karna gadis itu masihlah muda, ia tidak tahu seperti apa dunia ini, kuduga saat ini dunia yang dikenal Arena itu hanyalah kota Fairy beserta hutan dan padang rumput di sekitarnya saja.」(Testania)



Ah, un, aku paham. Sekarang kalau kupikir lagi, Arena itu baru berusia 3 tahun. Karna sudah tinggal bersamanya selama 3 tahun, aku bisa memahami bahwa pemahaman dan kepekaannya seperti seorang anak. Dan aku seperti orang tua.



Aku melihat ke belakang dan menghadap Arena. Kepalanya melihat ke sisi yang berlawanan dari lenganku. Ah ini membuatku frustrasi, kelucuannya membuatku frustrasi.



「Aidle?」(Arena)

「Kau tahu Arena, aku tidak akan bisa kembali untuk sementara waktu, aku akan melakukan perjalanan yang panjang.」(Aidle)

「…Berapa lama? 」(Arena)

「Aku masih belum tahu, mungkin sekitar beberapa tahun. 」(Aidle)



Perlahan raut wajah Arena mulai menurun. Wajah seorang anak yang baru menyadari sesuatu namun tidak tahu bagaimana menghadapinya. Tapi, aku harus tegas disini.



「… … … …Aku mengerti!」(Arena)



Tampaknya Arena telah memahami semua itu dan mengangguk. Aku merasa lega ... Jika dia menangis aku hampir berpikir untuk menjatuhkan diri melakukan dogeza sambil meminta maaf.



「Kalau begitu, Arena juga mau pergi !!」(Arena)

「… yah, apa? 」(Aidle)



Apakah begitu…. apa itu baik-baik saja ~?



「Itu, itu ide bagus.」(Testania)

「Tunggu sebentar Testania-san!」(Aidle)

「Dengarkan Aidle ini, Sebenarnya saat ini kami dalam keadaan darurat!」(Testania)



Dan kisah tentang kesulitan yang dialami Testania-san pun dimulai.





Sebelumnya             Daftar Isi            Selanjutnya

Post a Comment