Novel Maou-sama, Retry! Bahasa Indonesia chapter 23





Chapter 23    Negara Suci


—Istana Suci, Kerajaan Cahaya Suci


Negara Suci ini adalah negara yang dipimpin oleh ketiga Gadis Suci itu.


Di bawah mereka terdapat Gereja Suci dan Ordo Ksatria Suci, walaupun begitu mereka berbaris pada posisi yang sama, melawan musuh, dan mereka bekerja sama melindungi negaranya.

Di bawah Gereja ada para anak yatim piatu bahkan bangsawan besar, apabila memiliki bakat sihir maka siapa pun akan diterima, ibarat pintu mereka terbuka lebar bagi siapapun.

Para ksatria pun memiliki system yang sama. Mereka menerima siapa pun yang memiliki bakat bertarung.

Tentu saja dengan mengikuti ujian ketat yang wajib dilewati, namun dengan itu pun mereka tidak menutup pintu bagi siapapun.

Walau di berbagai Negara pun itu termasuk langka.

Tetapi akhir-akhir ini pergerakan para bangsawan jadi semakin luar biasa dan Ordo Kesatria Suci pun mulai melenceng. Ada yang terbujuk akan ketenaran, uang, harta, dan mereka pun menerima anak bangsawan itu sebagai ksatria.

Itu dikarenakan pemilihan Gadis Suci juga sangat menentang pendapat dari Ordo Ksatria Suci.

Di sisi lain, akan sulit untuk menyuap orang dari Gereja.

Tak hanya memiliki bakat sihir, sebagai pelayan para Malaikat-sama mereka harus dipertimbangkan dengan serius, sehingga semuanya memiliki kejujuran yang luar biasa.

Menyuap dan membuat mereka memihak itu mustahil bahkan untuk para bangsawan. Oleh karena itu mereka menargetkan Ordo Ksatria Suci, mendukung Gadis Suci yang paling menguntungkan, dan perlahan-lahan mempengaruhi wilayah suci.

Jadi saat ini ... mereka telah berhasil memilih apa yang dikatakan sebagai Gadis Suci ideal.

Luna Elegant memiliki bakat dalam sihir, namun tidak memiliki minat dalam politik atau keuangan; Killer Queen, dia sangat ideal dalam pertarungan, tapi tak memiliki minat dalam politik maupun keuangan.


Pemimpin negara yang tidak memiliki minat dalam politik ataupun keuangan itu sangatlah ideal.

Terus terang, mereka bisa melakukan apa pun yang diinginkan.

Dalam keadaan seperti itu ... Berbaris di meja bundar Negara Cahaya Suci yang mana ada dua bangsawan perwakilan negara dan Gadis Suci ketiga, sebuah pertemuan dilangsungkan.

"Yah, sepertinya Luna-sama menunjukkan kesadaran diri mengenai posisinya sebagai Gadis Suci ..."

Pria itu mengguncang tubuh gemuk dan melonggarkan ekspresi berminyaknya.

Nama pria ini adalah * Dona Dona *. <Sebuah lagu jepang yang mengisahkan seekor anak sapi yang dikurbankan.>
(TN: Becanda)

Dia adalah bangsawan tertinggi di Negara Cahaya Suci yang menyatukan banyak bangsawan. lemah terhadap uang dan wanita muda, seorang bangsawan klasik. Di sisi lain ia sangat pintar dalam berurusan dengan bangsawan, dan kemampuan kepemimpinannya adalah sesuatu yang tidak bisa diremehkan.

Selain itu ia juga memiliki banyak tambang di wilayahnya, menaikkan harga kristal sihir tiap tahunnya, dan bisa dibilang orang ini mengendalikan perekonomian.

"... Itu patut dirayakan."

Bertolak belakang dengan Dona, orang yang mengatakan ucapan singkat ini adalah si Martial Arts.
(TN: Itu namanya yah)

Dia memiliki tubuh kekar yang harusnya tak dimiliki seorang bangsawan, juga ia mengenakan armor besi. Seorang Ahli pertempuran akan jadi cara cepat untuk menggambarkannya. Umurnya melampaui enam puluhan, Namun ia memiliki rambut Grey diikat ke belakang dengan matanya yang tajam.

Dia juga pemimpin lain yang menyatukan para bangsawan militer.

"Tapi ini agak mengkhawatirkan ... Aku penasaran apa mungkin dia sudah dibodohi oleh pria yang menyebut dirinya Raja Iblis itu."


Yang duduk di kursi kehormatan meja bundar adalah Gadis Suci tertua dengan rambut pink terurai.


White Angel.


Rambut, mata, bibir, semua berwarna pink, bahkan aura yang menyelimuti tubuhnya terasa begitu suci. Termasuk salah satu keindahan yang sulit dipercayai dari dunia ini.





Dona Dona yang menatapnya menelan ludah.

Jelas sekali dia memikirkan sesuatu yang menjijikkan. Mugkin ia berusaha menjadikan Gadis Suci ini miliknya.

"Jangan khawatir. Jika orang itu membuatmu khawatir, maka aku akan menangkapnya ... "(Dona)

Dona Dona mengarahkan tatapan jijique itu ke dada Si Gadis Suci. Dia kemungkinan besar sedang membelai dua tonjolan besar itu dalam hayalannya. Bahkan tangannya di bawah meja bundar juga ikut bergerak.

Topik pembicaraan mereka adalah mengenai Si Gadis Suci Luna.

Dia secara mengejutkan mengatakan bahwa ia sendiri mau mengurus wilayah yang telah dia tinggalkan sepenuhnya pada Gereja. "Haruskah ini dianggap sebagai semacam perubahan atau perkembangan kecil?", Itulah yang mengganggu White saat ini.

White hanya terdiam, dan kedua bangsawan itu saling berdebat.

"... Luna-sama adalah seseorang yang bisa dipercaya. Ini bukanlah sesuatu yang harus kita campuri. "(Arts)

"Hmph, Posternya sudah menyebar ke seluruh kota!" (Dona)

“Blitz dari daerah terpencil melaporkan kalau dia membakar sebuah desa! Dan lagi, dia bahkan juga menerbangkan pengawal Luna-sama! ”(Dona)

Keduanya saling melotot tanpa menyembunyikan permusuhan mereka.

Mereka memiliki kedudukan berbeda di negara itu, namun bahkan sebelum itu pun mereka sudah bagaikan minyak dan air.

“... Dari informasi yang sampai padaku, dia hanya membakar satu rumah petani saja kan? Sepertinya hanya Blitz saja yang membesar-besarkan masalah ini. ”(Arts)

"Arts! Apa kau meragukan ucapan seorang bangsawan ?! "(Dona)

"... Tidak hanya kedudukan saja, Banyak factor lain yang membuat perkataan seseorang itu bisa dipercaya. Setidaknya aku lebih percaya laporan dari bawahanku sendiri daripada laporan si Blitz. ”(Arts)

Keduanya tidak berhenti saling memelototi.

Karena puncak perekonomian para bangsawan dan militeristis itu terbagi, Negara Cahaya Suci masih tidak mampu melepaskan diri dari stagnasi panjang mereka.

"Jarang sekali dia menginginkan sesuatu dalam hal ini ... kupikir lebih baik kita mengamati dulu untuk sementara waktu." (White)

"Jika Gadis Suci-sama mengatakan demikian ..." (Dona)

"... Seperti yang kau perintahkan." (Arts)

Dona menunjukkan ketidaksenangannya sambil mengangguk, dan Arts yang tenang menutup matanya.

Setelah dua bangsawan itu meninggalkan ruangan, Queen dengan kasar membuka pintu seolah bertukar tempat dengan mereka dan duduk sambil berbicara keras.

Seolah mengatakan kursi itu terlalu rendah, ia mengangkat kakinya ke atas meja bundar. Penampilan yang tidak memiliki sedikitpun sopan santun maupun rasa hormat.

"Sepertinya yang kemarin agak sulit ... Aku senang melihatmu baik-baik saja." (White)

Meskipun White berbicara dengannya, Queen malah melamun.

Tidak, perkataannya sama sekali tidak masuk ke telinganya.

"... Aku jatuh cinta." (Queen)

"Eh?" (White)

"Aku jatuh cinta ... dengan pria itu. Bahkan jika diingat lagi, dia masih sangat keren. "(Queen)

"T-Tunggu ... Tunggu sebentar. Apa yang kamu katakan? "(White)

White dan Queen sudah lama saling kenal. Dia mengerti dengan baik cara berbicara Queen yang diluar logka itu, namun kata-kata yang masuk ke telinganya barusan membuatnya ragu.

Dia pikir Queen adalah orang paling jauh dari masalah cinta.

"Mungkinkah ... Dragonewt yang dikabarkan itu? Queen, pikirkan baik-baik. Mana mungkin ada Dragonewt ... "(Queen)

"Nee-sama belum melihatnya, itu sebabnya kau bisa mengatakan sesuatu seperti itu tanpa beban! Kepalan itu! Lambang itu! Wajah gagah perkasa itu! Guratan-guratan keren itu! ”(Queen)

"T-Tenanglah ..." (Queen)

"Aku harus menemui Zero secepatnya ... Haaah ... aku ingin mengubur wajahku ke pakaian itu ..." (Queen)

"Kenapa ... Ada apa dengan dunia ini ... dua adik perempuanku berubah jadi aneh ?!" (Queen)

Dialah White Angel, satu-satunya Gadis Suci yang normal.

Dan, tentu saja, yang paling sengsara.

Tanpa diragukan penderitaan itu akan terus berlanjut untuk waktu yang lama.



■■ □□ ■■ □□



Beberapa hari setelah itu ...

"Jadi ini Ibukota Suci yah. Cukup besar." (Raja Iblis)

Aku terkejut melihat kota besar pertama yang kutemui di dunia fantasi ini.

Yang paling mengejutkan adalah parit sangat besar yang mengelilingi kota dan dipenuhi air.

Seharusnya efektif sebagai pertahanan, namun sepertinya nilai air di sini juga berbeda.

“I-Ini luar biasa, bukan ?! Ini juga pertama kalinya aku melihat Ibukota Suci! ” (AKU)

"Fufun. AKU, Kastil Suci yang kau lihat di sana adalah rumahku. ” (Luna)

“Kastil besar itu adalah rumahmu ?! Seperti yang kupikirkan, Gadis Suci memang luar biasa! ”(AKU)

"Benar. Akulah Gadis Suci terbaik. Suatu saat akulah yang akan memerintah negara ini! " (Luna)

Apa nih gadis bodoh?

Saat Luna menjadi perwakilan suatu negara, ia pasti akan mengalami kebangkrutan pada hari ketiganya, atau akan terjadi kudeta.

Jika ada stat politik, gadis ini akan berada di level 1 atau 2.

Meskipun aku sendiri mungkin hanya level 5 ...

<< Ketua, sepertinya ada semacam inspeksi di pintu masuk. >>  (Yuu)

<< Begitu. Jadi mereka setidaknya memiliki langkah-langkah pencegahan kejahatan. >> (Raja Iblis)

Di Jepang mereka akan melakukan pemeriksaan ketat di tempat-tempat seperti bandara. Bahkan lebih ketat bagi para WNA. Mereka akan membandingkan data dengan daftar penjahat dari seluruh dunia, dan akan memakan banyak waktu untuk bisa masuk ke dalam negara.

Dalam kasusku, sepertinya poster diriku telah tersebar dimana-mana, jadi mungkin akan terjadi masalah.

"Luna, aku mengandalkanmu untuk melakukan seperti yang kita rencanakan tadi, oke?" (Raja Iblis)

"Ya, aku akan meminta mereka membiarkanmu masuk sebagai pelayanku." (Luna)

"Ini namanya kolaborasi. Apa kapasitas otakmu itu lebih rendah dari ayam? ”(Raja Iblis)

Aku berpikir mungkin akan berhasil jika kita menggunakan nama dan wajah Gadis Suci, tapi sepertinya para penjaga gerbang sudah diberi semacam peringatan sebelumnya, jadi kami bisa masuk dengan mudah sehingga rasanya semua hinaan itu ga ada gunanya.

Tak kusangka mereka menyambut kami dengan tangan terbuka, mereka bahkan tidak menanyai kami. Memikirkan fakta bahwa aku menerbangkan semua pengawal Luna, perlakuan ini sangat aneh.

<< Mungkinkah Para Gadis Suci, bangsawan, atau pejabat tinggi ingin melakukan kontak dengan kita? >> (Yuu)

<< Aku juga memikirkan hal yang sama. Nah, apa itu seperti sekumpulan ogre atau ular?! >>  (Raja Iblis)

Dan dengan itu, Raja Iblis pun melangkah memasuki Ibukota Suci.

Rasanya ini takkan jadi sebuah penyelidikan yang bisa selesai dengan damai lalu kembali ke desa ...




Sebelumnya          Daftar Isi          Selanjutnya

Post a Comment