Novel Maou-sama, Retry! Bahasa Indonesia chapter 25





Chapter 25   Pertanda Kekacauan



Restoran Artemis sedang dipenuhi perhatian.

Banyaknya alat musik menciptakan nada elegan dalam bangunan, memanjakan telinga pelanggan, walau mata mereka diarahkan pada satu meja.

Gadis Suci dan orang yang menyebut dirinya Raja Iblis, dan di atas itu, madam Butterfly.


Bahkan jika mereka adalah bangsawan, kebanyakan dari mereka berada di bawah kekuasaan istrinya. Bos besar dari para istri yang menakutkan itu adalah Butterfly.

Pengaruhnya itu tidak dapat diukur, dan sampai-sampai orang yang ia benci akan dikucilkan dari pertemuan sosial. Pelanggan yang tidak ada hubungannya dengan masalah mereka terlihat gugup saat menyaksikan berlalunya peristiwa.

“Bagaimanapun, madam terlihat sangat cantik. Memikirkan berapa banyak waktu yang anda habiskan demi kecantikan itu membuatku ingin menundukkan kepala dengan kagumnya. ”(Raja Iblis)

"Ara ara, kamu mau coba merayu wanita tua ini?" (Butterfly)

Pembicaraan santai Raja iblis dan Butterfly dimulai, walau tatapan mereka tidak menunjukkan senyum sama sekali.

Sosok mereka berdua yang mencoba mencari informasi dari pihak lain bagaikan dua pedang terhunus dan saling berhadapan.

"Hei, di matamu, 'Raja Iblis', bagaimana kelihatannya kota ini bagimu?" (Butterfly)

"bagus sekali. Kota ini sangat jujur ​​dan mudah dinikmati. ”(Raja Iblis)

"... Banyak orang asing yang datang ke sini dan terkejut Karna begitu banyaknya perbedaan dalam kualitas hidup antara yang miskin dan yang kaya, tidak jarang bagi mereka untuk mengatakan hal-hal seperti 'bagaikan surga dan neraka'. "(Butterfly)

“Begitu, aku menganggapnya aneh. Tapi ada satu cara untuk mengatasinya. "(Raja Iblis)

Berbicara terlalu panjang, Maou memotong kata-katanya.

Meskipun bilang punya rencana untuk menyelesaikannya, ia dengan perlahan menyalakan rokok, dan tanpa mencoba melanjutkan kata-katanya, dia menikmati kepulan asap itu.

Seolah menjadi tidak sabar, Madam mendorong tubuhnya ke atas meja.
(TN: Berdiri maksudnya)
"Aku ingin mendengarnya - kebijaksanaan 'Raja Iblis'." (Butterfly)

“Sederhana saja. Jika anda membuat segalanya menjadi surga, takkan ada masalah lagi. Lihat, begitu sederhana. "(Raja Iblis)

"S-Sem ... I-Itu sangat mustahil." (Butterfly)

“—Jika bisa berdiri di puncak negara, aku akan membuatnya mungkin dalam beberapa tahun kedepan.” (Raja Iblis)









Kata-kata Maou membuat Madam terdiam.

Ini bukan lagi membual, jelas pada tingkat yang mempertanyakan kewarasannya.

Sampai sekarang, banyak orang yang mengatakan hal-hal besar untuk membujuk Madam atau mengharapkan sanjungan, tapi ini adalah pertama kalinya ia bertemu seseorang yang mengatakan sesuatu segila ini.

Tidak mungkin pria ini punya rencana yang bisa membuat segalanya menjadi surga.

Jika mampu melakukan hal seperti itu, ia akan menjadi politisi yang sesungguhnya.

(Uhaha! Tidak perlu persiapan apapun bagiku untuk mengatakan apa pun.) (Raja Iblis)

Dia agak berbalik menyimpang di sini, dan juga itu semacam tindakan berjudi untuk mencoba memberi kesan bahwa dirinya adalah 'orang yang tidak konvensional'.

Tapi dari apa yang dilihat dari madam, sisi lain dalam sosok cantik itu diam-diam setuju dengannya. Seolah mengatakan bahwa ucapan barusan bukanlah pamer belaka.

"Namun, sebelum membicarakan sesuatu yang membosankan seperti negara ini, aku ingin memberikan jenis surga yang berbeda kepadamu, madam." (Raja Iblis)

"Menarik ... Hanya saja apa 'surga' itu?" (Butterfly)

Raja Iblis membungkus kertas yang indah dengan item yang ia buat di bawah meja, dan memberikannya pada Madam.

<<Sabun>> yang sangat populer di kalangan wanita.

Akan tetapi madam yang diberikan benda itu menunjukkan ekspresi yang rumit. Dia penasaran benda apa yang diberikan oleh pria pengutara pendapat tidak konvensional ini, dan itu adalah sabun.

Sabun adalah barang mewah yang dijual dengan harga 1-5 perak di negara ini, namun bagi madam itu bukanlah sesuatu yang luar biasa, dan bukan sesuatu yang patut disyukuri.

"S-Sabun itu luar biasa!" (Luna)

“Ara, apakah ini produk yang direkomendasikan Luna-chan?” (Butterfly)

“Semua kotoran seolah terangkat oleh sihir. Kulit pun menjadi cemerlang! "(Luna)

"Ya ampun ... Cemerlang, ya ..." (Butterfly)

(Bantuan bagus, Luna!) (Raja Iblis)

Api penutup yang tak terduga membuat Raja iblis memompa tinjunya dalam hati.

Pada kenyataannya, kata 'sihir' yang dikatakan Luna itu sangat berbobot.

Bagi madam Luna masihlah anak-anak dan ia hanya meladeni kepolosannya. Namun, bakatnya dalam sihir tidak diragukan lagi adalah hal yang nyata.

Luna memiliki kebanggaan yang kuat pada sihirnya sendiri, dan Madam tahu bahwa semua harga dirinya ditempatkan di sana, jadi kata 'sihir' dari Luna sangatlah berarti.

"Memang, kulit para gadis di sini tampak berkilau." (Butterfly)

Madam memandangi gadis-gadis yang duduk mengelilingi meja, lalu sedikit menunjukkan kecemburuan. Mereka masih muda dan tidak memiliki kerutan di kulitnya. Selain itu, mereka semua cantik-cantik.

“Tolong cobalah nanti malam. Kupikir anda akan bisa membedakan efektivitasnya. ”(Raja Iblis)

"Benar ... aku berterima kasih untuk hadiah yang indah ini, Raja Iblis." (Butterfly)

Madam tanpa sadar menunjukkan tatapan panas ke sabun di tangannya.

Tidak peduli berapa pun usianya, seorang wanita pasti mengkhawatirkan kulit mereka. Tidak peduli berapa banyak uang yang dimiliki, penuaan adalah sesuatu yang tidak dapat mereka hindari, dan bisa dibilang kalau 'kecantikan' adalah satu-satunya titik di mana madam, yang dikatakan memiliki pertahanan besi, lemah terhadapnya.

"Tidak, tidak, tidak perlu berterima kasih sejauh ini padaku untuk benda itu. Aku berpikir mau membuat mata air panas di desa Rabi dalam waktu dekat. Yang nantinya akan meremajakan kembali kulit dan seluruh tubuh Anda. "(Raja Iblis)

"Meremajakan kembali. Anda beneran mengatakan hal yang besar ... "(Butterfly)

“Aku tidak sedikit pun berlebihan akan apa yang sudah kupersiapkan. Semua yang keluar dari mulutku adalah kenyataan. ”(Raja Iblis)

(Kuuuh! Sangat keren, Ketua!) (Yuu)

Dia mengatakan apa pun yang diinginkannya.

Pada level ini, dia sudah naiki pesawatnya sendiri.

“Tidak hanya mata air panas biasa, tapi juga mata air panas asam karbonat, mata air guci, mata air batu, pemandian batu, pemandian dingin, pemandian listrik, pemandian herbal, sauna kabut asin, dan bermacam-macam lain yang bisa dinikmati. Tidak hanya kelelahan anda saja yang akan hilang, itu juga akan memperbaiki bahu yang kaku, dan kebanyakan sangat efektif terhadap orang yang peka terhadap dingin. Tentu saja, kulit anda akan diremajakan setelah mandi. ”(Raja Iblis)

"A-Begitukah ..." (Butterfly)

Apa yang dikatakan raja iblis tidak sepenuhnya masuk ke dalam otak madam. Namun ia menyadari bahwa itu adalah sesuatu yang luar biasa. Mendengarkan itu saja seketika membuatnya ingin pergi ke sana.

Dan faktanya, saat dibuat nanti, maka itu akan berubah menjadi 'kenyataan'.

Awalnya itu sebuah bangunan yang meningkatkan kecepatan pemulihan HP, namun efek yang dituliskan tentang sumber air panas akan menunjukkan hasil yang sama di kenyataannya juga.

"Aku menantikannya ... Kapan akan dibuat?" (Butterfly)

"Setelah menyelesaikan penyelidikan di sini, kami akan melakukannya semuanya." (Raja Iblis)

"A-Aku akan mengawasimu. Luna-chan, rahasiakannya dari Kakifry, oke? ”(Butterfly)

(Fried Oyster ?! Apa kalian semua itu makanan goreng ?!) (Raja Iblis)

Raja Iblis membalas dalam pikiran, tetapi ekspresinya tidak menunjukkan apapun. Namun, mungkin karna menahan tawa, tangannya yang memegang rokok sedikit gemetar.

"Baiklah. Tapi Madam, Anda sungguh tidak akur dengan adik perempuan Anda seperti biasanya. "(Luna)

“Pada dasarnya sama dengan situasimu, Luna-chan. Sangat sulit bagi saudari untuk saling memahami. ”(Butterfly)

(Akur sebagai sesama makanan goreng  ...) (raja Iblis)

Raja Iblis yang putus asa menolak untuk tertawa sambil bertukar jabat tangan dengan madam yang tersenyum.

Ini adalah pertemuan dimana yang melihat seharusnya bertanya-tanya sejenak apa yang akan terjadi, walau sepertinya berakhir dengan aman.

Setelah itu, mereka menikmati makanan yang meriah, tetapi tiba-tiba sebuah teriakan menusuk telinga pun bergema, dan tempat itu menjadi gaduh.

Suara yang datang dari luar adalah getaran dari jeritan.

Mendengarkan dengan cermat, apa yang diteriakki hanyalah satu hal.

"" Serangan Iblis !!! ""

— Ekspresi raja iblis berubah.

Seperti anak kecil yang menemukan mainan, begitulah ia menahan kegembiraannya.

“Timing yang tidak tepat. Beberapa badut bagus pun datang sebagai pertunjukan sampingan untuk makan malam. ”(Raja Iblis)

Sosoknya itu membuat madam menelan ludah.

Karena apa yang diperlihatkan itu ada sisi yang sama sekali berbeda dari dirinya, apa yang berdiri di sana adalah Raja Iblis yang sebenarnya.






Sebelumnya          Daftar Isi          Selanjutnya

Post a Comment