Novel Maou-sama, Retry! Bahasa Indonesia chapter 26










Chapter 26   Sosok Raja Iblis


Ibukota Suci terbagi dalam empat distrik besar.

Yang pertama, tentu saja, Istana Suci.

Istana ini memiliki beberapa penghalang suci yang penuh sejarah, tidak memungkinkan satu Iblis pun mendekat. Bahkan iblis berkekuatan cukup tinggi akan kesulitan masuk.

Lalu ada distrik kelas atas di mana markas Ordo Ksatria Suci dan tempat tinggal para bangsawan berada; dan distrik rakyat jelata di mana Gereja pusat dan tempat tinggal masyarakat biasa berada.

Terakhir, ada distrik umum tempat banyaknya pengusaha dan toko berada. Ngomong-ngomong, di distrik ini ada guild petualang, dan pusat hiburan.

Iblis mulai menyerang semua distrik selain Istana Suci. Menggali bawah tanah terus-menerus, mereka berhasil menyelinap tepat dari bawah Ibukota Suci.

Lubang-lubang besar terbuka di setiap distrik, dan para pemuja iblis yang mengenakan pakaian hitam muncul dari sana.

Tiga lubang besar yang terbuka secara luas di Ibukota Suci ... cukup mengerikan sampai-sampai agak mirip Neraka.



■■ □□ ■■ □□


"Begitu, serangan serentak, ya. Cukup bagus. ” (Raja Iblis)

Aku meninggalkan restauran dan segera melompat ke atap, melihat sekeliling Ibukota Suci.

Distrik tempatku berada saat ini juga dipenuhi teriakan dan jeritan bergema, dan ketika melihat lebih jauh, aku bisa melihat ada dua titik lagi di mana asap mengepul.

Mereka berusaha memisahkan orang-orang yang akan menghadapinya.

Serangan teroris di beberapa tempat secara bersamaan. Ini adalah metode dasar, namun efektif.

Aku kembali ke restoran dan memberikan instruksi kepada Yuu setelahnya. Tidak perlu terburu-buru, tapi aku ingin mendapatkan SP sebanyak - maksudnya, aku tidak mau membiarkan musuh melarikan diri.

“Yuu, lindungi orang-orang di sini. Aku akan mengakhiri keributan ini. ”(Raja Iblis)

"Siap, Ketua." (Yuu)

“T-Tunggu sebentar! Jangan memutuskan itu sendiri! Aku juga ikut! "(Luna)

“Luna, ada kemungkinan insiden ini menargetkan dirimu. Jika kamu berkeliaran maka kami takkan bisa melindungimu. “ (Raja Iblis)

"M-Melindungi, katamu ... Aku-aku tidak membutuhkanmu untuk melindungiku ..." (Luna)

Wajah Luna menjadi merah dan ia terdiam.

Gadis ini ... gampang ditebak. Apa dia benar baik-baik saja? Tidak banyaknya perlawanan kali ini membuatku khawatir.

Pertama, jika Luna mengalahkan musuh dengan sihirnya, aku takkan bisa mendapatkan SP.

"AKU, ada Yuu di sisimu, tidak perlu khawatir. Nikmati makananmu dengan nyaman. "(Raja Iblis)

"Y-Ya! ... T-Tapi apa Maou-sama akan baik-baik saja? ”(AKU)

AKU menatap khawatir lalu memegang tanganku.

Aku mulai merasa seperti seorang ayah yang membuat anak-anaknya khawatir ... Aku belum seusia itu. Diriku seorang bujangan, kau tahu?

"Kubilang ini pertunjukan sampingan, bukan? Ini seperti olahraga ringan setelah makan. ”(Raja Iblis)

Padahal, satu-satunya yang ada di kepalaku saat ini hanyalah mendapatkan SP.

Jika musuh tampak akan merepotkan, aku hanya perlu melarikan diri. Aku punya banyak teknik untuk melarikan diri dari pertempuran.

"Madam juga, silakan lanjutkan makan Anda." (Raja Iblis)

“Kamu benar-benar orang yang percaya diri. Tidak, menggunakan kata-katamu sendiri: 'Membuat semuanya menjadi kenyataan', yah kan? "(Butterfly)

"Tepat sekali. Malangnya mereka karna aku ada di sini. ”(Raja Iblis)

Mengatakan itu, aku meninggalkan restoran.

Meskipun sepenuhnya berniat melarikan diri jika musuh berbahaya, aku terkejut diriku bisa mengatakan hal seperti itu tanpa mengedipkan mata. Rasanya seperti hatiku telah menumbuhkan rambut. <Hati yang ternodai.>

Bagaimanapun, aku harus memperingatkan Yuu sebelum aku pergi. Jika meninggalkannya sendiri, aku tak tahu apa yang akan ia lakukan. Ada kemungkinan bahwa saat aku kembali, dia sudah membedah semua penyerangnya.

<< Yuu, agar kita bisa mempelajari mereka, kita harus berdiri di mana bisa bergerak dengan mudah. ​​>> (Raja Iblis)

<< Maksud ketua kita harus menahan diri dari perilaku kejam dan mendapatkan reputasi yang baik, kan? >> (Yuu)

<< Aku senang kamu cepat tanggap seperti biasanya. Aku mengandalkanmu, Yuu. >> (Raja Iblis)

<< Y-Ya…! >> (Yuu)

Hm?

Apakah dia tergagap di akhir tadi? Tidak, tidak mungkin Yuu ...

"Jadi, ke mana dulu aku harus pergi."

Aku mengamati jalan dan melihat orang-orang melarikan diri.

Itu pemandangan yang biasa kulihat dari layar TV.

Kota yang damai tiba-tiba berada di bawah serangan teroris, dan warga berlumuran darah dibawa ke ambulans; Aku menyaksikan pemandangan seolah-olah itu urusan orang lain.

Tidak, itu sebenarnya memang urusan orang lain.

Beda cerita lagi kalau itu terjadi di dekatku, tapi tak peduli berapa banyak serangan teroris terjadi di negara lain yang jauh di seberang lautan, itu takkan mengenaiku.

(Tapi yang ini aku tidak bisa menyebutnya urusan orang lain ...) (Raja Iblis)

Luna setidaknya memiliki kemampuan untuk melindungi dirinya sendiri, tetapi dalam kasus AKU, jika bahkan puing-puing kecil terbang dan mengenainya, mungkin dirinya akan terluka parah.

Meskipun kami menyembuhkan kakinya, jika dia terluka lagi dalam keributan seperti ini, aku tidak tahu lagi untuk apa kami datang ke sini.

(Kalian lagi ...) (Raja Iblis)

Apa yang bisa kulihat dari jauh adalah pakaian hitam itu lagi. Mereka memegang senjata di tangannya, dan ada beberapa yang memegang tongkat.

Kelompok itu adalah penyebab utama aku ada di dunia ini.

Tanpa sadar aku mengepalkan tinjuku.

“Muncul dimanapun aku pergi. Jika sebegitunya kalian ingin bertemu dengan Raja Iblis, maka aku akan membiarkan kalian bertemu dengannya. "(Raja Iblis)

AKu menghindari jalan di mana warga berlari kebingungan dan menyebabkan keributan ...

Melompat dari atap ke atap, aku mulai berakting.


■■ □□ ■■ □□


- Distrik umum

Pimpinan penyerbu distrik ini, Merge, tidak bisa menyembunyikan rasa jengkelnya.

Awalnya mereka berhasil menyerang secara mengejutkan, tapi banyak orang dari guild petualang keluar mencegat mereka.

Tentu saja untuk Merge itu sudah ada dalam rencana, tapi dua dari mereka dalam kelompok itu sangat bermasalah, dan menyebabkan rencana mereka kacau.

“Haaaaaah! [Strong Blow]! "

Ksatria perempuan berkulit coklat itu mengayunkan pedang panjangnya begitu tinggi sampai kau harus melihat ke atas, dan menerbangkan tiga pemuja iblis.

Kelelahan terlihat sangat jelas di wajahnya dan akan membuat orang berpikir bahwa dia akan kehilangan kekuatan kapan pun saat ini, namun kerusakan yang ia berikan jika mereka hanya menunggu saat itu tidak bisa diremehkan.

"Belum berakhir! [Strong Swipe]! "

Ksatria wanita itu berbalik mengibaskan pedang panjangnya, gelombang kejut nan kuat mengikuti putaran itu.

Tubuh orang berpakaian hitam dipotong seperti kertas, dan pasukan pemuja iblis hancur sedikit demi sedikit. Akhirnya, Merge tidak tahan lagi dan memutuskan untuk pergi ke garis depan.

Menggunakan kekuatannya di sini di luar perkiraan, akan tetapi ia tidak bisa diam menonton lagi.

"Petualang serakah ...! [Ice Slash]! "(Merge)

Merge membuat pedang dari penguatan air, yaitu es.

Dalam sihir air, ia bisa menggunakan semua sihir tingkat 3. Dia cukup terampil. Jika itu adalah elemen superior es, batasnya sampai tingkat 2, tetapi bahkan dengan itu saja, ia masihlah jauh di atas orang biasa.

"Jadilah jeruk beku, [Snow Kiss]."

Namun, seolah melindungi ksatria wanita,  gadis(?) berkulit cerah itu melantunkan sihir pertahanan.

Dia menggunakan elemen es yang sama dengannya, dan di atas itu, sihir tingkat 4. Snow Kiss tercipta di depan perut ksatria wanita, dan Ice Slash pun hancur berkeping-keping.

"Kamu menyelamatkanku, Yukikaze!" (Mikan)

“... V untuk Kemenangan. Mulut cinta. ”(Yukikaze)

Penyihir itu mengatakan kata-kata yang tak masuk akal, tapi ksatria wanita itu mengabaikannya dan menerjang ke garis musuh.

Gadis bernama Yukikaze mulai melantunkan sihir lagi.

Biasanya, setelah menembakkan sihir sekali, butuh waktu cukup banyak untuk menembakkan yang berikutnya, namun ia cukup jago.


—Rapalan beruntun.

"... Tangkaplah diriku di tepian pantai, [Ice Hand]." (Yukikaze)

"Bagianmu yang di sana jadi keras dan kaku ... [Ice Splash]." (Yukikaze)

Dengan mantra pertama Yukikaze, beberapa tangan muncul dari tanah lalu meraih pergelangan kaki pemuja iblis. Dan dengan gerakan mereka yang terkekang, hujan tombak es pun dilepaskan.

rapalan beruntun yang bahkan bisa disebut tanpa ampun ini membuat darah para pemuja iblis berceceran saat mereka jatuh satu per satu.

Dia memiliki wajah yang imut, tapi apa yang dilakukannya itu sangatlah kejam.

“Jangan goyah! Kita memiliki keuntungan besar dalam jumlah. Terus serang sampai stamina mereka habis! ”(Merge)

Suara Merge memotivasi para pemuja iblis yang ada di belakangnya.

Dari sana, jarak semakin mendekat.

Petualang dan pemuja setan pun bentrok,  korban dari kedua belah pihak meningkat dengan cepat.

Momentum pihak pemuja iblis lebih besar karna serangan mendadak, dan saat itulah para petualang terdorong mundur.

Bagi para petualang pada dasarnya ini adalah situasi yang mana tiba-tiba dihujani musuh, sehingga mereka hanya bertindak untuk membela diri, sebaliknya dibandingkan dengan itu, para pemuja iblis adalah kamikaze.

Mereka telah memutuskan bahwa, hari ini, di tempat ini, mereka akan mati.

Sebagai perbandingan, sama sekali tidak ada rasa tanggung jawab untuk mati demi melindungi Ibukota Suci dari petualang. Itu tugas para Ordo Ksatria Suci dan Gereja Suci.

Beberapa petualang telah melarikan diri, dan juga ada beberapa yang sedang mencari celah untuk melarikan diri.

"Ini terlihat buruk ... Apa yang harus kita lakukan, Yukikaze?" (Mikan)

“Aku tidak ingin mati sebelum mengunyah ceri ku.” (Yukikaze)

"Aku kagum soal bagaimana kau masih bisa membual begitu di situasi seperti ini ... Yang paling utama, kau itu laki-laki." (Mikan)

“Mikan, bodohnya kau. Co-cewe sepertiku juga bisa— ”(Yukikaze)

Sebelum kata-kata itu selesai, salah satu pemuja iblis mengayunkan pedangnya ke wajah Yukikaze.

Tapi sebelum itu diayunkan ke bawah, suara aneh pun bergema.

Seperti suara udara yang terpotong. Setelah itu,diikuti suara out-of-place seperti cabang kering yang patah bergema di tempat itu.

Meskipun mereka berada di tempat di mana teriakan dan jeritan mendominasi, suara itu anehnya tetap sampai ke telinga semua orang di sana sampai-sampai terasa menakutkan.

Lengan yang sedang mengayunkan patah karna semacam benturan.

Lengannya berputar dengan kecepatan tinggi sampai ke punggung, dan bahkan tubuhnya mulai berputar seperti gasing dengan kecepatan yang mengerikan.

' Manusia berputar' yang tiba-tiba yang melintas di depan mata mereka membuat semua orang berhenti bergerak dengan mata yang terbuka lebar.

Setelah berhenti berputar, ia terjatuh ke tanah dengan pupul yang berputar kedalam.

"Penampilan badut yang bagus."

Melihat ke atas, berdirilah sosok ‘Raja Iblis ’di atap dengan mantel hitamnya.

Di tangannya ia memegang beberapa kerikil yang dimainkan dengan melemparkannya ke atas dan ke bawah. Pertunjukan barusan itu harusnya terjadi setelah ia melempar kerikil itu.

Hanya dari mengenai seseorang dengan kerikil, ia berhasil membuat tubuh mereka berputar seperti gasing.

Terlalu sulit dipercaya.

Orang ini sendiri saja sudah bisa dianggap sebagai 'kesenjangan sosial'.
(TN: Saya yang salah ato emang kesenjangan sosial?)

"Oji-sama ... kita bertemu lagi. Kamu selalu terlihat tamvan. ”(Yukikaze)

"Raja Iblis ...! Kenapa kamu ada di Ibukota Suci ?! ”(Mikan)

Raja iblis tidak menjawab keduanya dan melompat turun atap seolah itu dangkal. Maou memulai tindakan selanjutnya tanpa ragu-ragu.

Ada total sekitar 500 pemuja iblis yang menyerang distrik ini, tetapi di depan Raja Iblis mereka tak ada apa-apanya.

“Kalian pikir sedang berdiri di depan siapa? Berlutut, [Qonqueror]. ”(Raja Iblis)



 








Aura merah keluar dari seluruh tubuh Raja iblis, dan disaat yang sama ketika tangan kanannya diayunkan, badai non-elemen berhembus dengan kencang.

Itulah salah satu Skill tempur dalam game, Conqueror. Skill yang memberikan damage 1/3 dari stat attack pengguna.

Efek serangan area itu membuat tubuh para pemuja iblis dipenuhi darah.

Namun serangan raja iblis belumlah berakhir.

Dalam pertempuran dalam game, bangun stat, mengumpulkan skill, mencocokkannya dengan seleramu, dan menciptakan 'combo' .

Serangan Berturutan dapat digunakan setelah kau mencapai tingkat penguasaan tertentu dalam Serangan Normal; dilanjutkan skill elemen, skill non-elemen, skill agro, dan skill khusus. Dengan mencampurkan keduanya kamu bisa membuat damage tingkat astronomi, bahkan ada beberapa yang mengatakan bahwa dengan penguasaan yang cukup, kau bahkan bisa membunuh dewa.

"Kembalilah ke wujud asalmu, [Enlightenment]." (Raja Iblis)

Kali ini tangan kirinya diayunkan secara horizontal dan aura biru menyebar ke medan perang, dan itu menembus tubuh para pemuja iblis.

Bertentangan dengan Conqueror, yang ini menimbulkan damage 1/3 dari stat defense.

Banyak pemuja setan jatuh berlutut dan muntah darah.

"Kembalilah ke bentuk rendahanmu, [Pulverize]." (Raja Iblis)

Cahaya keemasan mengamuk dari tubuh raja iblis, lalu berubah menjadi palu raksasa kemudian diayunkan dari atas kepala. Efeknya menjatuhkan tubuh sekitar 500 pemuja iblis dari penglihatannya.

Ini adalah Skill tempur yang mengurangi 1/10 dari HP lawan saat ini, dan ada peluang menimbulkan Efek Status Negatif [Fracture]. Para pemuja iblis yang terkena Fracture pinggang atau kakinya patah dan darah mengalir deras dari kepala yang membuat mereka menggosok-gosokkan kepala mereka ke tanah.

"Itulah bentuk kalian yang sebenarnya. Ukirlah dengan baik dalam pikiran hingga kalian takkan pernah lupa lagi. ” (Raja Iblis)

Dengan tiga jenis serangan non-elemen yang sangat hebat, sejauh mata memandang para pemuja iblis berguling-guling di tanah dengan tragisnya. Tulang di tubuh mereka harus patah disana-sini.

Dari pemandangan itu, ada beberapa yang hancur seperti katak, dan banyak juga tangan dan kakinya menekuk ke arah yang aneh.

"Setelah kuperhatikan. Mungkinkah HP kalian itu paling tinggi sekitar 60 hingga 80 poin? ”(Raja Iblis)

Raja Iblis menggumamkan itu, walau tak ada seorang pun di sini yang akan mengerti arti kata-katanya.

Apa yang bisa mereka pahami hanyalah rumor bahwa pria ini adalah 'ia yang menyebut dirinya Raja Iblis' , itu salah ... Tanpa diragukan lagi dia adalah Raja Iblis yang sebenarnya.

“Aku punya alasan yang tepat untuk marah pada kalian.” (Raja Iblis)

Gumaman bernada rendah yang tidak akan masuk ke telinga siapa pun, namun mengandung perasaan berat di dalamnya.

"Aku sedikit berterima kasih pada kalian, tapi ..." (Raja Iblis)

Saat raja iblis menggumamkan ini, Merge yang berlumuran darah memegang salib terbalik meneriakkan kutukan aneh. Ini adalah mantra persembahan darah yang digunakan oleh pemuja iblis.

Mereka tidak hanya mengorbankan diri mereka sendiri, tapi juga banyak jiwa lain; sebuah ritual terlarang.





Sebelumnya          Daftar Isi          Selanjutnya

Post a Comment