Novel Maou-sama, Retry! Bahasa Indonesia chapter 29







Chapter 29   Menuju Istana Suci


--Distrik kelas atas, Ibukota Suci.

Di distrik ini juga terjadi serangan yang mengakibatkan banyak korban.

Mungkin itu karna di sana kebanyakan adalah kediaman para bangsawan, jadi serangannya pun kian agresif. Sebagian besar pemuja iblis tidak memiliki harta, sehingga kemungkinan besar dendam pun mendorong mereka.

Mereka akan memerangi semua tempat, dan akan membunuh semua orang tanpa ampun baik itu anak-anak ataupun perempuan.

Tidak hanya manusia saja, Death Mist dan Skeleton Soldier pun ikut menyerang. Mereka pasti telah memusatkan kekuatan tempur ke tempat ini, itu karna markas Ordo Kesatria terletak di sini.

Meskipun peringkat terendah di peringkat Iblis, tapi jumlah mereka cukup bermasalah. Terlebih lagi mereka harus memadamkan api serta menyelamatkan orang.

Dalam semua itu, seorang wanita yankee dan seorang pria besar bergegas menerobos api yang mengamuk.

Itu adalah Gadis Suci, Killer Queen, dan Fuji-san.

"Anego, jika terus begini, kita akan kekurangan bantuan." (Fuji)

“Idiot. Apa mulutmu itu hanya untuk mengeluarkan kotoran ?! ”(Queen)

Queen menendang sambil berteriak dan kepala seekor Demonic Dog pun terhempas.

Selanjutnya dia memukul pinggang pemuja iblis dengan tongkat logam, dan tubuhnya patah dua sambil melesat.

Di pinggang Fuji, ada tiga kepala tergantung yang mungkin berasal dari Pemuja Iblis.

Siapa pun yang melihat ini akan berteriak 'Mereka Iblis!'

Tapi di depan mereka berdua, dua Iblis sungguhan pun muncul.

Iblis Rendahan, Honeytrap.

Dia memiliki penampilan seperti seorang wanita, namun sebenarnya Iblis melakukan itu untuk mengalihkan pria manusia, dan tidak hanya akan membuat kebingungan, dia juga suka membuat mereka saling membunuh.

“Hei, pria besar di sana. Main ama on— ”(Honeytrap)

“Kau bau sekali. Kau ... Tukang bantai. "(Queen)

Sebelum ia bisa selesai berbicara, sebuah combo enam serangan dilancarkan Queen.

Seketika, wajah manis Honeytrap hancur tak bisa dikenali, dan beberapa lubang besar terbuka di tubuhnya.

Honeytrap bahkan tidak memiliki kesempatan menjerit saat jatuh ke tanah.

"Dasar kau kotoran yang lebih rendah dari muntah, Berc*nta sana dengan seember kotoran." (Queen)

Queen menghadap mayat dan memberinya jari tengah. 'F*ck You'

Pukulan yang ia lakukan, kata-kata yang dia ucapkan, semua hal mengerikan itu jauh dari anggapan seorang Gadis Suci.

"K-Kalian ... membunuh adik perempuanku ... !!"

Honeytrap yang tersisa menyerang Queen, tetapi Fuji meraih wajahnya, dan dengan kekuatan yang tidak manusiawi, dia menghancurkan kepalanya dengan genggaman.

Suara keji seperti apel yang dihancurkan bergema, tengkorak Honeytrap berantakan sekarang, meskipun wajah Fuji tetap sama seperti biasanya.

"Dullard, bagaimana dengan distrik lain?" (Queen)

“Istana Suci saat ini dilindungi oleh White-sama. Gerejanya— ”(Fuji)

Kata-kata itu terputus di tengah jalan.

Jauh di distrik umum, sebuah ledakan yang bagaikan datang langsung dari neraka menyebar di atas langit.

"Apa itu tadi…?! Apa itu Luna ?! ”(Queen)

Queen berteriak saat itu, tapi ia berpikir kembali dan menyadari kalau itu mustahil.

Memang benar kalau kekuatan sihir Luna itu tidak terbatas, tetapi Elemen api bukanlah keahliannya, dan jika ia bisa menggunakan sihir seperti itu, Queen akan membual tentangnya sepanjang waktu.

"Aku tidak merasakan sihir darinya, tapi ... jika itu bukan sihir, tidak mungkin bisa sampai seperti itu ..." (Fuji)

Fuji juga melihat penyebaran 'inferno' itu dengan ekspresi kaget. Warna itu, kekuatan itu; ia hanya bisa menganggapnya sebagai sesuatu yang mampu membawa bencana ke dunia ini.

Bahkan para pemuja iblis yang mengamuk menatap langit dengan kagetnya.

Dalam pertempuran, setiap peristiwa - tidak peduli betapa anehnya – dapat menentukan kemenangan ataupun kekalahan.

Ledakan itu membuat kebar-baran pihak pemuja iblis sedikit mereda.

Para ksatria menangkap mereka satu per satu, dan bahkan para bangsawan yang biasanya bersembunyi mulai bergerak memadamkan api. Ini bukan kebakaran yang sepele, jika mereka tidak bergerak maka tempat tinggal mereka sendiri akan ikut lenyap.

"Yah, sepertinya yang di sini sudah teratasi ..." (Queen)

"Ya, Arts-sama telah memimpin pasukannya untuk mengatasi ini."

"Kakek sialan itu ... Emang berapa umurmu." (Queen)

Queen mengatakan itu dengan kasar, tapi Fuji tersenyum.

Queen memang terlihat tidak suka, tetapi Fuji tahu kalau, paling tidak, ia mengakui bangsawan tua itu.

Akhirnya, para pemuja iblis yang tersisa mundur perlahan dan berlari ke arah tertentu.

Arah yang mereka tuju adalah ... Istana Suci.

■■ □□ ■■ □□


—Distrik umum, Gereja Suci

Organ berbaring di atap dan menonton pertempuran di bawahnya seolah bosan.

Dia sama sekali tidak tertarik pada perkelahian antara manusia. Hanya saja, rekannya, Mink, mereka yang ikut serta, semuanya bersemangat, jadi ia hanya ikut-ikutan dengannya.

Saat ini Mink menutupi wajahnya dengan tangan kanan sambil melihat lawannya, dan ia mulai mengucapkan mantra. Entah kenapa, Mink suka menggunakan pose itu saat bertarung.

Yang diucapkan orang itu, 'kegelapan telah datang', mungkin.

"Kegelapan yang tak terduga, hujani para kurang ajar menyedihkan itu! [Holy Rain]! "(Mink)

Hujan yang dipenuhi dengan kekuatan suci menghujani para pemuja iblis.

Bagi penyembah Iblis, itu akan membakar tubuh mereka. Apa yang ia katakan dan sihir yang dia aktifkan sebenarnya bertentangan.

Rapalannya berlanjut. Bagi peringkat S, Rapalan berurutan itu mudah.

“Kuku, sungguh manusia yang rapuh. [Bubble Cure]! "(Mink)

Gelembung recovey menyelimuti orang-orang di gereja yang terluka. Darah yang mengalir segera berhenti, dan wajah pucat mereka kembali memerah.

Ini adalah sihir penyembuh suci terkuat.

Walau pa yang dia rapalkan sangat berantakan.

"Mink-dono, terima kasih!"

"Seperti yang diharapkan dari seorang petualang peringkat S ... Kekuatan sihir yang luar biasa!"

"T-Tapi rapalan itu ..."

“Ssh! Diamlah, pemula! "

“Dia adalah satu dari sedikit yang bisa disebut Pemain Bintang. Dia pasti punya alasan yang kuat untuk itu. ”

"Mungkin ada rahasia dalam rapalan itu ..."

Orang-orang di Gereja Suci mengatakan apapun muncul di pikiran mereka.

Dalam dunia di mana sindrom kelas delapan belum dikenal, tidak ada seorang pun yang akan paham arti sebenarnya dari kata-kata itu.

Terutama saat dirinya begitu dikenal dunia, Pemain Bintang. Para petualang yang tertarik pada rapalan dan posenya, bahkan mulai meniru itu.

"Ikuti aku. Tawarkan darahmu pada kegelapan yang membeku! ”(Mink)

"" Y-YEAAAAAaaaaa ... .ah? ""

Perkataan Mink membuat orang-orang gereja bangkit, dan ada beberapa yang memiringkan kepala mereka karna bingung, namun segera bergegas menghampiri pemuja iblis.

Sudah tidak ada yang tahu lagi siapa yang berada di sisi terang dan yang gelap.

"Hanya saja apaan gaya bertarungnya itu ..." (Organ)

Kata-kata itu keluar dari Organ tanpa sadar. Salah satu alasan kenapa dia bersamanya adalah karena ia tidak pernah bosan menatapnya.

Saat Organ tersenyum tipis, sebuah pedang diayunkan dari langit.

Baginya, kecepatan itu seolah-olah nyamuk pun bisa dihentikan.

"Butuh sesuatu?"

Dia dengan santai menghindari pisau itu dan bertanya seolah bosan.

Penampilannya itu tidak menunjukkan sikap marah ataupun terkejut.

“Kakka,‘ butuh sesuatu ’, katamu. Seperti yang diharapkan dari Cambion-sama, cukup kuat. Ya, mengesankan. "

"..."

“Aku berpikir mau memotong Demon Lord yang dirumorkan itu, tetapi tak disangka akan menemukan Cambion. Betapa tak terduganya menemukan benih hebat di sini, itu membuatku sangat bahagia. Ups, aku terlambat perkenalan diri. Aku adalah Sword Saint, Albedo. Senang bertemu denganmu. "(Albedo)

Mata organ menyipit.

Dia seharusnya sudah menlenyapkan semua orang yang tahu kalau dia adalah Cambion, namun, mengapa pria ini tahu?

“Iblis menyedihkan yang kupotong sampai mati di penjara bawah tanah utara memberitahuku. Memberitahuku soal dirimu yang campuran gagal! "(Albedo)

Albedo menghindari pisau yang dilemparkan Organ dengan santai.

Itu cukup cepat, tetapi sepertinya pria itu punya cukup skill untuk menghadapi dia. Dalam menghadapi Cambion, Pemain Bintang ini bisa dikatakan cukup berani.

"Empat bintang, ya ... Cukup bagus untuk seorang peringkat B."

“Saat naik pangkat, kebebasanmu untuk bertindak akan menurun, kau tahu. Peringkat saat ini sangat cocok untukku. ”(Albedo)

Seperti yang dikatakan Organ, ada empat bintang biru di armor Albedo.

Itu terbuat dari salah satu logam mulia, Blue Metal.

Jumlah bintang pada petualang akan bertambah ketika mereka naik pangkat. Peringkat terendah, Rookie tidak mendapatkan apa pun, tapi begitu mencapai peringkat E, kamu akan mendapatkan satu bintang.

Dengan satu bintang kau akhirnya diakui sebagai petualang yang layak, meskipun sebagian besar tidak mampu lepas dari peringkat Rookie dan wajar melihat mereka mencari pekerjaan ​​lainnya.

Di dunia ini, sebagian besar orang tak mampu mengatasi tembok bakat.

"Baiklah, maukah kamu bermain denganku, Ojo-chan?" (Albedo)

"Bocah kupret." (Organ)

Begitu keduanya saling berhadapan, ledakan yang tak bisa dipercaya menutupi langit distrik umum.

Keduanya secara refleks mengarahkan tatapan mereka padanya.

"O-Oi, Ojo-chan ... Apakah mungkin kau memanggil teman Iblismu?" (Albedo)

"Jangan bercanda. Apakah kau mau jantungmu kumakan? "(Organ)

"Itu tidak adil ... Mungkinkah pakaian emas itu ..." (Albedo)

Visi Albedo yang luar biasa nyaris berhasil mendapat pakaian emas.

Karena itu, ia jatuh ke dalam pikirannya.

Jika orang yang berada di tengah ledakan itu adalah Carnival, orang yang melakukan itu pastilah monsternya.

"Apakah itu Raja Iblis yang dirumorkan? Sepertinya bukan Ojo-chan yang memanggilnya, tapi ... wah! Kau memang seorang gadis pembawa-kesenangan, oi! ”(Albedo)

Beberapa lingkaran sihir muncul dari tubuh Organ.

Begitu banyak kekuatan sihir yang membuat jubahnya berkibar.

Tapi ekspresi Albedo tidak berubah. Dia tampaknya memiliki semacam kepercayaan diri yang luar biasa.

"Hancurkan yang tidak perlu dan buka jalanku, [Dark Depths Beam]." (Organ)

"... Tunggu, tidak mungkin! Sihir level 5, itu tidak adil ?! ”(Albedo)

Beberapa lingkaran menjadi satu dan sinar hitam pun dilepaskan.

Albedo berguling dari atap dan nyaris tidak berhasil menghindarinya, rumah yang berada di jalur balok hitam tersapu sepenuhnya, menyisakan lubang bundar disana.

Melihat Albedo yang terguling dengan sedihnya, Organ tertawa. Dimana yang satu berjongkok di atas atap, dan yang lainnya tampak seperti anjing terjatuh ke dalam lubang.

"Posisi itu cocok untukmu, Anak Anjing."

"Hehehe ... anjing-anjing itu sangat tangguh, kau tahu? Mereka akan menggigit tenggorokanmu saat — wah! Tunggu tunggu, biarkan aku menyelesaikan ucapannya dulu! "(Albedo)

Organ menembakkan sihir satu per satu sambil tertawa.

Selain itu, ini adalah serangan berturut-turut dari elemen kegelapan tingkat tinggi. Sepertinya dia berencana menyiksanya daripada dibunuh.

"Ada apa? Larilah. Tuan yang baik hati ini akan menemani perjalananmu. ”(Organ)

“Sungguh buruk kepribadian bocah ini! Aku ingin bertemu orang tuamu! "(Albedo)

"..."

Kata-kata itu membuat ekspresi Organ berubah.

Setidaknya dia punya tanda kewarasan sampai sekarang, tapi penghinaan yang Albedo ucapkan padanya pasti telah menghancurkan semua kewarasan itu.

Itu benar, berbicara tentang orang tuanya adalah hal yang tabu.

"Aku berubah pikiran. Aku akan membakarmu hidup-hidup. "(Organ)

"O-Oh, sial, tidak! Aku sudah memutuskan kalau aku akan mati dalam pelukan seorang wanita! "(Albedo)

"Kamu bajingan." (Organ)

Saat Organ mencoba menembakkan sihir, keributan yang tidak wajar terdengar dari istana Suci, dan sebuah sorakan keras bergema.

Satu hal yang mereka teriakkan ...

"" Sang D-Dragonewt telah tiba !! ""

Itu adalah pertempuran yang tiba-tiba terjadi di Ibukota Suci, tapi ... klimaks pun akhirnya mendekat.




Sebelumnya          Daftar Isi          Selanjutnya

Post a Comment