Novel Potion-danomi de Ikinobimasu! Bahasa indonesia chapter 88





Chapter 88   Malaikat-sama, Lagi...? VII



Menjauh dari sana!
Patung dewi ini akan dibawa ke Istana! (Pihak Istana Kerajaan)

Apa yang kau katakan!
Patung dewi ini seharusnya disimpan dalam kuil!
Kalianlah yang harus pergi, orang-orang Istana Kerajaan! (Kuil)


Kalian berdua salah! Malaikat Suci secara langsung meminta kami menjaga kedua patung Dewi ini. Juga berkah ini harus diberikan  secara adil pada semua orang. Dia tidak akan membiarkan istana kerajaan dan kuil membawa patungnya tanpa izin, apalagi menyembunyikan dan menggunakannya untuk tawar-menawar politik ataupun menghasilkan uang! (Pria Sukarelawan)



Ya, ketiga pihak saling berdebat di alun-alun kota tempat patung dewi berada.
Pejabat dari istana kerajaan bersama pengawal kerajaan.
Para pendeta yang datang dari kuil.
Dan laki-laki yang diminta menjaga patung kecil ini sampai tugasnya selesai.

Tak satu pun dari mereka mau mengalah.

Itu wajar.
Jika perwakilan istana kerajaan atau kuil menyerah di sini, posisi mereka akan dipertaruhkan.
Dan tidak ada yang mau kehilangan posisinya di depan publik.

Laki-laki yang diminta menjaga patung Dewi oleh Kaoru juga tidak mau meninggalkan misi yang diberikan oleh Malaikat Suci.
Sementara banyak warga menonton, situasinya berlanjut selama beberapa waktu, namun pihak istana kerajaan yang sudah habis kesabaran, memaksa menyentuh salah satu patung kecil.
Ketika mereka melihat Istana Kerajaan mengambil satu patung, pihak kuil juga dengan cepat mengambil patung kecil lainnya.
Meskipun para sukarelawan coba menghentikan, namun dengan 5 orang saja tak mampu mengimbangi mereka.

Dan disaat para penjaga Istana kerajaan perlahan mengangkat patung kecil yang masih mengeluarkan obat ajaib itu...



Purin!!!



Patung kecil itu hancur... Berkeping-keping.



『『 『『 Ah …… 』』 』』 (Pihak Istana Kerajaan)



Mereka memandangi Patung Dewi Kecil yang berantakan di tanah dengan tatapan suram.



Kalian lihat kan?
Sang dewi tidak akan membiarkan patung ini jatuh ke tangan orang kotor.
Yang berhak menjaganya hanya mereka yang melayani dewi ... (Pihak Kuil)



Disaat para petinggi pendeta mengucapkan itu, patung mini yang diangkat oleh para pendeta lainnya juga hancur. Dengan suara yang nyaring…

Bukan hancur seperti retak dan pecah】.
Jelas kalau patung kecil itu tidak hancur seperti patung pada umumnya.
Yah, kata Dihancurkan itu lebih cocok.
Secara harfiah, Dihancurkam sampai tak ada yang tersisa, bagaikan kembali ke bentuk asalnya.
Sudah cukup untuk menggambarkan kemarahan sang dewi.



"""""""………………""""""" (Semua orang)



Alun-alun kota terbungkus dalam kesunyian.
Tatapan menyengat penuh amarah, jijik dan putus asa dari warga yang terdiam menusuk para pihak istana kerajaan dan kuil.

Patung ajaib yang diberikan dewi melalui Malaikat Suci.
Peninggalan obat tanpa batas berwujud sang Dewi yang menyelamatkan warga Ibukota dari epidemi.
Keduanya hancur oleh penjahat dari istana kerajaan yang mencoba mengabaikan kehendak Dewi dan menjadikannya milik mereka, dan pendeta busuk dari kuil juga ... Dan sekarang hancur tanpa sisa.


Para pejabat istana kerajaan dan para imam berkeringat oleh tatapan warga.



Malaikat Suci berkata pada kami Tolong jagalah kedua patung ini sampai ia menyelesaikan tugasnya.
Dan sekarang, patung Dewi telah menyelesaikan peran mereka, menyembuhkan epidemi warga ibukota.
Sang dewi takkan membiarkan orang dengan hati busuk menyentuh patung ini, dan melenyapkannya.
Dan dengan ini misi kami pun telah berakhir.
Walau hanya dua hari dua malam, tapi suatu kehormatan bisa melaksanakan kehendak Malaikat Suci untuk menyelamatkan warga. Kalau begitu, wahai orang-orang yang menjalani tugas dari Malaikat Suci, berbangga dirilah atas perbuatan besar yang telah kalian lakukan selama dua hari ini. Tugas kalian telah selesai! (Sukarelawan pria)



Rupanya pria yang menjaga kedua patung mini itu memiliki karisma.
Mungkinkah ia seorang bangsawan atau pria hebat yang kebetulan berpakaian seperti orang biasa dan berkeliaran di sekitar kota?
Dia menyatakan itu layaknya sebuah dongeng yang tidak bisa dipahami dan segera menghilang dalam kerumunan.
Dan diikuti 4 orang lainnya.

Saat pihak kerajaan dan para imam memperhatikan, hanya tersisa hanyalah mereka yang dikelilingi banyak warga.

... Kita harus pergi.
Meskipun berpikir begitu, mereka tidak bisa semudah itu kembali dengan tangan kosong.
Lalu bagaimana dengan mengumpulkan serpihan kecil patung dewi dan membawanya pulang sebagai Relic
Tapi bisakah mereka menunjukkan Relicitu ke publik? Mungkin tidak…

Dalam hal ini, mereka harus menjelaskan alasan kenapa patungnya hancur sedemikian rupa sampai tak berbentuk lagi.
Jelas ini kesalahan mereka sendiri.
Mengatakan itu hanya akan menjelaskan bahwa tindakan mereka telah ditentang oleh sang dewi.

Menggunakan kekuatan untuk menutupi semua kesalahan mereka?
Tidak mungkin. Mereka lalu mengumpulkan pecahan-pecahan sambil menangis, semuanya...
Pihak istana kerajaan, kuil, dan semua warga...

Pada saat itu, Di istana dan kuil kerajaan setelah prajurit memberitahukan kejadian di desa timur, perayaan besar disiapkan. Malaikat mengunjungi Ibukota dan memberikah berkahnya. Selain itu, malaikat itu tinggal di kerajaan ini. Tidak ada alasan para bangsawan dan pendeta tidak bersemangat.

Untuk menyelamatkan Kerajaan dari wabah, sekarang Malaikat Suci menuju ke Timur untuk menyelamatkan desa yang dianggap sebagai sumbernya. Setelah menyelesaikan itu, dia akan kembali ke kerajaan.
Utusan itu, prajurit yang ditempatkan di sana telah bertemu dengannya di desa.
Sepertinya dia sudah menyembuhkan penduduk desa.
Jadi begitu meninggalkan desa, dia mungkin kembali ke Ibu Kota.
Saat Malaikat Suci tiba di Ibukota, kita akan menyambutnya dengan megah, memberikan penghargaan, dan kemudian ... kita harus bersabar saat ini.

Mereka memimpikan masa depan cerah, politik dan bisnis, dan berpengaruh di bidang keagamaan.



Meskipun ada warga negara ini yang tahu kalau Malaikat Suci tidak mau kembali ke Ibu Kota lagi.
Dua bangsawan dan kapten.
Juga Si Letkolyang mendengarnya langsung dari Kaoru, masih belum kembali ke Ibu Kota.
Pemilik agen sewa yang diberi tahu tentang perjanjian sewa.
Namun si agen terlambat pergi ke alun-alun saat itu.
Fakta bahwa gadis itu membatalkan perjanjian sewa untuk meninggalkan Ibu Kota dan malaikat itu adalah orang yang sama.
Dia masih belum tahu soal itu.



*********************************



『 Patung dewi kecil itu, aku ingin tahu apakah mereka masih berdiri ... (Kaoru)



Botol potion patung dewi itu dirancang agar hancur sendiri setelah 5 hari.
Tidak akan ada yang tersisa dari patung Dewinya.
Bahkan jika efeknya terbatas pada penyakit epidemi, negara mungkin saja akan mengklaim
Negara kita telah menerima perlindungan dari sang dewi!】.
Aku tidak mau ada negara agama lain.



Selain itu, bahkan jika tidak memiliki efek lain.
Patung itu masih Mengeluarkan air tak terbatas.
Mungkin itu akan menguntungkan militer.

Bisa saja mereka bilang itu Air yang diberkati dewi.
Dewi ada di pihak kita!
Sangat berguna bagi para religius untuk membuat fanatik.

Jadi agar tidak disalahgunakan, aku membuatnya hancur sampai orang takkam bisa mengenali bentuk aslinya.

Dan meskipun lima hari masih belum berlalu, jika seseorang mencoba untuk memindahkannya patung itu akan otomatis hancur.
Jika patung rusak secara tidak wajar saat salah satu dipindahkan, mereka tidak akan mencoba mengambil patung yang lain.

Juga patung itu berada di tempat yang sangat mencolok, jadi tak mungkin pencuri dan bandit bisa menyentuhnya.
Hanya istana kerajaan atau orang kuil yang dapat melakukan itu dengan paksa.
Jadi setidaknya salah satu dari mereka mungkin bisa bertahan sampai batas waktu 5 hari untuk memberikan obat ke warga.
Ya, itu metode yang kupikirkan sebelum mendapat bantuan dari Celes.
Saat ini Celes sudah menangani semua patogen jadinaku tidak perlu khawatir lagi.
Semuanya akan disembuhkan.
Karena itu ga masalah kalau keduanya hancur.

Jika patungnya hancur bukan karna batas waktu, tapi karna seseorang mencoba mengambilnya, mungkin saat ini mereka berada di posisi yang cukup mengerikan, meskipun itu gak ada hubungannya denganku.

Masa bodoh.



Kaoru-chan, kita akan segera memasuki jalan ke arah selatan (Francette)



Francette memberitahuku begitu.
Tampaknya dia bisa melihat dari sudut pandang lebih tinggi dari atas kuda dibanding kami yang hanya melihat melalui kaca depan kereta ...
Atau kalau kuduga, penglihatan Francette telah diperkuat oleh potionku dulu..
Mungkin, dia bisa melihat lebih jauh dari orang biasa.
Terlepas dari hambatan, topografi, fakta bahwa dunia itu bulat, dll.

Pokoknya saat ini kita pergi ke Selatan.
Ke laut, menelusuri sepanjang tepi benua sambil menikmati hidangan ikan.
Mencari tempat untuk menetap dan pasangan hidup.
Terlepas dari Francette dan Roland, aku tidak mau keduluan sama pasangan Emil dan Bell.
Ini adalah perjalanan untuk menyebarkan gen Nagase, dan Takkan pernah menjadi perjalanan bagi pasangan mesra!

Kuda Roland dan Francette juga!
Bisakah kalian berhenti menargetkan putri pasangan Ed?
Semuanya, Kenapa kalian selalu ...
Terang-terangan…




Sebelumnya         Daftar Isi         Selanjutnya

Post a Comment