Novel Watashi, Nouryoku wa Heikinchi de tte Itta yo ne! Bahasa Indonesia chapter 6





Chapter 6   Pemburu Pemula



Dua belas hari kemudian. Di ibukota suatu daerah yang terletak di negara lain jauh dari Kerajaan Brandel — tanah kelahiran Adele —
Di sana berdirilah sebuah gedung, dengan papan nama yang terukir simbol pedang, tombak, dan tombak yang bersilangan.

Bukan rumah pandai besi ataupun toko senjata.

Itu adalah Guild Pemburu.


Dan di depannya, berdiri seorang gadis muda sendirian.

Dari semua yang dia tabung, hanya tinggal tiga koin perak tersisa. Dia menggunakan sisa uangnya untuk membeli jubah, celana panjang, sepatu bot, dan pelindung dada dari kulit. Setelah itu, dia membeli pedang bekas murah di sebuah toko senjata. Seperti pedang biasa yang akan hancur jika dia ayunkan dengan kekuatan penuh, dia pasti perlu memperbaikinya.

Dia membeli pedang yang relatif pendek sesuai dengan perawakannya, kemudian memerintahkan nano-san mengumpulkan pasir besi dari lumpur di sungai dan dimasukkan ke dalam bilahnya. Pasir besi yang dia tahu adalah bahan yang sama dengan yang digunakan pada katana Jepang, membuat bilah pedang baru itu lebih kuat dan tahan lama.

Meniru teknik pengrajin, dia memberikan instruksi sederhana dan langsung membuatnya dengan sihir tanah.

Yang dia inginkan adalah pedang yang tidak bisa dipatahkan, yang takkan bengkok ataupun tumpul. Ketajaman harus biasa saja dan bahannya juga disamakan untuk mencapai kandungan karbon optimal.
 Aku tidak peduli jika kau merubahnya jadi mithril atau adamantine atau orihalcum atau hihi’irokane atau logam langka lainnya, katanya pada nanomachine. Bahkan jika perlu mengerjakan ulang struktur molekulnya, maka lakukanlah. Pastikan itu terlihat seperti pedang biasa!

Maka pedang misteriusnya pun selesai.

Bahkan si gadis sendiri tidak tahu itu sebenarnya terbuat dari apa.

Dia takkan pernah bisa membuat semuanya sendiri — terlalu sulit untuk membayangkan pegangan atau sarungnya dari bahan mentah, walau penampilannya biasa saja. Akan tetapi bilah itulah kunci kekuatan pedang yang sesungguhnya.

Dia sudah siap untuk mengalahkan beberapa monster — menjadi pemburu rata-rata yang normal. Dengan tujuan itu, si gadis membuka pintu Guild Pemburu dan melangkah masuk.

Aula guildnya kosong.

Itu sudah sore, yang mana bukan waktu sibuk.
Tidak ada pemburu yang mengobrol, minum, ataupun bertukar cerita petualangan hari itu.
 Gadis itu menoleh ke loket pendaftaran yang kosong.

"Permisi, aku ingin mendaftar sebagai pemburu," katanya ragu-ragu.

"Oh, h-halo!"  Seorang gadis antara tujuh belas atau delapan belas tahun, yang tampaknya baru saja mulai bekerja menyambutnya.

"Um, apa kamu bisa menulis?"

"Ya, aku bisa." (Adele)

"Baiklah kalau begitu. Tolong isi ini. "

Si gadis menerima formulir kosong dari petugas dan pindah ke meja pendaftaran di dekatnya. Dia meletakkan formulir di atas meja, memegang pena yang disediakan sambil melihat formulir itu. Tentunya tempat kosong pertama itu untuk namanya.

Namaku…

Si gadis berpikir keras.
Ya, aku pastinya tidak bisa menggunakan nama Adele. Tidak kecuali aku bertemu teman sekelas lama dari akademi ...

Misato adalah nama yang ia miliki di kehidupan sebelumnya, tapi sekarang dia harus membuat yang baru.

Saat itu, dia teringat percakapan yang pernah ia lakukan dengan ayahnya saat masih kecil. Saat di sekolah dasar, mereka diberi tugas yang mengharuskan bertanya pada orang tua masing-masing tentang asal usul nama mereka.

Ketika Misato bertanya ke sang ayah soal asal usul namanya, dia mengatakan ini:

"Yah, Misato, kamu tahu kan kalau pekerjaan ayahmu ini di bidang pesawat terbang? Di dunia penerbangan, kami menggunakan satuan jarak yang disebut mil.
“Ada mil laut dan mil darat, namun dalam kategori mil darat ada mil internasional, mil survei, mil statuta, dan lainnya — yang semua itu berbeda hitungan tiap negaranya. Sungguh ribet.
“Namun saat menghitung darat dan laut, di industri penerbangan dan maritim semua orang menggunakan mil laut yang sama sebagai satuan pengukuran utama. Langit dan laut terhubung di seluruh dunia, yang berarti akan menjadi masalah jika setiap negara menggunakan pengukuran mereka sendiri.
“Tidak seperti mil darat, yang meliputi berbagai standar berbeda, mil laut hanya memiliki satu ukuran. Jika kamu bepergian sekali mengelilingi dunia dari utara ke selatan, kau akan mencapai 360 derajat. Setiap tanda garis lintang itu adalah 60 mil, dan 1/60 dari itu akan selalu jadi satu mil.
“Kanji untuk‘ Misato ’juga dapat dibaca‘ Kairi. ’Dan kata itu adalah istilah Jepang untuk satu mil laut.
“Ke mana pun kau pergi, di dunia ini jarak satu mil laut selalu sama. Diriku ingin memberikan nama yang menyampaikan sifat-sifat universal itu, dan itulah alasannya kami memilih namamu itu. "
Si Gadis melesatkan pena bulu ke sepanjang halaman, menuliskan namanya.

Mile.

Jadi, pemburu pemula "Mile" pun telah lahir.

Mile mengisi sisa bidang kosong pada formulir.
Jenis kelamin? Perempuan.
Usia? 12 tahun.
Job? Pengguna sihir.
 Spesialisasi? Tidak ada.
 Punya party? Tidak.
 Berasal atau punya pengalaman sebagai pemburu? Tidak.

Dia mengembalikan formulir yang sudah diisi kepada petugas di loket, ia menerimanya tanpa protes.
"Mile, yah?" Katanya.
 "Apakah kamu berasal dari wilayah sini?"

“Tidak, saya lahir jauh di pegunungan, namun kedua orang tua saya telah meninggal. Sekarang saya harus hidup sendiri, dan tidak ada pekerjaan lain lagi yang bisa saya lakukan ... " (Mile)

"Aku turut prihatin. Aku minta maaf ... Yah, mari kita pelajari tentang guild ini! "

Penjelasan Laura soal petugas itu kurang lebih sama dengan apa yang ia dengar dari anak laki-laki di kelasnya.

Pemburu memiliki delapan peringkat, G sampai S.
Rank-G biasanya disebut "Bantuan guild" —anak-anak berusia enam hingga sembilan tahun yang diberi pekerjaan sambilan di sekitar kota atau tugas seperti menemani mereka yang pergi mengumpulkan tanaman obat.

Saat usia sepuluh tahun, para pemula ini akan bergabung jadi anggota guild yang sah dan memulai di Rank-F, peringkat terendah yang hanya bisa melakukan tugas mengumpulkan tanaman atau mineral, berburu burung, rusa, babi hutan yang mengganggu panen, serta menyingkirkan serigala dan monster lemah lainnya.

Di E-rank, mereka bisa menghadapi goblin dan orc, dan pada D-rank, batasan akhirnya dihapus dari para pemburu.

Tetap saja, Rank-D masih memiliki reputasi yang lebih rendah dan mereka jarang ditawari pekerjaan jadi pengawal dan sejenisnya, sebagian besar pengusaha hanya mencari pemburu Rank-C ke atas.

Memang, Rank-C biasanya dianggap sebagai "Pemburu Sepenuhnya," dan peringkat mereka adalah yang tertinggi. Tingkat kemampuan mereka sangat beragam — dari sedikit di atas Rank-D sampai mendekati Rank-B.

Rank-B menjadikanmu terkenal dan sangat dihormati, terutama di kota-kota kecil di negara ini. Rank-A itu spesial, sementara siapa pun yang mencapai Rank-S — Rank tertinggi — digembar-gemborkan sebagai seorang pahlawan.

Namun, hanya ada beberapa Rank-S, bahkan di ibukota kerajaan.
Kenaikan Rank diputuskan berdasarkan pekerjaan yang diselesaikan pemburu, prestasi, dan kontribusi untuk guild. Namun dalam beberapa kasus yang jarang terjadi, ada yang mampu naik rank tidak lama setelah didaftarkan ke guild.

Pemalsuan kenaikan rank sangat dilarang, dan siapa pun yang tertangkap basah melanggar akan dikeluarkan secara permanen dari guild, tidak peduli apapun posisi mereka. Dalam kasus terburuk, pemburu bahkan menjalani eksekusi. Karena itulah tak ada yang membiarkan diri mereka disesatkan selain hadiah dari raja.
(TN: Maaf kalo salah, aga bingung di bagian ini)

Anggota serikat diharapkan mampu menyelesaikan perselisihan internal di antara mereka, selama pertengkarannya ga ricuh. Jika seorang pemburu terbukti melakukan kejahatan, mereka akan diadili dan dihukum oleh guild maupun penegak hukum setempat. Anggota guild masihlah warga, dan kejahatan adalah kejahatan, jadi tindak kekerasan, pemerasan dan sebagainya akan ditindak tegas.

Saat si petugas melanjutkan penjelasannya, lencana pemburu  yang tampaknya mulai dibuat setelah menerima dokumen dari gadis itu telah selesai. Itu sebuah label dari besi kecil yang dipasangkan dengan rantai kalung ke leher. Di atasnya terukir "F" (Dalam bahasa dunia lain), beserta nama Mile, nama guild, dan nomor registrasi.

Tentu saja, karena itu tidak dilengkapi dengan fungsi rahasia yang secara otomatis merekam monster yang terbunuh, atau menerima pesan mendesak dari guild, mereka harus membawa sesuatu sebagai bukti setiap kali membunuh monster. Jika seseorang pindah ke kota lain, diperlukan surat pengantar dan catatan penilaian untuk diteruskan ke guild baru sebelum pindah.

Untuk menjaga kerahasiaan, proses perpindahan ini tidak pernah dipublikasikan, sehingga tak perlu khawatir akan mengungkap keberadaan seseorang.

"Jika kamu menemukan mayat pemburu di manapun," kata Laura,
"tolong ambil dan kembalikan tanda pemburu itu. Kami akan menghubungi keluarganya dan memproses penghapusan dari daftar anggota. Kemudian setelah lencana pemburu mereka dinonaktifkan, kami akan kembalikan kepada keluarganya sebagai kenang-kenangan. Siapa pun yang mengembalikan lencananya tentu saja akan menerima sedikit hadiah dari guild. Dalam beberapa kasus, dari kerabat juga akan memberikan tanda terima kasih kepada penemunya. Dan tentu saja, semua barang yang ditemukan bersama mayatnya termasuk senjata dan armor akan menjadi milik penemunya. ”

Ketika petugas itu menyerahkan lencana kepada Mile, dia melanjutkan penjelasannya.

Uang hadiahnya itu cuma sedikit, jadi tidak mungkin seorang pemburu akan "menemukan" mayat pemburu lain tanpa alasan yang kuat. Membuat pekerjaan berburu pemburu lain itu tidak disarankan. Memang, itu terdengar seolah-olah aturan ini diberlakukan hanya untuk tujuan itu, untuk mendorong mereka mengembalikan lencananya daripada mencuri barang-barang pemburu yang sudah meninggal.

Penjelasannya pun selesai, petugas itu menoleh sekali lagi ke Mile dan berkata,

 "Selamat datang di Guild Pemburu!"


***

Malam itu, Mile berbaring di tempat tidur penginapan dekat guild, bersiap untuk hari esok.

Ada banyak pekerjaan untuk pemburu peringkat-F. Namun, kebanyakan bukan permintaan individu, melainkan pesanan besar, atau tugas mengumpulkan material di wilayah sekitar kota. Itu berarti permintaan pekerjaan baru tidak dikeluarkan setiap hari, namun akan terus dipasang oleh guild, sehingga pemburu dapat berburu dan memanen sesuka mereka tanpa pemberitahuan formal dan membawa kembali bukti dan barang-barang mereka ke titik pengiriman untuk menerima pembayaran. Daftar itu selalu disertai dengan hadiah harian untuk pemburuan goblin, herbal, atau daging serigala — segala barang atau jasa yang didapat selama musim tertentu.

Barang-barang yang dipanen tidak termasuk dalam pesanan jumlah besar ini, walau ada barang-barang tertentu yang selalu dicari pembeli asalkan kondisinya bagus termasuk burung, babi hutan, rusa, buah-buahan dan jamur pohon yang dapat dimakan, sayuran liar, bijih dan mineral, dan banyak item lainnya. Mereka dinilai berdasarkan ukuran dan kualitasnya, dengan nilai moneter yang berubah sesuai  harga pasar dikota setiap harinya.

Jika Mile menerima pesanan jumlah besar dan memanen, itu akan menyelamatkannya dari kesulitan bangun pagi lalu mendatangi guild yang ramai untuk mengambil tugas harian. Yang harus ia lakukan hanyalah dari penginapan langsung ke hutan.

Ada jalan lain agar Mile yang seorang pemburu Rank-F bisa berburu monster berperingkat lebih tinggi dari jackalope untuk mendapatkan lebih banyak uang. Salah satu caranya adalah bergabung dengan party, namun itu adalah sesuatu yang tidak dipertimbangkan Mile. Cara lainnya adalah berburu monster dari pesanan jumlah besar yang berperingkat lebih tinggi.

Jajaran pekerjaan sebagian besar dikelompokkan untuk mencegah pemburu tidak berpengalaman mengambil pekerjaan yang tidak bisa mereka tangani dan kehilangan nyawanya, serta untuk meminimalkan tingkat kegagalan pekerjaan yang diterima guild. Dalam pesanan jumlah besar yang bukanlah permintaan individu, tidak ada yang namanya kegagalan: jika kamu tidak berhasil, kau bisa melakukannya lagi. Ditambah, nilai bahan yang diminta melalui pesanan jumlah besar tidak pernah berubah.

Tentu saja itu tidak direkomendasikan, tapi selama seseorang menerima risiko dan tanggung jawab itu, guild akan menutup mata. Namun, Mile tidak berniat mencoba melawan monster berperingkat tinggi kecuali mereka menyerang duluan. Bagaimanapun, dia hanyalah pemburu Rank-F biasa.

Ada beberapa alasan kenapa dia memilih jadi pemburu. Pertama, profesi itu bisa dilakukan siapa pun, tak peduli usia ataupun penampilan mereka. Dengan lencana pemburu, ia bisa dengan mudah serta terang-terangan melintasi perbatasan wilayah dan negara. Jadi apabila nama dan reputasinya menyebar ke negara lain, ia bisa pindah ke negeri yang jauh dan mendaftar  lagi sebagai pemburu Rank-F dengan nama baru.
Juga, karena dia hanya akan menghadapi monster dan binatang buas, itu bukan masalah besar jika dia meleset dalam membatasi kekuatannya. Memang, jika bertindak sendiri ia bisa menggunakan sihir dan kemampuan pedangnya dengan leluasa tanpa disadari orang lain. Dan bila terjadi sesuatu yang tidak menguntungkan, ia bisa segera pindah ke negara lain. Dengan menjaga jarak dari pemburu lain, dia bisa menghilang tanpa jejak dan takkan ada yang peduli.

Selain itu jika harus menjaga toko dari pagi hingga malam setiap harinya, ia akan merasa sangat bosan. Meskipun akan ada waktu luang saat libur, tapi dia lebih memilih untuk menabung setidaknya cukup untuk menjalani hidup dan menikah dengan damai di masa depan nanti.

Dengan alasan-alasan dalam pikirannya itu, ia tidak dapat memikirkan profesi lain yang dapat dilakukan — terutama mengingat kenyataan bahwa di atas segalanya, seorang pemburu adalah profesi yang biasa-biasa saja, rata-rata, normal, profesi yang bisa dilakukan oleh semua orang sebodoh apapun mereka.


***


Keesokan harinya, Mile bangun dengan ceria dan pagi sekali untuk bergegas melakukan pekerjaan pertamanya.

Karena bisa menggunakan sihir penyimpanan, maka ia tidak membutuhkan tas. Namun jika pergi dengan tangan kosong, orang mungkin menyadari bahwa dia melakukan sesuatu yang tidak biasa, jadi ia pun memanggul tas di punggungnya. Itu hanya untuk membawa item questnya. Roti untuk makan siang dan kantong kulit airnya disimpan dalam Item Box agar tidak basi. Satu-satunya peralatan yang dia kenakan adalah armor dan sepatu bot kulit, bersama dengan pedang misterius di pinggangnya. Dia sangat mirip dengan pemburu pemula.

Dia berada di kota terpencil, jadi jarak penginapan ke hutan tempat berburu tidaklah jauh. Orang dewasa butuh waktu sekitar sejam dengan jalan kaki, walau Mile bisa tiba dalam lima belas menit. Tentu saja itupun karna dia melambat saat melihat orang lain — dan dia juga menghindari berlari dengan kecepatan penuh agar tidak merusak tanaman di sepanjang jalan.

"Jadi, ini yang namanya Hutan Pemburu ...," renungnya. Dia telah menerima peta dan petunjuk dari petugas, dan sekarang tidak salah lagi bahwa dia telah tiba.

Hutan lebat dimana tak terlihat ada jejak manusia lain, jadi Mile mulai berpikir keras. Berjalan dalam kesunyian hutan.

"Orang-orang yang lebih berpengalaman pergi  jauh ke dalam hutan atau memasuki hutan lain," gumamnya sambil melangkah lebih dalam menelusuri hutan. "Area ini diperuntukkan bagi para pemula, jadi tentu seharusnya tak ada monster besar berhadiah tinggi di sekitar sini ..."

Setelah tak lama berjalan, ia melihat seekor burung bertengger di dahan pohon. Meskipun hutan ini agak remang, entah bagaimana ia bisa melihat cukup jelas.

Namun, meskipun bisa melihat, tidak mungkin pedangnya bisa mencapai burung di atas pohon itu. Meski begitu, burung itu cukup besar — ​​jika bisa menangkapnya, pasti bisa ia jual dengan harga yang bagus. Dan jika tidak melepaskannya, yah, mungkin dia takkan bisa membeli makanan (untungnya, penginapan sudah dibayar).

Mile menatap tanah, melihat batu seukuran kepalan tangan, lalu mengambilnya. Dia melempar burung itu sekuat yang ia bisa.

Bwam!

Suara hamtaman bergema ke seluruh hutan.
Burung itu lenyap dari pandangan. Bagian atas pohon tempat burung itu bertengger juga lenyap.
Entah bagaimana, tidak terksean bahwa burung itu melarikan diri.
Jarak pandangnya masih cukup bagus, Mile jelas bisa melihat potongan daging dan bulu dan cipratan noda darah pada pohon yang tersisa.

"Tidaaaaaak ..."

Beberapa menit kemudian dia mulai berjalan lagi, kantong-kantong jubahnya dipenuhi kerikil kecil, masing-masing seukuran seujung kelingking.

Yang seukuran itu harusnya hanya menembus mereka, pikirnya, memutuskan akan mengincar kepala mereka. Bagaimanapun, Mile itu seorang gadis yang cerdas.

Namun, mungkin dikarenakan suara gemuruh mengerikan tadi, tidak ada binatang lain lagi terlihat. Tanpa pilihan lain, Mile pun memetik tanaman.

Namun katanya mereka sangat sulit ditemukan, jadi ia harus menggunakan sedikit kelicikan. Benar, pikirnya. Sudah waktunya untuk sihir pelacak.
Mile adalah tipe orang yang menganggap tidak ada gunanya bekerja keras jika punya alat untuk membantu.

“Sihir pelacak! Tunjukkan padaku lokasi tanaman herbalnya! "

TUJUH LANGKAH MAJU LALU BELOK KIRI, LALU ENAM LANGKAH KE DEPAN.

"Apa kau itu GPS ??! Itu hanya penunjuk! Bukan sihir !! "

BAIKLAH, INGAT — SEMUA ORANG MELAKUKAN SIHIR ITU MELALUI KAMI, LAGIPULA ...

"Alasan bagus."

Mile jatuh berlutut, agak kecewa. Sejujurnya, dia mengharapkan sesuatu yang sedikit lebih magic - seperti layar radar dengan titik-titik merah dan biru, atau pilar cahaya yang akan memancar dari lokasi dimana tanaman itu tumbuh.

JIKA KAMU MENGINGINKAN ITU, KAMI DAPAT MENCIPTAKANNYA.

"Kau bisa ?!" Mile tidak ingin terlalu bergantung pada nano-san, jadi ia berusaha tidak berbicara pada mereka kecuali selain saat melakukan sihir. Namun, kali ini dia segera menjawab.

Jika ada yang melihatnya, mereka mungkin akan salah mengiranya sebagai orang aneh yang melakukan pertunjukan monolog.

Di depan matanya, sihir pelacak berubah bentuk ke sistem radar — tanpa navigasi suara. Sinyal-sinyal itu seperti dipancarkan langsung ke retinanya, lalu menggunakan koordinat ini, Mile mengumpulkan tanaman obat. Setelah mengumpulkan sejumlah herbal, ia beralih jenis lainnya, menyimpan yang pertama tadi ke Item Box, bukan ide bagus mengumpulkan terlalu banyak jenis yang sama.

Beberapa saat setelah mengumpulkan, gema dari hantaman besar yang ia lakukan tadi akhirnya memudar, dan hewan-hewan yang bersembunyi dalam liang dan sarang mereka mulai muncul lagi.

Menghadapi jackalope yang muncul dari kejauhan, Mile mengambil salah satu kerikil kecil dari sakunya dan dijentikkan dengan jari.

Di Bumi, ada teknik jari khusus di mana mereka menyentilkan bola logam atau koin dengan jarinya untuk mengalihkan perhatian atau mengagetkan musuh. Versi Mile tentu saja berbeda.
Fussss…!

Kerikil mengenai tengkorak hewan itu dengan sempurna, menembus kepala, meninggalkan daging, kulit, dan — yang paling penting — tanduknya tidak rusak. Kalau tidak nilai jual serigala akan berkurang. Senang dengan hasilnya, Mile menyerah mengumpulkan herbal dan beralih memburu hewan liar.

Serigala, burung, makhluk mirip rubah — satu per satu mereka menjadi mangsa kerikilnya. Setelah beberapa saat, dia berhenti sejenak untuk menambah persediaan amunisi, namun segera kembali berburu.

Jika dengan tombak atau pedang, hewan-hewan akan lari sebelum dia bisa mendekat, kesempatan untuk bisa mengenai mereka dengan panah tidak terlalu tinggi. Akibatnya, pemburu biasanya cenderung tidak mencari burung dan hewan kecil lain. Lagipula juga, mereka tidak akan bisa menemukan mereka semudah Mile. Bahkan tanpa menggunakan sihir pelacak sekalipun Mile memiliki indera luar biasa yang memungkinkannya menemukan mangsa dengan mudah, satu per satu hewan di hutan. Dan berkat itu, bahkan saat menyergap dan mengejutkan musuh ia masih bisa berhasil menjatuhkannya sebelum  lolos.

Dia melanjutkan perburuannya sampai tiba-tiba seekor babi hutan raksasa muncul.

Bwoosh!

Itu adalah tangkapan besar.
Mile pun berjalan pulang, sungguh ceroboh. Dia menyadari sesuatu.

"Aku ini penyihir, tapi belum menggunakan sihir sekali pun ..."

Rupanya, dia tidak menganggap sihir pelacak yang ia gunakan saat mengumpulkan herbal sebagai "menggunakan sihir." Tidak seperti sihir tempur, hal-hal yang telah ia lakukan tidak seperti layaknya seorang penyihir pemburu — Dia menganngap itu hanya sebagai peta penunjuk arah saja.

Pada akhirnya, hari pun berakhir, Mile tidak menggunakan sihir serangan maupun pedangnya.


***


Mile berjalan ke guild untuk menukar barang dengan uang. Tasnya, yang membawa sebagian dari apa yang telah ia kumpulkan, tersandang di bahu kanannya. Memikirkan situasi kedepan, Mile memutuskan sebaiknya tidak menyembunyikan fakta bahwa ia bisa menggunakan sihir penyimpanan. Sebagai gantinya, dia akan meminta agar bisa menggunakannya saat berburu. Kalau tidak, ia tidak bisa membawa semua hasil buruannya.

Tapi hari ini dia hanya akan menyerahkan herbal dan serigala saja, sesuai urutannya ia menjual daging dan bahan lain yang telah dikumpulkan. Dia langsung menuju ke loket penerimaan tapi dihentikan oleh suara seorang pria.

"Kamu punya waktu?"

Apakah dia bermaksud menggodaku? Mile bertanya-tanya.
Saat dia menoleh, lelaki itu — atau lebih tepatnya, bocah laki-laki berusia sekitar lima belas tahun  itu—melanjutkan perkataannya, tampak agak gugup.

"Oh, t-tidak! Tolong jangan salah paham! Aku hanya ingin mengundangmu bergabung dengan party kami! Kami berlima sekarang, namun masih belum punya cukup kekuatan. Kami berharap bisa mendapat satu anggota lagi. Begitulah. ”
Di belakang bocah lelaki itu, beberapa lelaki dan perempuan berusia sekitar empat belas atau lima belas tahunan berdiri berpasangan.

"Aku belum pernah melihatmu di sini sebelumnya," kata bocah itu.
 “Apakah kamu datang dari kota lain? Menilai dari tangkapan itu, kamu seharusnya cukup terampil, tapi akan berakibat buruk jika kamu berburu sendirian. "
"Kami tidak jauh lebih tua darimu, dan kami punya anggota perempuan, jadi kamu tidak perlu khawatir menjadi satu-satunya. Bagaimana? Apa kamu akan mempertimbangkannya? "

Mile sama sekali tidak tertarik bergabung dengan party. Jika dia berburu bersama orang lain, mereka akan cepat tahu kalau dia itu abnormal. Segera, anggota party pun akan mulai bergantung padanya — atau lebih buruk lagi, menjual informasi tentangnya ke bangsawan di suatu tempat.

Di saat yang sama, akan terasa aneh baginya untuk terus berdiri sambil berbicara dengan membawa tas di bahunya. Dia tidak ingin memulai perdebatan dengan pemuda ini.

"Um, well ... Bisakah aku menyerahkan barang-barangku ini dulu?"

"Oh, maaf." Bocah itu menerima permintaannya dengan ramah dan berkata,
 "Aku akan menunggu di sini."

Mile pergi ke loket penerimaan dan menyerahkan hasil buruan, bersama dengan plat nama dan nomor registrasi. Dengan informasi itu, apapun yang dikerjakan seorang pemburu — bahkan jika itu hanya tugas sehari-hari seperti mengumpulkan daging atau rempah-rempah — akan dicatat kedalam catatan prestasi mereka, untuk dijadikan rujukan saat promosi Rank.

"Baiklah, nona kecil." Pria tua di loket penerimaan terdengar sangat terkesan.
“Kamu masih muda, tapi keterampilanmu bagus. Kamu mendapatkan banyak buruan, dan kulit mereka dalam kondisi sempurna. Aku akan memberikan tanda khusus untuk ini. "

"Benarkah?! Terima kasih banyak! Oh — itu benar — aku punya beberapa yang lain ... ”


Dia mengambil sisa buruan keluar dari sihir penyimpanan dan menumpuk semuanya ke atas meja. Mata orang tua itu membelalak karna terkejut.

"Sihir penyimpanan ... Dan bisa menyimpan sebanyak ini ..."

"Oh, aku — apa ini bukan hal biasa?"
"Tidak, er, bukan apa-apa ..."

Ketika Mile akhirnya mengambil babi hutan dari Item boxnya, rahang pria tua itu terjatuh.

Namun, meskipun terkejut akan peristiwa ini, pria itu masihlah seorang profesional. Setelah mengangkat rahangnya kembali dari lantai, ia mulai memilah hasil buruan.

Burung dan serigala masing-masing bernilai 2 koin perak satunya, yang mirip rubah itu bernilai 8 perak karna kulitnya, dan babi hutan itu bernilai 8 setengah emas! Dia membawa masing-masing lima burung dan serigala, jadi total pembayarannya berjumlah 1 emas 8 perak. Jika dihotung dalam mata uang Jepang modern, itu kira-kira sama dengan 108.000 yen.
Tentu saja, itu berkat babi hutan yang harganya begitu mahal saat ini. Namun, bahkan tanpa itu, Mile akan mendapatkan sekitar 28.000 yen. Jika dia bekerja tiga puluh hari dengan hitungan sebulan itu tiga puluh enam hari, dia akan menghasilkan 840.000 yen. Itu gaji yang besar.
(TN: maksudnya 30 hari itu sebulan di jepan dan 36 hari itu sebulan di dunia ini)

Menjadi pemburu adalah pekerjaan terbaik yang pernah ada !!! Pikir Mile.

Dengan gembira Mile meninggalkan loket penerimaan sebelum tiba-tiba, dia menyadari sesuatu.

Oh tunggu! Aku lupa menyerahkan herbalnya ...

Karna herbal disimpan ke dalam Item Box bukan dengan sihir penyimpanan, Mile sudah benar-benar melupakannya. Namun selama berada di dalam Item Box, mereka tidak akan membusuk. Dia bisa menyerahkannya nanti saja.

Apabila digabung dengan Herbal, Pendapatan bulanan Mile akan menjadi sepuluh keping emas — lebih dari satu juta yen.

Ketika dia kembali menemui anak laki-laki dan partynya, mereka tampak sedikit aneh. Beberapa menatapnya kosong. Yang lain benar-benar terbengong. Seperti orang tua di loket penerimaan sebelumnya ...
"Jadi, soal tadi—" dia mulai berbicara.

"Hei, kau!" Seorang pria berusia tiga puluhan bergegas masuk, menyela kata-kata Mile.
“Kamu bisa menggunakan sihir penyimpanan? Berapa banyak yang bisa kau tampung? "

Mile benar-benar ngeri dengan cara bicara pria itu sombong. Dia mengabaikan pria itu, berbalik ke anak laki-laki di depannya.

"Boleh aku menanyakan sesuatu."

"Hei, bocah!" Pria itu menggeram.

Mile terus mengabaikannya.

"Pertama, dari semua pemburu ini di sini, mengapa kamu memilihku?" (Mile)

"Apa kau dengar?!"

"Sejujurnya," lanjutnya,
"aku jauh lebih muda daripada semua orang di sini, bukan? Apa kamu tidak berpikir mungkin saja aku hanya akan menghambatmu? "

"Berhentilah main-main!" Pria itu marah. Bocah itu pun bingung.

Di malam hari, guild dipenuhi pemburu, jadi pertengkaran kecil seperti ini bukanlah hal luar biasa. Meski tetap saja, semua orang menonton karna tertarik melihat bagaimana pendatang baru itu akan bereaksi.

“Kamu terlalu berisik! Tolong diamlah. Tidak bisakah aku melihat kalau aku sedang berbicara? "

"A-apa ...? Y-yah, kamu mengabaikanku, jadi ... ”

"Oh! Apa kau berbicara denganku? Aku minta maaf. Aku tidak percaya ada orang yang begitunya tidak sopan menyela percakapan orang lain bahkan tanpa salam, jadi aku berasumsi kau sedang berbicara pada seseorang yang tidak bisa kulihat. "

“K-dasar bocah sialan! Kau pikir bisa macam-macam denganku ... Y-baik, baik. Kau akan bergabung dengan party kami. Maka kau bisa melakukan pekerjaan yang layak dengan membawa barang kami! ”

"Pokoknya," Mile berbalik ke arah bocah itu.
 "Dengan apa kalian berempat biasanya berburu?"

"Bisakah kau mendengarku?!?!"

“Kau, jangan mengganggu. Jika kau punya sesuatu untuk dibicarakan denganku, tunggulah giliranmu. Namun, jika kau datang hanya untuk menyewa atau mengajakku kencan, maka aku harus menolak. Aku juga punya kebebasan untuk memilih— ”

"Dasar bocah kecil !!!" Pria yang marah itu menghunuskan pedang, mengayunkannya ke arah Mile.
Para pemburu lain berlari menghentikannya, tapi mereka takkan pernah berhasil tepat waktu.

Shing!

Ka-Buk.

Semua orang membeku. Beberapa pemburu berhenti di tempat, seolah-olah langkah mereka dihentikan.

Pria itu berdiri terdiam, mencengkeram gagang pedangnya dengan erat. Mile berposisi seperti seseorang yang baru saja mengayunkan senjata. Dan di sana, yang bergemerincing ke lantai, sebuah bilah pedang — tapi bukan ujungnya yang patah. Pedang  besar itu telah terpotong bersih.

"Ap-ap ...?"

Schwip!

Dengan gerakan cepat, Mile mengembalikan pedang ke sarungnya.
Sesaat kemudian, Armor besi pria itu juga terbelah menjadi dua.

"Ee ...." Dia mundur perlahan, lalu berbalik dan berlari.

Dua pemburu lain yang mungkin anggota partainya, mengikuti dengan panik.

Mungkin pria itu tidak benar-benar berniat menebas Mile; kemungkinan kuat dia bermaksud berhenti sebelum mengenainya, dan hanya untuk membuatnya ketakutan. Namun, Mile bukan tipe orang bodoh yang optimis lalu menganggapnya begitu dan tidak melakukan perlawanan. Jika dia tidak bertindak dan pria itu tidak berhenti, maka ia akan terbunuh.

"Sekarang, seperti yang kubilang tadi ..." Mile berusaha kembali ke percakapan sebelumnya, tetapi anak laki-laki itu hanya menatapnya dengan mulut ternganga, tidak mampu menjawab.

Ketika Mile berdiri di sana kebingungan, pemburu lain yang berusia tiga puluhan mulai berbicara.

“Nona kecil, pedangmu itu…. Sungguh menakjubkan ... Di mana kau mendapatkannya? "

Oh soal itu.

Kemungkinan pemburu itu tidak punya motif tersembunyi selain sekadar minat pada pedangnya, namun jika orang lain mengira pedangnya itu luar biasa, maka mereka pasti akan mengincarnya.

"Eh, aku membelinya di toko seperti yang lain, kau tahu? Ini hanya pedang bekas dari toko yang kubeli murah. ” (Mile)

“Dengan kehebatan seperti itu ?! Kamu bercanda denganku! ”

Apa yang kulakukan? Ah, tunggu!

"Um, bisakah aku meminjam pedangmu sebentar?" (Mile)

"Hm? Oh, well, tentu saja ... "

Pria itu melepaskan pedang yan tersarung dari pinggangnya dan menyerahkan kepada Mile, lalu diikatkan ke pinggang kiri di samping pedangnya sendiri.

"Sekarang, bisakah aku meminta seseorang untuk melemparkan sepotong tembaga ke udara?" (Mile)

"Aku akan melemparkannya!"

Kerumunan orang yang ingin tahu mulai berkumpul di sekitar Mile, dan salah satu pemburu berbicara, menarik dompet koin dari saku dadanya lalu mengambil satu koin tembaga.

"Kita mulai! Dan ... hup! "

Shing! Snap!

Mile mengayunkan pedang pria itu lebih cepat dari yang bisa mereka lihat, lalu mendorong tangan kirinya ke udara.

"Ini dia." (Mile)

Mile mengulurkan telapak tangannya pada pria yang telah meminjamkan pedang tadi, memperlihatkan dua belahan koin tembaga.

"T-tidak mungkin ..." Dia menatapnya, tercengang.
"D-dengan pedangku ... ?!" Pria itu mengambil potongan koin dari tangan Mile, menatapnya dengan linglung, sungguh tak bisa dipercaya.

"Kau lihat? Itu tidak ada hubungannya dengan pedang. Hanya butuh keahlian saja. "

Apakah gadis ini serius? Semua orang yang ada di aula, pemburu dan staf sama-sama bingung atas pernyataan Mile.

Namun, sebagai anggota guild, mereka dilarang menyeidiki masa lalu atau kemampuan orang lain. Tanpa bertanya, mereka hanya bisa menyaksikan dan mendengarkan dengan seksama.

Mile mengembalikan pedang pria itu, senang akhirnya bisa kembali berbicara dengan bocah itu.

"Begitu. Maksudmu kalau kekuatan kalian belum memadai ... "
“Y-ya! Saat ini, kami memiliki pengguna pedang, pengguna tombak, dan pengguna busur, serta dua penyihir, salah satunya dapat menggunakan sihir serangan. Yang satu lagi lebih ahli dalam sihir bantuan dan penyembuhan ... Pokoknya, kami kurang diuntungkan dalam pertempuran jarak dekat, jadi kami berpikir akan lebih baik mencari satu pengguna pedang yang lebih ahli untuk bertindak sebagai penjaga belakang ... "Bocah ini mungkin si pemimpin, ia keceplsan saat berusaha menjelaskan situasinya dengan sopan. Meskipun demikian, Mile mengerti maksudnya.

"Tapi, um, aku ini pengguna sihir, jadi ..." (Mile)

"Apaaaaaa ?!"

Kali ini teriakan kaget datang dari para pemburu di belakang mereka juga.

"T-tapi pedang itu—? Dan hal yang kamu lakukan sebelumnya ... "

“Oh, yah, bahkan sebagai penyihir yang posisinya di belakang, terkadang musuh berhasil menerobos garis depan dan mencapai dirimu, kan? Terkadang juka kau diserang dari belakang. Jadi setidaknya, kupikir aku harus bisa menggunakan pedang dengan cukup baik untuk melindungi diri saat itu terjadi. Aku hanyalah pengguna pedang yang setengah matang. "
Bang bang bang bang bang!

Mile mendengar suara aneh di belakangnya lalu menoleh, terlihat pria seperti pengguna pedang yang tadi diajak anak lelaki itu membenturkan kepalanya ke dinding. Apakah dia salah makan? Ada apa dengannya?

Namun tidak seperti para pengguna pedang yang terperangah, para pengguna sihir tampak agak lega. Jika benar ada seorang pengguna pedang yang juga bisa menggunakan sihir langka seperti sihir penyimpanan, maka tak perlu lagi menggunakan sihir lain. Di sisi lain, memiliki penyihir yang luar biasa yang juga mampu beradu pedang dengan pemakai pedang terbaik ... Itu mengesankan.

"M-maaf ... Kami pikir kamu adalah pemburu Rank-D sama seperti kami, jadi ..."

“Oh, um, Rank-D? Apa perbedaan dua Rank akan membuat segalanya menjadi sulit? “

Mile berusaha mencari alasan yang bagus untuk menolak, dan sekarang kesenjangan peringkat akan menjadi jalan keluarnya. Dia sangka bocah itu dan partynya juga berpangkat E atau F, jadi sungguh, ini kejutan yang kebetulan.

"Dua? Ah, kamu Rank-B, ya? Itu masuk akal melihat sihir penyimpanan dan skil pedangmu itu. Kamu terlihat masih muda, mungkinkah dirimu itu Elf atau Dwarf? Tolong maafkan ketidaksopananku tadi ... "

"Oh, tidak, aku hanya manusia biasa, biasa-biasa saja. Aku baru jadi pemburu kemarin. Aku Rank-F. " (Mile)

Ka-thak!

Buk!

Smack!

Bang bang bang bang bang bang bang bang!

Berbagai macam suara bergema di belakangnya.

"KAU SERIUS?!?!?!"

Mile dikejutkan oleh keganasan teriakan di belakangnya.

"Ayolah, meski begitu ..."

“Tidak ada yang namanya Rank-F sepertimu! Kenapa kamu tidak mengajukan permintaan naik rank saat mendaftar ?! "

"Hah? Permintaan naik Rank? Apa itu?" (Mile)

Di respon Mil yang polos, para pemburu tampak semakin takut, dan di depan aula, wajah para staf menjadi pucat.

"Seseorang panggilkan master guild!"

Atas perintah seorang pria yang tampaknya pemburu veteran, salah satu staf guild berlari dengan panik menaiki tangga.

"Nona kecil, siapa yang mendaftarkanmu?"

"Umm, dia seorang wanita berambut pirang, sekitar tujuh belas atau delapan belas tahunan. Kalau ga salah namanya Leira? Atau Lorrie ...? " (Mile)

"Laura! Sialan gadis itu! Ini konyol."

Mile mundur. Ini sepertinya menjadi hal yang merepotkan.

"Apa ada masalah…?" (Mile)

“Jangan khawatir, nona kecil. Kamu tidak salah. Master guild akan menyelesaikan ini. "

Setelah beberapa menit, petugas yang berlari menaiki tangga kembali bersama guild master di belakangnya. Mungkin perlu beberapa waktu untuk sepenuhnya menjelaskan situasi ini. Lagipula, tidak mungkin baginya untuk bertemu dengan seseorang yang tidak ia kenal — terutama saat ada masalah seperti ini.

Master guildnya bukan pria tinggi dan gemuk seperti yang dibayangkan Mile, tapi tipe orang yang mungkin kau akan salah sangka menganggapnya sebagai manajer bank. Mungkin, pikirnya, ia dipilih dikarenakan kemampuan mengelolanya bukan karna skill tempur.

“Apa ini nona muda ini orangnya? Di mana Laura? ”

"Ya. Ini orangnya. Laura libur hari ini, tapi aku akan langsung menjemputnya, "jawab seorang pegawai di dekatnya.

Master guild mengangguk, lalu berbalik ke Mile. "Maafkan aku. Tampaknya salah satu stafku melakukan kesalahan, tapi aku akan menyelesaikannya. Maukah kamu ikut denganku sebentar? "

"Ya, tentu saja," Jawan Mile.

Pemburu veteran yang berbicara sebelumnya berbicara. "Keberatan jika kami ikut? Kami tidak ingin ada orang yang menarik wol dari mata gadis kecil tak bersalah ini. Kami harus memastikan dia tahu bahwa ini adalah kesalahan guild dan bukan sekedar opini kami para pemburu. ”

Master guild mengangguk, dan si veteran memanggil dua pemburu veteran lainnya. Bersama-sama, mereka semua menuju ke ruang pertemuan.

Saat mereka sedang menyesap teh, Laura, resepsionis yang kemarin tiba terengah-engah, wajahnya sangat pucat.

"Pertama, mari kita dengarkan dari Laura. Kamu yang mendaftarkan gadis ini, Mile, kemarin. Apa itu benar?"

"Y-ya ..." Laura mengangguk, wajahnya masih pucat.

"Dan pada saat itu, apa kamu memberi tahunya soal permintaan naik rank?"

"T-tidak ..."

"Kenapa tidak?"

"Y-yah, dia baru saja mendaftar di usia dua belas tahun, jadi aku menduga dia hanyalah pemula ..."

"Dan apa yang tertulis di pedoman?"

"I-itu, kita harus menjelaskan semuanya kepada setiap orang ..."

Setelah kesalahan ini dipastikan, Master guild memegang kepalanya.
"Dia mendaftarkan jobnya sebagai pengguna sihir, kan? Kenapa kamu tidak mengkonfirmasi tingkat keahliannya ?! "

"Yah, dia membawa pedang, jadi kupikir bahkan jika dia bilang dirinya penyihir, pedang itu adalah senjata tempur utamanya sedangkan sihirnya cukup lemah ..."

"Kau bodoh! Dia mengalahkan Matthew dengan pedangnya dalam satu serangan, dan dia bisa menggunakan sihir penyimpanan! Setidaknya itu adalah skill yang dimiliki pemburu Rank-B! Apa kau akan membuat orang sepertinya  mengumpulkan tanaman dan berburu serigala selama bertahun-tahun! Apa yang kamu pikirkan ?! ”

"Aku-aku bukan ..." Laura, sekarang kaget akan fatalnya kesalahan yang ia lakukan, sampai hampir menangis.

Sungguh, itu semua bisa dimengerti. Perbedaan penghasilan dan reputasi antara peringkat-F dan peringkat C atau B sama besarnya bagaikan jerami dan emas. Kesalahannya akan membuat anggota baru yang menjanjikan mengorbankan bertahun-tahun berharga hidup mereka, tindakan yang takkan bisa diabaikan, dan yang tidak akan terjadi seandainya Laura tidak menggunakan penilaian pribadi daripada mengikuti peraturan guild.

"Um ..." Mile menyela dengan malu-malu, masih belum memahami gawatnya situasi ini.
"Aku baik-baik saja tetap seperti ini ..."

"Apa kau pikir kami akan membiarkannya?!?!"

Para pemburu yang hadir menjawab marah.

“Apa kau tahu insiden macam apa yang akan terjadi jika guild membiarkan kesalahan seperti ini berlalu?! Pikirkan tentang pemburu lainnya! Sejak kapan ada pemburu Rank- F yang bisa menggunakan sihir penyimpanan ?! ”

Saat Mile menatap kosong, salah satu pemburu menjelaskan. Sihir penyimpanan adalah sihir berperingkat cukup tinggi, jadi hanya sedikit yang bisa menggunakannya. Dengan sihir itu kau bisa membawa banyak armor dan senjata cadangan, makanan dan air, dan tentu saja, menyimpan material dan buruan, sehingga penghasilanmu akan meningkat beberapa kali lipat. Jika kau bisa menggunakan sihir itu, orang lain akan melindungimu dengan nyawa mereka, bahkan jika kau lemah dalam pertempuran. Tidak masuk akal jika kamu bergabung dengan party Rank-C sedangkan dirimu Rank-A.

Jadi, jika kamu bisa menggunakan sihir penyimpanan, tak peduli seberapa buruk kemampuanmu yang lain, kau akan dipromosikan minimal Rank-C. Jadi, mengingat Mile bisa menggunakan sihir lainnya dengan cukup baik, dan juga sangat ahli berpedang, masuk akal kalau dia akan diundang untuk bergabung dengan dalam Party rank-B atau lebih tinggi.

"Jadi, bisakah aku mendaftar ulang?" (Mile)

"Jika itu mungkin, maka takkan ada masalah seperti ini."
Kali ini, ketua guild menjelaskan. Rupanya, di masa lalu, ada banyak bangsawan dan pengikutnya yang mencoba menaikkan rank mereka secara paksa, baik dengan suap ataupun memanfaatkan kekuasaan. Untuk mencegah hal ini, aturan kenaikan rank ditetapkan dengan tegas, sehingga begitu seseorang mendaftar, mereka tidak dapat mendaftar ulang dengan rank yang lebih tinggi. Secara umum, takkan ada siapapun yang mendaftar kembali lalu diberikan rank yang sama atau lebih rendah dari sebelumnya, kecuali dalam kasus seorang pensiunan yang kembali berburu.

Meski promosi bisa dilakukan, namun masih ada kendala tertentu. Diperlukan minimal beberapa tahun setelah bergabung dalam guild, dan pengecualian sangat jarang terjadi kecuali ia adalah pahlawan yang berjasa dalam menghadapi krisis negara.

Bahkan jika guild dapat memanipulasi hal seperti itu, tapi risikonya terlalu tinggi dan hukumannya terlalu berat. Tidak ada yang berani menempatkan diri mereka dalam bahaya seperti itu. Jika seorang staf, atau bahkan satu pemburu saja ketahuan dan beritanya tersebar ke phak yang salah, maka guild akan berakhir.

Ini adalah bagian dari alasan mengapa rekrutan baru harus menjelaskan keterampilan dan kemampuan mereka saat pendaftaran. Jika latar belakang atau kemampuan mereka memenuhi syara untuk promosi rank, maka itu akan dilaporkan kepada master guild, dan dia diuji oleh staf guild dan beberapa pemburu berperingkat tinggi, yang secara kolektif akan menentukan Ranknya nanti .

Bukan hal yang aneh bagi tentara dan ksatria untuk menjadi pemburu setelah pensiun, serta mantan penyihir istana yang diusir dari rumah mereka setelah perang saudara dan konflik lainnya. Jelas, tidak semua orang mulai di Rank-F.

Bahkan Mile, yang baru saja menjadi pemburu seharusnya memulai sebagai rank-C — meskipun itu adalah hal terakhir yang diinginkan si gadis.

"Apa yang harus kita lakukan?"

"Aku sungguh baik-baik saja seperti ini ..." Mile bersikeras.

"DIAM SAJA KAU!" Semua veteran meraung, mengabaikan upaya master guild yang kesulitan menenangkan mereka. Mile melangkah mundur.

Mile tidak akan mengeluh selama ia bisa mendapatkan sepuluh keping emas sebulan. Namun, para pemburu veteran tidak terima pikiran apabila seseorang sepertinya membuang-buang waktu untuk mengambil tugas pencarian dan tugas-tugas sepele lainnya tiap hari. DItambah, Rank-F akan dikeluarkan dari daftar orang-orang penting yang akan dipanggil jika monster besar muncul, saat guild diminta untuk mengawal orang penting, atau saat pemburu diperlukan untuk berpartisipasi sebagai bantuan saat bencana.

Secara keseluruhan, guild tidak akan membiarkan seseorang yang berguna begitu saja selama bertahun-tahun, membuang-buang waktunya. Secara khusus sihir penyimpanan Mile itu tak bisa diabaikan, yang berguna saat mengangkut atau mengirimkan barang serta membantu guild di kota-kota lain disaat situasi darurat ketika kekurangan orang. Benar, para pemburu tidak bisa mengesampingkan perkataan dari master guild, tapi tetap saja itu masalah yang sangat penting, sesuatu yang akan berdampak pada kehidupan mereka di saat darurat.

"Bagaimana dengan sekolah persiapan di ibukota ...?" Laura menawarkan dengan pelan, wajahnya masih pucat dan kepalanya tergantung.

"ITU DIA !!!" Ketua guild dan salah satu pemburu berdiri dari tempat duduk mereka.
Dua pemburu lainnya tampak tidak tahu apa yang sedang mereka bicarakan. Tentu, Mile juga tidak.


***


‘Akademi Persiapan Pemburu '.
Akademi itu mulai beroperasi di ibu kota enam tahun lalu. Sekolah tersebut adalah tempat pelatihan yang dirancang untuk memberikan pengetahuan dan teknik yang dibutuhkan oleh seorang pemburu pemula dalam waktu setengah tahun, yang memungkinkan seseorang untuk mencapai rank-D atau bahkan C setelah lulus. Awalnya sekolah itu diusulkan oleh seorang bangsawan berlatarbelakang pemburu yang prihatin dengan kenyataan bahwa diperlukan beberapa tahun agar seseorang dapat menjadi pemburu sepenuhnya, bahkan kandidat paling berbakat pun terbatas dalam berapa banyak yang bisa mereka capai sebelum memasuki usia pensiun.

"Tak peduli mereka bangsawan atau rakyat jelata - atau dalam kasus tertentu, bahkan budak sekalipun- siapa pun bisa mendaftar di sana tanpa halangan. Karna kebanyakan diterima berdasarkan rekomendasi dari master guild, program ini memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi, itu adalah bagian dari tugas setiap master guild untuk mencari anggota baru. Mereka mempertaruhkan reputasi mereka sendiri pada rujukan-rujukan ini. Namun…"

"Namun?"
“Jika orang yang ditunjuk oleh master guild dinilai tidak layak masuk akademi, ia akan langsung dikeluarkan. Dan master guild yang merekomendasikannya akan dipandang rendah oleh atasan dan takkan menerima rekomendasinya lagi ... ”

Setelah salah satu pemburu menjelaskan, Mile melirik ke arah master guild, yang tampak diam-diam senang, matanya berbinar.

"Aku percaya padamu, Mile ..."

Matanya tidak diragukan lagi adalah tatapan yang optimis.


***


Maka Mile pun menyetujui pindah ke ibukota dan mendaftar di Akademi persiapan Pemburu. Dia mendapat kesan bahwa jika ia tidak melakukannya, Laura, si staf, mungkin akan dipecat, dan master guild — meskipun posisinya aman — masih akan mendapat semacam hukuman.

Masih dipengaruhi oleh rasa hormat Jepangnya, Mile merasa cukup bersalah. Sepertinya guild ini telah melakukan pekerjaan sehari-harinya dengan baik sampai ia datang: anomali, seperti biasa.

Laura juga belajar dari kejadian itu. Seandainya dia melanjutkan dengan cara yang sama, mungkin saja kesalahan yang sama akan terulangi lagi di masa depan, tetapi setelah pelajaran ini, tidak mungkin dia akan pernah lagi mengikuti penilaiannya sendiri dan menabagikan aturan guild.

Terus terang, itu cukup menguntungkan bagi Mile.

Dia akan berakhir dengan rank-C cepat atau lambat, jadi itu bukan masalah besar ketika, tepatnya, itu terjadi. Satu-satunya alasan dia menjadi rank-C  adalah karna dia bisa menggunakan sedikit sihir penyimpanan, dan bahkan jika itu jarang terjadi, setidaknya itu masih akan menempatkannya dalam kategori pemburu rank-C "biasa" . Tidak jauh berbeda dari saat orang tahu ia memiliki sihir penyimpanan sebagai pemburu rank-F.

Ditambah, jika pergi jauh dan mendaftar ulang dengan ke guild yang berbeda, dia akan mendapatkan rank-C, dengan asumsi dirinya mengikuti prosedur yang benar. Jika dia berbohong dan mendaftar sebagai rank-F, dia harus tetap menyesuaikan dengan pemburu peringkat-F lainnya, berpura-pura tidak bisa menggunakan sihir penyimpanan  — Dia tak akan tahan dengan itu. Dia tidak tertarik untuk tetap miskin.

Pada akhirnya, perbedaan diantara keduanya hanya menghabiskan setengah tahun sebagai pelajar atau tidak. Dan oh, tentu dia ingin. Dia sangat ingin!

Kehidupannya sebagai siswa di Akademi Eckland telah berakhir dengan tiba-tiba, meskipun dia menikmatinya. Dia telah berbicara dengan semua orang — seperti biasa. Dia punya teman, dan mereka menghabiskan waktu bersama.

Dia sangat ingin tinggal disana! Dia ingin bersama semua orang sampai lulus. Ia menyesal telah pergi. Merindukannya.

Dengan pemikiran itu, tanggapannya tanpa ragu-ragu.

"Aku akan pergi! Aku akan mendaftar di sana! "


***


Selama tiga minggu setelah diputuskan bahwa Mile akan pergi ke ibukota, dia bekerja — bekerja keras.

Menurut sesama pemburu, uang sekolah, penginapan, dan makanan di sekolah persiapan semuanya gratis. Ditambah, para siswa diizinkan untuk terus bekerja sebagai pemburu saat sekolah, jadi sungguh, pekerjaan yang ia lakukan selama tiga minggu itu hanya untuk memastikan bahwa dirinya punya sedikit uang saat kembali nanti.
Periode pendaftaran berikutnya kira-kira sebulan sejak ia memutuskan mau sekolah, yang membuatnya hanya bisa kerja selama tiga minggu, lalu naik kereta selama delapan hari, sepuluh hari sisanya akan ia habiskan untuk persiapan. Jika semuanya berjalan dengan baik, dia bisa sedikit jalan-jalan dan meluangkan waktu untuk membiasakan diri dengan ibukota.

Seperti yang telah disebutkan, dunia Adele memiliki enam hari dan bulan yaitu enam minggu, jadi ada banyak cara mudah untuk memperkirakan jadwalnya.
Sekarang, ketika Mile melakukan perburuan dan pengumpulannya di hutan, dia bertarung dengan sihir dan pedangnya tanpa kerikil. Pekerjaan ini memerlukan tugas ganda, karena ketika dia berburu, dia juga harus melatih batas kekuatannya, kemampuan yang dibutuhkan saat dia di sekolah nanti.
Dia, tentu saja, membatasi kekuatannya saat di Akademi Eckland; namun, membatasi kekuatan seseorang untuk menyamai kekuatan anak praremaja tidak sama dengan menyamai kekuatan mereka yang juga akan lulus sebagai pemburu rank-C dalam waktu setengah tahun. Untuk melakukan semua ini sementara terlibat dalam pertarungan pedang dan sihir akan menjadi tantangan lain baginya.

Mungkin saja, pikir Mile, mereka bahkan melakukan latihan tempur dengan pedang asli, pedang yang berbilah — bukan pedang kayu. Mungkin juga ada duel sihir. Bahkan mungkin ada siswa di sana yang lebih tua darinya, yang lebih berpengalaman.

Dia menangkap burung dengan sihir.

Dia memburu dan rubah dengan tombak kayu yang dipahat runcing.

Dan untuk babi hutan dan rusa, dia mengalahkan mereka dengan pedangnya.

Meskipun mencoba untuk menjaga buruannya agar tidak lebih baik daripada pemula lain, dia terus-menerus membawa buruan berbeda yang membuat lelaki tua di loket penerimaan tercengang, dan pada saat berangkat menuju ibukota dia telah menyimpan tujuh koin emas dengan aman. Dalam Item Box. Dikombinasikan dengan penghasilan sebelumnya, dia sekarang memiliki total sepuluh keping emas — sekitar 1.000.000 yen dalam mata uang Jepang.

Ini lebih dari cukup untuk menutupi biaya perjalanan dan penginapan sementara, serta kebutuhan mendesak lainnya.

Akhirnya, dia bisa membeli beberapa pakaian, peralatan berburu dan seragam sekolah.


***


Kemudian, tiga minggu pun berlalu sejak diskusi di ruang rapat guild.
Dengan diantar Master guild, Staf guild, dan beberapa pemburu lain, kereta Mile meninggalkan kota.
Mereka akan tiba di ibukota dalam delapan hari.
Mile bisa melakukan perjalanan jauh lebih cepat apabila sendiri, namun karena tidak perlu, ia menahan diri tidak bergantung kemampuannya.

Bagaimanapun, dia hanyalah seorang pemburu Rank-F yang rata-rata.
Seperti biasa, master guild dan Laura patungan untuk biaya perjalanan dan biaya makan selama perjalanan.

"Itu dia ..." gumam master guild.

"Ya, memang." Jawab Laura.

“Dalam enam bulan, mudah-mudahan dia akan kembali pada kita sebagai pemburu rank-C, dan dalam waktu tak lama — mungkin beberapa tahun — dia akan mencapai peringkat B. Dia masih sangat muda. Aku ragu kalau Rank-A berada di luar jangkauannya. Bukannya akan bagus bagi guild jika memiliki yang sepertinya sebagai anggota. "

"Apakah kau benar-benar berpikir dia akan kembali ke sini? Dan tidak akan terus menetap di ibukota? "

"Yah, aku yakin dia punya keluarga. Dia harus kembali pada mereka, bukan? "

"Tidak, Mile lahir di pegunungan. Dia bilang bahwa dirinya hanya datang ke sini untuk mencari nafkah setelah kedua orang tuanya meninggal. Dia bukan dari sini, dan ia tidak punya keluarga. "

"Hm?"

"Hah?"

"Apaaaaa?!?!"

Master guild berlutut.
"T-tolong, setidaknya biarkan dia lulus dengan nilai baik sehingga rekomendasiku jadi berarti."

Dia hampir menangis.
Di belakangnya, beberapa pemburu yang mendengar percakapan itu jatuh berlutut karna kecewa.


***


Perjalanan ke ibu kota berjalan lancar.
Pakaian baru Mile bermotif polos dan murah, memberinya penampilan gadis desa "khas, rata-rata".
Tak lama kemudian, penumpang lain di kereta itu menjadi sangat berhutang budi padanya, karena ia menyediakan persediaan air setiap kali mereka berhenti berkemah. Bahkan begitu lama setelah berhenti kerja di toko roti, ia masih ingat satu atau dua hal tentang pelayanan pelanggan.

Namun, berkat kemampuan ini, dan fakta bahwa dia bisa menyimpan dan mengeluarkan makanan dengan sihir penyimpanan, jelas bagi semua orang bahwa dirinya adalah seseorang yang istimewa, terlepas dari pakaian yang ia kenakan itu biasa ataupun tidak.

"Jadi, kamu mau pergi ke ibukota? Apa untuk bekerja? "

"Um, sebenarnya aku pergi ke sekolah persiapan ..."

"Ahh, kamu akan menjadi pelayan di sana, kan? Itu adalah sekolah elit untuk para pemburu, jadi jika bisa menarik pria baik dengan beberapa potensi, kamu akan hidup dengan damai! Seorang gadis sepertimu seharusnya tidak memiliki masalah. Dalam beberapa tahun, para lelaki takkan bisa jauh darimu! "

Wanita itu berbicara sambil bergurau, salah satu penumpang yang meminta Mile membuat air hangat dan mengeluarkan daging rusa. Mile tersenyum kecut mendengarnya. Penumpang lain yang mendengar percakapan itu tertawa kecil.

Gagasan tentang seseorang yang usianya masih sangat muda yang dapat menggunakan sihir penyimpanan dan memanggil air sebanyak itu, bekerja sebagai pelayan ... Gadis muda itu tidak diragukan lagi adalah calon murid di sekolah itu.

Sembilan hari setelah keberangkatan, kereta pun tiba di ibu kota, sehari lebih lambat dari yang diperkirakan.

Hujan turun di sepanjang jalan, membuat jalanan berlumpur, dan salah satu roda kereta telah patah akibat tekanan lumpur, yang mengundur jadwal tibanya. Namun, mereka masih tiba lebih cepat dari yang diperkirakan saat menghadapi hambatan semacam ini.

Kecuali bagi mereka yang hanya mampir di ibukota dalam perjalanan ke tempat lain, semua orang turun di ibukota, tepat di tengah alun-alun kota, dan berpisah.

"Terima kasih untuk airnya, sayang!"

" Semoga kita dapar melakukan perjalanan bersama lagi!"

Penumpang wanita itu mengucapkan terima kasih atas mandi air hangat setiap harinya — kemewahan yang bahkan tidak dapat dinikmati oleh sebagian besar bangsawan — sementara semua penumpang juga menghujani Mile dengan rasa terima kasih dalam bentuk sisa makanan atau pernak-pernik dari kota asal mereka.

"Saat kamu menjadi pemburu sepenuhnya, aku pasti akan meminta bantuanmu!"

Setidaknya seseorang tahu kalau dia tidak hanya akan bekerja sebagai pelayan ...
Tentu saja.

"Jadi, ini ibukotanya ..."
Kota ini, ibukota Kerajaan Tils, memiliki suasana yang jauh lebih aneh daripada ibukota tempat tinggalnya dulu, tempat ia bersekolah di Akademi Eckland. Memang, dalam hal kekuatan nasional — berdasarkan perhitungan yang meliputi luas wilayah, populasi, dan kekuatan ekonomi — negara ini secara kasar memiliki sepertujuh kekuatan Kerajaan Brandel.
Di sini juga, ada akademi yang dihadiri oleh anak-anak bangsawan dan keluarga kaya lainnya. Jika Mile menghadiri akademi ini, dia mungkin akan memiliki lebih banyak teman seperti Marcela. Meskipun tempat itu benar-benar bukan tujuannya, namun itu membuat Mile merasa, hanya sedikit memikirkannya.

Bagaimanapun, dia akan tinggal di kota selama setidaknya setengah tahun. Dia tidak akan bisa pindah ke asrama sekolah sampai tiga hari sebelum semester pertama, atau enam hari dari sekarang, yang berarti dia perlu mencari penginapan sebelum melihat-lihat ibukota. Jika terjadi sesuatu, mengetahui lingkungannya bisa membuat perbedaan antara hidup dan mati.

Tapi pertama-tama dia perlu mengamankan kamar. Matahari masih tinggi di langit, jadi Mile pun berjalan, berniat untuk bertanya ke beberapa warga yang tampak baik di mana ia bisa menemukan penginapan terbaik sebelum mencarinya sendiri.

Dia memarahi dirinya sendiri karna tidak bertanya kepada penumpang lain, yang kebanyakan dari mereka adalah penduduk asli kota ini.
Seperti biasa, Mile cukup ceroboh.


***

Malam itu, tepat sebelum matahari terbenam ...
Mile berdiri di depan sebuah penginapan sederhana.
Atas saran dari pasangan tua yang baik hati, Mile telah mempersempit keputusannya menjadi tiga pilihan, berdasarkan persyaratan bahwa mereka harus aman bagi seorang gadis muda untuk tinggal sendirian, relatif murah, dan menyediakan makanan yang layak. Dari sana, dia mengunjungi tiap penginapan untuk memeriksa situasi sekitarnya, pelanggan lain, dan tingkat kebersihan di sekitar pintu masuk, sebelum menentukan pilihan. Karena ini akan menentukan kenyamanan atau keamanannya, selama enam hari, dia sangat teliti soal ini. Jika gagal dalam hal ini, dia hanya bisa menyalahkan diri sendiri karena kurangnya wawasan dan mungkin akan berakhir buruk.

Mile membuka pintu. "Maaf, apa disini memiliki kamar kosong?"

 "Tentu, kami punya kamar kosong!" Kata seorang gadis yang menjawab ceria ketika Mile melangkah masuk. Gadis itu terlihat berusia sekitar sepuluh tahun dan duduk dengan ramah di belakang meja yang berhadapan dengan pintu depan. Dia mungkin adalah putri sang pemilik, yang membantu sementara orang tuanya sibuk dengan persiapan makan malam.

"Kalau begitu, aku ingin kamar untuk enam malam ..."

"Baiklah," gadis itu mengangguk.
 “Penginapannya seharga empat perak per malam. Untuk sarapan seharga tiga setengah perak, makan siang lima setengah perak, dan makan malam delapan setengah perak. Air panasnya lima tembaga untuk satu baskom dan dua setengah perak untuk satu bak mandi. ”

"Hm, well, aku ingin mencoba makan di banyak tempat berbeda sementara aku di sini, jadi aku hanya akan makan malam untuk malam ini dan sarapan setiap paginya. Aku akan mengurus sendiri airnya. "

“Ohh, kamu bisa menggunakan sihir ?! Itu luar biasa ... "Gadis itu tampak agak iri.

Mile menyadari betapa diberkati dirinya dalam hal ini. Mampu menciptakan air akan menjadi keterampilan yang sangat berguna bagi anak perempuan pemilik penginapan.

"Makanannya akan siap setiap saat, tapi kami hanya melayani sampai lonceng  malam kedua."

Mile mengetahui bahwa lonceng malam kedua berbunyi sekitar jam sembilan malam, sedangkan lonceng pagi pertama berbunyi jam enam, dan yang kedua di jam sembilan. Lonceng tengah hari pertama berbunyi pada jam dua belas siang, lonceng tengah hari kedua di jam tiga, lonceng malam pertama pada jam enam, dan lonceng sore kedua berbunyi di jam sembilan.

"Ah, well, kalau begitu sebaiknya aku makan dulu sekarang."

Setelah dia masuk kamar, akan merepotkan untuk kembali ke bawah, jadi Mile memutuskan untuk makan saat dia masih di lantai bawah.
Ada berbagai pilihan makanan, akan tetapi saat Mile melihat menu yang dipajang pada dinding, dia menemukan ...

Steak Orc.
Daging Orc Teriyaki.
Daging Orc rebus.
Sate Daging Orc.
Daging Orc Goreng.

Tampaknya pemilik sangat ingin membuat orang makan daging orc.
Mile menatap gadis itu.

"Ha ha. Mereka secara tidak sengaja memesan terlalu banyak daging, ”kata gadis itu, tersenyum masam.

Tampaknya Mile tidak punya banyak pilihan. Sebenarnya, dia belum pernah makan daging monster. Seperti halnya kebanyakan bangsawan, keluarga Ascham belum pernah menyajikan daging monster di meja makan. Bahkan di akademi, daging monster tidak pernah disajikan karna mempertimbangkan banyak anak bangsawan yang ada.

Namun itu bukan seolah-olah daging itu beracun, jadi Mile tidak terlalu terganggu soal itu. Bahkan, dia berharap bahwa dirinya lebih sering makan seperti ini. Hanya pengalaman baru. Itu saja. Dan segera, itu takkan menjadi pengalaman baru lagi, karna berburu akan memberinya lebih banyak kesempatan untuk makan hal-hal seperti itu. Mungkin dia bahkan akan mencoba memasak sendiri di beberapa kesempatan nantinya. Dengan memikirkan itu, ia pun memesan.

"Tolong, satu steak orcnya."

Dan segera, tersaji di depannya. Steak orc, dengan sup daging orc, serta roti dan salad di sampingnya. Piringnya dipenuhi daging. Mereka mungkin mencoba menggunakan sebanyak mungkin yang mereka bisa. Secara penampilan, sangat mirip babi. Ketika dia mengendus, aromanya seperti babi. Dan ketika dia mencicipinya, terasa seperti babi.

Kesimpulannya, Orc itu seperti babi, pikir Mile. Tak ada yang perlu ditakutkan!


***


Selama enam hari berikutnya, Mile berkeliling  kota dengan penginapan sebagai titik awalnya, mengingat tata letak semua toko dan jalan semampunya. Dia memeriksa beberapa jalur yang agak mencurigakan dan lorong-lorongnya juga, namun pakaian yang dianggap normal sebelumnya, benar-benar terlihat kumuh saat di ibukota, dan efeknya, dirinya tidak pernah dirampok ataupun diserang. Tampaknya para penghuni permukiman kumuh menganggapnya bagian dari mereka.

Ketika Mile menyadari ini, dia membeli beberapa baju baru dengan tergesa-gesa. Sesuatu yang dianggap sebagai pakaian yang biasa dikenakan gadis kota — polos, tapi tidak terlalu murah, sesuai standar ibu kota.
Ketika dia memulai debutnya dengan pakaian baru dan menunjukkannya pada Lenny kecil, si putri pemilik penginapan, ia disambut dengan ekspresi ambigu.

"Maksudku, bahannya bagus, tapi ..."

Dengan pakaian itu, enam hari terlewati setelah kedatangannya di ibu kota, Mile pun melangkah melewati gerbang Sekolah Persiapan Pemburu.




Sebelumnya             Daftar Isi             Selanjutnya

2 Comments

  1. Terimakasih banyak min atas updatenya dan tetap semangat

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama sama kak terima kasih atas dukungannya

      Delete

Post a Comment