Novel Si penjahat, Membawa Kehancuran dengan Senjata Modernnya chapter 9





Chapter 9   Si Penjahat Berburu



“Paul! Cuaca bagus untuk berburu, ya? " (???)

“Ya. Kurasa kita bisa menangkap beberapa hewan besar hari ini. ” (Ayah)

Saat ini kami berada di wilayah perburuan milik teman Ayah yang adalah Menteri Perang, di sini para menteri kerajaan berkumpul. Ada ayahku yang Menteri Komunikasi, Menteri Keuangan yang berusia empat puluhan, pria paruh baya yang tampak gugup itu adalah Menteri Dalam Negeri, dan terakhir lelaki tua yang energik ini adalah Menteri Perang.


Juga jangan kelupaan, Penyihir Pengadilan Kekaisaran, Count Fidelio von Fraunhofer. Aku yakin diriku akan berada dalam pengawasannya di masa depan, dalam banyak hal. Ya, dalam banyak hal.

"Saya mengerti. Anda membawa keluarga hari ini. Meskipun saya tidak bisa mengatakan itu bukan karena kesukaanku. ” (Menteri dalam negeri)

"Ya, putriku Astrid bersikeras ingin berpartisipasi dalam perburuan." (Ayah)

Seperti yang diminta oleh Menteri Dalam Negeri, Ayah sedikit bergerak ke samping, dan aku membungkuk sambil sedikit mengangkat rokku layaknya seorang bangsawan.

"Anak perempuan Paul sudah benar-benar dewasa, bukan? Meskipun dia dulu sangat kecil, kamu bisa duduk di atas satu tangan saja. ” (Menteri dalam negeri)

"Dia tidak sekecil itu. Dia bukan anak kucing tahu. " (Ayah)

Menteri Perang tertawa keras bersama Ayah.

Jika sekecil itu maka gawat jadinya. Itu berarti aku dilahirkan sangat prematur.

"Jadi nona Astrid akan berpartisipasi dalam perburuan?" (Menteri dalam negeri)

“Ya. Saya pasti akan mengawasinya agar dia tak terlibat dalam situasi berbahaya. Akan tetapi Anda semua harus berhati-hati juga; kita takkan tahu ke mana anak panah bisa terbang. " (Ayah)

Menteri Dalam Negeri berucap seolah terkesan, dan ayahku membalasnya sambil tertawa lagi.

Ayah, senang ayah dalam suasana hati yang baik, tapi aku bukan peluru nyasar, tahu?

“Meski begitu, senang rasanya kalau anak-anak ikut berpartisipasi. Tidak ada keindahan bunga jika penuhi dengan orang tua. Putri saya terlalu sibuk memilih gaun dan menjauh dari hiburan semacam ini. ” (Menteri keuangan)

"Itu benar; Saya mencoba mengundang anak saya juga, tetapi dia menolak, alasannya sedang sibuk belajar untuk ujian nanti. " (Fraunhofer)

Menteri Keuangan dan Count Fraunhofer menghela nafas.

Aku bertanya-tanya masalah itu terjadi dalam setiap keluarga, atau itu hanya basa-basi saja. Aku menginginkan kemampuan membaca pikiran Ibu sesegera mungkin.

"Meski begitu, Astrid-chan sudah mulai belajar sihir sedini ini, kan, Paul?" (Fraunhofer)

“Ya. Dia bilang dia ingin mempelajarinya bagaimanapun juga, jadi aku meminta bantuan Wolf. ” (Ayah)

Pangeran Fraunhofer tampaknya menunjukkan minat padaku, dan Ayah merespon demikian.

“Wolf? Wolf von Vlanger, kan? Dia orang yang kompeten. Jika lulus ujian langsung, dia bisa menjadi penyihir kekaisaran atau mengambil pekerjaan di universitas. Anda memilih guru privat yang sangat baik. Mungkinkah Astrid akan menjadi penyihir kekaisaran di masa depan, aku jadi penasaran. "

"Tidak, tidak, saya pikir saya takkan semampu itu ..." (Astrid)

Aku merendah, tetapi itu mungkin saja terjadi. Jika aku menjadi penyihir kekaisaran, masa depanku akan pasti, dan aku bisa melakukan penelitian sihir semauku. Aku akan mendapat kehidupan yang kuimpikan.

"Jangan bicara omong kosong, Fidelio. Kalau dia menjadi penyihir kekaisaran, tidak ada yang mau menikahinya. Dia akan membutuhkan kehidupan yang lebih cemerlang dari sekedar menjadi penyihir kekaisaran. Atau lebih tepatnya, kuharap seseorang dengan cepat mempersuntingnya. " (Ayah)

“Ayah? Tidakkah menurutmu terlalu cepat untuk membicarakan pernikahan? Aku ini masih 4 tahun tahu? " (Astrid)

"Ini terlalu cepat, Paul. Pertama-tama dia harus pergi ke akademi dan belajar sihir. Apabila dia membuktikan dirinya sebagai penyihir hebat, aku akan membujuknya untuk menjadi penyihir kekaisaran dengan segala cara.” (Fraunhofer)

Itu benar, terlalu cepat. Ayah terlalu terburu-buru.

“Ngomong-ngomong, sudah sejauh mana pelajaran sihirmu, Astrid-chan?” (Fraunhofer)

“Umm, saya sudah mempelajari pengendalian mana, empat jenis sihir elemen juga pengendaliannya, dan peningkatan fisik dan perawatan medis melalui Sihir Darah. Saat ini saya sedang berdiskusi dengan Wolf-sensei  mengenai objek di mana kami dapat mengontrol mana di dalamnya.” (Astrid)

Yah, sejauh itulah yang sedang kupelajari.

"S-sejauh itu? Kamu sudah diajari sejauh itu? Itu kurikulum yang melampaui jurusan sekolah menengah atas dan bahkan di atas program sarjana, kau tahu ...? " (Fraunhofer)

Count Fraunhofer menatapku dengan senyuman kaku.

"Putriku memiliki bakat sihir yang tinggi." (Ayah)

"Kamu tidak bisa menjelaskan semuanya dengan itu, Paul. Kontrol Mana diajarkan secara perlahan dari sekolah dasar sampai ke sekolah menengah atas untuk mereka kuasai, sementara sihir Elemen diajarkan selama 4 tahun, ditemani oleh para roh. Mereka hanya diizinkan belajar Sihir Darah saat sekolah menengah. Persoalan benda-benda yang dapat dikendalikan oleh mana berada di tingkat sarjana ... tidak, itu dalam tingkat tesis peneliti, kau tahu! " (Fraunhofer)

Hah? Aku sudah sejauh itu? Mungkin itu karena Wolf-sensei adalah guru yang baik?

“Astrid-chan adalah orang jenius yang datang setiap 50 tahun sekali. Aku mau kamu bergabung dalam penyihir kekaisaran dengan segala cara. " (Fraunhofer)

"Aku takkan membiarkanmu menjadikannya penyihir kekaisaran, Fidelio." (Ayah)

Tatapan ayah sangat serius.

"Ayah, itu masih jauh. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi nanti. " (Astrid)

"Itu benar, tapi aku tak akan merestuimu jadi penyihir kekaisaran." (Ayah)

Aku akan kerepotan kalau ayah terlalu menentangnya ...

"Apakah menjadi penyihir kekaisaran sepahit itu?" (Astrid)

“Tidak sama sekali. Yang mendukung kekaisaran Prusia ini adalah para penyihir kekaisaran. Mereka juga yang terlibat dalam penciptaan sihir untuk berbagai keperluan, dari peningkatan mata pencaharian, infrastruktur vital hingga pertahanan nasional kita. ” (Ayah)

Hmm, mungkin mereka itu lembaga seperti organisasi penelitian. Kembali ke Bumi, mendapat pekerjaan di lembaga penelitian terlihat seperti hak istimewa. Lagipula, apa yang membuat ayah tidak suka?

“Tapi tempat itu penuh dengan bangsawan kelas bawah. Putriku hanya akan menjadi pengantin bagi keluarga yang baik. Kamu adalah putri Duke,  paham?  Kamu harus menikah dengan putra seorang duke juga.

Ah, jadi Ayah mengkhawatirkan garis keturunan. Idealnya selama seseorang memiliki bakat dalam sihir, siapa pun dapat menjadi penyihir kekaisaran dan mengamankan masa depan yang damai, dan kemudian mereka akan meningkatkan status sosial mereka juga, kan? Tak bisakah mereka mengirim orang-orang ini ke tempat mereka bisa bertemu dengan putri Duke itu?

"Ngomong-ngomong, bukankah pangeran Friedrich juga akan mendaftarkan diri ke akademi?" (Ayah)

“Ya, beliau akan berada di tahun yang sama dengan Astrid-chan. Kami telah bekerja keras untuk mempersiapkan upacara penerimaan Yang Mulia. Kami juga telah memeriksa ulang para guru, memastikan tak ada yang punya pikiran berbahaya. Ini pekerjaan untuk Menteri Dalam Negeri juga, bukan? (Fraunhofer)

Ugh, Friedrich.

Salah satu penyebab utama Bad Endku adalah seseorang di usia yang sama. Ini menyebalkan. Sangat buruk.

"Count Fraunhofer, saya punya pertanyaan!" (Astrid)

"Ada apa, Astrid-chan?" (Fraunhofer)

Aku mengulurkan tangan, mencoba menghindari takdir Bad end.

“Bisakah kita loncat kelas di akademi? Saya memiliki kepercayaan dalam nilai sihir. " (Astrid)

Itu benar, jika tak mau berada di dekatnya, aku hanya perlu melarikan diri. Selamatt tinggal, Friedrich! Berbahagialah dengan pahlawan wanita! Jangan melibatkan diri denganku, paham!

“Akademi tidak mengenali lompat kelas, karena hal itu akan memengaruhi kehormatan anak-anak bangsawan lain.” (Fraunhofer)

"Gaah ……" (Astrid)

Sialan, Friedrich. Seberapa jauh kau mau menghalangiku.

"Astrid, sekarang kamu dapat kesempatan untuk berada di kelas yang sama dengan yang mulia, bagaimana kalau kamu coba bergaul sampai bisa menjadi kekasihnya?" (Ayah)

"Eh?" (Astrid)

Kenapa ayah memberiku saran terburuk?

“U-untuk penyihir pemula sepertiku, itu akan jadi tidak sopan terhadap Yang Mulia. Aku akan menahan diri untuk itu! " (Astrid)

"Jika dia menikahi seorang putri bangsawan, maka garis keturunan takkan menjadi masalah. Jika kamu mahir dalam sihir, maka itu bisa jadi nilai jual juga tahu? " (Ayah)

Bacot! Berhenti menggiringku menuju Bad Ending!

"Kesampingkan itu, mari kita berburu, berburu! Ayo berburu beruang atau apapun! " (Astrid)

"Bukannya tidak mungkin menemukan beruang sih ..." (Ayah)

Aku dengan paksa mencoba merubah topik pembicaraan, dan ayah yang telah menyesatkanku menutup mulutnya.






"Hmm, jadi kita menggunakan Crossbow untuk berburu." (Astrid)

Ayah dan yang lainnya membimbingku setelah dengan paksa memintanya untuk membawaku, jadi dalam perburuan, mereka memberi senjata yang tidak biasa kugunakan.

Sebuah Crossbow; Busur mekanik.

"Jadi begini cara menggunakannya." (Astrid)

Ayah memberiku panduan cara menggunakannya. Pertama, putar katrol untuk menarik tali busur. Kemudian cabut baut dan tarik tuas untuk menembak. Sangat sederhana, tapi butuh waktu dan tenaga untuk menarik tali busur.

"Kita perlu tenaga untuk melakukan ini, bukan?" (Astrid)

 "Mungkin sulit bagi anak-anak." (Ayah)

Ayah membual. Bisakah aku memujinya di saat seperti ini?

"Ayah mengesankan, meskipun ini sangat sulit bagiku." (Astrid)

"Itu benar, itu benar. Ayah akan melakukannya untukmu, jadi berikan padaku. " (Ayah)

Ah, itu respon yang bagus. Aku mendapatkan beberapa poin lagi!

“Hutan ini banyak ditinggali rusa. Ada beberapa monster besar juga. Jika menuju ke arah kolam, kita juga bisa menemukan beberapa bebek. Keuntungan tempat ini adalah wilayah perburuannya yang berlimpah. ” (Ayah)

"Tenang, tidak ada iblis di sekitar sini. Berkat para petualang yang secara berkala berburu setan, mereka bahkan tidak akan mendekat, kecuali mereka yang cukup bodoh. " (Teman Ayah)

Maka kita bisa tenang dan berburu dengan bebas.

Kalau tidak berbahaya, aku bisa diam-diam memisahkan diri dari Ayah dan teman-temannya lalu mencoba partnerku, shotgun. Heh ...

Oh sial. Aku tampak seperti psikopat sekarang. Akan tetapi kalau bisa menguji senjataku, itu mantap jiwa. Aku sudah mencoba peluru karet pada kulit pencuri ternak yang lunak, namun belum mengujinya pada cangkang siput.

“Baiklah, Astrid. Ini akan sulit karena kamu harus membidik kepala atau leher rusa. Untuk bebek atau kelinci itu akan sulit karena ukurannya. Berburu tidak akan semudah itu, tapi jangan khawatir karena aku akan menjagamu. " (Ayah)

"Aku, aku senang mendengarnya, Ayah." (Astrid)

Ugh ... Aku tak tahu apakah akan ada kesempatan bagiku untuk menyelinap ...

“Kita akan menggunakan anjing pemburu untuk menemukan mangsa. Anjing kami, Kai, juga anjing pemburu yang hebat lho? Dia anak yang sangat baik, dia dapat menemukan mangsanya dalam waktu singkat. Tugasnya juga untuk menjaga binatang yang telah kita tembak. " (Ayah)

"Oh, jadi itu sebabnya ayah membawa Kai hari ini." (Astrid)

Kami memiliki anjing besar bernama Kai di rumah. Aku bukan orang yang menyukai anjing, jadi aku menjaga jarak awalnya, namun dia dekat denganku, sehingga perlahan aku mulai menyayanginya. Kupikir dia tipe anjing yang suka menggonggong, tapi rupanya dia cowok yang pendiam. Tapi untuk berpikir kalau dia adalah anjing pemburu ...

"Ayo kita mulai permainannya. Apakah perburuan tahun ini akan melimpah, aku bertanya-tanya. " (Ayah)

Kami memasuki hutan bersama dengan anjing-anjing menteri.

Sambil memegangi tali pengikat anjing-anjing itu, kami lanjutkan menelusuri hutan tanpa suara.

"Astrid, kamu lelah?" (Ayah)

"Aku baik-baik saja. Aku sudah meningkatkan kekuatan fisikku dengan Sihir Darah. " (Astrid)

Tidak mungkin seorang anak berusia 4 tahun bisa jalan kaki melalui pegunungan ini selama berjam-jam, jadi dengan menggunakan Sihir Darah aku meningkatkan kekuatan dan daya tahan untuk melalui jalan setapak ini. Sihir Darah Banzaii! Sungguh berfaedah.

"Bisa dengan bebas menggunakan Sihir Darah pada usia ini ... ngomong-ngomong apa kamu sudah memantau dengan baik kondisi dalam tubuhmu?" (Fraunhofer)

"Ya, Wolf-sensei sudah mengajari saya sejak awal." (Astrid)

Sepertinya minat Count Fraunhofer padaku semakin kuat saat kami berbicara. Aku ingin tahu apakah dia bisa memberiku pengecualian khusus untuk lompat kelas? Atau yang kupikirkan itu mustahil?

Saat aku memikirkan itu, Kai berbelok ke timur dan mulai menggeram. Secepat itu?

“Sepertinya dia menemukan beberapa rusa. Mungkin mereka sekawanan. Ini adalah kesempatan yang ideal. " (Astrid)

Ayah dan teman-temannya menurunkan posisi dan mendekati kawanan rusa. Ayah dan teman-temannya terus mendekat tanpa disadari rusa.

Aku juga mengikuti mereka dan mendekati kawanan rusa dengan Crossbow di tangan.

Aku harus menghabisi rusa dalam satu serangan. Aku tak tahu mengapa, namun pasti ada alasannya. Itu sebabnya aku mengamati titik lemah rusa sambil perlahan mengendap-ngendap.

Seberapa jauh jangkauan panah ini? Aku ingin tahu apa bisa menempuh sejauh 100 meter. Tidak, jika jangkauannya sejauh itu, seharusnya aku tidak bisa membidik dengan akurat. Kalau kuingat dengan benar jarak efektifnya sekitar 40 meter. Panah bukanlah senjata modern, jadi aku tak tahu kemampuannya.

Tapi tunggu sebentar. Di masa depan jika aku berperang melawan negara ini, senjata mereka hanya busur dan panah. Dan sepertinya aku harus tahu seberapa jauh jangkauan senjata-senjata ini untuk menjaga jarak aman.

Maka dengan itu, aku pun memastikan kemampuan memanah Ayah sambil tetap bersamanya.

"Ayo maju." (Ayah)

Ayah bergumam pelan, sementara aku mengarahkan panah ke rusa.

"Serbu!" Seketika, Ayah dan teman-temannya menembak panah mereka.

Aku juga menarik tuas dan melepaskan panah. Jalur tembakannya terlihat bagus — Namun meleset. Aku tidak tahu cara menggunakan Crossbow, sehingga panah melesat jauh dari target.

Di sisi lain, ayah dan teman-temannya menembak jatuh tiga rusa.

“Bagus sekali, Paul. Tapi keahlianku juga tidak buruk, kan? " (Menteri Perang)

"Ya, aku tidak bisa meremehkan Menteri Perang." (Ayah)

Ayah dan Menteri Perang dengan santai berbicara disaat rusa lain melarikan diri.

"Seperti yang diharapkan dari Ayah!" (Astrid)

"Tidak, ini hanyalah hal sepele." (Ayah)

Yang kutahu adalah busur panah bisa mencapai sekitar 40 meter, dan membidiknya sangat sulit.

Selain itu, kamu tidak bisa memasang scope apa pun pada Crossbow dan panahnya mudah terpengaruh oleh angin, membuatnya menyimpang dari target. Ini adalah pertama kalinya aku menggunakan panah, jadi seorang amatir sepertiku tak mungkin mengenai target.

Bidikan ayah dan teman-temannya mengenai sasaran.

Namun senjata yang hanya bisa mencapai 40 meter tak banyak berguna. Jangkauan machine Gunku berkisar antara 300 hingga 400 meter, dan bahkan lebih dari itu, kemungkinan mengenai targetnya cukup tinggi.

Aku pasti menang.

“Astrid masih belum terbiasa dengan Crossbow, ya? Itu sebabnya kamu tidak bisa mengenai sasaran. Sebenarnya ada triknya lho! Ayah akan mengajarimu. " (Ayah)

"Siap, Ayah!" (Astrid)

Aku tidak benci menggunakan senjata, meskipun itu Crossbow. Aku suka semua yang bisa disebut senjata. Aku tidak tertarik pada pedang atau tombak. Rasanya semakin primitif senjata itu, maka semakin kurang daya tariknya.

... dan dengan itu, ayah memberitahuku trik menggunakan Crossbow.

"Ei!" (Astrid)

Aku menggunakan sedikit sihir darah. Jika aku tidak bisa mengenai sasaran dengan apa yang Ayah ajarkan padaku, aku akan mendapat poin lagi. Sambil mengingat semua yang Ayah katakan, aku mengarahkan Crossbow ke kelinci liar.

Sukses!

"Oh, kamu berhasil mendapatkan kelinci liar, itu bagus." (Ayah)

"Ehehe, ini terima kasih karna Ayah sudah mengajarkan triknya padaku!" (Astrid)

Puji ayah ~ Puji terus ~

“Kita bisa memasak kelinci liar jadi rebusan. Ini tangkapanmu hari ini. Bawalah. " (ayah)

"Ya, Ayah." (Astrid)

Aku tak masalah kalau harus mengeringkan darah, menguliti, memisahkan tulang dan membuatnya menjadi rebusan, tapi sebagai putri Duke aku tidak seharusnya melakukan itu, jadi aku pun mengikatkan kelinci liar ke tali pinggangku dengan tali.

Ngomong-ngomong, para pelayan mengambil lalu memotong rusa yang ditangkap Ayah dan teman-temannya tadi.

"Oh, sepertinya ada kawanan rusa lain di sana." (Ayah)

"Ooh, tanduknya sangat indah ... jika dipajang ke dinding, mungkin kita bisa mengejutkan para tamu. Aku sangat ingin menangkapnya. " (Ayah)

Ya ampun, ayah dan teman-temannya fokus pada permainan mereka. Perhatiannya dialihkan dariku sekarang. Mungkin ini kesempatanku.

Aku diam-diam menyelinap pergi lebih jauh ke dalam hutan untuk memulai perburuanku sendiri.




Sebelumnya          Daftar Isi         Selanjutnya

Post a Comment